"Ada apa?"
"Ini masalah besar, ada satu tali yang terputus"
Lalu laki-laki tersebut meninggalkan temannya dan menuju suatu tempat yang jauh.
...***...
"Apa yang membuatmu jauh-jauh datang kesini temanku?"
"Kembalikan anakku"
"Maaf, saya tidak bisa melakukan hal tersebut" Dewa kematian merasakan hawa yang sangat berbahaya dari dia, dan memikirkan kata-kata yang baik agar tidak menyakiti perasaan Dewa bencana "Saat ini tubuhnya sudah tidak sanggup menerima serangan tersebut, sehingga jika dikembalikan hanya akan memberi dia rasa sakit yang luar biasa" lanjutnya
"Anakku tidak selemah itu!" Gertak Dewa bencana
Pada saat mereka berdua saling bertatapan, datanglah seorang Dewi yang sangat cantik, rambutnya berwarna kuning keemasan, bajunya berwarna putih, serta membawa sebuah tongkat yang atasnya seperti sebuah mahkota. Dia mendatangi Dewa bencana dan Dewa kematian lalu bertanya kepada mereka berdua sedang melakukan hal apa, karena dia merasakan kalau hawa disekitar Dewa bencana sangat berbahaya.
"Apa yang sedang kalian berdua lakukan? bertukar pendapat atau...?"
"Saya ingin Dewa kematian mengembalikan anak saya yang telah dibunuh oleh salah satu dari 6 mahkluk itu"
Sebelum menjawab perkataan dari Dewa bencana itu, Dewi tersebut tertawa lebih dahulu
"Hahahaha, mengapa kamu meminta hal tersebut kepada Dewa kematian, bukankah dia hanya Dewa kematian, yang hanya bisa mencabut nyawa seseorang?"
Seketika juga amarah Dewa bencana menjadi padam. Entah apa yang dimaksudkan oleh Dewi tersebut, tapi sepertinya dia sangat paham tentang perkataan dari Dewi itu
...***...
"Hosh...hosh... Zuan Li...!!! dimana kamu...?"
"Upss, sudah cukup kejar-kejarannya. Biarkan saya menyelesaikannya dengan cepat"
"Menyingkir dari hadapanku, jika tidak kau akan mati!"
Zuan Yu merasa sangat kesal dengan kehadiran Draken yang menghalangi jalannya, saat ini Zuan Yu Hanya fokus untuk mencari saudaranya. Tapi sepertinya Draken tau apa yang menjadi prioritas Zuan Yu, sehingga dia ingin membuat Zuan Yu kesal. Jika Zuan Yu kesal, maka pasti kekuatannya akan berkurang. Draken bisa berpikiran seperti itu karena dia sudah melakukan trik tersebut ke setiap musuhnya selama ini, dan hasilnya mereka semua bisa dikalahkan dengan mudah.
Zuan Yu yang terpancing emosinya karena perlakuan Draken, dia dengan cepat menyerang Draken menggunakan serangan fisik. Tapi hal itu percuma, karena serangan fisik Zuan Yu sangatlah lemah dan sama sekali tidak bisa digunakan dalam pertarungan. Tapi sepertinya serangan itu bukan hanya serangan fisik biasa, dia meninggalkan racun pelumpuh ditubuh Draken yang terkena serangan tadi. Sehingga dalam beberapa saat Draken tidak bisa berdiri atau bahkan berbicara. Tapi setelah beberapa waktu, setelah Zuan Yu melangkahi tubuh Draken, dia tiba tiba langsung bisa bergerak dan mencengkeram kaki Zuan Yu.
Zuan Yu terkejut melihat hal itu, karena selama ini manusia ataupun iblis yang terkena racun tersebut tidak akan bisa bergerak seumur hidupnya. Tapi anehnya hanya dalam hitungan detik Draken sudah bisa bergerak dan bahkan mencengkeram kakinya dengan kuat.
"Luar biasa, sel dari tuan Zoid sangatlah luar biasa" dengan wajah kagum Draken berdiri lalu menatap Zuan Yu yang saat ini sedang dalam keadaan terkejut
"Kau tau? kekuatan kalian semua itu hanyalah sampah ditempat ini, bagi kami yang sudah menjadi pemimpin pasukan di penjara ini, kekuatan kalian sama sekali tidak berarti. Jikalau pun itu berhasil, efeknya hanyalah sebentar!"
Setelah itu Zuan Yu menenangkan pikirannya dan mengesampingkan Tujuan awalnya untuk mencari Zuan Li. Saat ini dia berpikir lebih baik mengalahkan Draken terlebih dahulu daripada mengkhawatirkan saudaranya, karena dia tau kalau Zuan Li tidak mungkin selemah itu.
...***...
"Aku tidak percaya hal ini bisa terjadi, ini adalah keajaiban" Rasa kagum dan terharu dari Zuan Li yang telah bisa hidup kembali, dia merasa sangat senang dan bersemangat lagi untuk bisa mengalahkan mengalahkan musuhnya saat ini. Tapi itu bukanlah hal yang mudah, karena dia tau bahwa kekuatan mereka yang sesungguhnya belum dikeluarkan.
