Cepot Dawala:Memburu Dukun Hitam
Di malam berkabut tebal di lereng Leuweung Larangan, Dawala dan Si Cepot berjalan pulang menuju Kampung Pasir Batang. Suasana terasa mencekam: kampung tampak sunyi gelap tanpa tanda kehidupan. Saat melewati pohon beringin kembar di gerbang, mereka dikejutkan oleh penampakan mengerikan—sesosok kepala wanita tanpa tubuh, penganut ilmu Teluh yang sedang mencari tumbal—disertai tawa melengking dan bau busuk. Ketakutan melanda keduanya, memaksa mereka lari sekuat tenaga dan menggedor pintu bambu rumah terdekat demi keselamatan, sementara makhluk itu terus mendekat.
Legenda Mutiara Naga Kosmik
Dianggap sebagai sampah karena meridiannya yang hancur, Ling Tian hidup dalam penghinaan dan keputusasaan. Namun, takdirnya yang kelam berubah selamanya saat ia secara tak sengaja membangkitkan Mutiara Naga Kosmik, sebuah artefak ilahi yang menyimpan jiwa Naga Purba dan rahasia ruang-waktu.
Dengan warisan yang menentang langit ini, perjalanan Ling Tian dimulai. Dari seorang pemuda yang dicemooh, ia bangkit untuk membalas dendam, mengguncang sekte, dan menaklukkan kerajaan. Perjalanannya membawanya melintasi dunia fana menuju alam abadi, di mana setiap langkah adalah pertaruhan antara hidup dan mati. Ini adalah kisah tentang bagaimana seorang sampah bisa naik menjadi penguasa kosmos, mengungkap konspirasi universal, dan memegang takdir jutaan dunia di tangannya
Jalan Pedang Xiao Chen
Di tengah kehidupan yang penuh hinaan dan kesulitan, Xiao Chen kecil hanya memiliki satu mimpi—menjadi pendekar pedang terhebat di dunia.
Tanpa bakat luar biasa maupun latar belakang kuat, ia menapaki jalan pedang dengan tekad yang tak pernah padam. Bagi Xiao Chen, pedang bukan sekadar senjata, melainkan guru yang mengajarkannya tentang rasa sakit, pengorbanan, dan arti kehidupan.
Namun di dunia tempat kekuatan menentukan segalanya, mampukah seorang anak dari keluarga buruk mengukir namanya hingga mengguncang langit dan bumi?
Segitiga
Hai, aku Kevia Ginary Rennatha, akrab dipanggil Via. Siswi SMP yang sedang duduk di bangku kelas sembilan. Aku adalah siswi pindahan dari salah satu SMP negeri yang ada di Surabaya, aku pindah ke sala
0
2
Satu Titis Cairan Rembulan
Malam itu, bulan kembali menghiasi langit dengan cahayanya yang memancar lembut, ditemani bintang-bintang yang bertaburan. Di bawah sinarnya yang tenang, seorang mahasiswa baru berjalan perlahan menuj
0
1
A Bland Parfait
Untuk kedua kalinya, aku harus merasakan betapa sakitnya ditinggal sendirian dari sosok yang berperan untuk menjagaku. Aku tidak menjual kesedihan, tapi percayalah di kehidupan yang penuh cobaan aku
0
0
Tanah Terkutuk #4: Akhir dari Kutukan
**(Yang belum baca bagian #1, #2 dan #3, silahkan cek yang profil ku biar tau alur cerita sebelum nya. Karena ini adalah bab penutup dari seri ini)** "Tolong... Bantu aku..." Sesosok wanita merang
0
1