Tidur Pangeran Rayyan Muhannad Arnauth tak akan pernah nyenyak jika ia tak bisa mendapatkan seorang wanita yang menghantui mimpinya tiap malam. Bagaimanapun caranya ia harus bisa menjadikan wanita itu sebagai salah satu selirnya.
Selir? Bilqist sangat membenci status itu. Dia merasa tak jauh beda dengan wanita simpanan yang tak mempunyai status dan dihargai hanya bila tubuhnya mampu menjadi pemuas napsu sang pangeran.
Sampai tulang belulangnya mengering di gurun pasir pun Bilqist rela. Asalkan dia tidak akan pernah menjadi selir Rayyan Muhannad Arnauth.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wardah Rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Blurb
Muda, bertubuh atletis, tampan, pewaris tahta kerajaan, cukup untuk membuat Pangeran Rayyan Muhannad Arnauth menjadi pria impian kaum hawa. Para wanita di negerinya berlomba-lomba untuk bisa menjadi selirnya. Namun, hanya satu wanita yang tak sudi dijadikan sebagai selir. Wanita itu memiliki mata coklat muda dengan cincin seperti warna madu di selaput pelanginya. Mata itu selalu hadir tiap malam dalam mimpinya, membuat tidur Rayyan tak pernah nyenyak sejak tiga tahun lalu. Rayyan harus mendapatkan wanita itu, bagaimanapun caranya.