NovelToon NovelToon
Love Seduction

Love Seduction

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Mafia / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:4.9M
Nilai: 5
Nama Author: DIANAZ

Love Seduction Season 2

Allison Adair memutuskan ia akan mengakhiri ketakutan dan tekanan yang diterimanya dari Carloz, ayah tiri yang hanya bisa bersikap kasar dan mengerikan pada dirinya dan adiknya. Hanya berbekal sedikit uang dan sebuah cincin, ia pergi meninggalkan rumah peninggalan ayah kandungnya, bertekad menghidupi diri sendiri dan seorang adik laki-laki yang ia bawa serta. Takdir membawanya ke pelukan seorang pria, Lucius Sanchez yang tengah tersesat, seorang pria yang juga punya kengerian dan luka di masa lalu ....


Love Seduction Season 1

Kenangan masa lalu yang berusaha dihapus oleh Regina akhirnya kembali.Keraguan muncul antara menghadapinya dengan berani atau kembali melarikan diri dan menghilang.
Namun keputusan tidak lagi berada ditangannya. Seorang Mike tidak membiarkan ia kembali lari, Tapi mendorongnya ke arah seorang pria yang merupakan ketakutan terbesar dalam hidupnya...kakaknya, Lucius Sanchez!

Follow FB Dianaz & ig dianaz3348. Thanks.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DIANAZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PROLOG

Rintihan tangis dari gadis kecil itu kembali terdengar. Guncangan pelan pada lengan ibunya yang tengah terbaring tanpa alas di lantai penjara tidak membuat wanita itu terbangun.

"Mom ... I'm hungry." Kembali ia mengguncang lengan sang ibu.

"I'm hungry ... please ...."

Suara tangis lemah itu akhirnya memasuki relung telinga sang ibu. Bersusah payah ia mencoba mengumpulkan sisa-sisa kekuatannya. Bergerak menggeser tubuh, mencoba bangun lalu bersandar di dinding penjara.

"Honey ... here ...." Sang ibu merentangkan kedua lengan, memeluk putri kecilnya yang tidak mau berhenti menangis. Namun tindakan itu seolah menguras tenaganya. Kembali ia memejamkan mata, tanpa daya terkulai, menyerah memasuki alam ketidaksadaran.

Entah berapa lama gadis kecil itu terus menangis. Sampai yang keluar dari bibir mungilnya hanyalah rintihan lemah.

"Mommy ... wake up ... please ...." Lalu seolah sudah kehabisan tenaga, ia memeluk tubuh ibunya yang dingin, menyandarkan kepala di dada sang ibu dan memejamkan mata.

*****

Suara langkah kaki yang mulai menuruni undakan tangga membuat gadis kecil itu terbangun. Kembali ia menangis, ketakutan dan kepanikan menyerbunya. Mimpi buruk mengerikan kembali mendatangi, dengan panik ia mengguncang lengan sang ibu.

"Mommy ... bangunlah." Lebih kuat ia mengguncang tubuh sang ibu yang belum juga terbangun.

"Mom ... ada seseorang."

Gadis kecil itu membelalak ke luar jeruji penjara, melihat mimpi buruk yang telah sampai di depan jeruji. Namun mata hitamnya bertatapan dengan mata hitam lain dari seorang anak laki-laki yang memandangi mereka dengan terkejut. Menyelidik setiap inchi tubuh mereka, memastikan yang ia lihat adalah manusia.

Mendengar ada orang lain, sang ibu terbangun tiba-tiba, segera ia menarik gadis kecilnya ke dalam pelukan. Ia menatap nanar ke arah luar jeruji. Melewati sosok anak lelaki yang berada di sana, seolah mencari sosok mengerikan yang mendatangi mereka.

"Kau siapa?" gadis kecil itu yang akhirnya bersuara.

"Ak ... ak ... aku Lucius."

Terbata Lucius menjawab. Terkejut melihat keadaan wajah wanita itu yang penuh lebam. Sekujur tubuhnya pun penuh lebam membiru dan gadis kecil itu ... sangat kurus dan menyedihkan, entah berapa lama ia tidak diberi makan.

"Lucius ...." Wanita itu mengulang namanya, lalu melepaskan pelukan pada gadis kecilnya untuk kemudian merangkak mendekati Lucius di depan jeruji penjara.

"Kau Lucius ... putra Sanchez?"

Lucius mengangguk ketika wanita itu menyebut nama ayahnya. Lalu bibir lebam itu mencoba tersenyum. Lucius mengernyit ... membayangkan rasa sakit yang pasti dirasakan wanita itu ketika memaksakan bibirnya untuk tersenyum.

