NovelToon NovelToon
My Possessive Husband

My Possessive Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:14.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Arandiah

karena sebuah hutang, Rere Margaretha, seorang remaja cantik yang berusia 19 tahun harus dipaksa menikah dengan CEO di perusahaan di mana Rere bekerja.


Sean Agipratama, seorang pria dewasa berusia 32 tahun, pria dingin dan arrogant, harus menikahi gadis yang tidak ia cintai karena tujuannya.

akankah pernikahan yang mereka jalani sesuai dengan tujuan Sean, atau malah sebaliknya.

ikuti terus ceritanya agar tau kelanjutannya 🤗


ikuti ig author untuk informasi MPH

@aran_diah

Terima kasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arandiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 2

selamat membaca 😘

...****************...

Roy, pria dewasa berusia 30 tahun dan masih lajang itu selalu setia apapun perintah dari tuan mudanya, dengan ketampanan yang ia miliki, tak kalah dengan Sean yang di kagumi para wanita, mempunyai sifat dingin, sehingga mendapat julukan es batu, karena sifatnya yang dingin dan keras tak terbantah terkecuali dengan Sean.

......................

Rere yang dari kemarin tidak masuk kerja karena merasa tidak enak badan, akibat hujan-hujanan saat mengejar orang yang mencopet uangnya yang akan di gunakan untuk membayar hutangnya pada Perusahaan di mana ia bekerja.

Di sebuah kontrakan kecil tetapi nyaman untuk dihuni 1 sampai 2 orang itu, seorang Gadis tengah meringkuk karena demam di atas kasur yang keras dan lusuh.

“Ya ampun, aku lupa membeli obat, aku harus segera sembuh agar bisa bekerja dan membayar hutangku,” monolognya

Hacciih hacciih hacciih

“Apa aku telpon Mega aja ya,” tanyanya pada dirinya sendiri untuk meminta pertolongan pada sahabatnya itu.

“Akhh, tidak! Aku tidak mau merepotkan sahabatku,” jawabnya sendiri.

“Tapi aku gak kuat, apa aku minta tolong sama Bryan saja ya?” tanyanya sendiri pada dirinya sendiri lagi.

“Tidak tidak, Bryan sudah banyak membantuku, aku tidak mau merepotkan dirinya lagi,” jawabnya sendiri lagi.

“Lebih baik aku istirahat saja dulu, semoga saja pusing di kepalaku cepat reda,” monolognya Tak perlu waktu banyak, Rere pun sudah menyelami alam mimpi, karena begitu lelah.

......................

Pukul 17:00 sore

Di sebuah ruangan yang luas, tampak dua orang pemuda yang sudah bersiap-siap untuk menemui mangsanya, karena tak seperti biasanya pulang sore hari.

Biasanya Sean dan Sekertaris Roy lebih memilih pulang larut malam bahkan menginap di kantornya, mengingat dirumahnya yang sepi hanya dihuni Maid dan bodyguardnya saja.

“Roy, cepat bersiaplah,” titahnya pada Sekertaris Roy.

“Baik tuan,” jawab Sekertaris Roy

Butuh waktu 20 menit untuk sampai pada perumahan yang sederhana itu, karena harus mencari tempat tinggal gadis yang berada di paling ujung perumahan, pandangan sean terus mengedari perumahan tersebut, satu kata yang keluar dari mulut Sean. Jelek

“Sudah sampai tuan,” ucap Sekertaris Roy

“Kau yakin gadis itu berada di tempat yang jelek ini Roy,” tanya Sean meyakinkan

“Menurut informasi yang saya dapatkan, gadis itu memang di sini tuan,” jawab Sekertaris Roy meyakinkan.

Sekertaris Roy pun turun dan membukakan pintu untuk tuannya, dan langsung berjalan menuju pintu kontrakan kecil itu, bahkan Sean menganggap itu sebuah gubuk.

Tokk tokk tokk. Tak ada jawaban

“Apa kau yakin Roy, gubuk ini berpenghuni?” tanya Sean pada Sekertaris Roy.

“Saya yakin tuan,” jawab Sekertaris Roy.

