NovelToon NovelToon
Kau Selingkuh, Ku Nikahi Suami Kakakmu

Kau Selingkuh, Ku Nikahi Suami Kakakmu

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Menyembunyikan Identitas / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Obsesi / Menikah dengan Kerabat Mantan / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

🏆JUARA II LOMBA YAAW PERIODE 3 2025🏆

Anyelir Almera Galenka, tapi sudah sejak setahun yang lalu dia meninggalkan nama belakangnya. Wanita bertubuh tinggi dengan pinggang ramping yang kini tengah hamil 5 bulan itu rela menutupi identitasnya demi menikah dengan pria pujaan hatinya.

Gilang Pradipa seorang pria dari kalangan biasa, kakak tingkatnya waktu kuliah di kampus yang sama.

"Gilang, kapan kamu menikahi sahabatku. Katanya dia juga sedang hamil." Ucapan Kakaknya membuat Gilang melotot.

"Hussttt... Jangan bicara di sini."

"Kenapa kamu takut istrimu tahu? Bukankah itu akan lebih bagus, kalian tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi untuk menutupi hubungan kalian. Aku tidak mau ya, kamu hanya mempermainkan perasaan Zemira Adele. Kamu tahu, dia adalah perempuan terhormat yang punya keluarga terpandang. Jangan sampai orang tahu jika dia hamil di luar nikah."

Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang mendengar semua pembicaraan itu.

"Baiklah, aku pasti akan ikuti permainan kalian semua."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anye Bersih-Bersih Rumah

Anye benar-benar membakar ranjang yang sudah digunakan para pezina.

"Sekarang, kesempatanku untuk bersih-bersih dengan dalih ingin suasana baru. Ternyata kedatangan jalang itu berguna juga, sehingga aku bisa membuka jalan untuk membuat rencana baru." Gumam Anye menyaksikan kobaran api.

"Baiklah kali ini kita mulai dari semua kamar." Ucapnya lagi.

"Pak Yanto, kemana semua orang?"

"Tuan Gilang pergi, naik Ojol. Trus Nyonya Ambar dan Non Gita ada di ruang tamu." Jawab Pak Yanto dengan jujur.

"Baiklah, tolong Bapak minta bantuan dengan tetangga atau satpam yang sedang menganggur untuk mengeluarkan semua perabot dari semua kamar tidur. Aku ingin, siang ini selesai."

"Siap laksanakan tugas Non Anye." Jawab Pak Yanto tersenyum misterius.

Pak Yanto sudah bekerja dengan Anye sejak awal rumah dibangun. Ini rumah murni milik Anye, bukan peninggalan kedua orang tuanya. Karena rumah Keluarga Galenka sepuluh kali lipat lebih besar ukurannya. Sedangkan Anye, sudah komitmen menyembunyikan identitas asli dari semua orang.

Bukan karena takut atau apa, tapi karena Anye ingin mencari orang yang tulus dalam mencintai. Hidup sebatang kara sejak usia 15 tahun, membuat Anye merasa kekurangan kasih sayang orang tua. Kakek atau Nenek dari dua keluarga, semua sudah meninggal dunia. Sedangkan Mama dan Papanya merupakan anak tunggal di keluarga mereka.

Beruntung ada Pak Lukman dan istrinya, yang masih mau memberikan kasih sayang layaknya keluarga sendiri. Anye sejak remaja bukan gadis manja, dia sudah berjiwa pengusaha sejak orang tuanya masih hidup. Dan semakin berkembang ketika harus menanggung beban berat memimpin perusahaan. Perusahaan utama milik Papanya bukanlah yang sedang dia pegang sekarang.

Karena perusahaan itu, dia percayakan kepada seseorang yang bisa dipercaya. Namanya Pak Anwar Hamza seorang pria berusia 50 tahun yang merupakan orang kepercayaan Asraf Galenka Papa kandung Anyelir Almera Galenka. Pak Anwar seorang duda tua. Istrinya meninggal karena penyakit jantung, usai mendengar putranya menjadi korban keganasan lawan bisnis perusahaan Galenka.

