NovelToon NovelToon
100 Days

100 Days

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:429.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rusmini Prihatin

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Isabel bahwa kisah cintanya akan berakhir dengan cara menyakitkan. Dua orang yang saling mencintai, harus terpisah oleh takdir yang membuatnya tidak berdaya.

Kala ia mulai merelakan takdirnya, sebuah asa baru muncul. Seolah memberinya nafas baru yang membawa kehidupan padanya. Dalam waktu 100 hari, ia diajarkan tentang rasa cinta dan kecewa. Bagaimana 100 hari itu membawa perubahan besar dalam hidupnya. Perubahan yang menyeretnya pada takdir yang kembali mengharuskannya untuk berkorban.

Sacrifice is a part of unconditional love.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rusmini Prihatin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prolog

"Apa yang kau lakukan ?!" Teriakan Isabel tertahan.

"Menghilangkan jejak orang lain di bibirmu." Jawab Aiden menahan luapan api cemburunya.

Isabel terperangah mendengarnya. Apa-apaan dia ? Aiden boleh memakinya, bahkan memukulnya. Tapi kenapa justru itu yang dilakukan Aiden ?

Dan apa katanya tadi ? Menghilangkan jejak orang lain ? Tuhan, sadarkanlah Aiden ! Hubungan keduanya sudah berakhir. Harusnya dengan siapapun Isabel berciuman, Aiden tidak mempunyai hak untuk marah.

"Kita sudah berakhir, Aiden. Hentikan omong kosongmu ! Kau sudah menikah dan.....dan sebentar lagi kau akan menjadi seorang ayah." Isabel meremas rambutnya frustasi.

"Aku mencintaimu, Isabel. Aku tahu betul siapa dirimu. Aku tahu kau melakukannya hanya untuk membuatku menjauhimu. Dan itu tidak akan berhasil. Karena aku tidak akan berhenti mencintaimu." Aiden mendorong tubuh Isabel hingga merapat pada dinding. Kedua matanya menunjukkan kilat amarah yang berapi-api.

"Tidak, Aiden ! Kau salah. Aku melakukannya karena aku menginginkannya." Sanggah Isabel. "Aku menyukai Eric." Akunya kemudian.

Aiden tersenyum miring. Dia mengusap wajahnya dengan kasar. "Kau tidak pandai berbohong, Bells. Aku masih bisa melihat cinta di matamu untukku. Aku tidak sebodoh itu untuk mempercayai ucapanmu."

"Ya, memang perasaanku terhadapmu belum sepenuhnya hilang. Tapi kau harus menerima kenyataan kalau aku mulai membuka hatiku untuk orang lain. Kau harus menerima kenyataan kalau ternyata cintaku untukmu tidak sekuat yang sering kita bicarakan. Aku sudah mulai bisa melupakanmu, Aiden. Aku menyukai Eric. Tidakkah kau berpikir, waktu yang kami habiskan bersama selama ini sudah cukup untukku mengikis perasaanku terhadapmu. Kebersamaanku dengannya yang membuatku mulai menyukainya. Terimalah kenyataan, Aiden. Kau juga harus mulai membuka hati untuk istrimu. Dialah yang seharusnya kau cintai. Di dalam rahimnya ada anakmu. Darah dagingmu. Dia tidak pantas kau perlakukan seperti ini. Dia pantas mendapatkan cintamu."

Entah mendapatkan kekuatan dari mana, kalimat panjang lebar itu meluncur begitu saja dari mulut Isabel sampai dia terengah-engah.

Aiden semakin mengeratkan giginya. Urat di pelipisnya yang berkedut dan rahang yang keras menandakan kalau dia sedang sangat marah saat ini. Ucapan Isabel terasa seperti ribuan belati yang ditancapkan dalam jantungnya.

Mulut Aiden bungkam. Dia tidak bisa membalas ucapan Isabel karena ucapan itu benar. Dia tidak bisa menyangkal apapun yang dikatakan Isabel.

"Aargghh....!" Teriakan Aiden tertahan. Semarah apapun dia, dia masih sadar dimana posisinya saat ini. Dia tidak ingin orang lain mendengarkan pertengkaran mereka.

Aiden mencengkeram rambutnya frustasi lalu dia meninju dinding dengan sangat keras.

Isabel memekik saat Aiden menghantamkan kepalan tangannya ke dinding dengan tenaga penuh. Ini adalah pertengkaran besar pertamanya dengan Aiden. Dan ini akan jadi pertengkaran terakhir mereka karena setelah ini Isabel sudah membulatkan tekad untuk benar-benar melupakan Aiden.

Dengan nafas terengah-engah Aiden membuka pintu ruang loundry dengan kasar. Dia keluar dengan membanting pintu itu cukup keras. Isabel berjengit karena suara debuman pintu yang menyentak jantungnya.

