"Leon bangun!!!, siapa wanita ini?" teriak Maya terkejut
Leon dan Tania yang mendengar teriakan Maya segera bangun.
"Ibu, ada apa?, pagi-pagi kenapa sudah ribut!"ujar Leon kesal.
"aggggggggggggggggg" teriak Tania.
Leon menoleh ke samping, dan terkejut melihat Tania tidur di ranjangnya dan menggunakan kemejanya.
"Nona, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Leon yang masih bingung.
"aku memilih kamar ini untuk istirahat!" jawab Tania.
"apa ini? Kalian membicarakan apa? Leon apa ini alasanmu menolak bertunangan dengan Xian-xian?" tanya Maya tegas.
Leon melirik Tania dan segera menarik Tania ke dalam pelukkanya.
"Ya, bu!,Leon sangat menyukainya!, katakan pada Ayah, untuk tidak ikut campur untuk urusan pendamping Leon!" ujar Leon tegas.
"apa? Kau bicara apa kenapa tidak jelas!!, tante maaf ini tidak seperti yang tante lihat!"ujar Tania berusaha menjelaskan.
"apa yang akan kau jelaskan gadis kecil?, kau mengenakan kemeja anakku dan tidur diranjang yang sama dengan anakku!"ujar Maya yang salah paham.
"ahh, ini saya meminjamnya sebentar karna saya tidak membawa baju ganti!" ujar Tania
"Ya, apa itu kamu menjelaskan bahwa kamu tidur dengan putraku semalam?" tanya Maya yang masih salah paham.
"oh, bukan ,bukan itu maksud Tania!" ujar Tania berusaha menjelaskan.
Leon segera membungkam mulut Tania.
"ibu, kami memang tidur satu ranjang tapi kami tidak melakukan apapun!"ujar Leon Zang menjelaskan.
"Sungguhkah?, ibu tidak percaya!, ibu akan membawa gadis ini untuk ibu tes keperawanan!" ujar Maya tegas.
"apa??" ujar Tania terkejut.
"ibu, itu keterlaluan!" ujar Leon menolak.
"panggilkan dokter spesialis kebidanan!" perintah Maya pada anak buahnya.
"Tuan, Ibu anda sama gilanya dengan anda!, Tania takut ,itu bagian sangat intim punyaku, aku tidak ingin orang lain menyentuhnya!" ujar Tania berbisik.
"Aku sebenarnya juga penasaran, untuk hal itu!, tapi aku tidak bisa membiarkan orang lain menyentuh itu!!"
Dalam hati Leon yang bimbang.
"Ibu, jika dokter itu berani menyentuh wanitaku!, aku tidak akan segan-segan menyakitinya!" ujar Leon mengancam.
"Mikel, mikel!"panggil Leon.
"ahahahahahha, mikel sudah ibu amankan!, jangan meremehkan ibumu ini!" ujar Maya tertawa.
"aku masih punya pistol, jika dia berani melakah masuk satu langkah saja!, aku akan menembak kakinya!" ujar Leon yang tidak habis akal.
Maya memegangi kepalanya, dia memang tidak bisa mengalahkan kesadisan anaknya ini,
"Tunggu, bagaimana gadis ini bisa baik-baik saja masuk ke rumahmu?"ujar Maya baru menyadarinya.
"Mikel sangat menyukainya!" jawab Leon tegas.
"apa?, mikel menyukai gadis ini?, ini tidak mungkin!, bahkan aku ibunya saja hampir dicabik-cabik habis oleh Mikel!"ujar Maya heran.
"Ibu, itu tandanya wanitaku ini gadis baik-baik!"ujar Leon menjelaskan.
"jadi kau mengatai ibu, tidak baik?" tanya Maya geram.
"Ya, ibu dan ayah selalu memaksa Leon untuk menikahi wanita-wanita yang Leon tidak sukai!" ujar Leon.
"jadi kau menyukai gadis kecil ini?,umurmu sudah tidak muda lagi, dia masih kecil dia pasti masih ingin bermain-main!" ujar Maya.
"Ya, umur bukan masalah untuk Leon , Leon hanya menyukai wanita yang pemberani!, dan bisa menjaga dirinya saat Leon tak ada disampingnya!"ujar Leon
"ah, ibu pusing sekali!, kau sangat keras kepala seperti ayahmu!" ujar Maya merasa kalah dengan anaknya.
"bekerja samalah denganku jika kau tidak ingin melakukan tes keperawanan!" bisik Leon
Tania mengangguk, setuju,Leon melepaskan tanganya yang membungkam mulut Tania.
"Baiklah, siapa namamu Nak?"tanya Maya yang berubah lembut.
"Saya Tania Latif tente!" jawab Tania tegas.
"Siapa nama Ayahmu Nak?" tanya Maya Lagi
"Hatta Latif!" jawab Tania
"Kau anak seorang perwira tinggi?"tanya Maya yang mengenal siapa itu Hatta Latif.
"Ya tante!" jawab Tania tegas.
"kau masih telihat muda, berapa umurmu?" tanya Maya penasaran.
