NovelToon NovelToon
Hot Couple: Cerita Cinta Inara Season 3

Hot Couple: Cerita Cinta Inara Season 3

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Pembunuhan / Keluarga & Kasih Sayang / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Romansa / Tamat
Popularitas:232.8k
Nilai: 5
Nama Author: Juliana S Hadi

NOVEL DEWASA!

Badai pasti berlalu, namun jejak bayangannya tak akan pernah hilang.

Salsya, sang mantan kekasih yang kehadirannya selalu mengganggu hubungan asmara Reza dan Inara -- tiba-tiba tewas, dibunuh oleh sosok misterius secara sadis.

Kematian seorang insan yang sejatinya merupakan kisah memilukan, justru merupakan berita yang membawa harapan bagi banyak pihak untuk kebahagiaan Inara.

Tetapi, takdir kehidupan itu justru memberikan banyak teka-teki dan ujian bagi Inara dalam mengarungi biduk rumah tangganya bersama Reza.

Akankah takdir selalu mempersatukan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juliana S Hadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegelisahanku

Aku duduk tegak di tempat tidur, darahku mendesir dan wajahku basah oleh peluh. Jantungku berdebar sangat kencang, seolah-olah hendak meledak keluar dari dadaku. Jam menunjukkan saat itu pukul 03.12 dini hari, tapi itu tak mungkin benar. Rasanya aku baru tertidur selama beberapa menit.

Aku terus menatap jam di ponselku. Mengerjap. Mencoba memfokuskan pandangan dan berusaha membuat segalanya terasa lebih masuk akal. Tapi tetap tidak bisa. Aku ketakutan.

"Sayang? Kamu baik-baik saja?"

Mimpi tadi kembali membanjiriku, dan tiba-tiba saja kamar rawat itu terasa lebih sempit, udaranya pun terasa lebih tipis. Dadaku terasa sesak, dan kucoba untuk menarik napas dalam-dalam. Aku seperti orang yang mengidap asma.

"Sayang, apa kamu baik-baik saja?" Reza bertanya lagi, lalu ia memelukku. Bisa kulihat raut kekhawatiran di wajahnya. "Tenang," katanya. "Tenang. Kamu hanya mimpi buruk, oke? Rileks."

Tatapi aku masih saja ketakutan.

"Apa soal kejadian kemarin? Kamu mimpi itu lagi?"

Aku mengangguk, lalu menggeleng tidak jelas. "Aku...," tidak ada lagi kata-kata yang keluar. Kutekan kepalaku kuat-kuat karena kesal -- kesal pada mimpi buruk yang berhasil menggangguku. Air mataku mulai menetes.

Reza melepaskan pelukan, lalu ia berdiri dan mengambilkan air putih untukku. Aku meminumnya, dan merasa lebih baik setelah meneguk hampir setengah gelas air dari tangannya.

Baru kusadari, bajuku -- baju pasien -- basah kuyup dan membuatku merasa tidak nyaman. "Aku ingin ganti pakaian, Mas."

"Biar kubantu."

Aku mengangguk. Reza pun mengambilkan pakaian ganti dari dalam koper dan membantuku berganti pakaian. Sebenarnya aku bisa melakukan itu sendiri, tapi aku suka perhatiannya -- sekecil apa pun itu. Sesaat kemudian, Reza kembali duduk di sampingku setelah menaruh baju pasien itu ke kamar mandi. "Mau membicarakannya?"

"Hm." Aku bergidik. Kemudian berubah pikiran. "Tidak." Kurebahkan kepalaku ke bahunya. "Entahlah. Aku bahkan tidak...." Aku menggeleng lagi.

Alis Reza bertaut. Dia menatapku dengan tanda tanya. "Apa? Ceritakan saja. Hmm?"

"Tidak ada gunanya membicarakan mimpi tadi, Mas. Cuma mimpi bodoh. Tidak berarti apa pun dan tidak mengubah apa pun. Lupakan saja."

Reza mengangkat bahunya, dan merangkulkan tangannya ke tubuhku. Kini aku bersandar di dadanya. "Kadang-kadang akan terasa lebih melegakan jika kita membicarakannya."

