Chapter 5 : Kekuatan yang besar

"Dimana ini, apa yang terjadi"

Itu adalah pertanyaan yang pertama kali saya pikirkan. Tempatnya sangat gelap dan rasanya sangat mirip seperti ditelan oleh kegelapan pada waktu itu, mau berbicara pun tidak sanggup. Terakhir kali hal yang saya ingat sebelum saya berada ditempat ini adalah telah membunuh panglima tersebut dan setelah itu...

"Itu benar, saya hanya pingsan, ya hanya pingsan"

berpikir untuk mengeluarkan kata kata seperti itu adalah salah satu cara saya untuk menenangkan diri sendiri, disaat tidak ada orang lain yang bisa membantu.

...***...

Pada saat saya lagi memikirkan kenapa sampai bisa tidak sadarkan diri, tiba tiba ada yang memanggil namaku, tapi aku tau kalau itu adalah suara dari jiwa milikku. karena mengacuhkannya, suaranya semakin terdengar sangat keras dan bahkan seperti berteriak di dekat telinga saja. merasa bosan dengan hal itu akhirnya aku mengalah dan mengikuti apa yang ingin dia bicarakan.

"ada apa, engkau tau bukan, saya saat ini sedang tidak ingin berbicara" suara tersebut hanya keluar dari dalam hati saja dan untuk berbicara melalui mulut rasanya sangat mustahil untuk saat ini

"ini sudah saatnya untukmu menggunakan kekuatan kami"

"Bagaimana caranya, kalian memaksa saya untuk menggunakan kekuatan kalian, sedangkan saya sendiri tidak tau bagaimana cara menggunakannya ditambah lagi bentuk kalian tidak pernah saya lihat" dengan rasa marah saya mengatakan hal tersebut

"Engkau hanya perlu menerima kami menjadi bagian dalam dirimu sendiri"

"apakah selama ini saya menolak kalian" setelah saya mengatakan hal itu, tiba tiba ada cahaya ditengah kegelapan tersebut dan dibalik cahaya itu terlihat ada tiga sosok makhluk yang sangat besar. yang pertama adalah beruang, yang kedua adalah kelabang, dan yang ketiga adalah naga. Mereka tidak menjelaskan seperti apa kekuatannya, tapi hanya memberitahukan elemen dari kekuatan mereka masing-masing. Beruang mengatakan kalau elemennya adalah api dan kelabang memberitahukan kalau elemennya adalah cahaya dan naga memberitahukan kalau elemennya adalah petir.

"Bagaimana cara saya agar bisa menggunakan kekuatan kalian, apakah harus dengan Rapalan seperti yang dikatakan Mizuzu dan kalau memang seperti itu, seperti apa rapalannya dan ada berapa banyaknya" pertanyaan itu langsung keluar dari mulutku

"Engkau hanya harus memikirkan seperti apa kekuatan yang ingin dikeluarkan, walaupun tanpa rapalan kekuatanmu pasti akan tetap keluar, tapi yang harus diperhatikan adalah kekuatanmu tersebut harus dikontrol dengan baik, jika tidak hal seperti ini akan terjadi lagi".

"Hal seperti ini", yang terpikirkan oleh ku adalah saat saat aku pingsan, tapi naga tersebut memberitahukan kalau aku sudah mati. Mendengar hal itu, aku sangat terkejut dan merasakan keputusasaan dan berpikir kenapa mau melakukan hal yang tidak ada gunanya sama sekali.

Tapi akhirnya bisa sedikit lega setelah kelabang mengatakan kepadaku selagi kekuatannya masih ada dia masih bisa membuatku hidup kembali.

"Kita ada dimana" tanyaku setelah merasa lega dengan kondisi saat ini

"Kita ada di dunia paralel, saya memindahkan arwahmu ke dunia ini, jika tidak, maka arwahmu tidak akan bisa kembali lagi ke badan asalnya"

"Aku tidak tau apa yang harus aku katakan, berpikir kalau ini hanyalah sebuah mimpi tapi ini adalah kenyataan, mengatakan kalau ini adalah sebuah kebohongan tapi semuanya terjadi didepan mataku".

"Semua ini adalah kenyataan dan kau harus percaya" kata naga tersebut dengan tegas sampai membuatku ketakutan.

***

Waktu terus berjalan, aku tidak tau sudah berapa lama kami ada ditempat gelap ini. tiba tiba terlintas di pikiranku sebuah pertanyaan kepada mereka bertiga

"Kami berdua Ai tadi berada ditempat apa, tempat itu disebut masa lalu, tapi sangat berbeda dari sejarah yang aku tau?"

