NovelToon NovelToon
Hidup Kembali

Hidup Kembali

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Balas Dendam / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:713.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: cahaya_bintang

Adelia adalah gadis yang pekerja keras, ia merantau di kota besar agar bisa memenuhi kebutuhan ayah dan kakanya yang berada di rumah. Semua ia berikan agar bisa membahagiakan kedua orang yang sangat ia sayangi namun penghianatan kakak Adelia dan Riki membuat dirinya dibunuh dan meninggal.

Tuhan masih berbaik hati memberikannya kesempatan kedua untuk hidup, namun masalahnya ia berada di tubuh orang lain. ia bertekad untuk membalas dendam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cahaya_bintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hariku

prraank

Itu adalah suara cangkir kopi kedua yang dipecahkan oleh Pak Arya Wijaya selaku Direktur di Wijaya Grup, hampir setiap hari Pak Direktur marah-marah kepada sekertarisnya Adelia hanya karena sebuah kopi yang tidak sesuai dengan seleranya.

"Yang ini terlalu manis, saya gak ngerti sama kamu tadi terlalu pahit sekarang terlalu manis kamu mau buat saya kena diabetes hah buat kopi aja gak becus". bentaknya

" maaf pak akan saya buat yang baru sesuai selera bapak". sambil memunguti pecahan gelas.

Adelia bergegas membuat kopi yang baru dengan takaran gula yang dirasa cukup. Padahal ia selalu mengingat takaran gula yang diberikan ke kopi bosnya itu tapi entah mengapa pak direktus selalu merasa kalau rasa kopinya berbeda "mungkin pak bos lagi PMS" gumamnya dalam hati sambil menyeduh kopi.

Padahal membuat kopi adalah pekerjaan bagi OB dikantor tapi entah mengapa bosnya hanya mau meminum kopi buatannya dan melarang orang lain termasuk OB untuk membuatkannya kopi yang kadang ia harus menerima amarah karena rasa yang tak sesuai.

Andaikan mencari pekerjaan mudah dan masalah ekonomi tidak menjadi prioritasnya apalagi hutanya dikantor sudah tak terhitung jumlahnya karena setiap bulan ia harus menyetorkan gajinya untuk sang kakak agar ayahnya bisa cuci dara tiap bulannya di kota lain.

Ia memang merantau mengadu nasib di kota yang berbeda dengan kampung halamannya berharap kondisinya bisa lebih baik, bahkan hampir satu tahun ia sudah tidak pernah pulang karena bekerja terlalu keras dan juga kakaknya menyuruhnya agar tidak perlu pulang dan mengumpulkan uang yang banyak saja, padahal ia sudah sangat rindu dengan rumah, kakak dan ayahnya.

Tapi ia harus kuat karena ia nyakin suatu hati ia akan bernasib baik dan menjalani hidupnya yang bahagia dengan kekasihnya. Bahkan kekasihnya sudah sudah membeli rumah untuk mereka berdua kelak walaupun masih mencicil, tapi Adelia yang mendengarnya sangat senang. Setelah ia selesai menyeduh kopi untuk bosnya segera ia antarkan namun ia berdoa dulu semoga kopi yang ia buat sesuai selera dan gelasnya tidak dibanting lagi.

Bergetar semua bulu kuduk Adelia tatkala Pak Arya mencicipi kopi yang ia buat, berharap jika ia tak melakukan kesalahan, dan setelah pak Arya meneguk kopi itu.

"oke kamu bisa melanjutkan kerja kamu". sambil menaruh cangkir di atas meja.

Rasa lega menjalar keseluruh tubuh Adelia tak lupa ia memgucapkan syukur karena gelasnya tidak dibanting lagi. Senyum terbir di bibir Adelia tak kala kopinya sesuai dengan selera direktur padahal komposisi kopi yang ia seduh sama dengan kopi yang ia sajikan pertama " pak bos memang ajaib" gumamnya.

"kamu sudah menyelesaikan laporan yang saya minta kerjakan kemarin ?" tanyanya.

Baru beberapa langkah Adelia bergerak hendak meninggalkan ruangan namun suara sang direktur sudah terdengar lagi membuat Adelia berbalik dan menjawab pertanyaan.

"Belum selesai pak bukannya Bapak mintanya lusa ya". jawabnya

" saya maunya hari ini selesai kalau perlu kamu lembur gak usah pulang sekalian kalau belum selesai, sekarang cepat kerjakan". Bentaknya

" I iya pak saya kerjakan secepatnya". jawabnya yang langsung pergi meninggalkan ruangan itu. Ia duduk di mejanya yang memang terletak di depan ruangan direktur mempermudah jika sibos menyuruh untuk melakukan pekerjaan. Adelia sudah bekerja disana selama tiga tahun, perasaan jenuh sudah menggelayuti andaikan ia bisa memilih hidup pasti ia ingin menjadi orang kaya tanpa perlu susah payah bekerja siang malam ataupun menghemat uang makan.

Gajinya setiap bulan harus ia setorkan untuk sang kakak belum lagi gajinya yang dipotong untuk melunasi hutangnya dan sisanya barulah ia gunakan untuk membayar uang sewa rumah dah kebutuhan sehari-hari.

Ia bekerja dengan giat sampai tak terasa jam istirahat sudah tiba, namun saat dilihat hanya tinggal sisa beberapa uang didompetnya ia mengurungkan niatnya untuk ke kantin bahkan ajakan dari temannya untuk kekantin bersama ia tolak. Dering telfon dari mejanya membuyarkan konsentrasinya dan saat di angkat ternyata pak arya menyuruhnya membeli sate kambing yang ada dikantin.

