"Hei! siapa itu, mau cari mati ya?" Iblis itu memanggil Rei
Kemudian iblis itu berlari kearahnya dan bertanya lebih detail lagi
"Siapa kamu? sedang apa disini?. Apakah kamu prajurit baru?" pertanyaan demi pertanyaan terus dia lontarkan
Rei kemudian menjawab pertanyaannya dengan kebohongan, dia memberitahukan kalau dia adalah prajurit baru dan saat ini sedang tersesat, sehingga hanya bisa berjalan terus menyusuri lorong ini.
Iblis itu menanyakan padanya tempat apa yang ingin dia tuju.
Kemudian Rei menjawab "Saya ingin menuju tempat ritual pak, tapi saya tadi tertinggal dari teman-teman yang lain" Rei mengatakan hal tersebut karena dia sempat mendengar sedikit apa yang dibicarakan oleh salah satu iblis kepada Draken saat itu
"Baiklah, saya akan membantu kamu untuk pergi kesana" Iblis itu percaya dengan perkataan Rei sehingga dia berniat menolongnya "Silahkan ikuti terus lorong ini, dan didepan sana nanti, saya akan memberitahukan lagi kemana arahnya" iblis tersebut melanjutkan perkataannya.
Kemudian Rei berjalan lebih dulu daripada dia, berharap iblis tersebut tidak mengikutinya. Tapi sayangnya kali ini Rei benar-benar sial, iblis tersebut ternyata mengikuti dia.
Iblis itu sudah tepat berada dibelakangnya dan sepertinya sudah siap untuk menyerang. Tapi Rei membuka sebuah pembicaraan
"Maaf pak, kalau saya boleh tau nama anda siapa"
"Saya Onizaru, Kepala pengawas penjara ini"
Setelah memberikan jawabannya, iblis tersebut langsung menusuk Rei dari belakang menggunakan kukunya, yang awalnya pendek tiba tiba menjadi sangat panjang dan tajam.
Tapi hal tersebut tidak dapat melukai Rei, karena dibelakangnya sudah dia siapkan sebuah portal kecil. Sehingga serangan tersebut berhasil dia hindari, Tangannya tidak bisa menyentuh Rei.
"Portal? ternyata dugaan ku benar, kau adalah musuh yang menyelinap itu" Iblis tersebut mundur beberapa langkah dan Rei segera berbalik lalu bersiap menahan serangan lainnya.
"Portal itu hanya bisa dibuat oleh Penghuni dimensi 13, siapa engkau? sampai bisa menggunakan kekuatan dari dimensi terkuat?"
"Aku tidak perlu menjawabnya" Jawab Rei
"Kemudian Rei membuat beberapa portal didepannya, dan kemudian dia memukul salah satu dari portal tersebut. Pada saat portal itu terpukul, Onizaru merasakan sebuah pukulan juga dikepalanya.
"Hah? apa itu, itu tadi pukulan milikmu ya? lemah sekali"
Rei memang tidak terlalu kuat dalam serangan fisik, tapi dia bisa menyerang bagian organ dalam musuhnya dengan kekuatan yang dipunyainya. Sebenarnya jenis kekuatan milik Rei adalah support, jenis kekuatan yang sangat berbahaya jika berada dalam sebuah tim. Tapi saat ini dia hanya sendirian dan tidak ada satupun temannya disini. Jadi kekuatan ini hampir tidak ada gunanya jika dia telat bertindak.
Rei berencana mengincar jantung dari Onizaru dan meremasnya hingga dia mati. Tapi saat ini dia masih mencoba memfokuskan pikirannya agar bisa mengendalikan Kekuatannya dengan sempurna. Dia saat ini masih belum bisa mengontrol Kekuatannya dengan baik, pada saat memindahkan Mizuzu di hutan saat itu, dia bisa melakukannya karena keberuntungan saja. Rei pernah mencoba melatihnya lagi saat mereka beristirahat, tapi itu semua tidak berhasil. Jadi saat ini dia akan mencobanya lagi, jika tidak berhasil melakukannya maka hanya perlu membuka portal ketempat lain untuk melarikan diri. Itu adalah rencana yang bisa dia pikirkan saat ini, karena dia tidak tau seperti apa kekuatan musuhnya. Jika yang dia hadapi adalah Draken, maka kemungkinan akan bisa dia kalahkan. Tapi yang muncul bukanlah Draken, oleh karena itu dia harus memikirkan rencana yang berbeda.
"Fokus!!" Rei menyemangati dirinya sendiri agar bisa memfokuskan pikirannya, tapi ketika ingin melakukannya, dia diganggu terus oleh Onizaru sehingga membatalkan serangannya.
"Kelebihan dari kekuatan ini adalah pemiliknya bisa menyerang organ vital musuh, tapi itu bisa dilakukan jika orang tersebut melatihnya lebih dari 100 tahun. Disini yang saya lihat hanyalah seorang gadis yang masih berumur 22 tahun, jadi apakah bisa melakukan hal yang mustahil tersebut?" Onizaru sepertinya sangat mengetahui seluk beluk kekuatan milik Rei.
