NovelToon NovelToon
Luka Tak Termaafkan

Luka Tak Termaafkan

Status: tamat
Genre:Romantis / Fanfic / Cintapertama / Patahhati / Hamil di luar nikah / Teen Angst / Lari Saat Hamil / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Anak Yatim Piatu / Tamat
Popularitas:65.6k
Nilai: 5
Nama Author: Cheryfey

Seira merupakan seorang gadis yatim piatu yang hidup dengan bibi dan kedua sepupunya. Dia selalu diperlakukan seperti pembantu dan selalu dimarahi jika pulang terlambat.

Seira tidak pernah tersenyum lagi sejak kedua orang tuanya meninggal dunia. Namun sejak dia masuk ke SMA, dia bertemu dengan teman-teman yang baik hati dan menerima dia apapun status sosialnya.

Adapula seorang pria yang diam-diam menyukainya, tanpa mengetahui Seira juga ternyata memendam rasa yang sama dengan pria itu, Dandy namanya.

Mereka lalu mulai dekat dan pacaran. Seira sangat beruntung karen Dandy memperlakukannya sangat istimewa, juga orang tua Dandy tidak mempermasalahkan hubungan mereka berdua.

Namun cinta tak selamanya indah. Satu-persatu masalah mulai muncul. Musuh lama Dandy datang dan mulai mendekati Seira sebagai bentuk pembalasan dendam.

Seira yang tidak tahu apa-apa dijebak, namun Dandy segera datang dan menyelamatkannya. Mereka lalu melakukan sesuatu yang seharusnya tidak mereka lakukan.

Hidup Seira yang sudah lama berantakan, menjadi hancur begitu dia melakukan sesuatu yang seharusnya tak dia lakukan bersama dengan Dandy. Namun semuanya sudah terjadi dan waktu tidak dapat diputar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cheryfey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 - Sebuah Perbedaan

Seseorang melangkahkan kakinya turun dari pesawat. Dia nampak masih sangat lelah dengan penerbangan itu, tapi dia masih harus cepat pergi karena sudah sangat rindu dengan kedua orangtuanya yang sudah tiga tahun ditinggalkanya.

Membayangkan senyuman ibunya membuatnya melupakan lelahnya sejenak. Dia bergegas menuju mobil yang sudah disiapkan untuknya, membelah jalanan kota di malam hari yang ramai. Hingga sampai pada tujuan di rumah megah yang indah.

"Anaku sudah pulang..." Sambut ibunya dari dalam ketika dia masuk dan langsung memeluknya. "Kau sudah tambah besar saja."

"Ekhm! Apa kau tidak rindu pada ayahmu?" Ucap ayahnya karena merasa diabaikan. Ibunya hanya terkekeh. Lalu dia gantian memeluk ayahnya.

"Kau pasti lelah, istirahat saja dulu ya." Ucap ibunya dengan suara yang lembut.

"Baiklah ibu, ayah, Dandy keatas dulu." Ucap Dandy setelah berpamitan kepada kedua orangtuanya.

Dandy Amartajaya dia sudah tiga tahun bersekolah di Kanada. Dandy baru saja lulus SMP, dan dia berencana akan melanjutkan disini saja. Memang keinginan Dandy untuk melanjutkan disini karena rindu dengan tempat kelahiranya.

Dandy sekolah diluar negeri karena hadiah dari ayahnya dulu waktu SD nilainya sangat bagus-bagus. Maka begitu lulus dia langsung pindah, awalnya Dandy suka tapi lama-lama dia merasa tidak cocok tinggal disana.

Karena pergaulan disana sangat bebas dan Dandy tidak suka itu. Dia bertahan juga karena masih polos dan tak mau mengecewakan ayahnya yang sudah menyekolahkannya di sana. Setelah ketika dia lulus, dia bisa kembali ke tempat asalnya.

