"Tania, bagaimana lukamu sayang?"tanya Maya
"sudah membaik bu, sudah bisa ku gerakan ini!"ujar Tania menggerak-gerakan tangannya.
"syukurlah, 3hari lagi kau mau ke asrama militer?, ibu membuat baju untuk kau pakai saat mengikuti pendidikan militer nanti!" ujar Maya memberikan beberapa potong baju buatannya.
"ibu, apa boleh aku memakai ini di sana?" tanya Tania bingung.
" nanti itu akan ibu bicarakan pada Putraku!" ujar Maya santai
"Panglima dari kemarin belum kembali, apa dia sedang bertugas?"tanya Tania khawatir,
"dia akan berangkat bertugas 2minggu lagi untuk satu bulan ke depan!" ujar Maya memberitahu.
"hmmmm, apa panglima akan mengemban tugas berat kali ini ibu?" tanya Tania.
"Dia, panglima perang, apa harus mengemban tugas yang ringan sayang?, jika tugasnya mudah maka dia tidak pantas dipanggil panglima!" ujar Maya memberi pengertian.
"hmmmm, benar !" ujar Tania yang merasa sedikit gelisah mendengar tentang hal itu.
Apa yang aku khawatirkan?,tapi mungkin karna dia sudah baik padaku, jadi aku mengkhawatirkannya.
Dalam hati Tania.
"Aduh, kau sangat mencintai putraku ternyata, aku tahu kau sangat khawatir padanya, ibu sangat mengerti perasaanmu sayang!, tapi tenanglah dia bukan orang yang mudah dikalahkan!, ayahnya saja tak mampu menakhlukannya!" ujar Maya menenangkan hati Tania.
Astaga, sampai kapan Sandiwara cinta ini berakhir,
Aku tidak bisa membohongi, ibu panglima terus-menerus, beliau sangat baik hati
Dalam hati Tania merasa bersalah.
"sudah nak, aku tahu kecemasanmu!, sekarang ibu akan membantu melepas kain kasa ini!"ujar Maya lembut.
"terimakasih bu!"ujar Tania tersentuh.
Maya, perlahan membuka kasa yang membalut luka dipundak Tania, ternyata lukanya sudah menutup.
"hmmm,lukanya meninggalkan bekas pada pundak cantikmu ini nak, mmmmm tapi tenang aku sudah berkonsultasi pada dokter kulit pribadiku, dia memberiku salep ini!, aku bantu oles ya sayang!" ujar Maya bersemangat.
"Bu, Tania sangat senang karna ibu sangat baik pada Tania!" ujar Tania tersenyum girang.
"hmmm, kau adalah gadis pilihan anakku dan yang disayanginya, aku juga akan memperlakukan hal sama pada pilihan putraku, aku percaya kau anak yang baik!"ujar Maya lembut.
"Ibu, bolehkah aku memelukmu?"ujar Tania pada Maya.
"sinih, ibu peluk nak!" Maya memeluk Tania penuh kasih.
3hari kemudian,
"Tania, ayo cepat!" ujar Leon memburu.
Astaga orang ini benar-benar ya datang-datang sudah meburu-buru orang saja
Dalam hati Tania kesal.
"iya,iya Tania sudah siap!, ayo!" ajak Tania.
"temanmu jadi ikut?" tanya Leon.
"iyalah!, apa Mikel boleh di ajak?" tanya Tania.
"mmmm, bawalah!, biar dia tinggal di ruanganku!"ujar Leon.
"lalu aku bagaimana?" tanya Tania.
"Di sana ada 2 ruangan kau bisa pakai bersama kawanmu!, tapi jangan menyentuh barang-barangku !"Leon memperingatkan.
"Siap, ndan!"jawab Tania sigap.
"ayo jalan!, setelah ini aku akan bertugas, kau jangan membuat keributan ya!, nanti Jendral petter akan menjadi penannggung jawab kalian!" Leon memberitahu.
"Tunggu, tunggu!" Maya berteriak menghentikan langkah Tania dan Leon.
"Ada apa, ibu?" tanya Leon.
"Tania ini, baju untuk kau pakai di sana!" Maya memberikan banyak pakaian hasil designnya.
"Bu, Tania tidak sedang liburan, dia akan mengikuti pendidikan militer!" ujar Leon gemas pada ibunya.
"biarkan dia memakai baju ini putraku!, aku sudah susah payah membuatnya!" Ujar Maya.
"Bu, di sana sudah di fasilitasi, ibu kenapa repot begini?" tanya Leon heran.
"dia menantuku, ini tidak repot!, sudah bawa ini!, dan cepat berangkat, !"