Rei juga pernah diberitahukan oleh gurunya tentang hal itu, tapi dia bersikeras agar gurunya tersebut melatih dia. Rei ingin menunjukkan kalau dia bisa menguasai kekuatan jiwa tingkatan kedua dalam waktu yang singkat.
Rei hanya bisa terdiam sambil memikirkan rencana yang bagus untuk mengalahkan Onizaru. Tapi serangan demi serangan terus diberikan olehnya, sehingga tidak ada waktu lagi baginya untuk terus memikirkan cara meningkatkan konsentrasinya. Yang bisa dia lakukan hanyalah menggunakan portal teleportasi yang ada disekitar dia untuk dijadikan perisai, dan sambil berharap kepada dewa agar bisa membantunya.
"Sekarang akan ku akhiri!!" teriak Onizaru, dia kemudian mengeluarkan api yang sangat banyak dari matanya, sehingga tempat itu dipenuhi oleh api. Rei tidak bisa melangkah mundur, karena dibelakangnya sudah ada api yang membara.
Yang bisa dia lakukan sekarang hanyalah melarikan diri.
Tapi saat hendak membuat portal untuk melarikan diri, Onizaru menghampiri Rei dan menatap matanya kemudian mengatakan satu hal
"Selamat bersenang-senang"
Kemudian Rei pingsan
......................
"Rei! Rei! Bangun!" Suara dari jiwa yang ada didalam tubuh Rei berusaha menyadarkannya
Dia berteriak sekuat tenaga untuk membangunkan Rei, tapi sama sekali tidak berhasil.
"Tunggu dulu" Roh dari pemilik kekuatan jiwa Rei tersadar akan suatu hal. Karena jika Rei pingsan, seharusnya roh miliknya masih ada didalam tubuh ini. Hal itu lah yang membuat dia bertanya-tanya kemana rohnya Rei.
Roh milik Rei saat ini sedang berada ditempat yang jauh, dan tempat tersebut sangat gelap. Sama seperti yang pernah dirasakan oleh Geok su kala itu, dia berpikir kalau dia mati. Tapi sebenarnya roh miliknya dipindahkan oleh Onizaru saat ini, dia berada di dimensi ke 13, tempat para makhluk misterius.
"Apa aku sudah mati, apakah ini akhir dari hidupku lagi" Rei pernah mati sekali waktu itu, tapi Geok su menyelamatkan nyawa, sehingga dia bisa hidup kembali. Kali ini Rei memang berada di ambang keputusasaan, karena dia sangat jauh dari Geok su sehingga tidak ada yang bisa menghidupkan dia lagi.
Tapi disaat dia memikirkan hal itu, dia melihat Onizaru berdiri didepannya.
"Baiklah, saya ingin bertanya sekali lagi. Dari mana kamu mendapatkan kekuatan itu, apakah kamu mengambilnya atau mempelajarinya?" Tanya Onizaru
Rei tidak ingin menjawab pertanyaan iblis itu kemudian mencoba menggunakan kekuatannya untuk lari dari tempat ini, tapi sayangnya saat ini dia hanya berbentuk roh, sehingga dia sama sekali tidak bisa menggunakan kekuatannya.
Geok saat itu bisa kembali lagi ke tubuhnya karena Ketiga mahkluk yang ada didalam dia ada didekatnya, sehingga mereka bisa kembali lagi ke tubuh Geok su. Situasi Rei saat ini sangat berbeda dengan Geok su, yang berpindah hanyalah roh Rei seorang, sedangkan roh kekuatan Jiwanya masih ada didalam tubuh asal Rei.
"Disini aku bisa mencabik-cabik roh mu dengan puas" ucap Onizaru
Rei sangat ketakutan, karena dia tidak bisa melakukan apapun. Jika bisa menggunakan kekuatan jiwanya, maka dia bisa menahannya dengan mudah, tapi saat ini dia tidak bisa melakukannya.
Perasaan ketakutan itu membuat Rei semakin tidak berdaya bahkan sampai menangis.
Tapi disaat itu, Rei melihat sebuah portal yang terbuka didekatnya, sehingga dia berlari sekuat tenaga ke arah portal tersebut. Tapi sebelum Rei bisa memasuki portal itu, keluarlah sesosok makhluk yang sangat besar dan langsung menyerang Onizaru.
"Apa itu?" tanya Onizaru setelah merasakan tumbukan air yang sangat kuat
"Kali ini engkau mencari musuh yang salah Onizaru"
Suara dari mahkluk tersebut menggema ditempat yang gelap itu, sampai membuat Onizaru terkejut setelah dia bisa melihat sosoknya dan mengucapkan kata kata yang gagap
"Ka-kau! ternyata me- memang benar kau!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments