Angka bukan sembarangan Angka, Angka yang di pilih semuanya menunjukkan hadiah besar kecilnya yang di dapat.
Tapi jika kamu beruntung, kau akan mendapatkan hadiah besar.
Dan itulah yang di alami oleh Alneo setelah ia mendapatkan penyiksanya oleh ayah jika ia tidak mendapat uang.
Bukan hanya itu, yang membuatnya murka adalah Adik perempuan ingin di jual ayahnya pada rentenir untuk membayar hutang, saat ia mencoba menghalangi, ia malah mendapatkan pukulan berat oleh ayahnya hingga pingsan.
Dan saat itulah, ia mendapatkan sebuah sistem misterius yang mengubah hidupnya.
Ia memenjarakan ayahnya karena sang ayah agar tidak menganggu kehidupan mereka lagi.
Dengan sistem pilihan angka, ia bagaikan menemukan jetpot di hidupnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1
"AYO IKUT AKU SEKARANG!" teriak Josep menarik anak perempuan yang berusia 16 tahun untuk mengikutinya.
"Tidak ayah, aku nggak mau!" teriak Riani mencoba melepaskan cengkraman ayahnya dari tangannya yang sakit karena di cengkram erat.
"Jangan jadi anak durhaka kau! Kau sudah ku besarkan dan saatnya kau membalas jasa ku!" teriak Josep tidak mendengar rintihan anak perempuannya itu.
Yang ia pikirankan saat ini adalah menjual anaknya pada rentenir, sebagian uang untuk bayar hutang, dan sebagian lagi untuk lanjut berjudi.
Alneo yang baru pulang kerja menjadi kuli bangunan, umurnya berusia 18 tahun, ia hanya tamat SMP karena kurangnya biaya.
Sejak ibunya meninggal karena kecelakaan, mereka kehilangan tumpuan hidup, ayahnya sering menyiksanya jika ia tidak mendapatkan uang hingga tubuhnya lebam.
Tapi ia bisa menahan itu semua agar kehidupan mereka baik-baik saja.
Tapi sekarang ia di hadapi oleh masalah lain, ayahnya kini menyerah adik perempuan ingin di bawa pergi.
"Ayah! Berhenti!" teriak Alneo panik.
"Jangan menghalangi ku! Kau sama saja durhaka! Tidak bisa mencari uang! Tidak berguna! Kini adik mu yang lebih berharga, dia harus membalas jasa ku yang telah membesarkan kalian berdua! Aku harus mendapatkan uang!" kata Josep sekuat tenaga menyeret Riani.
"Kakak! Tolong aku! Ah mau di jual sama ayah ke rentenir! Tolong aku!" teriak Riani ketakutan dan matanya bersimbah dengan air mata kesedihan dan ketakutan.
Tanpa pikir panjang lagi, Alneo mencoba menghalangi ayahnya, ia memeluk ayahnya untuk tidak membawa adiknya pergi.
"Jangan lakukan itu ayah! hentikan itu!" teriak Alneo sekuat tenaga mengajar ayahnya.
Saat Alneo menahan tubuhnya, Josep menjadi sangat marah, ia mendorong Riani hingga Riani terjerembab di lantai membuat ia kesakitan.
Dengan sekuat tenaga, ia memukul kepala Alneo dekat telinganya membuat telinganya berdenging.
Alneo terpaksa melepaskan tanganya dari tubuh ayahnya, Josep langsung memukul wajah Alneo dengan keras membuat pipinya berdarah.
"Dasar anak tidak tahu diri! Berani sekali kau melawan ayah mu sendiri!" teriak Josep ingin memukul Alneo lagi.
Tapi Alneo menghindar seragan ayahnya, tapi Josep malah menendang perutnya membuat ia kesakitan.
"Ahhhhh!" Alneo memegang perutnya. "Ayah... jangan bawa Riani pergi, bawa aku saja, aku akan menggantikan Riani," ucapnya dengan suara lemah.
"Kau yang tak berguna ini untuk apa! Kau sama saja dengan ibu yang ada di dalam lubang kubur itu! Mencari uang saja kau tidak bisa. Lebih baik kau mati saja!" Josep langsung memukul Alneo dengan sekuat tenaga menghantam tempurung kepala Alneo sehingga terdengar suara retakkan.
Brak!!
Seketika Alneo terkulai jatuh ke lantai membuat Rania panik
"Kakak! Kakak!" pekik Rania yang ingin menolong Alneo, tapi ayahnya langsung menyambar tangannya.
"Kakakmu sudah mati! Jadi ikut aku!" kata ayahnya tidak peduli dan tetap menyeret Rania.
"Kakak! Bangun Kakakkkkk!" pekik Riani histeris, ia ingin mencapai kakaknya, tapi telah di seret jauh.
"Ri... ani... maafkan ka... kak... tidak... bi...sa melindungi... mu..."
