NovelToon NovelToon
Hopeless Reincarnation

Hopeless Reincarnation

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Time Travel / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Chicklit / Tamat
Popularitas:99.6k
Nilai: 5
Nama Author: ESOK.

Hai aku Aram, pekerja kantoran bergaji standar UMR di pinggiran ibukota. Wanita umur 30-an yang sudah dikejar deadline “kapan menikah?” dari orangtuanya.

Orang yang hanya melihat kehidupan romasa orang lain dari balik kursi penonton. Ketika sudah siap menyambut kematian, aku malah diberi kesempatan kedua menjadi Arabella, calon putri mahkota di novel yang kubaca dulu. Klise!

Tentu saja, Arabella adalah antagonis! Double klise!

Mau mengubah takdir? Ngga dulu deh…

Lagipula, aku sudah terjebak dengan skenario takdir yang mendukung peranku jadi antagonis. Jadi, Mmari kita serius menjalani peran antagonis dan mengakhirnya dengan tragis seperti yang sudah ditentukan dalam cerita!

Hip Hip Hore untuk jadi jahat!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ESOK., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prolog: Tentang Aram

Saat masih muda, Aram pikir kehidupannya akan punya alur indah dan bahagia. Layaknya kisah-kisah romantis dari cerita-cerita picisan yang disenanginya dulu. Pekerjaan yang stabil, kehidupan berkecukupan, atau, menikah muda sebelum usia 22 dengan anak kembar yang imut. Tapi, takdir mudah saja menertawakan itu.

Nyatanya, diusia yang sudah menginjak tiga puluhan, pekerjaan Aram hanya jadi “budak” di perusahaan kecil pinggiran ibukota. Gaji pas-pasan bahkan membuatnya harus kerja lembur di malam Minggu. Lalu, saat seharusnya Aram pulang ke kosan dengan tenang, ia justru menanggung omelan ibunya di telpon.

“Coba foto yang cantik gitu, lho, Ram. Senyum biar kelihatan ramah. Mama, kan, juga bingung ngasih liat ke orang yang mau kenal sama kamu kalau mukamu serem awur-awuran kaya gitu.”

“Lho, bukannya bagus begitu, Ma? Biar mereka lihatnya hati Aram aja, gausah mandang fisik. Apalagi muka Aram yang emang RBF*.”

*resting bi*** face (RBF) mengistirahatkan wajah namun dengan ekspresi yang secara tidak sengaja menimbulkan kesan marah, kesal, atau menghina.

“Rbeef erbeef apalagi istilah kamu itu, aneh-aneh. Dicariin jodoh, kok, ogah-ogan terus. Adek aja minggu depan lamaran, lho.” Aram mengerucutkan bibir, sudah tahu arah pembicaran ini akan ke mana.

“Iya, Ma. Aram masih di perjalanan ke kos. Aram tutup telponnya, ya.”

“Pokoknya kamu jangan lupa pulang ke rumah, ya. Mama kecewa kalau kamu lagi-lagi ga menghargai acara keluarga.”

‘Klik.’

Aram mematikan panggilan itu dengan menghela napas. Perjalanan menuju kosan yang harusnya hanya lima belas menit akhirnya terhenti cukup lama di tempat duduk pinggiran jalan.

Entah kenapa percakapan tadi membuat pikiran jenuh Aram malas melangkahkan kaki untuk pulang. Aram mencoba mencari penghiburan di media sosial.

Sebuah story baru dari teman masa kuliahnya muncul dengan unggahan fotonya dengan gambar make-up acak-acakan, Aram membaca caption “Bridal shower with my cupids”.

Aram bingung, seingatnya acara bridal shower temannya itu diadakan besok malam. Dia ingat karena juga mendapatkan undangannya. Dengan ragu, Aram menelpon nomor temannya.

“Aramm, I’m so so sorry!!” Suara teman Aram dari ujung telepon terdengar tampak sedih yang dipaksakan. “Temen kita yang lain ternyata banyak bisanya hari ini. And u said, busy till late night kalau hari Sabtu, kan? Aku ga enak bilang ke kamu kalau acaranya di reschedule.”

Aram paham, dia tak pernah dianggap di pertemanan itu. “Gapapa kok, aku mau ngabarin kalau besok aku juga gabisa dateng. Ternyata acaramu sudah hari ini, so, it’s okay.”

Aram bohong, dia bahkan sudah menyiapkan kado untuk temannya itu. Tapi, temannya justru memposting acara, yang katanya, dadakan itu di media sosial.

“Okay, Aram. Padahal kamu yang ngejodohin aku sama Brian, I’m still sad you can’t come. Nanti aku rencanain traktiran khusus buatmu, deh.”  Aram mengiyakan dengan setengah hati. Paling hanya rencana basa-basi.

Telpon itu ditutup setelah Aram mendengarkan satu per satu ucapan sedih dari teman-temannya yang lain. Aram tahu mereka tidak sepenuhnya jujur, tapi, dia sudah terlanjur kecewa dan hanya memaklumi sedih pura-pura itu agar tak memperkeruh suasana.

Unggahan yang beberapa menit lalu dilihatnya juga sudah terhapus. Mungkin hanya itu satu-satunya sikap sungkan yang bisa dia lihat dari teman-temannya. Meskipun, Aram ragu jika sekarang tetap menyebut mereka sebagai temannya.

Tak ingin melankolis, Aram melanjutkan melihat postingan lain. Kali ini postingan video dari salah satu ‘teman kerja’ yang, usianya lebih muda tapi jabatannya lebih tinggi, sedang melakukan pesta penyambutan karyawan baru di kantornya. Aram kembali tertawa miris.

