NovelToon NovelToon
Jaka Srenggi

Jaka Srenggi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Iblis
Popularitas:607
Nilai: 5
Nama Author: MartimbulSiregar

kematian membuat dia hancur, namun kematian orang yang disayang juga yang membuat dirinya bangkit.

Berjuang dan bertarung menjadi jalan hidupnya yang baru, jalan hidup menuju keabadian. Anak polos yang menjadi harapan bagi semua manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartimbulSiregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Desa Kantil, Desa yang damai di kaki gunung Merbabu.

"Aditya, giliran mu sekarang main!"

Tiga bocah kecil bermain di tengah desa itu, salah satu nya anak kecil bernama Aditya.

Aditya, anak yang memiliki semangat dan sorot mata yang tajam, Wajah nya sudah gagah meskipun baru berusia tujuh tahun. Anak kecil itu sudah memiliki masa depan yang cerah jika dia memilih jadi seorang pendekar.

Debu membumbung tinggi di kejauhan, Puluhan kuda datang menyerbu desa Kantil.

"Lari!!" teriak penjaga gerbang.

"Selamatkan diri kalian, kelompok Cadar hitam menyerang!!"

Teriakan itu membuat para penduduk menjadi ketakutan. Aditya dan kawan nya tak tahu apa apa meneruskan permainan mereka.

"Hey ... bocah kecil ini akan kita jadikan budak. Tangkap!!" Teriak pemimpin kelompok itu.

Dua orang turun dari kuda ingin berniat menangkap Aditya dan kawan nya.Aditya memungut sebongkah batu, anak kecil itu ingin mempertahankan dirinya.

Dua orang anak buah cadar hitam tersenyum melihat kelakuan Aditya.

"Bocah bodoh!"

Mereka datang dan menarik tangan Aditya, tapi Aditya melawan dan menggigit tangan orang yang menangkap tangannya itu. Setelah itu Aditya berlari sangat kencang, Aditya dengan sekuat tenaga melemparkan batu yang ada di genggaman nya.

Batu itu melesat sangat kencang, seperti bukan di lempar anak kecil. Dua anak buah cadar hitam menghindar, tapi batu itu malah melesat ke arah cadar hitam.

"Bedebah!!" Maki cadar hitam dan meremukkan batu yang di tangkap nya.

"Tunggu! Biar aku yang akan menangkap bocah itu,"

Cadar hitam turun dan berjalan menuju rumah Aditya berlari.

"Aditya ... putra ku!" Winarsih ibu Aditya langsung memeluk putra nya.

"Winarsih, bawa lari putra kita! Aku akan membantu penduduk menahan kelompok tak berperikemanusiaan itu," ucap seorang lelaki muda kepada istrinya.

"Tapi kakang!!"

"Tak ada waktu untuk membantah! cepat!" perintah lelaki yang bernama Ajisaka

Winarsih menatap putranya sejenak sebelum membopongnya ke dalam pelukannya, Winarsih ingin melangkah tapi semua sudah terlambat, rombongan kelompok cadar hitam telah sampai di depan rumahnya.

Wajah Winarsih berubah rona, pucat bagaikan tak memiliki cairan, Winarsih menatap putranya dengan wajah pilu. Dengan cepat Winarsih memasukkan putranya ke dalam sebuah tong kayu yang sudah kapuk.

"Kau tunggu di sini, ibu akan menjemputmu," kata Winarsih pada putranya.

"Apa pun yang terjadi jangan keluar!"

"Tapi Bu??" Aditya ingin membantah, mata bocah itu sudah berkaca kaca menahan air mata.

"Jangan menangis, seorang lelaki tak boleh mengalirkan air mata, kau harus kuat putra ku," ucap Winarsih.

Brukkkk!!

 

Pintu langsung jebol. Seorang lelaki memasuki rumah Aditya. 

Lelaki itu di dunia persilatan di kenal dengan nama Cadar hitam, dia ketua dari kelompok kejam bernama kelompok cadar hitam, kelompok kejam yang selalu membuat resah penduduk desa. setiap desa yang mereka datangi selalu meninggalkan korban yang tidak sedikit, bahkan tak jarang kelompok itu membunuh semua penghuni kampung. seperti itu lah saat ini yang alami desa Kantil.

Cadar hitam mendekat ke arah Winarsih.

"Kau sangat cantik, apa kau tak mau jadi pendamping ku cah ayu??" kata cadar hitam yang semakin dekat dengan Winarsih.

Winarsih berjalan mundur, sampai dia terpojok karena terbentur dinding rumahnya.

"Bagaimana tawaranku cah ayu??" tanya cadar hitam dengan tatapan membunuh yang sangat menakutkan.

Winarsih menunduk kepala karena ketakutan.

"Jawab bodoh!!" maki cadar hitam yang tak suka di acuhkan oleh Winarsih.

