NovelToon NovelToon
Istri Pilihan Eyang

Istri Pilihan Eyang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Kelvin, pria dingin dan pewaris perusahaan besar, terpaksa menikahi Denada atas permintaan sang nenek. Awalnya ia menolak karena masih mencintai wanita lain.
Namun setelah hidup bersama, Kelvin mulai tergoda oleh Nada istrinya yang cantik, jahil, dan selalu berhasil membuatnya kehilangan kendali, terutama saat Nada mulai berani menggoda dirinya.
Di tengah pernikahan tanpa cinta, Kelvin perlahan mulai bingung… siapa sebenarnya wanita yang benar-benar ia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kesempatan?

​Kemegahan kediaman utama keluarga Alexander yang berdiri kokoh di pusat ibu kota malam itu terasa begitu mencekam. Di dalam ruang keluarga yang luas dan dilapisi marmer mewah, atmosfernya terasa begitu tegang.

​Eyang pria bernama Arka Alexander, meski usianya tak lagi muda dan rambutnya telah memutih sepenuhnya, masih memiliki aura intimidasi yang luar biasa. Tatapannya tajam, setajam elang, dan semangatnya malam

sedang berkobar penuh amarah. Di hadapannya, berdiri sang menantu, pria paruh baya bernama Gavin Alexander, yang hanya bisa menundukkan kepala dengan takzim.

​"Gavin! Bagaimana bisa kamu membiarkan putra tunggalmu bertingkah bodoh demi wanita?!" suara Eyang Arka menggelegar, memecah keheningan malam.

​"Eyang, Kelvin sangat mencintai Catalina. Saya rasa kita bisa—"

​"Cinta? Jangan buat aku tertawa!" Eyang Arka memotong ucapan Gavin dengan lambaian tangan yang kasar. "Keluarga Alexander tidak butuh wanita yang lebih mementingkan ambisinya sendiri! Jika Catalina itu benar-benar mencintai Kelvin, dia tidak akan sudi pergi ke luar negeri berbulan-bulan hanya demi mengejar karier modelnya itu! Dia egois!"

​Gavin menghela napas berat. "Tapi, Eyang, Catalina hanya ingin memanfaatkan peluang emas di Paris..."

​"Cukup, Gavin!" Eyang Arka memukul meja kaca di sampingnya hingga menimbulkan dentingan keras. "Aku tidak mau tahu. Aku masih berbaik hati memberikan satu kesempatan terakhir. Hubungi menantu pilihanmu itu! Katakan padanya, jika dia memang berniat mendapatkan restuku, besok dia harus datang menemuiku di rumah ini. Hanya besok! Jika dia tidak datang, jangan pernah bermimpi melangkahkan kaki ke keluarga Alexander lagi!"

​Setelah perdebatan panjang yang menguras energi itu, Gavin melangkah keluar menuju balkon dengan gundah. Dirogohnya ponsel dari saku jasnya, lalu jemarinya bergerak mencari satu nama: Kelvin Alexander.

​Sementara itu, di lantai teratas gedung pencakar langit pusat kota, sang CEO muda tengah berdiri menatap gemerlap lampu kota dari balik dinding kaca ruang kerjanya. Kelvin Alexander—seorang pria dengan tinggi badan proporsional, berwajah tampan bak pahatan dewa, namun memiliki aura yang begitu dingin dan tak tersentuh.

​Ponsel di atas meja kerjanya bergetar. Layarnya menyala, menampilkan nama sang ayah. Kelvin berbalik, melangkah dengan karisma yang mengintimidasi bahkan dalam kesendiriannya, lalu menggeser layar ponsel tersebut.

​"Ya, Ayah," jawab Kelvin. Suaranya berat, bariton, dan tanpa ekspresi.

​"Kelvin," Gavin menghela napas di seberang telepon. "Eyangmu baru saja mengamuk besar. Beliau masih sangat menentang hubunganmu dengan Catalina karena keberangkatannya ke luar negeri."

​Kedua alis tebal Kelvin bertaut. Matanya menyipit tajam. "Aku sudah mengatakannya berulang kali, Ayah. Aku yang mengizinkan Catalina pergi. Itu impiannya."

​"Eyang tidak peduli dengan impiannya, Kelvin. Beliau hanya peduli pada kesetiaan wanita yang akan mendampingi penerus Alexander," ujar Gavin dengan nada memperingatkan. "Eyang memberikan ultimatum. Besok, Catalina harus datang ke rumah utama untuk menemuinya langsung. Jika tidak, restu itu tidak akan pernah ada."

​Keheningan sempat merayap di antara saluran telepon mereka. Aura dingin Kelvin semakin pekat, membuat asistennya yang baru saja masuk untuk mengantar dokumen langsung membeku di ambang pintu karena ketakutan.

​"Hanya besok, Kelvin. Jika Catalina tidak muncul, kamu tahu sendiri bagaimana keras kepalanya Eyangmu," tambah Gavin lagi.

​Kelvin mengepalkan sebelah tangannya yang bebas. Rahangnya mengeras. "Baik. Aku akan memastikannya datang besok."