Bukan. Bukan suara pintu itu yang menyentak jantungnya. Tapi kemarahan Aiden. Isabel tidak pernah melihat Aiden semarah ini.

Tubuh Isabel merosot ke lantai. Dia menyugar rambut dengan kasar lalu mencengkeramnya. Rasa sesak dalam dada membuat air matanya tidak terbendung lagi.

"Aku mencintaimu Aiden. Tapi aku harus melakukannya." Gumam Isabel dalam Isak tangisnya.

Sesakit apapun itu, Isabel siap menanggungnya. Dia sudah sangat yakin dengan pilihannya karena ini adalah pilihan yang paling tepat menurutnya.

Seseorang yang sedari tadi berdiri di sudut dapur tersenyum masam. Dia mendengar semuanya. Dia mengetahui apapun yang kedua orang itu bicarakan di ruang loundry. Dia mencengkeram gelas ditangannya hingga pecah. Darah segar pun merembes melalui goresan kaca ditangannya.

*

*

*

*

*

*

*

Hallo genkz.....!

Sesuai janji aku kemarin ya. Aku mau kasih visual tokoh 100 Days.

Semoga feel ketika baca novel aku bisa tambah dapet setelah lihat visual tokohnya.

*Dakota Fanning as Isabel Bennings

Dari awal memunculkan tokoh Isabel Bennings di HNIH, yang ada di bayanganku tu ya gadis cantik ini.

Disini Isabel adalah gadis yang keras kepala tapi sedikit manja. Dia juga bisa bersikap dewasa dan cukup asyik diajak mengobrol. Karena look nya yang babyface banget membuat banyak orang mengira kalau dia masih umur belasan tahun.

*Jake Abel as Aiden

Gimana ? cocok gag mereka ?

Cocok gag cocok ya di cocokin aja ye....hehehe.

Aiden ini adalah laki-laki yang setia dan mempunyai prinsip. Meskipun tidak begitu romantis, tapi dia cukup tau cara membuat gadisnya melihat betapa besar cinta yang dia miliki.

Selamat membaca dears...! Jangan lupa tekan ikon ♡ agar bisa terus update episode-episode baru 100 Days.

Like dan vomment nya selalu ditunggu.

Enjoy the story

See you next part, Love.

1
Mayraffa
karya u bener2 the best thor
sumpah, q terharu bgtzzz
salah satu hal positif di crita nie ttg ikhlas dan memaafkan


smgtzzz thor .smoga karya2 u smakin memukau
😊
Mayraffa
dasar ulet bulu,,,,gak tau malu bgtz tuh si elena

btw...crita u bagus thor...sayang nya baru baca ... 2 hr nie q kejar tayang baca novel u
😁
Dra Hotmarisi uli
cerita nya bagus
Ross
Ah, bisa komen di tiap paragraf😍
KUNCORO'S Days
biasanya kalo ada cerita ttg seseorang yg amnesia aku paling maalleeessss baca. Tapi ini beda jln ceritanya, ga brenti2 nangis bacanya. Makin bikin penasaran😍
Nunuy Hertati
jordan i love u😘😘❤️❤️❤️😍😍😍
Nunuy Hertati
sakiiiiiiiiit thor
Nunuy Hertati
sakiiiiiiiiiiit thor
Nunuy Hertati
bavang jordan buat aku aja thor..gk bakalan nolak.. wkwkwk
Nunuy Hertati
❤️❤️❤️❤️❤️
Nunuy Hertati
nyesek bgt thor
Nunuy Hertati
jgn peenah main" dg obat perangsang.
Nunuy Hertati
meweeeeeeek thor
Nunuy Hertati
kity tuan mu kocak jg
Nunuy Hertati
aku suka banget semua visual nya.
KaiRA🎉PUCUK~SQUAD🌱🐛🌱🐛🥀🐛
suka suka bgt😍😍😍
KaiRA🎉PUCUK~SQUAD🌱🐛🌱🐛🥀🐛
aq mncintaimu kak rus😍😍😍😍
KaiRA🎉PUCUK~SQUAD🌱🐛🌱🐛🥀🐛
mewek Mulu BCA part ini
KaiRA🎉PUCUK~SQUAD🌱🐛🌱🐛🥀🐛
sungguh miris crta isabel ma Erik..bnyak sedihnya...ad aja rintangannya untuk mereka bersatu
KaiRA🎉PUCUK~SQUAD🌱🐛🌱🐛🥀🐛
benar juga c..prnikahan bukan hnya soal cinta😌ad tanggung jawab yg besar..krna saat cinta it terkikis maka tdk ada lagi yg bisa dhrapkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!