“Coba kau ulangi lagi, jika tak ada jawaban, dobrak saja pintunya,” titahnya pada Sekertaris Roy.

“Baik tuan,” jawab Sekertaris Roy.

Tokk tokk tokk. Tak ada jawaban.

Tokk tokk tokk. Tak ada jawaban

Di dalam ruangan, Rere mengucek matanya karena merasa terganggu dengan suara berisik dari luar kontrakannya.

Hoaamm, Rere menggeliat

“Jam berapa sekarang, dan siapa yang bertamu ke rumahku, apa Mega?” tanyanya pada dirinya sendiri.

“Ya ampun ini sudah hampir gelap, kenapa ada orang yang bertamu tidak tau waktu seperti itu,” gumamnya, sambil beranjak dari tempat tidur.

Ceklek,pintu terbuka.

Deg

Rere mematung, wajahnya semakin memucat, pria tampan dihadapannya yang ia ketahui sebagai CEO di perusahaannya, berada di rumahnya.

Hening

“Ehm,” Sean memecah keheningan

“Apa kau berusaha kabur dan melarikan diri setelah meminjam uang pada Perusahaan?” tanya Sean to the poin penuh selidik.

“Maafkan saya tuan,” hanya itu yang bisa Rere ucapkan.

“Aku kesini bukan untuk mendengar kata maaf darimu, bodoh,” kata Sean penuh penegasan.

“Saya akan membayar hutang saya tuan, tolong beri saya waktu lagi tuan,” pinta Rere sambil gemetar ketakutan, bahkan dia tidak merasa lemas karena sakitnya, tapi karena keberadaan orang yang ada didepannya.

Cih! Sean berdecak.

“Aku tidak mau tau, karena kau sudah setuju dan menandatangani surat perjanjian sebelumnya,” bantah Sean.

“Apa kau pikir, aku akan luluh dengan air mata busukmu itu, cih tidak akan pernah,” decak Sean tanpa belas kasihan

“Tuan, saya mohon, berikan saya waktu, saya akan melakukan apapun untuk itu,” pintanya terisak dan sudah berlutut di kaki Sean.

Sean menyeringai, rencananya berjalan dengan mulus. Sedangkan Sekertaris Roy hanya memperhatikan tuannya yang menjalankan rencananya, tanpa berniat untuk mencampuri urusan tuannya itu.

“Benarkah, apakah kata-katamu bisa ku pegang, setelah kau mengingkari surat perjanjian sebelumnya,” tanya Sean meragukan.

“Saya berjanji tuan,” jawab Rere dengan yakin yang masih ketakutan dan semakin pucat.

“Baiklah, karena jika tidak, keluargamu yang akan menanggung akibatnya,” ucap Sean sambil menunjukan senyum smirknya.

“Baik tuan, asalkan tuan tidak mengusik keluarga saya, tuan,”

“Menikah denganku,” penegasan tanpa bantahan.

Deg. Rere mematung.

Mendengar ancaman yang di keluarkan oleh Sean, Rere semakin tidak bisa berkutik, tidak mungkin Rere membahayakan keluarganya.

“Keputusan ada di tanganmu, aku tidak punya banyak waktu untuk gadis sepertimu,” ucapnya sambil berlalu meninggalkan tempat itu dan Sekertaris Roy.

“Roy, urus semuanya, aku tidak mau tau, semuanya harus berjalan semestinya,” titahnya pada Sekertaris Roy.

Sekertaris Roy yang dari tadi hanya diam, kini membungkuk hormat pada tuannya.

“Baik tuan,” jawab Sekertaris Roy.

Sekertaris Roy yang sudah tau sifat dan rencana tuannya itu segera mengeluarkan selembar kertas dari map yang sudah di bawanya.

“Silahkan nona tanda tangani surat perjanjian ini nona,” titah Sekertaris Roy pada Rere, sambil memberikan surat perjanjian tersebut.

“Surat perjanjian,” beonya.

“Benar nona, anda akan menikah dengan tuan muda minggu depan,” ucap Sekertaris Roy.

Duaarr

Rere mematung dan tubuhnya semakin lemas, sampai ia tidak kuat menopang tubuh dengan kedua kakinya, Rere duduk sambil tertunduk lemas.

