NovelToon NovelToon
Aku Dan Dia Yang Suka Ngehalu

Aku Dan Dia Yang Suka Ngehalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:468
Nilai: 5
Nama Author: Di Persingkat Saja DPS

Mengisahkan tentang kisah kehidupan dari seorang pemuda biasa yang hidupnya lurus-lurus saja yang secara tidak sengaja bertemu dengan seorang perempuan cantik yang sekonyong-konyong mengigit lehernya kemudian mengaku sebagai vampir.
Sejak pertemuan pertama itu si pemuda menjadi terlibat dalam kehidupan si perempuan yang mana si perempuan ini memiliki penyakit yang membuat nya suka ngehalu.
Dapatkah si pemuda bertahan dari omong kosong di Perempuan yang tidak masuk akal itu?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Di Persingkat Saja DPS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal dari segalanya

Malam itu terasa sangat gelap dan sangat dingin dimana pada malam itu juga aku terpaksa keluar dari rumah.

Tujuanku keluar cuma satu yaitu cari sesuatu yang bisa aku makan di minimarket yang mungkin saja masih buka.

Namun ketika aku melewati jalan yang sepi dan gelap aku mendengar sesuatu yang mencurigakan yaitu suara seseorang yang terengah-engah.

Aku curiga ada yang sedang berbuat hal-hal yang tidak senonoh di tempatku berada saat itu.

Tanpa pikir panjang aku langsung melihat secara untuk memastikan apa yang sebenarnya aku dengar.

Di celah sempit antara dua gedung aku melihat ada seorang perempuan sedang duduk dan menunduk di sana dan dia juga adalah sumber suara yang aku dengar.

"Kamu tidak apa-apa?..." Aku bertanya sambil masuk untuk memeriksa orang yang aku lihat.

Ketika aku sudah semakin dekat tiba-tiba saja orang itu bangun dan melompat ke arahku hingga aku yang terkejut langsung tersungkur.

Aku terkejut dan panik tapi sebelum aku bisa melakukan apa-apa tiba-tiba saja orang itu menundukkan kepalanya kemudian menggigit leherku.

"Ahhh!!" Aku berteriak karena leherku di gigit dan berusaha mendorong orang yang menindihku itu.

Akhirnya aku bisa melepaskan diri darinya dan segera menyentuh leherku yang sudah berdarah.

"... Kamu ini apa-apaan mengigit leher orang, kamu vampir ya!?..." Ketika itu aku terkejut lagi dan terdiam ketika melihat siapa yang barusan menggigitku.

Ia adalah seorang gadis yang sangat cantik dengan bibir yang meneteskan darah yang mana darah itu tentu saja adalah milikku.

Namun yang lebih mengejutkan lagi adalah orang ini tampaknya aku kenal...

Setelah di ingat-ingat akhirnya aku ingat dia siapa. "Kamu... Ketua Kelas?!" Ya, orang ini tidak lain dan tidak bukan adalah Ketua Kelas di sekolahku.

Aku semakin bingung dengan apa yang sebenarnya di sini, tapi sebelum itu kita akan kembali ke beberapa hari yang lalu ketika aku baru masuk SMA.

Hari itu adalah hari yang cerah dan damai dimana tidak ada satupun yang menggangguku.

Tempat dudukku adalah di pojok paling belakang dekat dengan jendela.

Kenapa aku memilih duduk di sana?...

Tidak, bukan karena aku ini wibu atau orang yang sok misterius, aku hanya tidak terlalu suka jadi pusat perhatian saja.

Aku lebih suka sendiri seperti itu dan tidak ada yang memerhatikanku.

Ngomong-ngomong kelas yang aku masuki ini adalah kelas dari anak-anak orang kaya dan pejabat, sedangkan aku hanya orang biasa dari keluarga biasa.

Meksipun begitu kelas ini cukup normal menurutku.

"Nama kamu siapa!?" Tiba-tiba datang seorang cewek yang sangat cantik jelita dan di anggap yang tercantik di sekolah ini.

Ia juga adalah ketua kelasku saat ini.

"Dimas!" Aku menjawab singkat tanpa memberitahu keseluruhan namaku karena aku pikir itu tidak begitu penting juga.

"Dimas ya... Ngomong-ngomong aku mencalonkan diri jadi ketua kelas dan semua orang sudah setuju jadi kalau kamu setuju juga aku akan jadi ketua kelas!".