"kalian berada di dunia yang berbeda, dunia paralel itu sangat banyak, bahkan tidak terhingga banyaknya" kata naga

"Kami juga berasal dari dunia paralel, jiwa yang ada di kedua temanmu tadi adalah makhluk yang berada satu dunia bersama kami" sambung kelabang.

Karena masih belum bisa mencerna dengan baik perkataan mereka berdua, aku hanya mengangguk dan bertingkah seperti sudah memahami apa ya g mereka katakan.

Sudah cukup lama kami berada ditempat gelap itu, akhirnya kelabang telah selesai mengumpulkan kekuatannya dan segera membawa kami berpindah dimensi.

Setelah melihat cahaya putih yang menyilaukan, dengan sekejap mata aku langsung berada disebuah tenda. Karena penasaran, aku langsung bangun dari tempat tidur dan berjalan keluar. Di luar tenda tersebut ada sekitar belasan orang pengelana, terlihat dari pakaian mereka yang terbuat dari kain biasa, dan mereka juga membawa pedang beserta busur dan tombak. Jika mereka adalah prajurit kerajaan, tidak mungkin berpakaian seperti orang biasa, itu yang aku pikirkan.

Pada saat lagi memandang mereka dengan keheranan, tiba tiba ada seseorang yang memelukku dari belakang

"Syukurlah, syukurlah kau masih selamat" suara yang tidak asing lagi, aku langsung berbalik dan melihat Mizuzu yang berlinang air mata.

"kenapa menangis" tanyaku

"bodoh" kata kata yang tercipta dari bibir tipisnya membuatku terkejut "bagaimana mungkin aku tidak menangis setelah engkau diberitahukan meninggal" sambungnya lagi sambil memeluk tubuhku dengan erat, seakan kami berdua sudah menjalin sebuah hubungan.

"sudah sudah, aku tidak akan mati untuk saat ini" kataku sambil mengelus kepalanya

Pada saat sedang menikmati suasana itu, tiba tiba ada saja orang yang menganggu. Dan dia berteriak

"Ketua! orang itu hidup lagi" kami yang sedang berpelukan terkejut mendengar teriakkan tersebut seakan ada hal yang sangat menggemparkan terjadi. Ya... sebenarnya itu adalah reaksi yang wajar, karena tidak mungkin orang yang sudah mati bisa kembali hidup lagi.

Di saat itu dengan segera datanglah seorang laki laki yang menyuruh kami untuk membunuh panglima kerajaan tadi. Tapi dari sikapnya dia sama sekali tidak terkejut dan bahkan bertanya tentang hal yang tidak aku pahami

"Bagaimana rasanya melihat dunia yang berbeda" dia bertanya dengan nada yang rendah.

Aku yang sama sekali tidak memahami apa yang dia maksud, mencoba bertanya dengan 3 jiwa yang ada didalam tubuhku, dan mereka menjawab

"Katakan padanya kalau engkau berada di dunia paralel 13" lalu aku meneruskan perkataan mereka bertiga, setelah mendengar jawaban itu, laki laki tersebut terkejut dan bertingkah aneh. Kemudian dia bertanya

"Apakah kekuatan jiwa milikmu yang membawa engkau kesana?"

"ya"

mendengar jawaban itu, dia langsung terkejut dan menyuruh perempuan yang berteriak tadi untuk membuka portal ke tempat lain, Aku sama sekali tidak memahami apa yang dia katakan, tapi pada saat kami melewati portal tersebut, kami berada di sebuah pinggir pantai.

"Baiklah, disinilah tempat kalian bertiga untuk berlatih" Dia lalu menjelaskan kepada Kami apa saja yang harus kami pelajari. Dia memberitahukan kepada Ai bahwa dia harus mempelajari ilmu baru, dan memberitahukan kepada Perempuan yang membuka portal tadi untuk memperkuat kekuatan teleportasinya, "dan kau!", sambil menunjuk ke arahku dia mengatakannya dengan serius

"Belajar untuk mengendalikan kekuatan milikmu, jika tidak, jiwa asalmu tidak akan bisa kembali lagi".

Kenapa aku seperti pernah mendengar perkataan ini ya, pikirku.

"Kalian akan berlatih disini selama 3 tahun, makanan dan minuman, serta tempat tidur, kalian sendiri yang memikirkannya, dan sewaktu-waktu akan ada monster yang bisa menyerang kalian. Jadi berhati-hatilah!"

Setelah mengatakan hal tersebut, laki laki itu langsung pergi meninggalkan kami, dia pergi menggunakan kekuatannya dan tidak tahu entah kemana.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!