NovelToon NovelToon
Tolong Jangan Salahkan Aku

Tolong Jangan Salahkan Aku

Status: tamat
Genre:POV Pelakor / Tamat
Popularitas:110.9k
Nilai: 5
Nama Author: Redwhite

Siapapun wanita tak ingin menjadi yang kedua, terlebih menjadi duri dalam daging pada pernikahan orang yang telah menolongnya.

Namun, takdir dengan kejam mempermainkan hidup mereka.

Mily hadir di tengah rumah tangga Ridho dan Fisha bukan untuk merebut, tapi Ridho memang harus menikah dengan Mily karena keadaan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Redwhite, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Andai Mati Semudah Itu

Tenagaku terkuras habis, aku tak sanggup kembali ke kantor. Tak siap kehilangan teman-teman dekatku kelak.

Aku tak memiliki sahabat dekat, andai punya, aku pasti akan berbagi kisahku dengannya.

Namun, diri yang hina ini merasa tak layak bersahabat dengan siapa pun.

Aku menangis sesenggukan di rumah ini. Rumah dengan dua lantai pemberian Bang Ridho. Aku hanya di temani Bi Imah pekerja rumah tanggaku.

"Mbak," panggil Bi Imah sembari mengetuk pintu.

"Mbak ngga papa? Mau Bibi buatin teh hangat?" tawarnya.

Aku masih sesenggukan, ponselku bergetar, beberapa pesan dan panggilan semua aku abaikan.

Aku menangis, kadang tertawa, entah mengapa aku tidak bisa mengontrol emosiku.

Emosi ini membuatku bingung, hingga tanpa sadar, aku mengamuk, menghancurkan kamarku. Memecahkan cermin riasku, ada yang mengganjal di relung hati, tapi aku tak tau.

Suara Bi Imah yang berteriak panik bahkan tak sanggup menghentikanku. Diriku terlena saat melihat pecahan kaca yang saat ini kupegang.

Lebih baik kami pergi dari dunia ini, kami tak pernah di inginkan, kami akan selalu di salahkan, ucapku dengan senyuman tapi di sertai lelehan air mata.

Kuusap lembut perut rataku. Maafkan aku, aku bukan ibu yang baik untukmu, kehadiranmu hanya akan menyusahkanmu di kemudian hari.

Lebih baik kita pergi Nak, di mana tidak ada lagi rasa sakit, tidak ada lagi rasa kecewa, tidak ada lagi rasa tak berharga.

Sreet

Kugoreskan kaca itu ke urat nadi, aku berbaring menunggu kematian menjemputku.

Aku sudah pernah melakukan ini, jadi tau bagaimana rasa sakitnya. Rasa nyeri di pergelangan tangan menjalar hingga ke seluruh badan.

Badanku menggigil kedinginan karena pasokan oksigen dalam darah yang pasti berkurang.

Kunikmati setiap sakit ini sebagai hukuman diri, kupejamkan mata menunggu malaikat pencabut nyawa datang menjemput.

Telingaku berdenging, sayup-sayup masih terdengar suara Bi Imah terisak panik, bahkan ada suara lain bersamanya.

Aku tak peduli, aku hanya berharap mereka membiarkanku mati saja. Tubuhku terasa melayang, kebas, mungkin juga ajalku sudah dekat.

.

.

Kepalaku sangat sakit, mengapa aku masih merasakan sakit, bahkan pergelangan tanganku terasa panas.

Apa aku kembali di selamatkan? Aku ingin berteriak, memaki siapa pun yang menghalangiku. Siapa dia berani menyelamatkanku, merasa seperti seorang pahlawan? Makiku dalam hati.

Terpaksa kubuka mata ini, penglihatanku terasa samar. Lemas tentu saja, mungkin aku kehilangan banyak darah.

Dua tanganku diikat di sisi ranjang besi, mungkin mereka takut aku akan memberontak dan kembali membahayakan diri sendiri.

"Syukurlah Mbak Mily udah sadar," Bi Imah mengusap air matanya, rasa lega jelas sekali terlihat di mata tuanya.

Aku tak perlu bertanya di mana aku berada, karena aroma dan juga tiang infusan sudah memberitahuku jika aku berada di rumah sakit–kembali.

"Bayinya baik-baik aja Mbak, untungnya ada Pak Ferdi yang menyelamatkan Mbak Mily,” jelas Bi Imah, saat aku masih bungkam.

Mas Ferdi? Apa lelaki itu mengikutiku sampai ke rumah? Aku lupa jika rumahnya berada sama dengan perumahanku, meski kami berbeda blok.

Apa aku harus berterima kasih? Tidak, aku malah ingin memakinya. Bukannya tadi dia berkata dengan sinis padaku? Mengapa dia bahkan bersusah payah menyelamatkanku.

Pintu terbuka, menampilkan sosok berpakaian putih khas seorang Dokter. Dokter laki-laki dengan dua orang perawat wanita yang mengikutinya.

Satu perawat mengecek selang infus, sambil mencatat di buku kecilnya.

Satu perawat lagi memeriksa lenganku sambil melihat jam di tangan kananya.

"Gimana Bu Mily? Pusing? Maaf jika kami mengikat Bu Mily ya, kami takut Bu Mina akan melukai diri sendiri," ucap Dokter laki-laki.

"Saya akan merekomendasikan Dokter Psikiater untuk menemui Bu Mily ya? Tarik napas dan hembuskan secara perlahan ya Bu jika pikiran Ibu mendadak kalut, kasihan dedek bayinya ya."