Dandy membuka kamar yg sudah tiga tahun ditinggalkanya itu, memang baru pertama kalinya lagi dia masuk kesana. Karena dulu setiap libur atau natal ayah dan ibunya yang akan mengunjunginya di sana.

Masih tetap sama dan rapi, bahkan robot-robotan yang dulu Dandy tinggalkan masih terpajang apik disisi ranjangnya. Dulu Dandy sempat menangisinya karena tidak terbawa ke Kanada, soalnya semua barangnya sudah penuh tak ada ruang untuk robot-robotan itu.

Dandy merebahkan dirinya dikasur dan memejamkan matanya. Berharap takdirnya disini akan berubah. Dia harus mendapatkan kebahagiaan dini.

...*****...

Dandy melihat beberapa koper yang kemarin dia letakan asal sudah tidak ada. Membuka lemari, ternyata semuanya sudah dirapikan. Dandy tersenyum, pasti sang ibu yang telah membereskannya selagi dia masih tertidur.

"Pagi ayah, ibu." Dandy menyapa kedua orangtuanya yang sedang sarapan.

"Pagi juga, ibu sengaja tidak membangunkanmu. Kamu pasti masih lelah." Ucap ibunya, dia menuangkan susu coklat kesukaan Dandy.

"Hehe, tidak papa ibu."

"Oh iya, kamu mau masuk ke SMA mana?" Tanya sang ayah, "Apa mau ayah pilihkan?"

Dandy diam sejenak dan berpikir lalu dia mengangguk menyetujui, "Terserah ayah saja."

Ayahnya mengerti, "Baiklah."

"Kamu masih ingat dengan Ayunda kan?" Tanya sang ibu membuat Dandy mencoba mengingat-ngingatnya.

"Ah, iya masih bu." Walau agak samar tapi Dandy masih mengingat rupa sepupunya yang cerewet itu. Walau cerewet tapi Ayunda sangat baik kepadanya.

"Nah, kamu sekolah bareng dia saja. Dia kemarin sempat ingin menjemputmu tapi ibu larang karena pasti dia tidak akan membuatmu istirahat."

"Haha ibu benar." Dandy tertawa menyetujui.

"Jadi nanti ayah coba masukan kamu ke sekolah yang sama dengan Ayunda."

"Baik ayah, terimakasih."

Ayahnya mengangguk dan mereka menghabiskan sarapan mereka dengan diselingi kebahagiaan. Setelah selesai Dandy mengikuti ayahnya untuk mengurus kepindahannya.

Ternyata semuanya agak ribet, Dandy harus mengurus surat ini dan itu. Hampir satu bulan baru dia bisa masuk ke SMA. Dandy bahkan tidak sempat mengikuti MOS, dia dinamai murid pindahan, padahal hanya telat masuk.

Sekolah ini adalah sekolah unggulan, hanya orang-orang kaya dan berprestasi yang bisa bersekolah disini. Setidaknya Dandy bersyukur atas itu semua, dia tidak akan dijilat seperti dulu lagi.

"Yah sekolah ini cukup baik ternyata." Gumam Dandy meneliti.

Dia sudah sampai disekolah, dan sudah menemui kepala sekolahnya, mengurus kepindahanya kesana. Lalu disuruh untuk menemui wali kelasnya. Pada jam istirahat semua murid perempuan memekik kagum melihatnya. Apalagi ketika Dandy tersenyum kearah mereka.

"Wah dia sangat tampan."

"Dia seperti selebriti."

"Hai lihat sini, ke kakak cantik."

"Notice aku."

"Wah dia tersenyum, aku meleleh seperti Jelly!"

Begitulah kira-kira sorakan dari mereka. Baru pertama masuk saja sudah banyak fans. Dandy sudah menemui wali kelasnya dan dia diantar untuk masuk ke kelas barunya. Wali kelas meminta izin untuk mengenalkan murid baru itu.

"Ayo kesini perkenalkan dirimu." Perintahnya kepada Dandy.