"Lucius ... bocah tampan ... maukah kau membantuku, Sayang?"

Lucius menatap mata penuh permohonan itu ... diam menunggu.

"Kau lihat gadis kecil itu?" Wanita itu menunjuk ke arah dalam penjara.

Lucius mengangguk.

"Dia putriku ... dia sangat lapar ... juga haus. Maukah kau membantu kami? Maukah kau diam-diam membawakan kami air dan makanan?"

Lama mereka berpandangan. Rasa iba menyergap hati kecil Lucius. Melihat penderitaan dan rasa tak berdaya di wajah wanita itu.

"Apakah Mom yang menyekapmu di sini?"

Pertanyaan yang Lucius tahu jawabannya. Namun tetap saja ia menanyakannya.

"Benar. Aku tahu kau putranya. Tapi tolonglah putriku ... ia sangat lapar ... aku mohon." Sang ibu mencoba peruntungannya. Entah pilihan apa yang akan dibuat oleh anak lelaki itu. Melaporkan perbuatannya pada sang nyonya besar atau memilih membantu mereka.

"Tolonglah kami, Nak." Kata -kata putus asa itu menyentak hati Lucius. Dengan yakin ia mendekat, memegang jeruji penjara, mendekati wanita itu.

"Apa yang telah kau lakukan sehingga kau dan putrimu berakhir di sini?"

Wanita itu tercenung ... memandang anak kelaki yang sepertinya dipaksa untuk segera menjadi dewasa. Entah apa yang dilakukan oleh nyonya mengerikan itu pada putranya. Kembali wanita itu tersenyum.

"Sebuah kesalahan yang kulakukan, juga ayahmu, dan diketahui oleh ibumu, Nak. Kurasa kau tahu ibumu tak menoleransi pengkhianatan."

Lucius diam ... pikirannya tahu apa yang dimaksud oleh wanita itu setelah melihat gadis kecil yang masih membelalak melihatnya. Akan terlihat seperti itulah dirinya bila dibuat dalam versi perempuan, pikir Lucius.

"Tapi dia bukan kesalahan ... dia anak yang baik dan manis. Semua yang terjadi bukanlah kesalahannya. Kurasa kau sudah lebih besar dan bisa berpikir bahwa apa yang aku katakan benar bukan, Lucius?"

Wanita itu menunjuk ke arah putrinya. Kembali memohon lewat matanya pada Lucius.

"Baiklah ... tunggu ... aku akan membawakan permintaanmu. "

Wanita itu menarik napas lega dan memegang tangan Lucius yang melingkari jeruji.

"Kuharap kau berhati-hati ... ibumu tidak akan senang jika mengetahuinya dan entah apa hukuman yang akan kau terima bila kau ketahuan."

Wanita itu seolah tahu, ibunya tidak menoleransi kesalahan dan pengkhianatan. Lucius menelan ludah, sekali lagi memandang ke dalam penjara, ke mata hitam milik gadis kecil yang juga memandanginya dengan heran, lalu ia berbalik pergi, melangkah tanpa suara meninggalkan penjara bawah tanah yang pengap itu.

**********

From Author,

Sangat dianjurkan untuk membaca novel Passion of my enemy dulu ya Readers, karena tokoh dan ceritanya ada hubungan dengan novel tersebut.

Happy Reading ya😍😍😘😘😘

Salam, DIANAZ

1
Trituwani
emhh dateng dulu ke ortunya kali lance ahh... buru"pengen jd vicking jg ya 😄
Trituwani
babang rico belum nemuin pawangnya
Trituwani
😂😂😂
Trituwani
iya nih rico rumah ally ad penyusup, penyusup tampan 😄
Trituwani
menang banyak nih lucius 😂
Trituwani
😂😂mau jawaban jujur apa nggak nih mr costra 😄
Trituwani
udah ketebak blm lance
Trituwani
😂😂luciusss tau aj
Trituwani
cinta cecil buat lance luc
Trituwani
bahagianya 😘
Trituwani
padahal mike udah ambil ancang"buat lariin reggie 😂
Trituwani
sayang lucius banyak banyak
Trituwani
😢😢
Trituwani
😂
Trituwani
udah sering baca ka aq bolak balik jg.. tp nemunya pas udah selesei ini...tp klo kangen ttp balek ksini lg apa lg ad mike n lucius n semuanya bagus ka ceritanya
Trituwani
mike instingnya tajem 😎
Trituwani
😔😔
Trituwani
masih ngeri klo baca bab ini bikin mewek jg krna lucius
Trituwani
baca lg ka naz derrek amy mike reggie yg lain menyusul
Eylna Fadli
Amazing nihh huffft
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!