"Ampunn!!!" jerit Winarsih.

Plakkk!!!

Tamparan keras mendarat di pipi perempuan manis berkulit sawo matang itu.

"Ampun tuan, ampun!" kata Winarsih lirih.

"Kemari kau!"

Tangan cadar hitam menarik tubuh Winarsih dan jatuh ke dalam pelukannya.

Cadar hitam memeluk erat tubuh Winarsih. Winarsih yang tahu jika cadar hitam ingin berbuat senonoh kepada nya tak tinggal diam.

Plakkkk.!!

Cuiiihhhh!!

Tamparan yang dilanjutkan ludah bersarang di wajah cadar hitam.

"Bedebah! Perempuan tak tahu diri! Kau memilih dipaksa rupanya?"

Cadar hitam mendorong Winarsih hingga terjerembab jatuh tak tertahan.

"Aku sudah baik memintamu jadi istriku, tapi kau meminta di paksa! Baik! Kau akan ku paksa jadi istriku,"

Cadar hitam menatap Winarsih dengan tatapan yang sangat menyeramkan, tatapan itu seperti ingin menelan tubuh Winarsih bulat bulat.

"Lebih baik aku mati dari pada jadi istrimu!"

Jlebbbbb!!!

Sebilah pisau dapur tertancap dalam, masuk ke perut Winarsih, cairan berwarna merah keluar dari perut perempuan cantik itu. Winarsih menatap cadar hitam dengan senyum kemenangan, merasa menang karena cadar hitam tak berhasil berbuat senonoh terhadap diri nya.

Mata Aditya memerah saat melihat ibunya menusuk dirinya sendiri. Ingin rasanya Aditya keluar dari dalam tong itu.

Bodoh!!

Plakkk!!

Tangan cadar hitam menghantam kepala Winarsih.

Kraaakk!!

Suara batok pecah terdengar keras.

Aditya mengintip orang yang telah membunuh ibunya.

"Aku pastikan kau akan mati di tanganku, Suatu saat aku akan datang mencari mu! kau akan aku buat lebih menderita dari apa yang kau lakukan pada ibuku!"gumam Aditya dan menatap nanar pada cadar hitam.

"Kau meminta kematian, aku sudah memberikannya!"

"Bodoh!!" maki cadar hitam dan pergi meninggalkan Winarsih yang masih bernapas meskipun itu menunggu kematian nya. Cadar hitam seperti sudah melupakan Aditya.

Winarsih merangkak ke arah tong tempat putranya bersembunyi.

"Putraku ... jangan simpan sedikit pun dendam di hati mu!"

"Jauhi dunia persilatan! itu hanya akan membawamu ke sebuah persoalan yang tiada berakhir!"

"Ibu akan merindukan mu, kau harus hidup!" Bisik Winarsih sebelum menghembuskan napas terakhir.

Bocah kecil dalam tong itu ingin menjerit menangis, tapi pesan dari ibunya menahan jeritan dan air matanya. tapi matanya tak lepas dari tubuh ibunya yang sudah kaku menjadi mayat.

Suara ringkikan kuda terdengar semakin jauh, dan itu menandakan jika kelompok cadar hitam sudah meninggalkan Desa kantil, meninggalkan tanpa menyisakan satu manusia hidup.

Longlongan serigala bersahutan, seperti menandakan alam berkabung, tapi itu bukan longlongan biasa, itu longlongan kelaparan.

Bocah kecil dalam tong merangkak keluar.

"Ibu!!" Bisik bocah itu pelan.

Bocah kecil itu hanya sedikit mengetahui dunia, tapi dia tahu jika ibunya telah tewas, Bocah itu menyaksikan sendiri bagaimana ibunya tewas, tewas bunuh diri.

"Aku menuruti permintaan mu, Bu! Aku akan menjauhi semua yang kau katakan! Aku tak ingin jadi pendekar.

"Pendekar itu jahat," gumam bocah polos itu.

Bocah itu keluar ke dari pintu belakang dan mengorek tanah untuk kuburan peristirahatan terakhir untuk ibunya.

Bocah itu menarik tubuh ibunya dengan paksa, menarik hingga sampai di lubang di gali nya. bocah itu mendorong tubuh ibunya hingga jatuh ke dalam lubang, setelah itu dia menutupnya seperti sedia kala.

Meskipun wajahnya sedih tapi bocah itu terlihat tegar, sebuah tanda jika bocah itu seorang lelaki sejati.

"Ayah kemana?? Aku harus mencarinya??"

Bocah itu keluar berjalan untuk mencari ayahnya, tapi sebuah pemandangan yang menakutkan terpangpang di depan matanya.

Gggrrrrr!!

Erangan serigala menatapnya nanar karena menganggap bocah itu sebuah ancaman.

"Aku akan mati!!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!