"apa..?"
Suara dari para mahluk itu terdengar dengan jelas, mereka terkejut melihat orang yang sudah mereka cabik dan mereka makan bisa kembali hidup secara utuh dan bahkan tidak takut dengan kematian yang baru saja dia alami.
"Apa yang terjadi? bukankah dia sudah kita makan tadi?"
Tanya salah satu mahluk tersebut
"Aku juga tidak tau?"
Karena merasa sudah diberikan kesempatan kedua, Zuan Li tidak ingin menyia-nyiakannya, sehingga dia lebih dulu menyerang para mahluk tersebut. Walaupun dia tau kalau serangan seperti itu tidak akan mempan pada mereka, tapi pikiran itu dia buang.
"Kalau pemikiran seperti itu terus menguasai otakku, maka tidak ada kesempatan untuk menang dalam pertarungan ini. Jadi kerahkan seluruh kekuatanmu Zuan Li...!" Dengan semangat yang membara Zuan Li menyerang mereka membabi buta, dia masih tidak bisa melihat ada dimana musuhnya saat ini karena tempat itu masih terlihat sangat gelap. Tapi dia Berusaha menggunakan insting yang ada didalam dirinya untuk merasakan dan membaca pergerakan dari musuhnya.
Dari beberapa serangan yang diberikan oleh Zuan Li, ada 3 pukulan yang berhasil dia berikan.
"Ahh, dari sekian banyak serangan hanya ada 3 yang berhasil. Tapi rasanya tadi aku sepertinya memukul bagian matanya"
Zuan Li mulai agak terbiasa bertarung didalam kegelapan seperti ini, dia bisa merasakan dari mana datangnya serangan selanjutnya dari para mahkluk itu.
"Kalian menyingkirlah, biarkan saya sendiri melawannya"
suara dari mahkluk itu terdengar oleh Zuan Li, sehingga dia bisa menyiapkan dirinya untuk bisa menghindar dan kemudian menyerang balik.
Dan untuk bisa mendengar kembali musuhnya berada dimana, dia memprovokasinya
"Aaaa, Tadi kalian kalian semua menyerang saya? tapi kenapa tidak ada yang kena? Dan sekarang ingin satu lawan satu? Mungkin kalian sudah kelelahan ya"
Tanpa mengatakan apapun salah satu mahkluk itu langsung menyerang Zuan Li menggunakan ekornya yang panjang. Tapi serangan tersebut bisa terbaca oleh Zuan Li dan dengan cepat dia menghindarinya.
"Fiuh, nyaris saja ekor cicak itu mengenaiku" Zuan Li dengan sengaja memancing emosinya
"Kurang ajar!!!"
Mahkluk itu kemudian menyerang Zuan Li sembari berteriak. Dan pada akhirnya dia masuk ke perangkap Zuan Li sehingga dia dengan mudah Diserang balik.
Zuan Li ingin membuat mahkluk itu kesal dan menyerang dia bersamaan dengan amarahnya, jika tidak seperti itu maka akan sukar bagi Zuan Li untuk melawannya.
...***...
"Terima kasih Dewi"
"Tidak masalah, ini balasan yang bisa aku berikan kepadamu karena telah mengusir mahkluk-mahkluk fana itu dari dunia ini. Tapi mengapa engkau tidak langsung memusnahkan mereka saja?"
"Salah satu dari Dewa utama melarangku untuk melakukan hal tersebut, dan saya juga tidak tau apa alasannya"
"Jadi begitu"
Suasana di tempat Dewa bencana saat ini sudah tidak terlalu berbahaya, dan amarah dari dewa bencana semuanya sudah menghilang. Dan saat ini dia sedang berbicara dengan Dewi kehidupan, Dewi yang telah membangkitkan anaknya kembali.
"Anakmu sudah saya bangkitkan dan juga saya tambahkan kekuatan Ilahi yang baru, dan kekuatan tersebut bisa dia gunakan untuk melawan ke enam mahkluk fana itu. Tapi saya tidak tau kapan dia bisa menggunakannya"
"Terima kasih lagi atas pertolonganmu, engkau memang sangat murah hati"
Meski agak tersipu dengan ucapan Dewa bencana, Dewi kehidupan masih bisa mengontrol dirinya agar tidak terlalu terbawa suasana karena perkataan Dewa bencana.
"Baiklah kalau begitu saya akan pergi. Dan akan kembali pada saat hari pencalonan Dewa baru" Ucap Dewa bencana kepada mereka berdua, dan setelah itu dia pergi menuju gerbang emas yang menjadi jalan keluar dari tempat itu.
...***...
"*Sepertinya dia sengaja melakukan hal itu. Hei!! Gyu jangan gegabah jika ingin mengalahkan dia"
"Berisik, aku juga tau itu*"
Setelah percakapan mahkluk-mahkluk itu selesai, suara ditempat Zuan Li saat ini sangat hening dan juga dia merasakan suasananya terlalu tenang ditengah-tengah pertarungan. Dia merasakan akan ada serangan yang sangat berbahaya dari mereka, karena itu dia meningkatkan kewaspadaannya dua kali lipat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments