NovelToon NovelToon
Kepentok Cinta Ustadz Gaul

Kepentok Cinta Ustadz Gaul

Status: tamat
Genre:Mengubah sejarah / Tamat
Popularitas:148.8k
Nilai: 5
Nama Author: anna dharta

Kehidupan malam yg selalu di hiasi dengan alkohol sudah menjadi agenda rutin bagi sitara, gadis muda penerus perusahaan textile milik pak satish. Perusahaan besar yg memiliki cabang di beberapa negara. Santhi and co berdiri mentereng di kota surabaya. Satish sudah berusaha keras mendidik dan mengarahkan putri tunggal nya untuk fokus meneruskan perusahaannya, karena dia ingin saat pensiun nanti dia bisa kembali ke negara nya India. Sitara pulang dalam keadaan mabuk berat dan tanpa sadar dia menabrak dinding pagar dengan kecepatan tinggi. seorang pemuda tampan dengan gamis coklat dan kopiah putih itu bernama Musa, pemuda tampan itu bergegas menghampiri mobil yang sudah remuk di bagian depannya, beruntung pintu tidak terkunci, sehingga memudahkan pria itu mengevakuasi wanita yang menjadi korban. Dengan tidak mempedulikan apapun Musa langsung menggendong dan memindahkan sitara ke mobil nya, tidak lupa dia membawa tas gadis itu. Mobil melaju menuju rumah sakit terdekat, karena darah mulai m

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anna dharta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 : Kita Berbeda

Ceklek!

Pintu UGD dibuka oleh seorang perawat, diikuti oleh dokter berkacamata yang berdiri di sampingnya, "Siapakah keluarga korban?” Matanya melihat sekitar, dan tampaklah seorang pemuda tampan sederhana dengan jubah seperti santri Pondok. “Apa Anda suaminya? mari ikut sa - - -” belum sempat Dokter itu menyelesaikan kalimatnya, pemuda dengan penuh pesona itu memotongnya dengan cepat, “Maaf Dokter, saya - - -” Satish langsung berdiri sejajar dengan Musa dan memotong kalimat Musa, “Saya Papa nya korban Dokter, dan ini menantu saya” dengan nada tegas Satish menjawab. Dokter Maya memandang mereka bergantian, karena malam sudah semakin larut, Dokter Maya tidak mau membuang waktu untuk menyelidiki kedua orang tersebut. 

“Mari ikut saya!” Dokter Maya yang menangani Sitara, menarik kursi kerja nya, Satish dan Musa mengikuti Dokter Maya dengan menarik dua kursi yang tersedia. Sesaat suasana hening,  Dokter Maya sesaat memperhatikan kedua orang yang menurut penilaian, ini ayah dan suami korban, karena wajah Sitara yang lebih condong mirip Satish. 

"Anda berdua keluarga korban?", Dokter Maya memulai pembicaraan. "Saya Satish, Papa nya Sitara, Dokter, dan ini Musa suaminya," Satish langsung menyerobot untuk bicara, rencana nya akan di mulai dari sekarang, sekilas senyum misterius tersungging di bibirnya. Musa yang duduk di sebelah nya tampak terkejut, dan berusaha untuk membantah, "Maaf, tapi..", kalimat Musa langsung dipotong oleh Satish, "Musa mari kita dengarkan penjelasan Dokter, agar kita segera tau apa yang istrimu alami, sudah tidak usah cemas, papa akan selalu ada untuk kalian". 

Satish berhasil mengendalikan Musa, dia pun tidak lupa untuk menepuk pundak Musa dengan lembut, persis seorang Ayah yang menenangkan anak nya. "Baiklah, apakah anda tahu bahwa istri anda mengemudi dalam pengaruh alkohol?" Dokter Maya memandang Musa tajam, seakan menusuk ke dalam hati Musa. Sesaat dia teringat ketika Umi memarahi nya, ketika dia melakukan kesalahan.

 Musa yang sudah terlanjur masuk dalam permainan Satish hanya menggeleng dengan raut wajah suram, tidak mengerti dan bingung. "Sekarang istri anda mengalami gegar otak ringan, akibat benturan kuat di kepala nya, dan tulang tangannya retak, hal yang paling buruk adalah kondisi lambung nya yg luka, akibat sering nya mengkonsumsi alkohol. Nyonya Sitara akan rawat inap sampai keadaannya membaik. Itu yang bisa saya jelaskan". Musa yang mendengarkan itu tampak lemas. Sekilas raut wajah Musa nampak sedang susah memikirkan istrinya, setidaknya itu yang tertangkap oleh Dokter Maya. 