"Harusnya bukan cuma kasur yang dibakar, tapi orang yang sudah kumpul kebo itu dipanggang saja. Kasihan Nona Anye, sudah pada numpang hidup tapi banyak tingkah." Komat kamit Pak Yanto sambil keluar rumah mencari bala bantuan. Dan kebetulan, para bapak-bapak pengangguran sedang duduk santai karena memang sekarang ini hari Minggu.

Sekitar 10 orang datang ke rumah Anye, membuat Mama Ambar dan Gina yang masih sibuk menyusun rencana menatap penuh pertanyaan.

"Pak Yanto, apa apaan kamu ini bawa masuk orang sembarangan." Ucap Mama Ambar mulai bertanduk.

"Kalian semua bagi 2 regu, tim pertama masuk ke kamar paling depan. Keluarkan semua barangnya."

Pak Yanto memberi interupsi pada rekan-rekan tim suka rela. Dan menghiraukan ocehan Mama Ambar.

"Tim kedua masuk kamar yang di tengah, bawa keluar semua barang yang ada di dalamnya."

"Heii... Kurang Ajar kamu Pak Yanto. Itu kamarku, kenapa semua barangnya dikeluarkan. Lancang sekali kalian." Gina pun sudah mulai emosi.

"Pak Yanto, lemari, ranjang dan kasurnya tolong antar ke tempat pelelangan barang bekas. Sementara seluruh pakaian masukkan ke dalam kardus." Ucap Anye datang dari belakang.

"Kamu ini apa-apaan Anye, tadi kamu sudah bakar ranjangmu. Sekarang barang-barang kami juga. Maksud kamu apa? Kamu ingin kami tidur di lantai Hah?"

Gina mode kuntilanak, tidak sadar diri bahwa barang yang diklaim miliknya keseluruhan adalah milik Anye.

"Mbak Gina sabar dong, jangan marah-marah nanti cepat tua. Barang-barang ini sengaja ingin aku lelang supaya uangnya bisa aku gunakan untuk tambahan beli perabot yang baru." Ucap Anye.

"Aku merasa muak dengan semuanya."

"Hmmm... Maksudku aku sudah bosan, ingin suasana baru dengan mengganti perabot. Tapi untuk sementara kita mulai dari isi kamar tidur." Ucap Anye sambil tersenyum tipis. Jantung Anye rasanya hampir copot, saat tadi dia keceplosan bicara.

"Ooo begitu, baiklah aku setuju. Jangan lupa, beli perabot mewah untuk kamarku." Ucap Gina menghalu.

"Kamar Mama juga ya Anye, beli kasur yang paling mahal. Kamu tahu, tulang orang tua seperti Mama harus tidur di tempat yang empuk dan nyaman."

"Tentu saja, aku akan berikan semua yang kalian inginkan. Tapi harus bersabar menunggu 3 minggu."

"Kenapa lama sekali?" Protes Gina.

"Mbak pikir lelang barang cepat?"

"Lama mbak, apalagi barang bekas pakai seperti perabot rumah tangga. Dan aku sengaja melakukan itu, karena untuk beli perabot baru uangku tidak cukup." Jawab Anye.

"Perusahaan sebesar itu tidak ada uangnya? Padahal selama 5 bulan Gilang yang pimpin uangnya banyak." Ucap Mama Ambar tersenyum mengejek Anye yang dipikirnya sangat bodoh.

"Karena ada yang korupsi uang perusahaan hingga Triliunan, dan saat ini sudah ada pihak audit. Aku heran, ke mana larinya uang-uang itu." Pancing Anye.

"Apalagi ada transaksi beli apartemen mewah, padahal aku tidak merasa memiliki apartemen. Ada yang aneh."

"Pasti tukang audit itu salah, Gilang tidak mungkin mengambil uang..."