Segera ia membelikan sate untuk pak Arya. Sate yang sedang dibakar tercium aromanya dan tanpa sadar mebuat cacing yang ada di perut Adelia berbunyi. Ingin sekali ia menyantap sate tersebut pasti bagitu enak fikirnya. Aselia sudah ada di depan pintu ruang direktur dan saat masuk terlihat direktur sedang sibuk dengan tumpukan file yang menggunung.

"permisi pak ini sate pesanan bapak". katanya saat menaru sate di meja sofa karena meja kerjanya penuh dengan berkas.

"Em ya kamu sudah makan ? kalau belum bungkus sate yang satunya lagi untuk kamu tapi makan disini temani saya". ucapnya tanpa melihat Adelia dan masih sibuk mengetik.

" Be belum pak tapi saya makan dikantin saja".

"Ini perintah dan kamu jangan membantah". ucapnya saat melihat Adelia

" I iya pak saya akan menyipkan piring". jawabnya.

Sebenarnya ini adalah perintah yang menyenangkan dapat makan sete gratis tapi mengingat jika makannya dengan bos killer pasti akan membuatnya tidak nyaman saat makan bahkan makanan yang dikunyah tidak akan tertelan dengan mudah.

Setelah menyiapkan piring mereka berdua makan, dan Adelia terlihat lahap sekali menyantap makanannya an tanpa disadari bibir pak Arya sedikit melengkung membentuk senyuman. Selesai makan mereka kembali bekerja, dan Adelia mengerjakan laporannya hingga larut bahkan tanpa ia sadari seluruh kantor sudah pada pulang.

"permisi pak ini laporan yang anda minta saya kerjakan".

" Ya taruh disana saja, ini sudah larut kamu pulang naik apa ?". tanyanya saat melihat laporan yang Adelia kerjakan.

"Saya pulang naik bus pak". ucapnya

" Bus jam segini jarang lewat, ikut saya saja saya antar kamu".

"Gak papa Pak saya naik bus sa_"

"ini perintah lagian jam segini banyak preman berkliaran kamu mau kenapa napa ?! bereskan barang kamu dan tunggu saya dilobi". ucapnya dengan nada tegas.

" baik pak, saya permisi dulu".

Adelia segera membereskan baranya dan segera ke lobi menunggu pak Arya. Tidak sampai menunggu lama pak Arya sudah ada didepannya dan segera ia masuk mobil dan mobil melaju dengan kecepatan sedang. Mereka berdua diam hanya sesekali pak Arya menanyakan jalan arah rumah Adelia.

Sesampainya Adelia dirumah ia sangat lelah dan juga lapar, segera setelah ia mandi membuka bungkus mie instan untuk dimasaknya karena hanya itu yang mampu ia makan karena tidak ada yang lain.

Kring Ring

Baru saja Adelia ingin menyupkan mie kemulutnya namun bunyi telfon sudah mendahului dan saat diangkat ternyata kakanya.

"Hallo Kak ada ap_"

"Halo del Ayah masuk rumah sakit".

" APA ?!"

1
Atoen Bumz Bums
knpa gak dihotel
Atoen Bumz Bums
alena atau aneta thor
aldikn gak tau
Atoen Bumz Bums
pecat aja Riki biawak itu
Atoen Bumz Bums
manfaat kn kesempatan adel
Atoen Bumz Bums
nasib baik untuk Adelia
transmigrasi ke tubuh anak orang kaya men punya orang tua baik walaupun sibuk sama kerjaan jadi nggak perlu susah cari duit lagi
Atoen Bumz Bums
udah nggak ketulungan bege-nya
Atoen Bumz Bums
kenapa nggak pernah ngomong sama bapak nya
Atoen Bumz Bums
gara2 kakak taik
assalamualaikum semua maaf sebelumnya kak, aku izin pamit, mau cari novel lain saja, cerita mu sebenarnya sangat bagus tetapi terlalu vulgar, dan terlalu salah jika dibaca, maaf ya kak bukan menjelekkan tetapi di bab bab awal memang tidak baik, saya lebih suka dengan cerita yang mc nya berkelas dan tidak rendahan, bukan menghina tetapi tolong jika buat cerita dewasa jangan terlalu vulgar apa lagi sampai menjual diri, MC nya saja seperti itu apalagi alurnya
Atoen Bumz Bums: tinggal skip,
total 1 replies
hallo assalamualaikum semua maaf sebelumnya kak, tolong ya kak kalau buat cerita dikoreksi dengan baik, cerita mu di bab bab awal terlalu salah kak, bukan menjelekkan tetapi takutnya ada pembacamu yang masih dibawah umur
hah tor tor, kalo buat cerita jangan terlalu keterlaluan, kau sendiri pun juga enggak tahu pembaca karya mu itu ada yang di bawah umur atau tidak, aku bukan bermaksud menjelekkan tetapi secara tidak langsung kamu juga sudah melakukan hal hal yang tidak baik dengan membuat cerita seperti ini, cerita yang kau buat sebenarnya sangat bagus, tapi dikira kira juga kalau mau berkarya, yang ku takutkan itu satu kak, yaitu jika ada pembaca yang masih dibawah umur, tolong jika membuat cerita diperhatikan dulu ya kak, terimakasih
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
SantosaDebora
bego bgt sih, masa segtu gampangny ngasih uang byk gk curiga & gk ngecek dl
Nanik Lestari
Oon
ARA
Jadi ingat film Conjuring😱
ARA
Penasaran 😱😱😱
ARA
Arya lagi sama wulan?? 😜😁😁#typo
ARA
😁😁😁😁😁
ARA
Saking pengen ngerasain shoping sampai ke mall pagi2 barengan jam karyawan Absen😁😁😁
ARA
Semangat Adelia.. Bantai para penghianat cinta😊😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!