"Oya, satu lagi, pesan saya, anda harus banyak memberikan perhatian kepada istri anda, jangan sampai dia mencari perhatian di tempat lain seperti sekarang ini!". 

Deg!!

Kalimat Dokter maya yang tajam, setajam silet itu, mampu membuat Musa bingung dan hanya mengangguk. Dalam pikirannya saat ini, ingin sekali dia mengambil jurus langkah seribu agar bisa menjauh dari Dokter dan Satish yang sedari tadi berwajah tenang. 'aku harus apa sekarang, bertemu dengan keluarga aneh yang dengan waktu singkat membuat hidupku dalam drama nyata, selamatkan aku ya Allah', Musa mengusap wajahnya kasar. Satis dan Musa keluar meninggalkan ruangan dokter Maya. 

****

Sitara sudah keluar dari ruang UGD dan dipindah ke ruangan perawatan. Musa sengaja memilihkan ruang VVIP, karena melihat penampilan dan mobil Sitara yang mewah, membuat Musa mengambil keputusan itu. Satish berjalan beriringan dengan Musa tanpa mengeluarkan suara. Satish sudah merancang sebuah rencana, dia yang selama ini tidak bisa mengendalikan Sitara, sekarang menggantungkan harapannya kepada pemuda soleh dan tampan bernama Musa. 

Sesampainya di ruangan, musa duduk di sofa, yang diikuti oleh Satish. Musa tidak ingin menunda waktu lagi untuk meminta penjelasan kepada Satish mengenai status 'suami' dari putrinya, saat berbicara dengan dokter Maya tadi. sekilas dia melihat Sitara yang masih tergeletak di brankar dengan selang infus di tangan nya. wajah cantik Sitara sempat membuat mata Musa terpaku melihatnya. hidung yang tinggi, alis yang tebal, wajah yang tirus dan bibir yang penuh tampak sempurna. Musa segera menundukkan pandanganya, karena gadis cantik itu bukanlah mahramnya. 

“Musa, tolong maafkan saya” Satish membuka pembicaraan, “saya sangat mengerti kebingungan anda, tapi sebelumnya saya mohon nak Musa mau mendengarkan penjelasan saya”. Musa menganggukkan kepala nya tanda setuju. Satish juga tidak lupa menggunakan panggilan ‘Nak’ sebelum nama Musa dia ucapkan, dengan tujuan untuk bisa lebih akrab. “Silahkan Pak Satish, saya akan mendengarkan.” Satish menarik nafas dalam, dia melirik jam di dinding kamar menunjukkan pukul Empat, sebentar lagi akan memasuki waktu subuh, itu artinya Musa akan segera pulang. 

“Sitara putri saya satu-satunya, mama nya, Gauri meninggal saat dia berusia Delapan belas tahun. saya membesarkan dia sendirian, tidak mudah ternyata. Sitara gadis yang cerdas, dia sangat cepat memahami dan mempelajari apapun, tapi mungkin dia kesepian, sehingga kehidupan dunia gemerlap menjadi tempatnya membuang rasa sepi. saya mohon nak Musa berkenan membantu saya, nikahi Sitara dan bimbing dia dalam keyakinan mu.” Musa berusaha tenang, walau dada nya terus saja berisik membunyikan debaran tidak beraturan..

“Saya tidak bermaksud menolak keinginan baik Bapak, tapi saya masih memiliki orang tua, dan saya pun harus membahas ini dengan beliau. saya tidak ingin salah dalam mengambil keputusan Pak. ini kartu nama saya dan alamat rumah saya, jika bapak berkenan, silahkan berkunjung ke rumah saya, agar kita bisa membahas permasalahan ini bersama orang tua saya.” 

“ Tapi kita berbeda Pa!” tanpa mereka sadari ternyata Sitara sudah siuman, dan entah mulai kapan dia mendengarkan pembicaraan kami. “Sayang, kamu sudah sadar?” Satish bergegas mendekati Sitara, dia mengusap lembut kepala Sitara. “Apa yang Papa rencanakan? dan siapa pria itu?” Musa perlahan mendekat, dia hanya sesaat saja memandang wajah cantik yang sedang di ikat perban kepala nya. “Saya Musa mbak, saya yang membawa anda ke rumah sakit ini, anda mengalami kecelakaan, dan maaf tadi saya harus menggendong anda, agar anda bisa saya bawa kesini. mobil anda masih di lokasi kejadian.” Musa menjelaskan dengan singkat agar tidak menimbulkan prasangka buruk di hati Sitara.