“Saya tidak punya banyak waktu Nona, tanda tangani atau keluarga Nona yang akan menanggung akibatnya,” ancam Sekertaris Roy, Pria itu seolah tak punya hati melihat gadis yang ketakutan sambil menangis.

Deg

Rere mendongak.

Masih tak bergeming.

Melihat orang di hadapannya yang tak bergeming, Roy pun mulai kesal, tapi masih dengan mode datarnya, akibat menyia-nyiakan waktunya yang berharga hanya untuk gadis kecil.

“Waktu anda hanya lima detik dari sekarang.” Sekertaris Roy, pria es batu itu memberi waktu.

Tanpa berpikir panjang, Rere segera mengambil kertas itu dan segera menanda tanganinya, tanpa membaca surat perjanjian itu terlebih dahulu.

“Terima kasih atas kerja samanya Nona,” pergi berlalu dari kontrakan Rere.

Flashback on,,,

“Siapkan semuanya, kita akan memberi pelajaran pada gadis itu setelah pulang dari kantor,” titahnya pada Sekertaris Roy.

“Baik tuan,” jawab Sekertaris Roy.

Setelah itu Sekertaris Roy mengundurkan diri keluar dari ruangan tuannya, sedangkan Sean, tidak bisa fokus karena tiba-tiba memikirkan kekasihnya yang hilang bak di telan bumi.

Aaarrrggghhhhh.Teriak Sean.

“Kenapa orang-orang yang aku sayangi malah pergi meninggalkan aku seorang diri?” lirihnya.

Sekertaris Roy yang mendengar teriakan tuannya pun masuk kedalam ruangan Sean, Ia tau betul apa yang membuat tuannya seperti itu, tanpa mengetuk pintu, Sekertaris Roy pun masuk kedalam ruangan Sean.

Ceklek. pintu terbuka

Sean mendongak, ia tau siapa yang datang.

“Apa anda baik-baik saja tuan?” tanyanya Meyakinkan.

“Apa dia masih bersikeras tidak mau pulang?” tanya Sean pada Sekertaris Roy.

Roy sudah tau siapa orang tuannya maksud langsung mengerti.

...****************...

Follow Ig Author @aran_dia**h**

hatur nuhun

luv yu all😘😘😘

1
Luluk Fuad
memang sudah tidak waras si sean ini /Chuckle/
fiyol jelek
bagus
Linda Dwi Saputri
karakter Roy sma banget sama karakter Han. novel TMTM
Linda Dwi Saputri
kak ini ceritanya mirip banget smaa novel Terpaksa Menikahi Tuan Muda
Oi Min
hlooo.... Roy blm menikah??
Oi Min
ini Roy gmn??
Oi Min
wkwkwkwk..... selamat menikmati jdi suami siaga Sean.....
Oi Min
semoga bayi kalian baik2 saja Sean
Oi Min
tunggu giliran mu bucin Rio
Oi Min
wah..... kek nya bibit cebong unggulan mu dah tumbuh di rahim Rere, Sean.....
Oi Min
Rere kek nya dah g bsa pergi dr Sean
Oi Min
ck..... Sean..... semoga kmu g terlambat, ato kmu akan kehilangan Rere
Oi Min
nek kwe masuk jebakan..... fix.... kwe pekok Sean
Oi Min
apa rencana Liora jalang ini??
Oi Min
jo batin Re...... ceplos no, gen Sean rodo pinter sitik
Oi Min
ck.... kmu sama kek bos mu Roy
Oi Min
knp g selamanya Sean?? apa kmu masih berharap bertemu ato bahkan kembali pada kekasih jalangmu itu??
Oi Min
nopo kwe nangisi Sean pekok kui Re..... jo lemah Re.....
Oi Min
kwe sing ra jelas ra cetho Sean..... di sosor jalang ae manut
Oi Min
kwe golek opo Sean??? masalah??? ho ho ho..... 0adahal Rere rep nek kantor. mugo2 weroh kwe gek bermesraan kro Liora kekasih hati mu itu. dan kmu akan kehilangan Rere
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!