"Tentu saja Mas Gilang tidak akan mungkin berani melakukan itu. Dia kan sangat mencintai aku. Apalagi setelah menikah dengaku, dia bisa merasakan menjadi CEO dadakan. Tidak perlu kerja keras, tinggal duduk di kursi kebesaran milikku. Mama dan Mbak Gina juga kan sudah menikmati hasil kerja kerasku, menjadi wanita sosialita dadakan."

Semua kalimat sindiran keras itu, sengaja Anye ucapkan pada mereka. Entah paham dan merasa tersinggung atau memang otak mereka bebal. Intinya Anye sudah berhasil membungkam mulut-mulut lancang para benalu.

Setelah butuh waktu hampir setengah hari, akhirnya semua kamar di rumah Anye bersih tanpa perabot. Total ada 5 kamar tidur.

Lemari, meja rias, laci-laci, ranjang, kasur, sofa semua bersih. Kini tinggal ada sofa di ruang tamu dan ruang keluarga. Jika tidak malu, mereka boleh tidur di sana tentu saja. Sedangkan Anye? Dia akan mengungsi.

Tanpa Mama Ambar dan Gina tahu, jika diam-diam Anye memerintahkan untuk membersihkan barang branded.

Seperti tas mewah, sepatu, sandal, baju-baju dan juga perhiasan. Semua yang bermerek sudah diamankan. Anye meminta untuk barang itu semua dikirim ke rumah Ratna. Karena Anye ingin menjual semua. Jika nanti ditanya, gampang tinggal jawab mungkin orang suruhan Pak Yanto tidak mengeluarkannya dari lemari. Dan kebawa ke tempat pelelangan.

Rencana dadakan yang cukup matang, siapa suruh bermain api dengannya. Maka Anye akan berbaik hati menyiramkan bensin pada kobaran api.

Tidak lupa, hari ini Anye juga akan merampas paksa apartemen. Hunian mewah untuk duo pezina yang dibeli dengan uang perusahaan. Tidak ada ampun untuk pengkhianat, tapi tentu Anye bermain cantik.

Gilang dan Zemi terus bermain kuda-kudaan tanpa kenal waktu. Bahkan Gilang lupa, jika dia hanya datang sebentar untuk menjelaskan. Tapi jerat pesona Zemi membuat Gilang lagi dan lagi terperdaya.

"Ooouuuhhh... Zemiiihhh...." Suara desah Gilang.

"Kamuuuhhh... Sungguhhh... Perkasaahhh..." Teriak Zemi.

Mereka tidak melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 5 sore.

"Haahhh... Kamu sangat luar biasa, apa gerakanku mengganggu kandunganmu sayang?" Tanya Gilang kembali menelusuri tubuh Zemi dari atas hingga bawah.

"Tidak, sepertinya anak kita kuat. Kemungkinan dia akan seperti kita. Kuat dan hebat di ranjang."

"Hahaha..." Keduanya tertawa begitu bahagia. Hingga suara bel pintu, membuat mereka seketika diam saling menatap.

Ting

Tong

"Gilang, katanya tidak ada yang tahu apartemen ini, terus siapa yang di depan?"

"Mungkin petugas kebersihan, aku akan lihat dulu. Kenakan kembali pakaianmu."

Setelah memakai asal celana kolor dan kaos yang terbalik, Gilang membukakan pintu tanpa rasa curiga.

"Selamat sore, kami dari tim audit independen datang untuk menyita..."

"Hei... Lancang siapa yang menyuruh kalian datang dan mengganggu kami?" Zemi keluar dari kamar dengan hanya memakai lingeri tanpa dalaman. Membuat dua petugas audit lelaki itu memalingkan wajah karena malu. Ya, sebagai pria normal tapi punya norma justru mereka malu. Ada seorang wanita keluar dengan pakaian yang mirip saringan tahu.

"Apartemen ini dalam sengketa, tolong kosongkan segera." Ucap petugas tegas.

