NovelToon NovelToon
Ending Sang Ibu Tiri

Ending Sang Ibu Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Ibu Tiri / Perjodohan
Popularitas:40.7k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Nilam Sari

"Maaf nyonya, tapi bayi anda tidak bisa diselamatkan." Kata-kata itu seperti pisau yang menancap tepat di jantung nya membuat dia mati rasa.

Namun, tampaknya kematian memang mengikuti nya. "Mommy, pergilah bersama dengan bayimu. kau tidak pantas jadi mommy ku." Kata-kata itu dari bibir kecil dengan wajah yang polos namun senyuman licik terbit seiring dengan mobil yang meledak.

"Jika aku hidup kembali, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama."

Mata itu terbuka dengan napas yang memburu. Dia melihat keseluruh tubuhnya dan sepasang tangannya yang terbuka.

"Baguslah kau sudah bangun. bersiaplah! Pernikahan mu menghitung jam!"

"Aku? hidup kembali?"

Bagaimana kelanjutannya? Apakah akhirnya akan tetap sama atau berubah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hilang dalam Ledakan

"Maaf nyonya, bayi anda tidak bisa diselamatkan." Kata-kata itu seperti pisau yang menancap tepat di jantung nya. Tangan dengan infus yang tertancap disana bergerak seolah ingin menggapai sosok mungil yang tidak menangis maupun bergerak lagi.

Bayinya tiada setelah dilahirkan. Air mata nya mengalir deras, namun tidak ada suara dari bibirnya. Tubuhnya masih terasa lemah, suaranya bahkan belum kembali setelah teriakan dan rasa sakit di ranjang persalinan.

"Bayiku....."

"Bawa segera! Tidak perlu membiarkan nya berlama-lama!" Suara tegas bercampur dingin itu datang dengan tatapan tanpa belas kasih maupun genangan di pelupuk matanya.

"Jangan....." Tahannya. Tapi permintaannya tidak didengarkan.

"Simpan air mata mu itu. Tidak ada gunanya menangis. Bersyukurlah! Hanya bayi itu yang tiada, bukan putriku!" Sentak nya dengan tatapan tajam.

"Aku masih berbelas kasih padamu. Tapi, bukan berarti.... Aku tidak bisa melakukan hal yang buruk padamu! Anggap saja ini hukuman karena kejahatan mu ingin melukai putriku!"

Manik basah wanita itu menatap sosok pria yang dulunya dia kagumi lalu menjadi cinta dan berusaha menjadi seorang istri dan ibu dari anak yang bukan miliknya. Namun, bukannya sebuah pelukan atau kata-kata yang manis bercampur penguatan maupun dukungan. Justru kata-kata kutukan yang terlontar.

"Bukan aku..." Bibirnya ingin menjelaskan.

"Sudah Daddy, aku tidak papa. Tapi adik bayinya... Tidak bisa menangis lagi?" Matanya beralih pada sosok yang bicara sedih dengan tatapan berkaca-kaca itu. Anak perempuan itu, yang dia lindungi dengan segenap hati, justru menjadi penyebab dia kehilangan darah dagingnya.

"Mommy, tidak papa?" Tanyanya kembali.

"Sudah, dia tidak papa. Sebentar lagi akan sembuh! Ayo ikut Daddy!"

Kepala kecilnya mengangguk dan mengikuti langkah besar sang Daddy. " Dengar Athena.... Jangan berulah lagi. Lebih baik kau istirahat, mobil akan menjemput mu dalam beberapa hari." Pria itu kembali berujar sebelum akhirnya melenggang pergi menghilang dari ruangan itu.

"Putraku...." Dia kembali menangis, sendiri tanpa siapapun yang menemaninya. Seolah derita dia genggam dan telan sendiri.

**************

Saat matanya kembali terbuka, dia masih berada di ruangan yang sama. Beraroma disinfektan mengelilingi hidung nya. Sama, matanya melihat hal yang sama tidak ada yang menemani nya selain....

"Selamat pagi bu." Seorang perawat datang mengecek kondisinya.

Beberapa hari, Athena duduk di ranjang pasien dengan tatapan yang digenangi air mata nya dan pipinya yang selalu basah. Perawat kembali masuk dengan langkah hati-hati, matanya menangkap kesedihan itu. Bukan hanya sekedar kehilangan, tapi ada hal lain. Namun, dia tidak bisa berbuat banyak selain memberikan dukungan untuk wanita yang menyedihkan itu.

"Bu, ayo sarapan dulu." Ajaknya membawa makanan.

Athena menoleh, dia melihat nampan berisi makanan dan diletakan seperti biasanya di hadapan nya. "Terimakasih." Ujarnya pelan.

"Apa, tidak ada yang datang?" Tanyanya dan dia berharap jawabannya tidak seperti yang dipikirkan nya.

Perawat itu menghentikan tangannya bekerja. "Bu...."

"Sudah, aku tau jawabannya." Ujar Athena melihat bibir perawat itu begitu berat mengatakannya.

"Bu, jangan bersedih lagi. Saya yakin kebahagiaan akan kembali menghujani anda, Bu." Bibir Athena tersenyum kecut.

"Ya, aku......"

"Mommy!" Suara panggilan itu mengalihkan pandangannya. Sosok mungil dengan rambut yang dikepang dua masuk sambil berlari kecil.

"Mommy, hari ini mommy sudah bisa pulang. Ayo, kita pulang." Ujarnya dengan senyuman. Athena melihat senyuman manis itu, dari tubuh kecil yang dirawat nya.