"Hai perkenalkan nama saya Dandy Atmajaya salam kenal dan mohon bantuanya teman-teman." Ucapnya sembari tersenyum membuat seluruh kelas heboh karena senyumannya.

Dandy lalu duduk di bangku sebelah seorang pria berwajah tampan tapi jutek. Dandy tersenyum ke arahnya yang sedang memicing memperhatikanya dari atas sampai bawah. Dandy yang diperhatikan seperti itu menjadi tak enak diri.

"Kenalin namaku Haikal." Ucap Haikal sambil mengulurkan tanganya.

"Dandy Atmajaya." Jawab Dandy tersenyum ramah dan menjabat tangan Haikal.

"Ya dah tau." Ucap Haikal cuek sambil memainkan hpnya. "Dandy mau menjadi anggota squad kita?" Tanya Haikal tiba-tiba ke arah Dandy yang tidak tahu kemana arah pembicaraan teman sebangkunya itu.

"Hah?"

"Hehe."

Senyuman misterius Haikal membuat Dandy mengusap tengkuknya merinding. Semoga keputusanya untuk bersekolah disini sudah benar.

1
Baobei
Untuk ending bagus banget ngena. Terimakasih autor yang telah bekerja keras untuk menyelesaikan ini. Semangat untuk kedepanya, ditunggu karnya selanjutnya
Baobei: Sama sama thor,,
total 2 replies
Ahiko Chan
Hal yang paling berharga untuk sementara waktu adalah mencoba memasukkan kebahagiaan ke dalam kehidupan orang lain
Ahiko Chan
Hal-hal buruk terjadi ketika orang baik berpura-pura tidak ada yang salah
Ahiko Chan
Jangan membuat keputusan dengan marah atau mempermalukan musuh setelah mengalahkannya
Ahiko Chan
Saya meminta Anda untuk tidak membenci, karena kebencian tidak meninggalkan ruang bagi seseorang untuk bersikap adil dan itu membuat Anda buta dan menutup semua pintu pemikiran
Ahiko Chan
Ini sedikit terlambat. Saya sedikit terlalu pergi. Sedikit terlalu lelah hanya bertahan
Ahiko Chan
Kehidupan ini dulu begitu benar mengabaikan kesalahan
Ahiko Chan
Penjahit penjahit mereka menggulung pesawat kertas
Ahiko Chan
Tidak bisa mengikuti, Anda membenci terlalu lambat
Ahiko Chan
Saya percaya bahwa Anda melewati masa lalu Anda dan Anda belajar apa yang Anda pelajari untuk alasan apa pun.
Ahiko Chan
Jangan pernah khawatir tentang hal-hal yang tidak mengkhawatirkan Anda
Ahiko Chan
Lakukan apa yang Anda inginkan, jika itu adalah sesuatu yang Anda sesali pada hari berikutnya, tidurlah larut malam
Ahiko Chan
Bagaimana mungkin kita tidak berbicara tentang keluarga padahal hanya keluarga yang kita punya
Ahiko Chan
Hal-hal yang paling kita inginkan adalah hal-hal yang paling cepat menghancurkan kita
Ahiko Chan
Hubungan seperti narkoba. Mereka membunuh Anda atau memberi Anda perasaan terbaik dalam hidup Anda
Ahiko Chan
Sulit melihat orang berubah, tetapi lebih sulit mengingat siapa mereka dulu
Ahiko Chan
Masa lalu tidak dapat diubah atau dilupakan, diedit atau dihapus. Itu hanya bisa diterima
Ahiko Chan
Beberapa dari kita melakukan banyak hal untuk membuat orang lain bahagia. Sedihnya, sebagian dari kita bahkan tidak mengenal seseorang yang akan melakukan hal yang sama untuk kita
Ahiko Chan
Jadilah dirimu sendiri dan biarkan semua orang mencintai orang itu
Ahiko Chan
Gulung satu maka saya akan menyalakannya. Pesan satu dan saya akan membelinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!