Chapter 16 : Zuan Li dan 6 Mahkluk Pemusnah

Saat ini Zuan Li sedang menyusuri jalur penjara yang ada. Dia berada pada tempat yang bisa dibilang adalah tempat para tahanan disiksa, disetiap dindingnya terdapat banyak sekali cipratan darah.

Dia menyelidiki tempat itu, berjalan perlahan-lahan agar tidak terlalu membuat suara bising. Di tempat tersebut suara langkah kaki dapat terdengar dengan sangat jelas, apalagi jika berjalan cepat atau berlari, dapat menyebabkan suara yang sangat berisik.

Tapi, walaupun Zuan Li sangat berhati-hati, dia tetap bertemu dengan musuhnya. Dia adalah Draken, kedatangan yang sama sekali tidak terduga oleh Zuan Li.

Draken mendekati Zuan Li

Saat ini mereka berdua ada pada jarak sekitar 3 meter dan saling menatap satu sama lain.

"Oh ho, siapa ini. Ada tamu yang tidak terduga" ujar Draken

Zuan Li membalas dengan santai

"Maaf, anda salah besar. Saya tadi sudah diundang oleh seseorang"

Tanpa berkata lagi, Draken langsung menyerang Zuan Li, dia mengeluarkan air dari tanah dan membekukannya lalu melempar air yang sudah menjadi es tersebut kearah Zuan Li.

Zuan Li berpikir kalau es tersebut adalah kekuatan Draken yang terlemahnya, karena dari apa yang dia lihat, es tersebut mencair sedikit demi sedikit. Tapi pemikirannya salah besar, pada saat es tersebut hampir mendekati dia, es itu seketika berubah menjadi air dan mengenai mata Zuan Li.

Serangan yang mengenai mata Zuan Li tadi membuatnya tidak bisa melihat untuk beberapa saat, karena air itu menghantam matanya dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Ketika mengetahui kalau Zuan Li tidak bisa melihat, dengan cepat Draken membuat sebuah lobang besar dibawah tempat Zuan Li berdiri. Sehingga Dia terjatuh kebawah.

Dari atas tempat Zuan Li terjatuh, Draken mencondongkan badannya kearah bawah lalu berteriak

"Hei!! Selamat menikmati detik-detik terakhirmu, dan juga silahkan kalian menikmati makanan yang sudah tuanmu sajikan"

Draken kemudian membungkukkan badannya dan tangannya ditaruh diatas tanah lalu mengucapkan sebuah rapalan untuk menutup lubang tempat Zuan Li terjatuh tadi.

Zuan Li melihat lubang itu tertutup sedikit demi sedikit dari bawah dan kemudian tertutup total, sampai tidak ada cahaya sedikitpun dari atas.

Lalu kemudian ada beberapa cahaya kecil mengelilingi dia, cahaya tersebut sama seperti kunang-kunang yang sedang terbang pada malam hari. Dan setelah itu terdengar ada seperti suara seseorang yang sedang berbicara.

"Koro, biarkan saya yang melakukannya terlebih dahulu"

Suara tersebut terdengar kecil dan agak samar

"Jangan!, biarkan Gyu yang melakukannya"

Sahutan dari suara tadi

"Hahaha, baiklah ini kesempatan langka untukku"

Seketika itu Zuan Li mendapatkan serangan dadakan yang sangat mengerikan, dia merasa wajah serta dadanya dicakar oleh kuku yang sangat tajam, bahkan dengan jelas dia merasa dagingnya terkoyak.

Walaupun tempat itu sangat gelap, tapi karena Zuan Li sudah sangat sering menerima serangan tersebut, dia merasa kalau sudah dimandikan dengan darahnya sendiri. Darahnya setetes demi setetes terus mengalir dan berjatuhan ketanah, dan bau darah terasa sangat kuat ditempat dia berdiri.

Dia sudah sangat banyak menerima serangan dari musuhnya, tapi dia sama sekali tidak terjatuh dan masih tetap berdiri kokoh. Karena hal tersebutlah mahkluk yang menyerang Zuan Li tadi menjadi lebih mengamuk dan ingin memotong tangan atau kakinya. Tapi hal itu tidak sempat dia lakukan, karena disaat itu juga, Zuan Li mencoba memberikan serangan balasan. Walaupun itu adalah serangan membabi buta, karena dia tidak mengetahui dari mana musuhnya akan menyerang kembali.