"Kenapa mommy?" Manik matanya berkedip dengan tangannya yang mencoba bergerak tapi kembali tertahan.

"Apa mommy tidak mau pulang? Jangan khawatir, Daddy sudah tidak marah lagi. Aurora sudah bicara." Jelasnya kembali meyakinkan.

"Iya Athena. Aku juga sudah bicara dengan Logan. Dia sudah menyiapkan mobil untukmu. Aku dan Aurora menjemputmu." Bunyi lancip dari hak sepatu itu berbenturan dengan lantai. Seorang wanita dengan rambut pirang datang dengan tas ternama di jinjing nya. Menatap ramah dan tersenyum manis pada Athena.

"Aku turut berdukacita atas apa yang menimpa mu. Aku juga sudah bicara dengan Logan, kalau yang terjadi bukan salahmu."

"Sungguh?" Ujar Athena.

"Ya, karena itu. Ayo, kita pulang. Kau bisa lihat nanti."

"Terimakasih Miranda."

"Jangan bicara begitu. Ayo! Ayo Aurora ajak mommy mu."

"Iya, ayo mommy!" Mendengar semuanya, Athena menjadi lebih tenang. Dia juga menunggu untuk pulang meskipun bukan suaminya yang menjemput, tapi setidaknya ada sosok yang dianggap sebagai putrinya.

'Syukurlah, tidak seperti pemikiran ku.' Batinnya, dia yakin sosok mungil yang menggenggam tangannya ini tidaklah jahat. Itu hanya salah paham. Apalagi, dia melihat senyuman dan sapaan manis dari Aurora.

"Apa masih lama?" Tanya Athena. Mobil mereka tiba-tiba berhenti karena ban bocor.

"Jangan khawatir Athena. Aku akan menghubungi Logan untuk mendatangkan mobil lain untuk menjemput kita. Sebentar ya." Ujar Miranda mengeluarkan ponselnya.

"Astaga, jaringan jelek sekali. Aku kesana ya."

"Mommy jangan khawatir." Tangan kecil Aurora mengenggam tangan nya yang masih terasa dingin.

"Kalau ada dirimu. Mommy tidak khawatir." Ujar Athena.

"Mommy mau air? Aku ambilkan ya." Anak itu membuka pintu mobil dan mengambil sebotol air lalu memberikannya dari jendela mobil.

"Terimakasih sayang."

"Segar mommy?" Athena mengangguk. Namun tak lama kepalanya terasa pusing.

"Rora, mommy...."

"Mommy, tidurlah dan jangan kembali lagi. Kau tidak pantas menjadi mommy ku. Selamat tinggal mommy. Ikutlah bersama dengan bayimu yang tiada." Mommy ku hanya bibi Miranda!"

"Rora apa.....ma-ksud-mu." Kepala Athena terasa berat. Dia bisa melihat Aurora berlari kencang di ujung jalan dan menggenggam tangan Miranda. Keduanya tersenyum kecil sebelum akhirnya.....

Mobil langsung meledak menghilangkan kesadaran Athena seiring rasa panas menjalar di tubuhnya.

Dugaannya benar. Namun, semuanya sudah terlambat. Sosok kecil yang manis yang dibesarkan nya nyatanya ikut terlibat dalam rencana jahat untuk menghabisi nya.

'Jika aku diberikan kesempatan, aku akan merubahnya!'

"Hah!" Napasnya tersengal-sengal dengan sepasang matanya yang terbuka mendadak.

"Kau sudah bangun, cepat! Segeralah bersiap. pernikahan mu dan Logan dalam hitungan jam!"

"Aku? kembali......." Ujarnya pelan menatap tak percaya dirinya di pantulan cermin.

Bersambung....

Halo semuanya author kembali lagi dengan cerita baru. Mohon dukungannya ya terimakasih banyak 🥰 🙏 🙏

1
Akasia Rembulan
semoga bahagia selamanya..
chataleya
Dewi Athena dilawan... 🤣🤣🤣
chataleya
ayo taklukkan suamimu Athena 👍
chataleya
siap mengasuh bocil kematian 🤣
Dewi kunti
berpandangan mata,apa berpegangan tangan
Wahyuningsih
lanjut thor yg buanyk klau up n hrs tiap hri jgn lma2 upnya thor tk inaaak menunggu sehat sellu jga keshtn tetp 💪💪💪 n makaciih tuk upnya
Wahyuningsih
mampus meryua dajal emang
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
skakmat kan 🤣, puas banget aku /Proud/
Dewi kunti
hhhhhhh emak mertua di smash smp gak berkutik
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
skakmat kan 🤣, puas banget aku /Proud/
aku
sejane jenipong iki kenaWhy?? agk laennya jauh bnr 😌😌
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
itu si Jennifer gak introspeksi diri sama sekali ya? aduhh, bisanya hanya nyalahin orang😑
MataPanda?_
lanjut trus kak up banyak"😄
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
singa betina dan anjing?? wah siapa yang menang tuh🤣
aku
agk aneh si log. apa dy hbs terlahir jg? 🤔🤔
mauza
next
mauza
upp
Dewi kunti
naaaaahhhh gitu,belajar untuk menerima selagi itu baik
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
ihhh, kesel banget sama si Jennifer, bisanya nyalahin orang terus, gak mau intropeksi diri. lebih baik kalian pindah ke rumah baru, kalau masih sama Jennifer, yang ada si Jennifer pengaruhi Aurora yang enggak-enggak terus, dan akhirnya malah jadi anak yang pembangkang😑
N. Siti 12mplb_ukk
smgt thor dtnggu up nya 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!