"17tahun tante!" jawab Tania
"astaga, kau lebih muda 10 tahun dari anakku?, apa kau yakin kau menyukai anakku?, aku takut kau akan meninggalkanya nanti jika anakku sudah tidak sekuat ini!" ujar Maya yang terkejut dan khawatir.
"ibu, kau meremehkan anakmu!"ujar Leon tidak terima.
Tania hanya bengong karna tidak mengerti maksud perkataan Maya.
"bagaimana tidak, 27 tahun kau bahkan tak pernah dekat dengan wanita, terkadang ibu khawatir jika kau ini Impoten!" ujar Maya terus terang.
"Ibu!!!, ucapanmu sungguh keterlaluan!" ujar Leon kesal karna perkataan maya.
Tania masih dengan ekspresi yang sama, karna memang tidak mengerti alur cerita yang mereka debatkan.
"Nak, kamu bahkan tidak terkejut dengan pembicaraanku dan anakkku, apakah anakku ini impoten?" tanya Maya yang penasaran dengan jawaban Tania.
"apa itu impoten tante?" tanya Tania polos.
Krik krik krik,...
Maya dan Leon, memasang wajah yang sama,
"apa?, kau bahkan tidak mengerti itu impoten?" tanya Maya tak percaya.
Astaga ,sepertinya aku salah sangka dengan anak ini!, sepertinya anakku benar-benar tidak menyentuhnya, tapi aku harus tetap mengawasi gadis ini!, sepertinya dia juga tidak buruk!, aku tidak akan melarang hubunganya dengan anakku, karna dia satu-satunya wanita yang bisa sedekat ini dengan Leon!
Dalam hati Maya yang merasa lega, ternyata anaknya masih tertarik dengan wanita.
"Tania, tidak mengerti tante!, apa itu sejenis makanan atau minuman?" ujar Tania balik bertanya dengan eskpresi polosnya.
Astaga, dia ini sedang berpura-pura polos atau memang tidak mengerti sama sekali?
Dalam hati Leon yang penuh tanya dan keheranan.
"Baiklah, ibu tidak akan melarang hubungan kalian!, tapi ibu tidak bisa membantumu mengubah keinginan ayahmu yang tidak berguna itu!, kalian berdua berusahalah sendiri meyakinkanya!, dan kau perlu tahu Xian-xian sangat menyukaimu!, itu akan sulit untuk hubungan kalian ke depannya!, sebaiknya kalian merahasiakan hubungan kalian dulu, itu untuk keamanan Gadis kecil ini!" ujar Maya yang menyerah dan menyetujui hubungan Leon dengan Tania.
"Demi keamananku?" tania menunjuk dirinya sendiri dengan ekspresi bingung.
"Iya, nak aku merestui hubungan kalian!" ujar Maya memegang tangan Tania seakan memberi dukungan.
"me merestui hubungan ka kami?" ujar Tania bertanya karna ke bingungan.
Astaga, ini aku lagi main sintron kejar tayang apa?, suasana apa ini aku tidak mengerti,rasanya hidupku di pertaruhkan!,
beberapa menit sebelumnya seperti tidak menyetujui hubungan kita yang memang tidak ada hubungan apapun, aku sudah girang karna tidak harus berpura-pura.
Sekarang dia memberi dukungan dengan sangat penuh.
Tuhan, permainan macam apa ini?, aku tidak mau berada diantara ibu dan anak yang sama gilanya ini.
Dalam hati Tania menggerutu.
"hallo, hallo?, ada apa dengan kekasihmu?" tanya Maya heran karna tidak ada respon dari Tania.
"ibu, sepertinya dia sangat senang sampai terkejut, jika ibu merestui hubungan kami!" ujar Leon merangkul Tania untuk menyadarkan.
"oh, ya?, sudah nak tidak perlu terharu seperti itu!, aku seorang ibu, itu sudah kewajibanku mengalah dengan pilihan putraku! Jika dia bahagia itu juga membuatku bahagia!" ujar Maya percaya diri.
"sayang, kau harus berterimakasih dengan ibu!" ujar Leon pada Tania.
"ah, oh, tante Tania berterimakasih sekali!"ujar Tania tanpa Sadar.
"iya, iya!, kalau begitu tante harus pulang dulu! Besok aku akan kesini lagi, karna hari ini tante banyak sekali urusan!" Ujar Maya berpamitan,
"hati-hati dijalan bu, Leon tidak mengantar!" ujar Leon.
"Ya, kau harus menenangkan kekasihmu dulu!, sepertinya dia masih sangat syok!" ujar Maya pergi meninggalkan paviliun Leon.
"TaniaTania!" ujar Leon menggoyakan tubuh Tania agar tersadar.
Tania yang tersadar langsung terduduk di ranjang sambil memegang pelipisnya.
Astaga, dosa apa aku di masa lalu, aku terjebak dalam situasi macam apa ini?,
Kakek kakek tolong Cucumu ini,....
Dalam hati Tania mengeluh.
Author
Like dan komen dulu jangan lupa😉😉😉😄
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 291 Episodes
Comments
Anggiiewii
ngakak deh lucu Tania
2021-08-23
0
Agust Tbaskoro
luzu...
2021-07-09
0
Lasmi Kasman
Maya ceplas ceplos
2021-06-05
0