"Maksud kalian berdua apa? Aku membelinya lunas dengan uang tunai. Tidak ada kredit atau hutang. Jadi atas dasar apa dijadikan sengketa. Kalian salah unit mungkin." Ucap Gilang masih tidak curiga.

"Atas dasar aliran dana perusahaan..."

Deg

"Apa Anye sudah tahu?"

1
Teh Yen
kalua Tidka benar Gilang Tidka akan ikutin Anye ke rmh sakit kan 😏
betul Anye Tidka ada yg gratis hihii 😁
Teh Yen
waduh ternyata Gilang d gina jg bukan ank papanya yah waduh ibu Ambar bener" wanita jahat yah
siapa tuh yg udh nabrak Ambar jangan bilang itu supir Vano tp bagus deh jd engg perlu cari cari ambarnya udh ada Deket kamu tinggal ambil sampel darah atau rambutnya buat tes DNA sama Gavin yah
Teh Yen
loh Gavin knp itu ?
Sindy Sintia
bodoh dan oon nya Rayyan ga hilang2 sih, untung jodoh Rayyan galenka ga kaleng2, untung Rayyan sial Anye dan Gavin, untung Rayyan di cintai ugal2 an sama Anye
Sindy Sintia
hanya saudara jauh, malah minta harta yg mmng bukan hak mereka , apa katanya bukan hak arrayan? itu jelas hak arrayan karena anak tunggal, harta punya orgtua ny 😄
Teh Yen
wah ternyata bener gavin bukan ank kandung ambar 😏
Teh Yen
waduh kasian Gavin selama ini tidka.bisa bicara Karena d larang KK d ibunya huuh jahat banget yah mereka semua
Teh Yen
wah mantapz kebusukan semua orang yg sudah menyakiti Anye terbongkar satu satu penipu Memang pantas dengan penipu yah selamat yah Gilang d zemi smoga kalian Tidka tersiksa dengan kehidupan sengsara yg sebentar lagi akan menyapa kalian xixii
satu lagi itu mahar mantepz jg dari miliaran rupian jd 50rb 😁 wowww
Teh Yen
woww aku suka visualnya cakep cakep thor tp aura arrayan ih duren banget yah gemes 😀
Erchapram: Duren manis ya Kak... terima kasih, sudah mampir baca 🙏
total 1 replies
Teh Yen
rencana untuk besok sudah tersusun rapi smoga besok semuanya berjalan lancar yah
Robi Atin
Luar biasa
Erchapram: Terima kasih.
total 1 replies
Teh Yen
iya silahkan saja kamu skrng merasa Menang zemi nanti jangan kaget yah kalau pulang ke rmh ternyata suamimu sudah kere dan bukan CEO lagi hihii 🤭 aplg rmhnya sudha. dijual d tempati ornga lain.huuh engg kebayang deh marahnya mereka kaya apa cacing kepanasan. kali yah 😂😂😂
Teh Yen
Vano aj ketawa geli denger panggilan mesra arrayan ke Anye hihii
wah bagus dong Rayan jd punya tambahan bukti buat kasus perceraian nya yah
Teh Yen
jangan d minum.arrayan.bahaya itu
Teh Yen
Hamidun ank.c Jeremy kah atau ini akal busuk gina biar c jeremy Tidka meninggal kannya
Teh Yen
bener" zemi.perempuan murahan yah masa iya nawarin.tubuhnya kepetugas geledah hadeuuh astagfirullah 🙈
Teh Yen
itu lah kalau otaknya isinya kuda kuda an.mulu.huuh
Teh Yen
suka.bamhet Anye gercep smaa Sani main.cantik jd mereka engg curiga pdhl mah yah padahal hahaha
Teh Yen
hayo loh ketauan plng sana ke.rmh.yg udh engg ada kasurnya Gilang 🤭
Teh Yen
eh gila yah bener" pasangan ini astagfirullah 🙈
ternyata ibu smaa ank smaa aj yah pantesan engg d larang anknya selingkuh wong emknya jg smaa ternyata hadeuuh 🙈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!