Chapter 13 : Terpisah

Kini mereka berempat telah berada di dimensi kekosongan, dimana ditempat itu waktu tidak berjalan dan tidak ada siapapun disitu.

Mereka mulai menyusun berbagai rencana, tapi semuanya hanya menjadi rencana yang gagal, karena pendapat mereka sangat bertolak belakang. Pada saat Zuan yu memberikan rencana A, tapi Geok su dan yang lainnya menolak, dan hal itupun berlaku sebaliknya.

Mereka terus-menerus membicarakan rencana mengalahkan Draken, sampai lupa apa tujuan utama mereka ketempat itu. Niat ingin menyelamatkan Mizuzu, tapi malah menjadi kacau karena mendapatkan musuh yang kuat.

Draken yang saat ini sedang berpatroli disekitar daerah itu, dia berkeliling dan sambil berjaga-jaga seandainya mereka menyerang tiba tiba. Pada saat dia sedang berpatroli, ada seorang iblis yang memanggilnya.

"Tuan Draken, saat ini Tuan Zoid akan melakukan ritual persembahan untuk raja kita"

"Silahkan kalian saja, saya saat ini sedang mengawasi musuh kita agar tidak bisa merusak ritual itu" jawab Draken

Setelah itu iblis tersebut pun pergi setelah mendengar jawabannya.

Kekuatan Draken sangatlah kuat, tapi dia masih berada dibawah Komandan Pasukan Zoid, itu berarti mereka juga harus menyusun rencana yang matang untuk bisa mengalahkan Zoid. Tapi saat ini mereka berempat masih fokus dengan rencana mengalahkan Draken.

"Bagaimana ini, kita bahkan tidak mendapatkan satu rencana pun untuk mengalahkan iblis itu" Zuan Li menjadi marah dan menatap mereka bertiga dengan kesal "Tujuan awal kita adalah mengalahkan Zoid. Jadi jika menyusun rencana untuk mengalahkan iblis yang ada dibawah Zoid ini saja kalian tidak bisa sependapat, bagaimana cara kita menyusun rencana mengalahkan Zoid nanti?" tanya Zuan Li

"hmm, Li benar. Jadi bagaimana kalau kita mengalahkan dia dengan rencana kita masing-masing saja?" tanya Zuan yu kepada Geok su dan Rei.

"Aku setuju!" jawab Rei

"Baiklah kalau seperti ini. Apakah sekarang kalian siap untuk keluar dan langsung melawan iblis itu?" tanya Geok su

"Siap" mereka bertiga serentak menjawabnya

Kemudian Geok su membuka sebuah portal lalu membawa mereka keluar dari tempat itu satu persatu.

Mereka berempat berada dalam tempat yang berbeda-beda, dan posisinya lumayan jauh.

Tidak tau rencana apa yang dimiliki, tapi sepertinya mereka sudah siap untuk bertarung, dan mulai was-was dengan sekeliling agar bisa menghindari serangan dadakan musuh.

Rei saat ini sedang menelusuri lorong yang ada didekatnya. Pada saat dikirim kembali lagi ketempat itu oleh Geok su, Rei berada didepan sebuah lorong yang seram. Disetiap dinding lorong tersebut terdapat obor yang menerangi jalannya, sehingga nampak tidak terlalu gelap.

Dan ditempat Zuan yu saat ini, dia berada didekat sebuah danau, dan di danau itu terdapat banyak sekali ikan ikan berloncatan dan teratai yang indah.Danau ini sepertinya dirawat dengan sangat baik.

Ditempat Zuan Li, dia saat ini berada disebuah penjara, dan sedang berjalan menyusurinya. Pada saat sedang berjalan, tiba tiba ada yang memanggil dia

"Tuan! Tuan!, tolong lepaskan saya, mereka ingin membunuh saya"

Laki laki itu sepertinya sudah disiksa dengan sangat sadis oleh para iblis disini. Tampak dari wajahnya yang penuh dengan luka, dan bajunya banyak terkoyak oleh cambukan. Karena merasa iba dengan laki laki itu, akhirnya Zuan Li tergerak hati untuk menolong dia agar bisa keluar dari penjara.

"Terima kasih Tuan, terima kasih banyak. Sekarang ayo kita pergi, ayo!" Laki laki itu menarik lengan Zuan Li agar segera pergi dari situ. Tapi Zuan Li menolak dan memberitahukan kepada laki laki tersebut bahwa dia ada disini karena sedang mencari temannya yang disandera oleh para iblis itu.

