NovelToon NovelToon
Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu

Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:299.9k
Nilai: 5
Nama Author: Qurrotaayun

Bertemunya kembali sepasang kekasih yang terpisah selama sepuluh tahun dan kini menjadi atasannya dikantor, setelah terjadi kesalahfahaman kini Fikri tau, penyebab sebenarnya kekasihnya pergi karena hasutan dari Mamanya. setelah bertemu kembali Fikri yang lebih percaya dengan Mamanya kembali kehilangan kekasihnya untuk kedua kalinya. dan kali ini mereka bertemu kembali namun kekasihnya telah memiliki anak berusia dua tahun.
Fikri dikejutkan dengan kenyataan kekasihnya selama ini tidak pernah menikah.
Lantas siapa ayahnya? mungkinkah anak Fikri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qurrotaayun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HARI PERTAMA KERJA

Pagi yang cerah, Rara yang saat ini masih berada di atas tempat tidur, membuka matanya melihat jam di meja kecil samping tempat tidurnya.

"Masih pagi" gumam Rara kembali menarik selimut dan tidur lagi.

Rara yang terkejut mengingat ini hari pertama nya masuk kerja

"Pagi.....oh tidak aku bisa terlambat" teriak Rara segera melemparkan selimut nya dan turun dari tempat tidur nya.

Rara berlari ke kamar mandi, segera mandi dan memilih pakain kerja terbaik nya, duduk di depan meja rias nya, mengaplikasikan make up di wajah nya yang membuat nya tambah cantik dan mempesona.

"Ma...pa...Rara berangkat dulu"

"Gak sarapan Ra...." ucap Bu Indah Mama nya Rara

"Gak sempat Ma, takut terlambat" ucap Rara mencium tangan Pak Dody dan Bu Indah

"Assalamualaikum" Pamit Rara sambil lari kecil membawa sepatu dan tas nya ke mobil

"Walikumsalam" Pak Dody dan Bu Indah yang kompak menjawab salam dan menggelengkan kepala melihat putri nya yang masih saja belum berubah

Rara yang baru saja pulang dari luar negeri, dan memutuskan untuk kembali ke indonesia karena hampir setiap hari Bu Indah memaksanya untuk pulang.

sebenarnya Rara berencana untuk tidak pulang ke indonesia karena takut bertemu dengan orang yang pernah ada dalam perjalanan cintanya.

***

Sampai di lantai bawah sebuah perusahanan dengan gedung yang menjulang tinggi.

Rara melirik jam yang ada di tangan nya

"Huh...Alhamdulillah belum terlambat" gumam Rara

Rara masuk ke perusahaan menuju ruan HRD bertemu dengan bu indri kepala HRD di sana dan menunjukan ruangan Rara.

"Siang Bu..." para karyawan memberi salam pada Bu Indri setiap berpapasan dan Rara berjalan di belakang Bu Indri

Sesampainya di lantai lima Bu Indri memperkenalkan pasa rekan - rekan kerjanya

*Perhatian sebentar, Ibu perkenalkan kalian dengan Kepala Devisi yang baru Bu Nara putri laksono namanya. Mulai sekarang Bu Nara akan menjadi kepala Devisi di sini" ucap Bu Indri

"Selamat pagi Bu Nara" ucap seluruh anggota staff

"Selamat pagi" jawab bu Nara sedikit membungkukan badannya.

Setelah berkenalan dengan staff di sana Rara menuju ruangannya , setelah membuka pintu Rara masuk dan melihat sekeliling ruanganya.

Ruangan yang cukup luas tertata denan rapi dan wangi. Rara mendudukan tubuh nya di kursi menghela nafas

"Hufff....hari pertama kerja langsung di suguhkan dengan pekerjaan sebanyak ini" gumam rara melihat map - map yang sudah tersusun rapi di meja kerja nya.

Dret...dret...

Suara pnggilan masuk dari bu Indah

"Assalamualaikum...Ra"

"Walaikumsalam Ma..."

"Udah makan belum?? "

"Gak sempat Ma, pekerjaan Rara banyak banget"

"Ini jam istirahat kan?? sempatkan makan dulu Ra, nanti sakit lho" gerutu bu indah

"Iya Ma..udah dulu ya Rara sibuk banget"

Rara menutup panggilan telphon nya dan kembali di sibukan dengan dokumen - dokumen yang harus segera dimintakan tanda tangan Presdir nya.

***

Tok...tok....

"Masuk"

Klek

Suara pintu di buka

Rara berjalan menuju meja presdir dan presdir yang masih tertunduk melihat dokumen - dokumen di meja nya.

"Maaf pak ini ada beberapa dokumen yang harus bapak tanda tangani" ucap Rara

Presdir yang merasa tidak asing dengan suara Rara terdiam sejenak dan mengalihkan pandangan nya menatap karyawannya itu.

"Rara....." ucap Fikri lirih

seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

"Fikri...." ucap Rara terkejut

Tapi kemudian tersadar kalau dirinya sedang bicara dengan Presdir.

"Emm...maaf pak ini ada beberapa dokumen yang harus segera bapak tanda tangani" Rara menyodorkan dokumen yang di bawanya ke Fikri.

Fikri menerimanya dan Rara segera bergegas keluar. dada ny serasa sesak bergemuruh entah apa yang dia rasakan.

"Rara...tunggu!" suara Fikri menghentikan langkah Rara.

"Iya gimana pak?" Rara kembali

"Apa tidak ada yang ingin kamu katakan padaku Ra??

"Maaf semua sudah saya sampaikan, bapak tinggal tanda tangan nanti jika ada yang tidak sesuai, bapak bisa menghubungi saya sebagai kepala devisi. sekarang saya yang bertanggung jawab dengan proyek ini."