"Jadi apa kamu setuju!?" Alis mataku terangkat sebelah.

Dalam hati aku bergumam 'Apa penting ya aku di tanyai seperti itu?...'

"Yah, aku tidak keberatan!" Aku menjawab dengan nada datar dan acuh.

Bukannya aku sombong atau bagiamana karena bersikap seperti itu, hanya saja tidak mau mencari perkara saja.

Orang secantik ini kalau aku ajak bicara kedepannya pasti akan membawa masalah seperti orang yang cemburu padahal dia ngirim surat saja tidak di tanggapi.

".... Kamu terlihat tidak suka aku. Apa aku pernah buat salah sebelumnya?!" Ketika dia bertanya satu kelas langsung memperhatikan aku.

Aku panik dan menjawab dengan hati-hati. "Tidak, aku memang seperti ini sejak dulu. Aku jarang tersenyum meskipun untuk basa-basi!".

Ia mengangguk kemudian pergi dari hadapanku.

'Haahhh... Semoga saja ini tidak jadi masalah kedepannya, aku tidak mau dapat masalah selama sekolah.'

Ngomong-ngomong... Aku jarang tersenyum itu bukan kebohongan yang aku ucapkan ketika aku panik tapi itu adalah kebenaran.

Alasannya ada pada orang tuaku.

Sejak kecil ibuku kabur dengan pria lain karena setahuku dia itu suka menjual diri demi uang yang tidak seberapa.

Dan bapakku juga sangat tidak beres, dia adalah penjudi dan pemabuk yang hidupnya sekarang tidak aku ketahui lagi.

Dan aku sendiri sekarang ini tinggal dengan nenekku beberapa bulan yang lalu tapi ia sekarang sudah meninggal.

Sekarang aku hidup seorang diri.

Siang hari kemudian aku pulang dari sekolah itu kemudian pergi ke tempat dimana aku bekerja yaitu aku menjadi tukang bersih-bersih di sebuah kantor.

Kantor ini sangat besar yang mana kantor sebesar ini hanya satu dari sekian banyaknya kantor yang di miliki bos kami.

Entah berapa kaya dia aku tidak tahu.

Setibanya di sana aku langsung absen dan langsung bekerja sebagaimana mestinya.

Pekerjaan ini cukup menguntungkan karena gajinya besar, tapi yah kadang-kadang ada saja orang rese yang dengan sengaja ngotorin tempat hingga aku harus membersihkannya.

Atau ada karyawan rese yang biasa mengolok-olok kami para tukang bersih-bersih seakan mereka punya jabatan tinggi saja.

Siang pun berganti sore dan sore berganti malam.

Setelah sholat isya aku lanjut bekerja ketika semua orang sudah mulai pada pulang.

Banyak sekali yang aku harus bereskan seperti kertas-kertas yang berserakan.

Setelah itu aku membuang semua sampah yang ada di kantor ini yang mana ketika aku kembali lagi ke dalam untuk mengambil sampah lain aku melihat si Ketua Kelas berjalan bersama dengan seseorang di sampingnya.

Orang itu tidak lain adalah bos kami yaitu CEO perusahan.

Aku diam di pinggir menunggunya lewat tanpa mengatakan apa-apa.

Mereka pun lewat begitu saja dan tampaknya si Ketua Kelas juga sudah tidak ingat padaku lagi hingga melirik pun tidak.

Lanjut aku bekerja tapi ketika aku pergi ternyata si Ketua Kelas melirikku diam-diam tanpa aku sadari sama sekali.

Jam 10 malam aku baru pulang setelah pekerjaan di  kantor itu selesai.

Rumahku cukup jauh dari tempatku bekerja dan butuh waktu sekitar 15 menitan untuk sampai di sana.

Sebenernya aku bisa saja naik ojek tapi aku lebih suka jalan sendiri karena lebih hemat.

Singkat cerita aku tiba di rumah yang mana di kondisi rumah sangat gelap... Ya jelas lah gelap, karena aku kan tinggal sendiri.

Setelah tiba aku langsung mandi kemudian tidur hingga esok paginya aku terbangun ketika adzan sudah berkumandang.

"Alhamdulillah, aku masih bisa bangun pagi ini. Terima kasih ya Allah!" Setelah itu aku mengambil air wudhu dan pergi ke masjid yang jaraknya hanya beberapa langkah saja dari rumahku.