Maya memberikan baju setumpuk pada Leon
"aku akan sering mengunjungi Tania nanti!" maya memeluk Tania
"Ibu terimakasih sudah repot untuk tania!" Ujar Tania.
"tidak, nak! Hati-hati ya jika ada yang menindasmu telphone ibu nak!" Maya berpesan pada Tania.
"Baik bu, kami berangkat ya!" Tania dan Leon pun segera pergi, mereka ke rumah Suzy terlebih dahulu, terlihat Suzy sudah berdiri menunggu di depan rumahnya.
"astaga, temanmu itu kenapa memakai hak tinggi dan rok mini?,apa dia mau pergi dangdutan?" tanya Leon heran
"bahahahhahah" Tania hanya tertawa dan segera tueun berjalan menghampiri sahabatnya.
"Tania aku sudah siap!" ujar Suzy girang
"Suzy, kau tidak boleh pakai baju seperti ini!" Tania memberitahu kawannya.
"lalu aku harus pakai baju apa Tania?" tanya Suzy.
"sebentar , kau tunggu di sini!" Tania berlari menuju mobil dan mengambil satu baju buatan ibu panglima dan segera kembali pada Suzy.
" ini pakailah!, sebaiknya kau meninggalkan barang-barangmu!, bawalah baberapa baju dalam saja dan barang yang kau butuhkan!, tidak sebanyak ini!" ujar Tania.
"Baik, baik!" Suzy menurut
Leon yang melihat dari kejauhan menahan tawanya
Lelucon macam apa ini? Hahahaha
Jendral Petter, aku menitipkan 2 kelinci liar padamu
Dalam hati Leon merasa geli.
Tania dan Suzy sudah selesai dan menuju mobil,
"Tania dia siapa?" tanya Suzy
"Dia panglima, dia yang membantu kita masuk ke distrik militer!" jawab Tania.
"oh,... Siapa namanya?" tanya Suzy.
"Aku tidak tahu tapi orang-orang memanggilnya panglima saja!" jawab Tania.
"memang dia tidak memakai tanda pengenal?"tanya Suzy.
"tidak!"jawab Tania.
Suzy sedikit heran,
Masak tidak pakai tanda pengenal
Dia ini apa panglima gadungan?, jangan-jangan dia penculik
Berpura-pura sebagai oknum dan menculik kita kemudian menjual kita.
Dalam hati Suzy takut.
"Tania berhenti,apa dia bisa di percaya?, bagaimana jika dia adalah ikut dalam organisasi perdagangan manusia?" Suzy menghalang Tania yang akan masuk mobil.
"kau bicara apa suzy, tenanglah dia orang baik!" Tania meyakinkan Suzy dan membuka pintu mobil
"ayo masuk!" ujar Tania
"anjingmu?"Suzy menunjuk mikel yang duduk di tempat duduk belakang,
"oh, mikel kau pindah di depan ya!" perintah Tania.
Mikel segera melompat ke depan
"Ayo nona-nona waktu kita tebatas!"ujar Leon kesal,
Mereka segera masuk ke mobil dan menuju Distrik militer.
"ingatlah tidak membuat keributan!, kalian memiliki hak istimewa untuk tempat istirahat!" Leon mengingatkan lagi.
"Baik!" jawab Tania dan Suzy.
Akhirnya mereka sampai ke Distrik Militer, Leon mengajaknya masuk ke ruangan Leon,
Leon mengambi papan namanya dan memasukannya ke Laci
"Di sini ada 2 ruangan pakailah"
"jangan sentuh barang-barangku yang ada di sini!"
"baik panglima!"
"hmmmmm, ya sudah kalian beberes barang kalian, aku akan pergi!, nanti akan ada orang yang memberi arahan pada kalian!"ujar Leon.
"Panglima, apa kau benar-benar pergi bertugas?" tanya Tania
"tidak aku mau ke club malam!" jawab Leon Bercanda.
Seharusnya aku tidak bertanya padanya
Dalam hati Tania menyesal
"ahahahahah, tentu!, jaga diri baik-baik ya!" ujar Leon mengusap kepala Tania.
"mmmmm" Tania hanya mengangguk.
"aku pergi dulu!" Leon segera pergi.
Dalam hati Tania merasa sedikit tidak rela melihat kepergian Leon, tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi tentang hatinya ini.
Author
Maaf karna updatenya yang terlalu lama😇
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 291 Episodes
Comments
گسنيتي
lucu sekali suka
2022-03-20
0
Anggiiewii
hhh....kelinci liar
2021-08-23
0
Ciripah Mei
😃😃😃suszy suzy
2021-04-27
0