Ada rasa prihatin pada suara Dokter muda itu, atau mungkin hanya sebuah profesionalitas kerja saja.

Aku tak mengatakan apa pun, setelah Dokter dan para perawat itu selesai memeriksa, mereka pamit undur diri. Hanya Bi Imah yang mengucapkan terima kasih.

"Mbak yang sabar, pasti ada rencana indah untuk Mbak dari Tuhan," Bi Imah terisak di sisi ranjangku. Dia duduk sambil mengusap-usap punggung tanganku.

Aku merindukan ibu dan adikku, ingin menumpahkan segala sesak di dada, tapi aku tak berani. Penyakit jantungnya akan kambuh jika dia tau mengenai keadaanku.

Bahkan pernikahan ini tidak di ketahuinya, yang beliau tau aku hanya bekerja di kota besar.

Maafkan aku Bu, aku tak bisa membanggakanmu, aku malu bertemu denganmu, aku takut.

Pintu kembali terbuka, terlihat sosok malaikat penolongku. Wajahnya sendu, aku tau dia sedang menahan amarah.

Pertanyaanku, bagaimana dia tau aku berada di sini? Apa Mas Ferdi yang memberi tahunya? Lalu mengapa Bang Ridho tidak menemuiku?

"Apa ini caramu untuk mencari perhatian suamiku Mily? Aku tak menyangka, selain murahan kamu juga tak tau diri rupanya."

Kata-katanya sangat pedas, hingga bisa menusuk hatiku, menggoreskan luka ini.

Aku hanya bisa diam, membiarkan dia mengeluarkan semua makiannya, apa aku punya hak membela diri?

.

.

.

Tbc

1
falea sezi
cerai aja fish biarkan pasangan durjana menikah aneh pake sudut pandang pelakor/Curse//Curse/ meski, hamil karena di jebak di peluk suami orang mau itu murahan Thor
falea sezi
pelakor berasa sok korban ya/Curse//Curse//Curse//Curse/
MiLa Rossa
Luar biasa
Silvi Vicka Carolina
apa hamil ...lama donk soalnya da dua bulan
Yunia Spm
lama² muak sama fisha...
Yunia Spm
Jan Jane sopo tukang poto kuwi
penisirin... tapi kok belum dibbuka² Ama othor kece badai ini 😁
Sri Wahyuni
s ridho y terlalu lemah dan pasrah sbgai suami
Vi: Terima kasih udah mampir ka, selamat membaca🥰🙏
total 1 replies
Marlinda linda
gara2 cinta anaknya di abaikan ridho ridho semoga saja sama selomitha kamu tidak punya anak,anaklah yang menjadi korban perceraian seharusnya ridho bisa mengalah demi anak
cucu rosmalia: gila ridhoo. pantas saja cere mulu.. ga tegas jd cwok pecundang fan ga bertanggungjawab.. masa anak diabaikan demi perempuan.. hadeuh
selamanya pasti gak akan bahagia.. krn akan selalu mengganjal dgn ketiadaan anak2.. kecuali ridho ga punya hati..
meski gak balikan sama fisa minimal kaaih pengertian dulu jgn langsung kawin.. emang otak tukang kawin aja dia
total 2 replies
Marlinda linda
mengalah aja Mita ortu tidak sekutu jangan menikah klau tidak ada restu ortu biarlah keluarga mereka bersatu kasihan anak2nya
Alya Yuni
Thor critanya pemeran mcm si Ridho trllu bego
pantas pembaca krng coba buat si Ridho tegas jngn lmbek
Vi: 😁 sabar ya ka🥰
total 1 replies
Alya Yuni
Ridho ko trllu bodoh jngn mau di bodohi Ridho jdi lki ko gk tegas lmbek bngat
Alya Yuni
Si Mily jngn trllu di manfaatkn it prbuatannya sendri gk kaitn dngmu
alah si Fisha prmpuan gk tau dri
Alya Yuni
Jngn senang dulu Mily kau msih bnyk musuh
Alya Yuni
Ko biarkn penjhat prgi aja tunggu suatu saat kmu pasiti Dika, Husain jngn senang dulu ko Ferdy diam aja
Vi
Maaf buat yang nunggu Mily update, dari kemarin blm lolos² riviewnya, maaf ya🤧🙏
Alya Yuni
Si Laura gk mlu mau nikahkn anknya dng Ferdy mlulh nenek sihir kau dah rbut bpanya skrng kau mau anknya nikah dng ankmu ap gk mlu dng ibunya Ferdy dsar permpuan jhat
Marlinda linda
ridho tak pernah lagi memikirkan anaknya hanya memikirkan istri mudanya wajar kalau fisha ini ingin membalas dendamnya
Marlinda linda
mana ada lagi yang percaya sama siuami yg tidak jujur sudah menikahi gadis lain yang pernah ditolong istrinya mertuanya juga salah memberikan rumah jadi antara menantunya sakit hati
Marlinda linda
kalau mily memikirkan perasaan fisha yg telah membantu sebaiknya mily pergi jauh jangan ganggu lagi keluarga fisha
Shaa Erahh: jgn2..mantan fisha yg berbuat olah jebakan itu..mungkin berdendam atau masih cintakan fisha
total 1 replies
Marlinda linda
suami filsa memanfaatkan keadaan minta resmikan pernikahannya padahal sudah nikah siri sdh mily melahirkan bisa di ceraikan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!