"Tapi mimpiku itu tidak masuk akal." Lalu aku menceritakan potongan mimpi yang masih kuingat. "Dalam mimpi itu aku juga ditusuk. Perutku, Mas. Aku tidak bisa melawan. Aku...."

Lagi-lagi kalimatku terputus. Hanya beberapa kalimat saja tapi membuatku terengah. Kuhela napas dalam-dalam, tapi itu justru membuat dadaku semakin terasa sesak.

"Tenang...." Reza mengelus perutku. "Itu tidak akan terjadi. Orang itu tidak melakukannya kemarin. Tidak juga ke depannya, karena aku akan selalu bersamamu, setiap detik, setiap menit, dua puluh empat jam. Kalau perlu, kita pakai jasa bodyguard selamanya. Oke? Demi kebaikanmu, juga demi anak-anak kita."

Aku tersenyum setengah hati. "Ya, kuharap begitu."

"Sayang, dengarkan aku, cobalah untuk tidak menjadikan semua ini sebagai beban. Cukup jalani semuanya. Nikmati saat ini, dan di sini. Ada aku. Kita bisa melewati ini bersama, oke?"

Aku mengangguk, Reza tampak lega. Kami duduk dalam diam beberapa saat. "Aku tidak mau tidur lagi," akhirnya aku menggumam. "Aku tidak mau mimpi buruk lagi."

"It's oke. Kalau yang itu aku bisa membantu." Dia tersenyum, lalu mencium bibirku dengan lembut. "Kita bisa melakukan apa pun untuk menunggu pagi. Apa pun yang kamu inginkan. Ada aku bersamamu. Hmm?"

1
Deliana
nara² kenapa juga kamu lihat yg tak semestinya kamu lihat,, kan sakit sendiri jadiny,,,,
Deliana
gak nyadar dia ternyata kepalanya keras kayak batu..
Rifa Endro
alhamdulillah... Sah. !!! oh enggak ya... semoga langgeng. samawa Nara, Reza....🙊🤣🤣🤣🌹🌹🌹
Rifa Endro
kali ini aku setuju dengan mu. Jangan menyalahkan dirimu sendiri Nara. ini alami, bawaan orok
Rifa Endro
ngidam pasti
Rifa Endro
bengetan modusnya. Tapi kamu juga yang nantangin kan ?
Rifa Endro
fix, belah duren
Rifa Endro
tapi kamu juga suka juga kan ? Dimodusin suamimu sendiri
Rifa Endro
nelangsa ... yah berdamai dan mencoba ikhlas itu memang sulit setengah hidup
Rifa Endro
hidup itu pilihan. dan kamu Nara, kamu sendiri yg memilih untuk saki hati. padahal suami , adik bahkan ibumu telah mengingat kan mu. See, you choiced for feel hurt again in your heart.
Rifa Endro
curiga lagi
Rifa Endro
menolak suami semalam saja menggugurkan pahala ibadah kita selama 40 hari dan Allah mencabut Rahmat Nya. ini 2,5 BLN. OMG Nara ?
Rifa Endro
dan memang kenyataanya kamu kepala batu egois
Rifa Endro
bagus kalau kamu menyadarinya. Jangan selalu kamu yang minta untuk dimengerti dan dipahami. Meraka semua terutama ibumu sampai harus melawan ayahamu. Mantan suaminya yang selalu menyalahkan ibumu. Bahkan mengatainya tak becus mendidik anak2nya.
Rifa Endro
buah keangkuhan mu itu Ra ??? Kadang kamu tidak berpikir bahwa ada banyak hati yang harus kamu jaga. Termasuk bunda serta adikmu.
Rifa Endro
Bahkan kamu berdosa besar karena sudah menolaknya
Rifa Endro
hahhhah ... jangan bercanda dong San ? ini nggak lucu. Aruna kan adik Reza. Terus Ariin ?
Rifa Endro
gila kamu Nara !!!
Rifa Endro
oh Tuhan !!!! See...benar kata aku...rasa welas mu itu yah bikin ngeri Za. Ngancurin semuanya.
Rifa Endro
huh, masih ada hal lain lagi yg ingin diungkap ini...?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!