"Bukan itu maksud saya, saya tidak membahas masalah pekerjaan." suara Fikri meninggi

"Jika masalah pekerjaan sudah saya permisi pak" ucap Rara sedikit membungkukkan badannya.

Rara berjalan menuju ruangan nya penuh dengan perasaan campur aduk

"Apa yang harus saya lakukan?kenapa saya harus bertemu dengan nya lagi? dan kenapa dia harus jadi atasanku?" batin Rara

Tanpa Rara sadari matanya meneteskan air mata.

Sesampai ruangan Rara menyandarkan kepala di kursi

"Apa sebaiknya saya risegn saja? tapi tidak mungkin. saya sudah menandatangani kontrak perjanjian tiga tahun." gumam Rara

"Kalau saya bayar finalty pemutusan kontrak kerja, habis tabunganku selama ini, tapi bertahan kerja di sini, apa saya sanggup" gumam Rara lagi

"Hufff...." Rara menarik nafas dalam, tidak tau harus bagaimana mengambil keputusan untuk dirinya saat ini.

Kenangan masa lalu antara dirinya dan boss nya itu kini kembali muncul.

***

"Apa maksudnya setelah sepuluh tahun menghilang, sekarang dia muncul di hadapanku, bekerja di perusahaanku tanpa merasa berslah sama sekali" gumam Fikri menggedorkan meja nya

"Maaf pak apa ada masalah" Dika sekertaris Pak Fikri masuk mendengar boss nya menggedor meja nya

"Tolong Bu Indri suruh kemari" perintah Fikri

"Baik Pak" Dika sedikit membungkuk dan pergi meninggalkan ruangan presdir

***

Tok...tok...

suara Bu Indri mengetuk pintu

"Masuk...."

"Bapak memanggil saya?" tanya Bu Indri

"Tolong bawakan saya semua dokumen dan informasi yang terkait dengan karyawan kita yang baru"

"Maksud Bapak?? Kepala Devisi yang baru??? " Bu Indri ragu

"Iya "

"Baik pak, segera saya siapkan"

Bu Indri mengangguk dan berpamitan. ada rasa heran biasanya atasan nya ini tidak pernah tertarik dengan data karyawan nya.

tapi karena perintah pimpinan Bu Indri juga tidak berani bertanya alasan nya. semua karyawan di perusahaan ini tidak ada yang berani bertanya sama presdir, semua hanya siap laksanakan.

Fikri adalah presdir yang terkenal dingin ,cuek dan selalu berwajah datar bahkan tidak prrnah tersenyum dengan karyawannya.

Tapi semua karyawan di sini sangat mengagumi Pak Fikri karena di usianya yang baru 31 tahun tapi berhasil mendirikan perusahaan furniture yang cabang nya ada di mana - mana. bahkan sampai luar negeri.

Tok...tok....

"Masuk.."

"Ini berkas - berkas yang bapak minta tadi"

Fikri mengambil berkasnya dan Bu Indri meninggalkan ruangan.

Di buka nya berkas - berkas Rara karena Fikri sangat penasaran kemana selama ini dia pergi

"London..." ucap Fikri lirih

"Jadi selama ini kamu di London...pantas aku mencari - cari kamu tidak ketemu, apa yang ada di pikiranmu hingga kamu harus pergi sejauh ini tanpa merasa bersalah meninggalkan aku.

Fikri mengambil telphone kantornya dan menyambungkan ke ruangan kepala direksi.

"Iya ada yang bisa saya bantu pak??" jawab Rara mengangkat telphone

"Masuk ke ruangan saya...."

1
Rosida Rosidah
suka alur ceritanya ♥️♥️
semangat buat penulis! 💪💪💪
Lina aja
rupa" nya ibu Fikri otak dari perpisahan mereka
Lina aja
hadeuh Thor cerita nya ko loncat"y....bagus sih alurnya cuma jangan loncat"
Tri Gonometri
baik
Jade Meamoure
cinta oh cinta...untung aja happy end
Ibunya Hafsah
jangan berharap re,,lupakan apa berharap ya ?
Ibunya Hafsah
masih cinta dan selalu cinta biarin aja ,,Tuhan lho yang menghendaki perasaan manusia. bikin emosi ajja deh. sabar rere
IVO TAN
yach cinta tanpa restu,sakit rasanya,di sisi lain ada wanita yg sangat di cintai dan di sisi lain ada wanita yg harus di hormati di sepanjang hayat,nyesek ya athor
Qurrotaayun: iya kak, cinta tak di restui memang sakit
total 1 replies
Hedryani Jafar
Permian lbih baik dicintai dri pda mencintai.
Inyhhlstryyy
Pengantin wanita🙄
Karwati
harusnya rara bisa move on dari fikri udah gak abg lagi
Lili Adelia
Rara tuh gk jaga hatii suamix ,heran yah
Lili Adelia
Rara keras kepala yah,mash nungguin Fikri
Lili Adelia
Rara yg goblok mash aja nungguin Fikri yg gk bsa ngomonh klw udah ada ibunx
Lili Adelia
Rara bodoh ,mash aja mengharap
Qurrotaayun
ijin promo novel terbaru dengan judul "Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah"
Puspita Sari
masih penasaran Thor
Senjaaa___
duh udah tamat aja blom malam ke 2 thoor...
hasan bahtiar Bunda
wah udh tamat ,mksih thor karyanya👍🙏💪😄
hasan bahtiar Bunda
allhmdllh mga bhagia fikri and rara.🙏👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!