Follow sosmed author
IG:Mia novita23
Tiktok:Miss Mia Novita
Perceraian antara kedua orangtuanya membuat Argantara tidak memiliki hubungan baik dengan ayahnya. bagaikan air dan minyak yang tidak akan pernah bisa bersatu. Ikuti kisahnya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Argantara
Tepat jam 01:00 dini hari, Argantara baru saja pulang ke rumah sang kakek setelah menyelesaikan pertandingan balap motor malam ini.
Kedua sudut bibirnya terangkat sempurna karna lagi dan lagi dialah yang menjadi pemenangnya. Tapi senyuman itu tiba-tiba saja hilang saat mendengar suara yang amat di bencinya menerpa indra pendengarannya.
"Dari mana kamu Arga?! Kenapa jam segini baru pulang?" suara itu terdengar dan langsung menghilangkan senyuman dari wajah Arga.
Awalnya Arga berpikir jika rumah itu sudah sepi karna penghuninya telah tidur, Namun siapa sangka jika malam ini Arga kedatangan tamu yang amat di bencinya-Adrian Grahama. Ayah kandung Arga yang sudah membuatnya kecewa beberapa tahun silam. Karna rasa kecewa yang begitu besar membuat Arga tidak memiliki hubungan baik lagi dengan Adrian.
"Dari mana saja kamu, Arga! Apa seperti ini kehidupan yang kamu sukai? Mau sampai kapan kamu seperti ini, Arga!" sentak Adrian lagi tatkala Arga melangkah masuk melewatinya tanpa menggubris pertanyaannya.
Kalimat itu seketika berhasil membuat Arga menghentikan langkahnya"Memangnya anda siapa? Jangan pernah mengurus hidup saya, karna setelah kejadian malam itu, rasa respect dan hormat saya kepada anda hilang saat itu juga" balas Arga dingin tanpa menoleh ke arah papanya.
Hal itu tentu saja membuat Adrian merasa sangat marah. bagaimana bisa anak yang amat di sayangnya berkata demikian?"Jaga bicaramu, Arga! Mau bagaimanapun saya ini masih ayahmu!" balas Adrian sambil menatap punggung Arga.
Mendengar kalimat itu membuat Arga membalikkan tubuhnya, pria itu menatap pada sang ayah sambil tersenyum getir"Ayah? Ayah macam apa yang sudah merusak kebahagiaan anaknya sendiri? Jangan pernah ikut campur sama urusan saya! urusi saja istri dan anak kesayangan anda itu!" balas Arga dan kembali melangkah kan kakinya naik ke lantai atas. Meninggalkan Adrian yang sudah bungkam karna perkataannya tadi.
Adrian hanya bisa membuang nafas panjang saat mendengar perkataan anaknya.
Memang, pertengkaran yang dulu terjadi berawal dari perempuan yang kini menjadi istrinya, Karna wanita itu membuat Dita-mamanya Arga salah paham. Sehingga pertengkaran itu kerap terjadi setiap hari sejak Arga masih umur 13 tahun.
Angga yang sejak tadi memperhatikan anak dan cucunya langsung menghampiri Adrian lalu menepuk pundaknya"Tidak semudah itu membujuknya, Adrian. Apalagi setelah tau kamu memutuskan untuk menikahi mamanya Gavin, orang yang paling Arga benci. rasa kecewa Arga terhadapmu akan semakin besar. Lagian kenapa kamu bisa sampai menikahi wanita itu?" tanya Anggga-ayah Adrian setelah kepergian Arga.
Lagi dan lagi Adrian membuang nafas panjang, karna sebenarnya ada alasan besar kenapa dia sampai menikahi Jeni-mamanya Gavin
"Suatu saat papa akan tau apa alasan Adrian menikahinya" Adrian langsung beranjak dari sana tanpa mengatakan apa-apa lagi.
Mungkin apa yang dikatakan oleh papanya memang benar, rasa kecewa yang Arga miliki sudah begitu besar sehingga tidak mudah untuknya membuat anak itu kembali dekat dengannya seperti dimasa lalu.
Di dalam kamar
Arga melemparkan tasnya ke sembarang arah, saat teringat akan perkataan ayahnya tadi kembali membuat Arga merasa sangat kesal.
"Ckk!! ...Sok mau menasehati ku, jangan harap aku mau menurut seperti dulu setelah apa yang telah terjadi" ucap Arga seraya merebahkan tubuhnya di atas ranjang miliknya.
Sudah hampir dua tahun Arga memutuskan untuk tinggal bersama dengan sang kakek dirumah ini. setelah pernikahan sang papa dengan mamanya Gavin-musuh bebuyutan Arga sejak jaman SMP.
Arga berusaha memejamkan kedua matanya yang sama sekali tidak terasa ngantuk. Bayangan gadis yang tadi hampir dia tabrak melintas dan berhasil membuatnya susah untuk tidur.
"Perempuan itu, kenapa aku terus terbayang akan wajahnya? sudah beberapa kali aku tak sengaja bertemu dengannya" ujar Arga sembari tersenyum karna mengingat wajah cantik tapi jutek perempuan yang hampir dia tabrak tadi.
wajah cantik dengan kedua lesung pipi yang menghiasi wajahnya begitu mudah membuat Arga terus mengingat wajah cantik itu. namun, Sayangnya Arga tidak tau siapa nama perempuan itu.
Malam telah berlalu, entah jam berapa Arga berhasil memejamkan keduanya matanya, tapi yang pasti pria itu terbangun karna suara alarm yang biasa dia pasang sudah mengusik tidurnya.
"Arrrggghhh...kenapa sudah pagi aja sih!" gumamnya kesal karna merasa baru beberapa saat berhasil memejamkan matanya. Dengan malas Arga beranjak dari tempat tidurnya karna teringat jika hari ini ada ulangan mata pelajaran dari guru killer di sekolahnya. bukan hanya itu, Sabtu kemarin juga guru kepala sekolah mengatakan jika hati ini sekolah itu akan kedatangan guru baru.
Arga mandi dengan cepat kilat saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 06:30, dia segera bersiap dan langsung turun dengan membawa tas ransel kesayangannya. Tas ransel yang di belikan sang bunda sehari sebelum kepergiannya, sudah dua tahun Arga menggunakan tas ransel itu, namun sama sekali tidak ada niatan untuknya mengganti dengan ransel yang baru.
"Sarapan dulu, Arga" ucap sang kakek ketika melihat Arga menuruni anak-anak tangga.
Arga tak menjawab, dia hanya meminum segelas susu lalu megambil roti dengan selai kacang kesukaannya. "Arga pamit dulu, kek" pamitnya pelan
"Hati-hati, Arga. Belajar yang rajin ya"
"Seperti yang kakek tau lah"
Kakek Angga hanya tersenyum mendengar perkataan Arga, namun dia percaya jika suatu saat Arga bisa dia andalkan. Apalagi selama ini Arga selalu menjadi juara 1 di kelas.
Arga melajukan cepat motor kesayangannya menuju tempatnya sekolah. "Wehhh, pak ketua tumben gak telat" ujar teman-teman Arga dengan diiringi gelak tawa.
"Brisik kalian pada"
Arga menoleh ke arah gerbang, dimana disana ada seorang gadis cantik dan anggun dengan gamis berwarna hitam serta yang membalut tubuhnya.
melihat gadis yang tak asing baginya, Arga melangkah mendekatinya.
"Hai, cantik. Kita ketemu lagi. Kamu anak baru? kelas berapa? jurusan apa?" cerocos Arga sambil mendekati Kinara. Namun wanita itu hanya mengerutkan keningnya mendengar kalimat Arga tadi. Arga berpikir jika Kinara adalah seorang siswa pindahan, padahal dia adalah guru baru di sekolah itu.
Kinara menghentikan langkahnya lalu menatap pada Arga,"Hai cantik.. Hai cantik... Apa kamu tau saya ini siapa?" ujar Kinara pada Arga.
"Ya nggaklah, cantik. Kan kita belum kenalan. Kalau gitu kenalin nama aku Argantara, siswa yang paling tampan di SMA Garuda" ujar Arga seraya mengulurkan tangannya.
"Saya Kinara, Guru baru di sekolah ini"
Arga bertawa mendengar jawaban gadis yang sudah beberapa kali dia temui"Oh oh oh... guru baru? hahaha...kamu pikir aku percaya? nggak, mana ada guru seumuran denganku. ada...ada saja kamu ini" balasnya.
Melihat kelakuan Arga yang seperti itu membuat teman-temannya serta beberapa anak lain menatap tak percaya, karna memang selama ini seorang Argantara tidak pernah berinteraksi dengan perempuan kecuali sahabatnya- Ratna.