Chapter 6 : Latihan?

...******...

Sudah berjam-jam kami menunggu, tapi laki laki itu sama sekali tidak kembali lagi.

"Apa yang harus kita lakukan" tanya perempuan yang ada di belakang kami berdua Mizuzu. Sebelum menjawab pertanyaan perempuan itu, beruang mengatakan sesuatu kepada ku

"laki laki itu sama sekali tidak pernah berubah, kalian bertiga akan tersiksa disini, jadi gunakan kekuatan kalian sekuat tenaga. Kalau tempat istirahat, kalian bisa dipindahkan oleh Jin Yu nanti"

"ya tenang saja, nanti saya akan memindahkan kalian ke dimensi lain" sahut kelabang

Aku pun mengatakan kepada perempuan itu agar tidak usah memikirkan hal tersebut, tetapi harus memikirkan bagaimana cara kami melawan monster yang dimaksud oleh laki laki tadi, dan mencari tahu posisi kami saat ini ada dimana.

"Perkenalkan nama saya Rei, Nama kalian siapa?"

Tanya perempuan itu secara tiba tiba

"Saya Mizuzu, dan dia Geok Su. Kami berdua berasal dari tempat yang berbeda"

Setelah perkenalan itu, kami bertiga menyusuri pinggiran pantai, berharap bisa menemukan seseorang atau, sebuah pedesaan. Tapi baru sekitar beberapa menit kami berjalan, Rei tiba tiba terjatuh, aku dan Mizuzu mengira dia pingsan.

"aku lapar, tolong carikan makanan, apapun itu asalkan makanan. Tolong!"

Mau tidak mau kami harus mencarikan makanan untuk Rei, Aku menyuruh Mizuzu untuk tetap bersama dengan Rei, dan bagian untuk mencari makanan, aku yang melakukannya.

Memasuki hutan yang lebat di sore hari adalah keputusan yang salah, tapi mau tidak mau harus aku lakukan, kalau tidak kami akan kelaparan malam ini.

Hutan disini sangatlah menyeramkan, pohon-pohonnya tinggi sekali, dan ditambah suara Auman harimau yang makin membuatku ketakutan.

Sudah cukup jauh memasuki hutan, tapi sama sekali tidak bisa mendapatkan sesuatu untuk dimakan, babi hutan, buah buahan, rusa atau apapun itu, tidak terlihat sama sekali. Karena tidak ingin mengecewakan mereka berdua, aku terus mencari sampai tidak sadar hari sudah gelap. Karena cahaya di hutan itu sangat minim sehingga dari tadi kugunakan api biru yang aku miliki. Tapi perasaan ku semakin tidak enak, terasa seperti ada yang mengawasi dari belakang, dan anehnya pada saat itu juga aku merasakan tanganku semakin gemetar dan kaki semakin berat untuk melangkah maju ataupun mundur, dan tiba tiba...

Roaaaarrrrhhh hrrrgggghhh!!!

Suara beruang yang ingin menerkam ku dari belakang, tapi syukurlah aku sempat menghindar dan melemparkan api biru yang ada di tanganku kearahnya. Pada saat ingin menggunakan elemen petir, Suara naga yang ada didalam tubuhku mengatakan kalau saat ini tidak bisa menggunakan kekuatan tersebut, jika dipaksa untuk menggunakannya maka akan membuat sebuah badai petir yang sangat besar di tempat ini, dengan kata lain adalah BUNUH DIRI.

"apa yang harus aku lakukan" tanyaku

Lalu beruang menyuruhku untuk menggunakan kekuatan api biru itu saja, dan membayangkan agar bisa merubahnya menjadi tombak api. Aku ikuti apa yang dia sarankan, dan seketika itu juga ada sebuah tombak terbuat dari api berada di genggamanku, Mata tombak itu terbuat dari batu lapis Lazuli yang sangat tajam dan tongkatnya berlapis kan Api biru yang membara, seperti sudah siap untuk membakar apapun yang ada didekatnya.

Lalu aku bersiap siap untuk melawan beruang itu.

...***...

Pertarungan yang sengit antara kami berdua, seharusnya membunuh beruang ini lebih mudah daripada membunuh laki laki dengan kekuatan kegelapan itu, serangan yang ia berikan membuatku terluka di bagian tangan dan perut, tapi mau bagaimana lagi, jika aku lari maka Akibatnya akan lebih fatal. Setelah berhasil memberikan satu tusukan di perutnya, beruang itu langsung tidak dapat bergerak

"Ini waktunya" pikirku agar bisa menyerang beruang tersebut sekali lagi.

