NovelToon NovelToon
Halal Tapi Asing

Halal Tapi Asing

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Jeonndhhh

Bagi semua orang, Ning Humaira adalah definisi kesempurnaan. Namun, perjodohan memaksanya berbagi ranjang dengan Gus Arsalan pria tampan berhati sedingin es yang menyisakan seluruh hatinya untuk wanita lain di London.
Tepat di malam pertama, sebuah kalimat kejam meluncur dari bibir sang Gus:
"Jangan pernah berharap saya akan mencintai kamu. Saya akan menafkahi lahirmu, tapi tidak dengan batinmu."
Satu minggu mereka terjebak dalam sandiwara; menjadi pasangan paling romantis di depan keluarga, namun menjadi dua orang asing di balik pintu kamar.
Lelah diabaikan dan hancur karena cinta suaminya yang tertinggal di luar negeri, Humaira akhirnya nekat mengambil langkah gila. Malam itu, selembar gaun tidur satin merah marun menjadi senjatanya untuk meruntuhkan keangkuhan sang suami.
Ketika harga diri seorang Ning bertabrakan dengan kewajiban, akankah taktik berani ini berhasil meruntuhkan tembok es Arsalan, atau justru membuatnya semakin menjauh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeonndhhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Air Mata di Balik Cadar Hitam

Lantunan selawat menggema indah di dalam masjid agung yang berdiri megah dengan pilar-pilar putih menjulang. Hari ini, tempat suci ini menjadi saksi dari sebuah perhelatan besar yang menyatukan dua keluarga terpandang. Ratusan tamu undangan memadati ruangan, semuanya serasi mengenakan pakaian serba putih melambangkan kesucian, keberkahan, dan awal yang baru. Senyum bahagia terukir jelas di wajah Kiai Malik dan sang sahabat, menyambut para tamu yang hadir untuk menyaksikan penyatuan dua nasab pesantren besar yang telah lama direncanakan.

Namun, di sudut pilar belakang yang temaram, atmosfer terasa amat kontras.

Seorang wanita berdiri membeku di sana. Di tengah lautan manusia berpakaian putih bersih, ia menjadi satu-satunya titik kelam yang mencolok, namun tersembunyi. Ia mengenakan gamis hitam pekat, lengkap dengan selendang hitam yang dililitkan erat untuk menutupi rambutnya. Tidak hanya itu, sebuah cadar kain berwarna senada menutupi sebagian besar wajahnya, hanya menyisakan sepasang mata indahnya yang kini telah membengkak dan memerah. Air mata tak berkesudahan mengalir menyusuri pipinya, membasahi kain pelindung itu hingga terasa lembap dan menyesakkan.

Dia adalah Evelyn. Wanita yang selama bertahun-tahun ini menjadi pemilik seutuhnya dari hati Gus Arsalan di London. Evelyn bukanlah wanita biasa yang bisa dipandang sebelah mata. Di luar negeri, ia dikenal sebagai seorang penulis novel terkenal yang karya-karyanya selalu menyentuh hati jutaan orang, mengoyak emosi pembaca dengan diksi-diksi indahnya. Dia cerdas, cantik, mandiri, dan memiliki masa depan yang gemilang. Namun, secerdas apa pun dia dalam merangkai alur cerita dan menuntun takdir karakter-karakter fiktifnya, Evelyn tidak pernah bisa menulis takdirnya sendiri untuk bersanding dengan pria yang teramat dicintainya.

Dadanya terasa begitu sesak, seolah pasokan oksigen di dalam masjid itu menguap habis. Dengan sisa keberanian yang perlahan runtuh dan lutut yang gemetar hebat, Evelyn melangkah maju. Ia membelah kerumunan putih yang sama sekali tidak menyadari kehadirannya. Sesuai dengan adat pernikahan Muslim yang taat di pesantren ini, akad nikah dilangsungkan tanpa kehadiran mempelai wanita di sisi pria. Ning Humaira, sang pengantin wanita, tidak duduk di samping Arsalan. Gadis itu berada di sebuah ruangan khusus di lantai atas masjid, menunggu dengan khusyuk ditemani para ibu nyai, terpisah dari pandangan kaum pria hingga ikatan suci itu sah terucap.

Fakta bahwa mereka dipisah tidak mengurangi rasa sakit di hati Evelyn. Justru, kesunyian dan kesakralan momen ini membuat hatinya semakin teriris. Ia terus berjalan mendekat ke arah aula utama, tempat meja akad nikah diletakkan, berhenti tepat di balik pembatas saf agar bisa melihat punggung pria yang amat dirindukannya.

Tepat saat Evelyn sampai di sana, suasana masjid mendadak hening seketika. Jantungnya serasa berhenti berdetak. Di depan sana, Gus Arsalan duduk tegap menghadap Kiai Malik. Arsalan terlihat begitu tampan dan berwibawa dengan beskap putihnya, namun dari posisi ini, Evelyn tahu betul bahwa bahu tegap itu sedang tegang. Tatapan mata Arsalan kosong, sedingin es, menatap lurus ke arah meja akad tanpa ada binar bahagia sedikit pun. Tidak ada senyuman, tidak ada binar cinta. Hanya ada kepatuhan buta seorang anak pada titah orang tuanya.