Didalam batinnya Zuan Li berkata "Pantas saja mereka bisa mengacaukan dunia para dewa, karena hanya satu saja dari mereka bisa membuatku seperti ini"

Zuan Li mengatakan hal tersebut karena dia baru saja mengingat bahwa mahkluk fana yang menyerangnya adalah mahkluk- mahkluk yang pernah mengacaukan dunia para dewa. Mereka dikirim oleh para iblis untuk melakukan pemberontakan, tapi semua itu digagalkan oleh ayah mereka, Dewa bencana yang sangat ganas dan juga sangat mengerikan. Dia adalah Dewa yang tidak pernah tinggal di dunia para dewa, dia hanya akan datang ketempat itu pada saat ada perjamuan ataupun hal-hal penting lainnya, sehingga dia dijuluki oleh dewa lainnya dengan sebutan dewa pengelana. Setelah selesai mengalahkan ke enam mahkluk tersebut, Dewa bencana mengirimkan kembali mereka ke tempat asalnya dan mengunci kekuatannya sehingga mereka tidak bisa keluar dari tempat itu walaupun iblis terkuat sekali pun berniat mengeluarkan mereka.

Serangan dari mahkluk itu sama sekali tidak bisa terbalaskan oleh Zuan Li, dia hanya bisa berdiam diri sambil menerima serangan yang diberikan dan sesekali mencoba menangkis.

Dia mencoba berbagai cara untuk bisa melawan balik kepada mahkluk itu, dan dari semua yang dia Gunakan, hanya ada satu yang berhasil, yaitu pada saat dia mencoba menghajar cahaya kecil itu. Pada saat dia mencoba menghajarnya, terasa seperti ada serangan yang meleset melewati wajahnya, dan itu membuat dia yakin kalau cahaya tersebut adalah pengendali dari kekuatan yang menyerang dia selama ini.

Zuan Li mencoba memukul cahaya itu dengan sekuat tenaga agar dia bisa langsung mengalahkan musuhnya. Tapi sayangnya serangan yang dia berikan tersebut malah berbalik menyerang dirinya sendiri, pada saat dia memukul cahaya itu, tiba-tiba dia merasa wajahnya dipukul dengan pukulan yang sangat keras. Sampai-sampai darah keluar dari hidungnya.

Seketika itu juga pikiran Zuan Li kembali mengalami kebuntuan, dia tidak tau harus berbuat apa lagi untuk bisa melawannya, melakukan serangan terus-menerus tanpa berpikir hanya akan menguras tenaganya dengan cepat, dan jika dia tidak segera mencari cara untuk mengalahkan mereka, maka dia hanya tinggal menghitung menit saja untuk menunggu kematian menjemputnya.

Pada saat berada dalam keputusasaan, tiba-tiba terdengar sebuah Suara dari dalam pikirannya, dan itu adalah suara dari Zuan Yu

"Zuan Li, dimana engkau sekarang, dan apa yang sedang terjadi? mengapa aku merasakan firasat yang buruk datang dari engkau?"

"Maaf saudaraku, sekarang saya telah diserang oleh mahkluk yang pernah mengacaukan dunia para dewa saat itu, dan sekarang saya sepertinya berada diambang Kematian. Tolong katakan pada ibu kalau saya tidak akan pernah bisa lagi bertemu dengan dia karena ingin mengikuti jejak Ayah".

Setelah mengucapkan kata-kata itu, telepati antara Zuan Yu dan Zuan Li langsung terputus.

"Zuan Li!, Zuan Li!! Apa yang terjadi?"

Zuan Yu terus menerus berteriak memanggil nama saudaranya tersebut, tapi sayangnya sama sekali tidak ada jawaban yang dia berikan. Zuan Yu sangat khawatir dengan keadaan saudaranya saat ini, bahkan dia tidak peduli dengan apapun yang ada disekitarnya, dia terus berlari walaupun Draken berpapasan dengannya, dia sudah tidak peduli dengan musuh yang ada, yang ada dipikirannya saat ini hanyalah satu, yaitu Zuan Li.

*Di suatu Desa yang indah*

"Bunda, Bunda, Cheng tadi berkelahi"

"Astaga Cheng, bukannya bunda sudah pernah bilang kalau berkelahi itu tidak baik, apalagi kalau dia itu teman kamu!" ucap seorang wanita paruh baya tersebut kepada anaknya

"Habisnya mereka terus mengejek aku, katanya kalau kakak sudah mati"

Walaupun dia tau kalau itu hanyalah sebuah perkataan anak kecil saat bermain, tapi muncul perasaan tidak enak didalam hati perempuan itu. Dia merasa kalau apa yang mereka katakan tadi benar-benar terjadi. Tapi dia terus berpikir positif bahwa hal tersebut tidak akan terjadi untuk saat ini.

"Tidak mungkin Kakak Zuan bisa mati, mereka punya kekuatan yang sangat hebat bahkan setara dengan para dewa" ucap salah satu anak perempuan yang mungil tersebut

"Itu benar, kakak kamu itu sangat kuat"

Walaupun begitu perempuan tersebut tetap merasa khawatir kepada kedua anaknya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!