“Terimakasih anda sudah membantu saya, apa imbalan yang anda inginkan?” terdengar sombong kalimat yang meluncur dari bibir mungil Sitara. Tanpa basa basi Sitara langsung saja bertanya hal yang tidak pernah diduga oleh Satish dan Musa. Sesaat musa mengangkat wajahnya, mata mereka pun bertemu, ‘Gadis yang sombong’ kalimat itu yang meluncur dari pikiran Musa dan tentu saja itu hanya sebatas kalimat dalam hati. “Saya tidak meminta apapun, semoga anda segera sembuh, dan sekarang sudah ada ayah anda, jadi sebaiknya saya permisi.” Musa sangat memahami karakter gadis manja yang kurang kasih sayang seperti Sitara. Musa berpamitan dengan Satish, tidak lupa dia berjabat tangan dan tidak lama tubuh musa menghilang di balik pintu yang kembali ditutup rapat oleh nya.  

“Apa yang terjadi pada ku Pa? kenapa Papa memohon kepada Musa untuk menikahi ku? apakah dia sudah menodaiku saat aku mabuk?” Satish mengusap wajah nya kasar, dia ingin memarahi putrinya yang sangat tidak tau berterimakasih itu, tapi melihat kondisi putri semata wayang nya saat ini, Satish memilih untuk tetap lembut. Jika dia keras, maka tujuannya tidak akan tercapai, keras kepala Sitara selama ini yang membuat dia kesulitan dalam mendidik gadis cantik yang sekarang ini terbaring lemah di atas brankar nya. 

“Tara, bisa tidak kamu berpikir jernih, coba kau lihat dia, dia pemuda soleh yang menatap mu saja dia tidak mau. dimana akalmu sampai kau berpikir begitu.” rasa kesal tampak tidak bisa dikendalikan, merah, itulah warna yang menguasai wajah Satish. 

Satish perlahan menggeser kursi di dekat brankar dan mengambil posisi duduk di sebelah Sitara. “Papa minta kamu mau menikah dengan Musa. dan Papa tidak menerima penolakan!” Sitara membulatkan matanya, dunianya seakan berbalik, “Tidak akan Pa, kenapa Tara harus menuruti Papa? apa yang sudah Musa lakukan terhadapku, Tara gak mau Pa, titik.” perdebatan mereka akhirnya berhenti saat mendengar suara adzan, sesaat Satish mengingat wajah Musa, ‘dia adalah laki-laki yang tepat’. 

*****

Musa memasuki kawasan rumahnya, halaman yang luas dengan suasana yang nyaman. Pagar tinggi tampak membentang gagah untuk melindungi setiap orang di dalam sana. Penataan bunga dan bangunan tampak rapi dan indah, sehingga membuat nyaman setiap orang yang masuk ke dalam nya. Mobil fortuner hitam yang di kendarai Musa akhirnya sampai di depan pintu pagar. Karena sudah mengenal mobil siapa yang akan masuk, satpam dengan sedikit tergesa berlari ke arah pintu pagar, dengan sigap membukakan pintu besi tersebut. Musa menurunkan kaca jendela di sebelah kanan nya. “Assalamualaikum Pak Pardi” musa dengan ramah menyapa pria paruh baya yang masih tampak gagah dengan seragam Satpam nya. “Waalaikumsalam Mas Ustad” Pak Pardi membalas dengan sedikit membungkukkan badannya. 

Kumandang suara Adzan mengalun merdu membangunkan hamba-hamba Allah yang taat. Dengan langit yang masih indah dihiasi bintang dan bulan yang tersenyum menambah indahnya langit di pagi yang dingin ini. suasana Pondok yang mulai ramai dengan para santri. Mereka bergantian mengambil wudhu, sebagai salah satu rukun wajib untuk menunaikan sholat agar suci saat menghadap sang Illahi Robbi. 

"Assalamualaikum, sepi, ya Allah, terasa lelah badan ini, sebaiknya aku mandi dan langsung sholat. " Musa bermonolog karena dia melihat rumah telah sepi.  Masuk kedalam rumah utama, Musa ingin membersihkan tubuhnya yang terasa sangat lelah. Rumah tampak sepi, Abi dan Umi nya pasti sudah berada di masjid pesantren. Para santri yang tidak biasa di pandangan mata orang awam, tampak sibuk hilir mudik. Kyai Ibrahim mendirikan pesantren untuk anak-anak jalanan, pemabuk, penjudi yang ingin hijrah dan bertaubat. Harus dengan niat yang kuat serta mental yang tangguh untuk mengajarkan mereka. Kyai Ibrahim tidak memandang siapapun, bahkan banyak dari mereka yang di buang oleh keluarga nya. Anak-anak muda yang kehilangan arah, kyai Ibrahim merangkulnya dengan kasih sayang tulus.

Sholat subuh berjamaah selesai dilakukan, para santri istimewa kembali pada jadwal kegiatan masing-masing. Para ustad yang mengajarkan mereka tampak bersiap. Sistem pengajarannya tidak sama dengan sekolah umum, mereka membentuk Halaqah-halaqah (berkumpul dengan posisi duduk melingkar). Dalam satu Halaqah akan dibimbing oleh Satu atau Dua orang Ustadz. Ada yang belajar di gazebo, ada yang belajar di alam terbuka. Sementara ini Kyai Ibrahim hanya menerima santri laki-laki, dengan segala keterbatasan yang ada, Kyai terus bergerak untuk membimbing umat kembali pada jalan Allah sang penguasa alam. "Sebelum kita memulai pelajaran hari ini, mari kita berdoa dan memohon kepada Allah, agar kita selalu diberikan hidayah Nya!" Ustadz Zain mulai mengajar Halaqah yang diketuai oleh Bram.

1
Dania
semangat tor
Wiwik Riyastiningrum
kebijakan jalan tengah siapa tau lama2 suka ustadz Musa /Smile/
Sulaiman Efendy
SEMOGA MUSA DUKUNG KPUTUSAN TARA UNTUK HUKUM DEV..
Sulaiman Efendy
MANUSIA GOBLOK,, PADAHAL SITARA ITU KLUARGA LO SENDIRI, ORTU LO DGN ORTU TARA SDR KANDUNG,, TPI LO SBGAI KLUARGA YG TRTUA, MLH BIKIN RUSUH DGN KLUARGA LO SNDIRI, LO GK MIKIRKN DADEE LO SI POOJA..
Sulaiman Efendy
TERNYATA DEV DALANG KBAKARAN PABRIKNYA TARA...
Sulaiman Efendy
TERNYATA INSTING ARYA LUMAYAN HEBAT, TAU MREKA SDG DIIKUTI DN DIAWASI..
Sulaiman Efendy
KRN UNTUK PRMASALAHAN MEDIS, PARA ULAMA2 SPAKAT MMBOKEHKN,, DN SMUANYA MRUNUT HADIS2 YG MNDUKUNG, KCUALI BKN KRN ALASAN MEDIS, ITU YG DIHARAMKN..
Sulaiman Efendy
JGN2 HERI NI YG SABOTASE, TPI SIAPA YG BKRJASAMA DGN HERY, CURIGA SI DEV, ATAU ANDRE PSAING SITARA
Sulaiman Efendy
SEMOGA ARYA BISA BANTU SITARA & MUSA DARI GANGGUAN DEV..
Sulaiman Efendy
HRS DI MUSNAHKN PRIA SPRTI DEV..
Sulaiman Efendy
WAHHH IBLIS JUGA NI SI INDIA...
Sulaiman Efendy
TRNYATA SI DEV SEPUPU YG MNCINTAI SPUPUNYA SENDIRI..
Sulaiman Efendy
TERNYATA ADA CALON PEBINOR...
Sulaiman Efendy
BISANYA SUAMI YG PNY PIKIRAN ITU, MLH SI ISTRI YG BRPIKIRAN INGIN MMAKAN SUAMINYA..😂😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
MAU DI KARUNGIN MA TARA LO CINDY...😁😁😁😁
Sulaiman Efendy
MSKI BAR2 & BLAK2AN, TRNYATA TARA BISA BRDEBAR2 JUGA....😘😘😘😘😘🥰🥰🥰🥰
Sulaiman Efendy
ITULH INDAHNYA AJARAN ISLAM, SAAT AKN BRHUBUNGN BADAN DGN ISTRI SAJA ADA ADAB2NYA, ADA DO'A2NYA, AGAR SETAN TDK IKUT GAULI ISTRI KITA, HINGGA TDK TRCAMPUR BENIH KITA DGN BENIH SETAN, MKANYA WAJAR BNYK ANAK2 LAHIR, BGTU BESAR MRK GK PNY AHKLAK, KRN DIDARAH MREKA TRCAMPUR BENIH SETAN.. KRN ORTU MREKA TDK MNGIKUTI ADAB2 YG ISLAM AJARKN SEBELUM BRSENGGAMA...
Sulaiman Efendy
HARUSNYA MLM INI, MLM PERTAMA HARUN & AYU, JDI DOUBLE MLM PRTAMA UNTUK PASANGN BARU, SI MUSA & SITARA.. JDI JUDULNYA NOVELNYA, KONDANGAN JADI NIKAH...😀😀😀😀😀😀😀
Sulaiman Efendy
KAYAKNYA MMG SITARA YG UDH JATUH CINTA MA MUSA, MSKI MREKA KYK TOM & JERY..
Sulaiman Efendy
KERENNNNNN SITARA....👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻😘😘😘😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!