Mata Alneo perlahan tertutup rapat, tubuhnya juga terkulai, tak ada tanda-tanda kehidupan lagi, tapi ada air mata yang mengalir dari sudut matanya, air mata penuh penyesalan.
"AYAH SUNGGUH JAHAT! AYAH TELAH MEMBUNUH KAKAK DAN MENJUAL KU! AYAH ADALAH PRIA BEJAD!" Teriak Riani.
"Diam kau!"
Saat sampai di tempat rentenir itu, Josep langsung masuk. "Bos! Aku membawakan anak perempuan ku, dia sangat cantik dan masih perawan, aku berikan padamu!" kata Josep dengan mata berbinar.
Bos itu melihat Riani dari atas sampai bawah dan itu membuatnya tergiur.
"Hm... boleh juga, kalau begitu ku beli 10 juta, 7 juta kau untuk bayar hutang mu beserta bunganya 2 juta, jadi sisanya 1 juta," kata Bos Reno.
"Tambahin sedikit lagi Bos, 1 juta itu sebentar juga habis," kata Josep meminta lebih.
Bos Reno berdiri dan menatap Josep tajam. "Jika kau tidak mau, pergi saja sana! Aku sudah berbaik hati karena menerima anak muda yang jelek dan polos ini! Sungguh tak berharga di mata ku!" kata, Reno tajam membuat Josep ketakutan.
"Baik-baik, aku akan Terima bos," kata Josep mengalah.
"Tidak! Aku tidak mau! Aku mau pergi dari sini!" teriak Riani memberontak.
Ayahnya langsung melempar Riani ke pelukan Bos Reno.
"Ayo sayang, jangan memberontak, aku akan memanjakan mu," kata Bos Reno memeluk Riani dengan kuat.
"Aaaaaaaaaaaa! Ayahhhhhhhh!" teriak Riani, "tolong aku!"
Tapi ayahnya malah tersenyum sinis karena mendapatkan uang satu juta di tangannya, ia tidak mempedulikan darah dagingnya sendiri saat meminta pertolongan.
Riani mengigit tangan bos Reno membuat pria itu marah besar.
"Kurang ajar! Berani sekali kau mengigit tangan ku!" teriak Bos Reno marah besar dan langsung menambah Riani dengan kuat membuat Riani sempoyongan dan tubuhnya jatuh ambruk ke lantai.
"Bawa dia ke kamar ku!" titah Bos Reno.
"Baik Bos!"
...***********...
Ting!
Mengidentifikasi tubuh Host...
Menghidupkan Host...
Memindai...
Loading...
Mulai...
10%... 25%... 47%... 62%... 78%... 83%... 94%... 100%...
Selesai.
Ting!
[Pembentukan ulang tubuh... ]
Ting!
[Penyembuhan di mulai... ]
9%... 26%... 49%... 52%... 68%... 88%... 94%... 100%...
Selesai.
Perlahan-lahan mata Alneo terbuka. "Aku... hidup...?" tanyanya kebingungan saat ia melihat jika dirinya masih di rumah.
Ia mencoba bangkit, dan melihat sekeliling dan ia menyakinkan dirinya jika ia masih di rumahnya.
"Aku beneran masih hidup? Bukannya tadi aku sudah mati? Atau aku hanya pingsan saja?" tanyanya tak mengerti.
"Tapi... aku merasa ada sesuatu di kepala ku, tapi apa ya?" tanyanya sambil memegang kepalanya yang sudah tidak sakit lagi.
Ting!
[Selamat datang di sistem super canggih, Sistem pilihan Angka. Anda terpilih menjadi pemilik sistem ini]
"Aaaa! Apa ini? Kenapa ada di kepala ku?" tanya Alneo memegang kepalanya dan menggeleng cepat.
[Anda tidak perlu takut, Anda beruntung mendapatkan sistem yang menghidupkan Anda kembali]
"Jadi benar jika aku tadi mati? Tapi... sistem apa ini?" tanya Alneo kebingungan.
[ Ini sistem yang bisa mengubah hidup Anda menjadi lebih baik]
"Bagaimana cara kerjanya?" tanya Alneo yang tadinya takut sekarang di penuhi rasa penasaran.
[Jika Anda menyelesaikan misi, Anda mendapat memilih Angka berapa saja, dan Anda dan mendapatkan hadiah sesuai angka yang Anda pilih]
"Misi itu seperti apa? Aku benar-benar tidak mengerti," kata Alneo sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
[Seperti ini]
Ting!
[Misi baru]
[Menyelamatkan adik Anda dari rentenir]
[Statis misi: sedang berlangsung]
Seketika mata Alneo membulat. "Ah iya adik! Aku harus menyelamatkan adikku!" teriaknya langsung berdiri panik setelah mendapat misi pertamanya setelah ia bangun.