Beres sholat berjamaah di masjid aku pulang dan bersiap-siap pergi ke sekolah dan hari-hari seperti itu berlangsung sama.

Hingga beberapa hari kemudian aku lupa membeli stok makanan.

Alhasil tidak ada apa-apa yang bisa aku makan di rumah. "Hadeh. Bisa-bisanya aku lupa beli makanan!".

Waktu itu hampir tengah malam jadi aku ragu ada yang buka di jam segini tapi karena aku batuh makan aku pun terpaksa keluar untuk mencari makan.

Namun ketika aku melewati jalan yang sepi dan gelap aku malah bertemu dengan si Ketua Kelas yang sekonyong-konyong mengigit leher ku.

Itu sakit sekali sumpah!.

"Apa-apa ini? Kamu menggigit leherku? Kamu ini vampir atau apa!?" Aku berkata sambil mengusap-usap leherku yang dia gigit.

"Ugh. Mana darahnya banyak sekali yang keluar, kamu mau membuat aku mati kehabisan darah ya!?".

Di sisi lain aku melihat si Ketua Kelas panik dan berkata. "Ma... Maaf, aku gak sengaja gigit kamu tadi!".

Aku tak habis pikir dan itu terpancar jelas dari wajahku.

"Kalau tidak sengaja menabrak orang ya oke lah aku percaya. Tapi bagiamana bisa tidak sengaja mengigit orang?!".

Si Ketua Kelas terlihat kebingungan. "Itu... Aku, aku, aku... Aku benar-benar tidak sengaja tadi karena aku terpaksa, aku tidak tahan lagi!".

Aku makin bingung dengan apa yang di katakan cewek satu ini.

"Bisa tidak jelaskan yang benar, aku bingung ini!".

Kemudian ia berkata dan sepertinya ia jujur... Tapi kejujurannya itu sangat tidak bisa aku percaya. "Sebenarnya aku ini vampir jadi aku perlu minum darah!".

Aku memasang wajah yang heran dan kehabisan kata-kata yang bisa aku ucapkan hingga aku hanya bisa bergumam dalam hati. 'Sakit jiwa ini anak.'

Setelah itu ia menjelaskan hal-hal yang lebih tidak masuk akal seperti dia yang sangat kehausan dan merasa sangat sesak.

Itu jelas tidak bisa aku percaya.

Beberapa saat kemudian aku ada di puskesmas untuk mengobati bekas gigitan di leherku ini yang mana itu membuat perawat yang ada di sana geleng-geleng kepala kenapa ada bekas gigitan di leherku.

Mana di sana ada si ketua kelas lagi, jadi si perawat ini menyangka kalau kami telah berbuat yang tidak-tidak.

Padahal aku ini sangat menjauhi hal-hal semacam itu sampai menolak untuk pacaran agar aku tidak terjerumus pada perzinahan.

"Sudah selesai. Tapi setelah beberapa waktu kamu harus mengganti perban ini ya!" Ia memberikan perban lain dan juga obat-obatan padaku.

Tentu saja yang bayar semua itu adalah si Ketua Kelas sebagai bentuk pertanggungjawabannya atas apa yang telah ia perbuat padaku.

"Haahh... Rusak sudah reputasiku, perawat itu pasti memikirkan hal yang tidak-tidak tentang kita!" Si Ketua Kelas tampak heran.

"Lah? Harusnya kan aku yang bilang begitu, kan aku yang perempuan di sini!" Aku seketika geram tapi tidak punya cukup mood untuk membalas.

Apalagi aku juga tidak punya cukup tenaga karena lupa makan.

"Terserah kamu saja lah!" Langkahku aku percepat karena takut sudah tidak ada lagi warung atau toko yang buka.

Yang membuatku heran adalah si Ketua Kelas masih mengikutiku dari belakang seperti orang kurang kerjaan saja.

Aku tak mau tanya di sini, aku hanya berjalan tanpa memperdulikan dia.

Anggap saja dia itu bayangan atau apapun yang tidak pernah aku perdulikan atau perhatikan.

1
Naruto Uzumaki
Terima kasih telah menulis cerita yang menghibur, author.
Di Persingkat Saja DPS
Sabar ya, masih di periksa ulang
PetrolBomb – Họ sẽ tiễn bạn dưới ngọn lửa.
Loh kok belom update? Lanjutin dong thor, gak sabar nungguin kelanjutannya 😫
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!