Kisah antara Deven dengan keluarganya yang telah membuang dirinya membuat dirinya berada di tengah tengah keluarga George dan Xeyla yang dipenuhi dengan musuh musuh
Selain kisah Deven disini juga ada kisah Clarine dan kedua saudara kembarnya yang terpisah dengan kedua orang tuanya karena salah satu musuh terbesar kedua orang tua nya yang iri akan usaha kedua orang tua nya yang sangat maju
Banyak pengorbanan dan air mata yang harus di lalui oleh Clarine untuk menyingkirkan satu persatu musuh musuh nya untuk mencapai kebahagiaan nya
Sedangkan Deven harus berjuang untuk menyingkirkan amarah dan kecewa di dalam hatinya untuk memaafkan keluarga nya yang telah membuang dirinya
Bukan hanya hal itu saja Deven harus menghadapi saudara kembarnya yang membencinya karena kehadirannya membuat perhatian keluarganya teralih
Bagaimana kah perjuangan satu keluarga untuk menggapai kebahagiaan?
Pastinya akan membutuhkan banyak pengorbanan untuk hal itu
Apakah mereka bisa menghadapi hal ini sampai selesai?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal
Di sebuah rumah mewah yang cukup besar karena rumah tersebut adalah rumah dari seorang pengusaha besar dan terkenal
Kehidupan mewah dinikmati oleh Ara sebagai seorang istri dari pengusaha yang bernama Ray
Pernikahan mereka baru berumur satu tahun dan saat ini Ara sedang mengandung anak kembar yang sudah delapan bulan
"Sayang" panggil Ara dengan manja
"Iya ada apa" tanya Ray lembut
"Aku mau makan masakan china" ucap Ara
"Yaudah nanti aku belikan" ucap Ray
Senyum mengembang di bibir Ara merasa bahagia karena dia merupakan prioritas Ray
"Aku berangkat dulu" ucap Ray setelah minum kopi nya
"Bye sayang hati hati dijalan" pesan Ara
"Iya" ucap Ray sambil mencium pucuk kepala istrinya
"Love you" ucap Ray
"Love you too" balas Ara
Ray pergi keluar rumah dan disana sudah ada supir pribadi nya Pak Budi
"Pagi tuan" sapa Pak Budi
"Pagi juga" ucap Ray
Pak Budi membukakan pintu mobil untuk Ray dan Ray masuk ke dalamnya
Dengan kecepatan rata rata mobil meninggalkan rumah mewah itu dan memecah jalanan kota menuju perusahaan Aidyan Group
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sesampainya di kantor Ray mendapat sapaan dari karyawannya sepanjang perjalanan menuju ruangannya
"Pagi tuan" sapa Arsya sang sekretaris
"Pagi juga" balas Ray dan masuk ke dalam ruangannya diikuti oleh Arsya
Arsya masuk ke dalam ruangan Ray untuk membacakan jadwal Ray hari ini
"Ok terima kasih" ucap Ray setelah Arsya membacakan jadwalnya
Setelah itu Arsya pergi keluar dan melakukan pekerjaannya seperti biasanya
......................
Waktu berjalan dengan cepat kini sudah jam lima dan waktunya Ray untuk pulang
"Pak Budi nanti mampir ke restoran china dulu ya" ucap Ray
"Baik tuan" ucap Pak Budi patuh
Mobil kini berjalan menuju ke arah restaurant terlebih dahulu
Ray sendiri yang turun dan membeli makanan yang diinginkan sang istri
Selang 10 menit Ray kembali dan langsung masuk ke dalam mobil
"Tuan... " panggil Pak Budi
"Ada apa kenapa gk jalan?" tanya Ray
"Mmm istri saya masuk rumah sakit saya harus kesana sekarang tuan" ucap Pak Budi takut takut
"Ya sudah kita kesana sekarang" ucap Ray
"Jangan tuan biar saya naik taksi sendiri" tolak Pak Budi
"Gak kenapa napa kita kesana sekarang" ucap Ray
"Jangan tuan kasihan nyonya nanti nunggunya lama" ucap Pak Budi
"Ya sudah saya ijinkan Pak Budi pergi biar saya nyetir sendiri" ucap Ray
"Makasih tuan" ucap Pak Budi dan keluar dari mobil lalu pergi menuju ke rumah sakit
Ray menyetir mobilnya sendiri menuju perjalanan pulang ke rumahnya
Di tengah perjalanan Ara menelepon Ray
Handphone Ray berada di jok belakang dan ia kesulitan mengambilnya
Tangan Ray sibuk meraih Handphone miliknya sambil menyetir
Dan seorang anak kecil lari mengambil bola milinya ke tengah jalan yang terjatuh
Ray berhasil mengambil Handphone nya dan melihat ke arah depan ada seorang anak kecil
Brakkkk.....
Kejadian naas tersebut tidak bisa dihindari anak kecil tersebut terjatuh dan terbentur sebuah trotoar
"Aldiiiiii..... " teriak seorang wanita yang merupakan ibu dari anak tersebut
Ray yang melihat hal itu menjadi takut namun ia tetap turun dari mobil sebagai bentuk pertanggungjawaban nya
"Maafkan saya bu" ucap Ray
"Aldi,,, bangun nak" ucap ibu tersebut tanpa memperhatikan Ray
"Aldi.. " panggil ibunya berulang kali
Sang ibu berteriak histeris karena kehilangan putra semata wayangnya
Ara yang tadinya ingin keluar untuk membeli masakan china sendiri
Melihat sang suami sepertinya sedang mengalami masalah akhirnya ia meminta supir untuk menepikan mobil
"Sayang ada apa ini" tanya Ara
"Aku gk sengaja menabrak anak kecil ini,,, lalu bagaimana bisa kau ada disini" tanya Ray
"Aku tadi ingin membeli makanan itu sendiri" ucap Ara
"Bu,, " panggil Ara
Hiks.. hiks... tangisan itu begitu memilukan
"Bu maafkan saya,, saya tidak sengaja menabraknya" ucap Ray
"Maaf katamu kau pikir dengan kata maaf kau bisa mengembalikan anakku hah" ucap sang ibu
"Bu sabar ini semua sudah takdir" ucap Ara mencoba membantu Ray
"Anda juga akan menjadi seorang ibu pastinya anda tau bagaimana perasaan saya" ucap sang ibu
"Saya tau bu kami minta maaf" ucap Ara lagi
"Anda akan mengetahui perasaan saya saat ini suatu saat nanti nyonya" ucap Sang ibu
"Nyonya akan kehilangan salah satu anak nyonya dan anak itu akan membawa kesialan bagi kalian" ucap sang ibu lagi
Daaarrrrrr.....
Petir menyambar dengan sangat keras padahal tidak ada angin ataupun hujan
Kata kata itu bagaikan sebuah kutukan bagi keluarga Ara
Atau otak ku yg cetek ya
Tp semangat buat author dah nulis
sekedar komen ya Thor
Thor, Sd apaan ya ☝️☝️☝️
dan Ray....hendaknya menepi, kalau memang ingin mengambil hp itu