​Telepon ditutup sepihak. Kelvin menatap layar ponselnya yang menggelap dengan tatapan yang sulit diartikan. Besok akan menjadi penentu, apakah cinta mereka mampu meruntuhkan dinding ego sang Eyang, atau justru menjadi akhir dari segalanya.​Begitu sambungan telepon dari sang ayah terputus, Kelvin tidak membuang waktu. Dengan jemari yang bergerak cepat namun tetap tenang, ia menekan nomor kekasihnya. Ponselnya berdering beberapa kali sebelum suara lembut namun terdengar lelah dari seberang sana menyapanya.

​"Kelvin? Ini sudah tengah malam di sini. Ada apa menelepon selarut ini?" tanya Catalina. Suaranya terdengar jernih, meski terselip rasa lelah yang nyata.

​Kelvin menatap pantulan dirinya di kaca jendela yang luas, bayangan pria berjas rapi yang tampak sempurna namun kini tengah diguncang kecemasan. "Catalina, aku butuh kamu di sini besok. Eyang memberikan ultimatum. Dia ingin menemuimu besok pagi di rumah utama."

​Terdengar helaan napas panjang dari seberang telepon. "Besok? Kelvin, kamu tahu jadwal pemotretanku besok adalah yang paling krusial untuk kontrak internasional ini. Tim fotografer dari Milan sudah datang, dan seluruh kru sudah bersiap. Aku tidak bisa membatalkannya begitu saja!"

​"Ini soal restu, Catalina. Eyang bilang, jika kamu tidak muncul besok, dia tidak akan pernah memberikan restunya untuk kita," desak Kelvin. Suara dinginnya kini melunak, meski tetap bernada otoriter khas seorang CEO. "Hanya satu hari, Sayang. Aku akan menyiapkan jet pribadi untuk membawamu pulang dan mengantarmu kembali setelahnya."

​"Ini bukan soal jet pribadi, Kelvin!" suara Catalina meninggi, menunjukkan sisi keras kepalanya yang tak mau kalah. "Ini soal profesionalisme. Jika aku membatalkan pemotretan ini, namaku bisa hancur di industri fesyen. Apakah Eyangmu tidak mengerti bahwa aku juga memiliki karier yang ingin kubangun?"

​"Eyang tidak peduli pada kariermu, dia hanya peduli pada ketundukan!" Kelvin berusaha menahan emosinya, meski rahangnya mengeras. "Tolong, Catalina. Hanya sehari. Setelah itu, aku akan bicara padanya agar dia tidak mengganggumu lagi."

​"Tidak bisa, Kelvin. Aku tidak akan membiarkan karier yang kubangun susah payah selama ini hancur hanya karena ego tua Eyangmu," sahut Catalina dengan nada dingin yang tak kalah tajam.

​Kelvin memijat pangkal hidungnya. "Kau selalu saja keras kepala. Apakah bagimu karier itu jauh lebih penting daripada hubungan kita?"

​"Dan apakah bagimu restu Eyangmu itu jauh lebih penting daripada impianku?" balas Catalina balik bertanya, nadanya bergetar menahan amarah dan kekecewaan. "Kenapa selalu aku yang harus mengalah? Kenapa bukan kamu yang berdiri tegak melawan Eyangmu dan membuktikan bahwa kamu bisa menentukan pilihanmu sendiri tanpa persetujuannya?"

​"Ini tidak sesederhana itu, Catalina!"

​"Justru kau yang membuatnya rumit, Kelvin!" Catalina memotong cepat. "Besok aku ada pemotretan. Aku tidak akan datang. Jika itu berarti hubungan kita harus berakhir karena restu yang tak kunjung turun, maka mungkin memang sejauh itulah batas kita."

​Klik.

​Sambungan telepon terputus. Kelvin terpaku di tempatnya. Hening menyelimuti ruang kerjanya, menyisakan deru napasnya yang berat dan detak jam dinding yang seolah mengejeknya.

1
Nasya
hadeh kelvin masi aja ingat mantan
Nasya
masa lalu yang tragis
falea sezi
klo abis ne lu jutek 😒 gue timpuk lu empin
Nasya
Wkwkwk kelvin sampai pangling lihat nada, selamat buat pengantin baru
falea sezi
nah loo😕 denada celaka demi lu kevin😒
falea sezi
lanjut klo kevin g bucin q tendang ya🤣🤣 lanjut banyak thor tak kirim kembang sekebon🤣
falea sezi
lanjut q ksih hadiah lagi🤣
falea sezi
klo uda anu2 tp lu masih berat ma katalina siap2 di buang sama nada lu kevin🤭
falea sezi
wah apakah unboxing😒
falea sezi
😒 di kasih berlian kyak nada milih jalang kayak catalina🤣 siap siap gigit jari lu klo nada uda bales dendam dan pergi jauh🤣
falea sezi
q ksih hadiah lagi seruu liat kisah bales dendam. gini asal gk kemakan permainan sendiri aja🤣
falea sezi
lanjut banyakk q kasih hadiah banyakk ya🤣🤣
falea sezi
bner jalang Catalina dan kevin lu emank goblok🤣
falea sezi
fashion thor bukan feshen🤭
zra
balas dendam jdi cinta?atau nanti ada yang lebih baik dari kelvin
zra
pasti nanti catalina menyesal wkwk,thor jangan buat kevin kembali dengan cathalina
zra
bagus
Alia Chans
"Menulis cerita ini membutuhkan waktu berjam-jam, tetapi satu like mungkin mampu menghapus lelah itu dalam sekejap. Semangat thor✍️👈☺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!