Setelah Melihat dia yang sudah mati, aku bertanya kepada mereka bertiga apa yang harus dilakukan selanjutnya

"Pegang beruang itu, kita akan kembali ke tempat temanmu berada" kata Jin Yu

Setelah mengikuti apa yang disarankan olehnya, aku seketika itu juga berada didepan Mizuzu dan Rei.

"Darimana kamu, dan kenapa bawa segala beruang?" tanya Mizuzu sambil memberikan minuman kepada Rei

Lalu aku menjelaskan kepada mereka berdua apa yang terjadi tadi.

"Ya sudah, yang penting kita bisa dapat daging untuk dimakan, sini biar aku potong beruang itu untuk kita bakar nanti" Mizuzu mengucapkan rapalannya dan memunculkan pedang ditangannya. Lalu menguliti dan mencincang beruang tersebut. Setelah selesai, dia menyuruhku untuk menghidupkan api agar bisa membakar daging beruang itu. Karena malas mencari kayu, aku menggunakan kekuatan api biru untuk menciptakan api abadi yang hanya aku sendiri bisa memadamkannya.

"Loh, kenapa seperti itu, mana kayunya" tanya Mizuzu

"udah, pakai ini aja" sambil mengambil daging yang ada ditangan Mizuzu dan menadahkan tanganku di atas api tersebut, karena aku tau api itu tidak bereaksi pada tubuhku.

Mau tidak mau Mizuzu mengikuti apa yang aku sarankan, tapi dia sepertinya agak kesal karena tidak mengikuti apa yang dia suruh.

Malam ini kami bertiga hanya makan daging beruang, walaupun rasanya sangat aneh tapi ini satu satunya makanan yang bisa kami makan saat ini. Pada saat ini, aku bertanya kepada Mizuzu kenapa dia tidak menggunakan kekuatannya untuk berpindah tempat, tapi dia mengatakan kalau kekuatannya tidak bisa digunakan

"Tadi sudah aku coba untuk berpindah tempat untuk menuju desa yang pernah kita lihat sebelumnya, tapi kekuatanku sama sekali tidak bisa digunakan untuk pergi kesana".

Aneh, kenapa dia tidak bisa melakukannya kataku dalam hati, terus apa yang harus kami lakukan sekarang.

"Bersiap siap, kalian akan bertarung dengan segerombolan goblin!"

"apa!" aku berteriak kerena terkejut sehingga Rei dan Mizuzu menatapku

"Kenapa" tanya mereka berdua

Aku menyuruh mereka berdua untuk bersiap siap untuk bertempur, karena kami akan segera diserang oleh goblin.

Gerombolan goblin seketika itu datang dan langsung mengepung kami bertiga

"apa yang harus kita lakukan" tanya Mizuzu

Rei menenangkan dia dan segera membuka portal lalu masuk ke portal tersebut.

Hal yang tidak pernah terpikirkan olehku, kalau Rei bisa membukakan portal menuju dunia kami, kenapa tidak dia lakukan dari tadi.

"loh, ini kok bisa berada di dalam rumah sih" Rei bertanya dengan dirinya sendiri "Kalian berdua kenapa,terkejut sekali? tanyanya kepada kami berdua

Mizuzu bertanya kepada Rei, bagaimana bisa dia membawa kami ke dunia yang berbeda. Tapi setelah mendengar pertanyaan Mizuzu tersebut, Rei balik bertanya

"Dunia berbeda, apa maksudnya" Rei tampak terkejut dengan pertanyaan Mizuzu "kita ini sedang berada di dalam rumah" tegasnya lagi

Tapi mau bagaimana pun dia memberitahukannya, yang kami berdua Mizuzu lihat adalah sebuah kota sepi, di dunia asal kami berdua.

"Kita sepertinya punya penglihatan yang berbeda, kalau begitu lebih baik kita melawan para goblin tadi" ucap Mizuzu. Lalu dia mengucapkan rapalannya dan membawa kami kembali ke tempat awal tadi.

Kami berhasil tiba di tempat itu, dan sepertinya para goblin itu juga masih setia menunggu, jadi mau tidak mau kami harus bertarung.

Malam ini aku kira akan menjadi malam yang mengerikan, tapi semakin lama bertarung rasanya semakin menyenangkan. Pasukan goblin tersebut terus berdatangan sepertinya mereka tidak akan pernah habis.

...****...

Semalaman kami bertarung dan setelah matahari terbit, para goblin itu langsung lari.

"akhirnya kita bisa beristirahat" ucap Rei yang langsung duduk setelah para goblin itu lari

"ya syukurlah, karena kita bisa istirahat sejenak" tambah Mizuzu "Tapi kenapa kamu seperti kecewa Geok Su?" Tanya Mizuzu kepada ku. Memang pada saat ini aku merasa kecewa karena baru saja merasakan nikmatnya pertarungan dan baru kali ini juga aku bisa memukul seseorang.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!