Sepertinya, bukan hanya membuat kesal ibunya karena jomlo sampai usia tiga puluh, Aram ternyata juga punya kemampuan tidak terlihat di lingkaran kehidupannya yang sekarang.

Jengah. Aram akhirnya mematikan handphone, namun, pantulan layarnya justru memperlihatkan wajah tak terawat Aram. Kacamata usang menyembunyikan warna matanya, sementara rambut Aram yang dikuncir asal itu mencuat, tak pernah punya model selain segi empat sebahu.

Aram memperhatikan kulitnya yang semula kuning langsat kini mengusam, baju kerjanyapun sudah tiga tahun tak pernah berganti mode baru. Aram menengadahkan wajahnya, dan tertawa. Tawa keras setengah frustasi.

“HA-HA. Takdir goblok!!!

Aram melemparkan makian ke udara kosong. Jalan tengah malam yang sepi membuatnya bisa berteriak sepuasnya. Lagipula, tidak ada yang peduli pada perempuan usia tiga puluhan. Apalagi dengan tubuh tak terawat dan uang pas-pasan dari pekerjaan yang menguras tenaga di akhir pekan.

Semua kesadaran-kesadaran itu seakan memperjelas nasibnya. Di dunia ini, Aram tak lebih hanyalah pemeran pendukung yang melihat cerita-cerita bahagia milik orang lain. Dan, Aram benci peran itu. Karena jika dia tiba-tiba menghilang dari dunia hari ini, tidak akan ada yang tahu.

Aram memejamkan mata, dia tak ingin pulang dan menerima takdirnya sebagai pemeran pendukung. Aram justru berpikir akan lebih baik dia jadi sosok antagonis yang membuat semua orang menderita. Kerena meskipun tak punya akhir bahagia, kepergiannya akan tetap jadi kebahagiaan bagi orang banyak.

Lalu, seperti menerima panggilan putus asa. Takdir itu datang.

'TIINN!!TIIIN!!TIINN!!'

Suara klakson memecah sunyi malam. Aram dengan refleks menoleh ke arah sumber suara dan melihat sebuah truk melaju cepat tak terkendali tepat ke arah dia duduk. Tak ada waktu untuk berlari. Mungkin, dari hati terdalam, Aram juga enggan untuk menghindar.

“Haha,” Aram justru kembali tertawa sambil melebarkan tangan. “Takdir benar-benar membenci diriku. Selamat datang kematian!!”

‘BRAK!!’ Suara tabrakan memecah pendengaran. Pandangan Aram menggelap.

!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

note:

Selamat bergabung di genre Western Fantasy!! Mulai ep depan sudah mulai masuk cerita di kerajaan isekai (dunia lain).

~Happy Reading~

1
Ayu Sari Murni
q kira mau balik ke dunia moderen thor
Ayu Sari Murni
ampun dah lana🤭
Ni Ketut Patmiari
nasib nya kok gitu banget ya? n dia ga bs ngelakuin apa2 buat keluar dr situasi itu
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
kuma kuma,🐻🐻
kenapa ngga mau membela diri sendri sich, mau nya tindas mulu
Fuji Fuji
upppppppp
Andriyati
apa ara bukan anak kandung mereka ya,, kenapa orang tua nya kejam sekali,,
Enung Yani
Menarik ,endingnya memuaskan ,suka bgt dari awal sampai selesai sangat bagus sesuai harapan
esok: aahhh makasih sudah membacaa 🤩😆
total 1 replies
Awin Windari
tiery nasibnya gimana? gimana kelajutan lembaga ciara? ciara jahat apa nggk sih? masih banyak masalah yg ga terselesaikan ni
esok: Krn Valentina berkhianat, raja yg cinta ama dia jadi sakit dan Thierry dapet dukungan penuh buat naik takhta. Chiara ga jahat, tapi naif dan cerita di lembaga kurasa udh clear, krn cuma dijadiin tempat buat nyebarin berita buruk tntg Thierry yg digagalin sm Ara. Dari awal tujuan Valentina bikin isu aneh2 jg buat nargetin Ara krn dia benci sm Ara yg terlalu sempurna 😅
total 1 replies
heng ky
congratulation thor... semoga terus untuk berkarya... suka ceritanya gk bertele2 walaupun masih penasaran sikap thiery ke ara
esok: Ahhh terima kasih sudah mengikuti sampai akhir🤗🤧😘

Dibagian akhir ada Thierry yg senyum liat interaksi Yorka dan Ara. Itu aku buat sebagai closure buat Thierry yg udh merelakan Ara sm orang lain. Dan Ara yg seneng kalo sikap Thierry berubah krn Chiara. Awalnya mau aku bikin ada percakapan terakhir mereka berdua, tapi kurasa lebih cocok yg ini hehe
total 1 replies
heng ky
lanjut.... kenapa motong ceritanya pas bagian yg bikin penasaran.... sukses selalu thor
heng ky
lanjut gk sabar nunggu kelanjutannya thor....
Mymrttt
ga sabar liat endingnya
Desi Forever
kerennn, setia kawan
Mymrttt
mana lanjutannya thor
Desi Forever
ada apa??
Susanty Lovers
pangeran mahkota bodoh gk layak jadi bahan rebutan. suka berat sebelah
heng ky
ok
heng ky
berharap arabella tidak kembali kepada thiery
Irmha febyollah
cantik chaira nya kk.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!