Laki laki itu tercengang mendengar perkataan Zuan Li "Apa? Baiklah terserah anda Tuan, saya tidak sanggup berada disini lebih lama lagi, tidak sanggup" Laki laki itu berlari meninggalkannya, tapi Zuan Li sempat menarik dia lagi untuk bertanya satu hal

"Ada apa! Jika ingin mati jangan bawa bawa saya!" teriak laki laki itu

"Bukan begitu paman, Saya ingin bertanya, apakah paman ada melihat seorang perempuan disandera oleh mereka?" Tanya Zuan Li

"Dia akan mereka jadikan tumbal persembahan raja. Cepat lepaskan saya, Cepat!!" Zuan Li tidak tahan melihat ketakutan yang dirasakan oleh laki laki itu, sehingga dia melepaskan pegangannya.

Setelah dilepaskan, laki laki tersebut langsung berlari dengan sangat cepat dari tempat itu meninggalkan Zuan Li sendirian.

"Astaga, aku lupa bertanya kemana arahnya" Zuan Li menarik rambutnya dengan ekspresi menyesal "Ini kan hanya ada satu jalur, jika paman tadi berlari kearah sana, berarti arah ketempat Mizuzu adalah sebaliknya" Zuan Li merasa lega sedikit. Kemudian dia melanjutkan penelusurannya untuk bisa bertemu dengan Mizuzu dan sambil mengawasi keadaan sekitar.

"Hah! Dimana ini? Sepertinya ini bukan tujuan yang aku inginkan. Hei Jin Yu! Dimana ini?"

"maaf, saat ini aku juga tidak tau, soalnya pada saat keluar dari dimensi itu penglihatanku tertutup"

"Bagaimana bisa, padahal itu kekuatan milikmu sendiri"

Geok su sangat kesal kepada Jin yu, karena dia membawanya ketempat yang salah, ditambah lagi tempat itu tidak dia ketahui ada dimana.

Pada saat sedang berjalan menyusuri jalan yang ada didepannya, Geok su bertemu dengan seseorang. Dia tampak sudah sangat tua, dan sepertinya sedang mencari tanaman obat. Laki laki itu sepertinya sadar dengan kehadiran Geok su, lalu langsung menoleh kearahnya kemudian menyapanya

"Oh, ada anak muda yang gagah disini. Apa yang sedang engkau lakukan Nak?" tanya laki laki itu sembari menghampiri Geok su "ini adalah tempat yang berbahaya"

"Menjauh, seharusnya aku yang bertanya seperti itu, siapa kamu? dan apa yang dilakukan oleh kakek kakek sepertimu di sarang iblis ini?" Geok su melangkah mundur dan menyiapkan kuda-kudanya

"Sabar nak, kakek bukanlah musuh, kakek bisa berada disini kerena sudah dibuang oleh cucu kesayangan kakek sendiri, dan memohon kepada raja iblis agar dia tidak membunuh kakek. Dengan syarat, ketika kakek sudah tidak mampu untuk berjalan, saya siap untuk dibunuh". Ucap kakek tersebut.

Butuh waktu lama bagi Geok Su untuk percaya, tapi setelah melihat dari kondisinya, dia akhirnya percaya dengan apa yang dikatakan oleh laki laki tersebut.

"Baiklah, saya percaya dengan apa yang kakek katakan. Tapi saya tidak bisa membantu saat ini"

"Tidak apa apa, silahkan saja teruskan perjalananmu, dan jika sudah kuat, kabarkan kakek ya" Kakek tersebut kemudian melanjutkan pencarian tanaman obatnya, dan Geok su pun berjalan terus menyusuri jalan setapak yang ada.

Saat ini mereka berempat tidak tau berada ditempat apa, dan semuanya mempunyai tujuan yang sama, yaitu mengalahkan Draken dengan caranya masing-masing. Sudah direncanakan dari awal, mereka berempat akan tiba dalam posisi yang berbeda-beda, tapi sepertinya portal yang dibuat oleh Geok su terdapat kesalahan. Sehingga mereka berempat terpisah dengan sangat jauh.

Draken saat ini juga masih mencari mereka dan dia meminta beberapa bantuan dari iblis lainnya untuk mencari Geok su dan kawan-kawan.

"Huh, Lorong ini panjang sekali. Tempat apa ini sebenarnya" Rei mulai mengeluh, karena dia berpikir kalau lorong tersebut tidak terlalu panjang, tapi sepertinya Dewi Fortuna tidak berpihak padanya.

Disaat Rei sedang mengeluh, terdengar suara langkah kaki seseorang, dan itu membuat Rei segera bersembunyi dengan kekuatan jiwa miliknya.

Tapi dia tidak sempat, ketika dia ingin menggunakan kekuatannya, orang tersebut sudah terlebih dahulu melihat bayangannya.

Lorong itu sangat lurus, sehingga bayangannya bisa terlihat dengan jelas dari depan. Karena didepan, jarak antar obornya sudah cukup jauh.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!