Abah Humaira menjabat erat tangan Arsalan, menjalin genggaman yang akan memindahkan seluruh tanggung jawab dunia dan akhirat seorang putri kepada seorang suami. Detik berikutnya, suara lantang Arsalan menggema di seluruh sudut masjid, mengucapkan kalimat ijab kabul dalam bahasa Arab yang fasih, berat, dan menggetarkan arsy.

*"Ankahtuka wa zawwajtuka makhtubataka..."*

Kalimat itu meluncur tanpa keraguan secara syariat. Arsalan mengucapkannya dalam satu tarikan napas yang mantap. Namun bagi Evelyn, setiap kosakata Arab yang keluar dari bibir pria itu bagaikan belati tajam yang merobek jantungnya menjadi kepingan tak berbentuk. Pria yang berjanji akan memperjuangkan cintanya di London, pria yang memeluknya di bawah rintik hujan kota asing itu, kini resmi mengikatkan jiwanya pada wanita lain di hadapan Allah.

"SAH!"

Kata itu bergaung kompak dari para saksi dan diaminkan oleh ratusan orang yang hadir. Air mata Evelyn menetes semakin deras, menembus kain cadar hitamnya. Tangisnya pecah tanpa suara di tengah gemuruh ucapan alhamdulillah dan doa-doa suci yang dipanjatkan untuk kedua mempelai. Sakitnya begitu menghujam, membuat tubuhnya lemas hingga ia harus berpegangan pada pilar masjid agar tidak terjatuh ke lantai. Di atas sana, di ruangan tersembunyi, Humaira mungkin sedang menangis haru atau pasrah, sementara di bawah sini, ada hati yang tewas seketika.

Tak sanggup lagi menghirup udara di dalam masjid yang terasa semakin mencekik dan membakar dadanya, Evelyn berbalik. Ia berlari secepat mungkin, menerobos kerumunan putih dengan air mata yang terus mengalir menyusuri pipinya. Ia ingin pergi, menghilang, dan berlari sejauh mungkin dari kenyataan pahit yang baru saja meremukkan seluruh hidupnya.

Evelyn terus berlari keluar menuju halaman masjid yang luas, mengabaikan tatapan heran dari beberapa orang yang melihat seorang wanita bercadar hitam berlari dalam tangis. Langkah kakinya baru terhenti ketika sebuah sosok tinggi tegap menghadang jalannya di dekat gerbang keluar.

"Sudah puas melihatnya?"

Suara berat dan familier itu membuat Evelyn menghentikan langkahnya yang gemetar. Ia mendongak dengan pandangan yang kabur oleh air mata. Di depannya berdiri Jordan, sahabat karibnya sesama perantau di London yang sengaja mengantarnya dan menemaninya terbang jauh-jauh ke Indonesia hanya untuk memastikan keselamatan wanita ini. Tatapan Jordan penuh dengan rasa iba yang mendalam sekaligus kekecewaan melihat bagaimana seorang penulis hebat sekelas Evelyn bisa hancur lebur hanya demi sebuah masa lalu yang tak punya masa depan.

Evelyn tidak bisa menjawab. Bibirnya di balik cadar bergetar hebat. Ia tidak mampu mengeluarkan sepatah kata pun. Ia hanya bisa meremas dadanya yang teramat perih, menangis sejadi-jadinya di bawah terik langit siang itu, meratapi akhir tragis dari cerita cintanya yang telah habis dibakar oleh takdir orang lain.

1
Nita Kurniawati
kalo unt bahasake diri sendiri lebih tepat boten purun Thor, boten kersa itu unt yg lebih tua 😊
Hatnah Batulicin
preeett,ujung ujungnya cerita nya sihumaira luluh..mau maafin suaminya..semua cerita sama aja 😏
falea sezi
😒 ngapain lu ngemis maaf bukannya cerai bagus lu bisa. kejar tuh pacar lu🤣 anak kiyai g ada adab🤣🤣🤣 sprtnya cerai aja deh Thor najis amat laki munafik jahat😓
falea sezi
lanjut buat cerai thor
falea sezi
moga aja cerai😒 dan ma Reyhan aja biar gigit jari si sialan🤣 sebel liat dia tuh istri yda minta cerai kabulin dan susul belahan hatimu di london🤣 tinggal nunggu emak lu kena serangan jantung aja
falea sezi
cerai aja ning😒 percuma suami g bs move on 😒
Anonim
AGUS AGUS AGUS AGUS
Anonim
GUS GUS ?? AGUS AWOKAWOK AGUS AWOKAWOK
Ariani Sa
Lumayan
Ariani Sa
Luar biasa
Sarinah Quinn
di tunggu lanjutannya yah thor 🙏
Sarinah Quinn
di tunggu lanjutannya thor 🙏🙏
Keysa_Bom
maksudnya gini ya Allah 😭😭 Gus halal di hadapan mua😭 ih gemes aku😭
Keysa_Bom
Zulfa aku padamu 🤣
Keysa_Bom
rasanya sakit 😭 Humairah semangat 💪
Keysa_Bom
Gus..Guss.. awas bucin lo😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!