"ini apa-apaan?, aku sungguh tidak mengerti!" ujar Tania kesal.
"nona, bagaimana anda bisa tidur di ranjangku menggunakan kemejaku?"tanya Leon heran.
"a aa aku meminjamnya, kau bilang aku bebas memilih kamar di sini?" ujar Tania bertanya
"ah, iya aku lupa mengatakan jika yang ini kamarku!, tapi bagaimana lagi, ibukku sudah salah paham dengan hubungan kita!" ujar Leon tersenyum puas.
"tidak, tidak, jangan kau bilang jika aku harus berpura-pura menjadi kekasihmu!" ujar Tania menebak.
"tenanglah, sepertinya ibukku menyukaimu, dia memang terlihat galak, tapi sebenarnya dia sangat penyayang!" ujar Leon memberitahu.
"lalu kenapa jika ibumu baik?, aku tetap tidak mau berpura-pura untuk menjadi kekasihmu!" ujar Tania menolak.
"nona, anda bisa mempertimbangkan itu , tidak usah buru-buru!,jika kau menjadi kekasihku kau akan ku perbolehkan masuk ke distrik militer" ujar Leon memberi tawaran.
"apa hanya itu?" tanya Tania.
"ehmmm, kau bisa ikut pendidikan militer juga!,bagaimana?" tanya Leon bertanya.
"apa itu boleh?" tanya Tania semangat.
"tentu!, tapi hanya ikut latihan saja!, bukan untuk menjadi tentara sungguhan!" ujar Leon menjelaskan.
" siap, komandan!" ujar Tania tegas.
Hihihi, ini kesempatanku untuk mencari kak Leonku...
Dalam hati Tania Girang.
" ya, tapi hanya 3 bulan!, selama itu apa ayahmu tidak mencarimu?" tanya Leon pada Tania.
"astaga!" Tania teringat sesuatu,berlari berlari mengambil handphonenya.
"hallo, Bibi Chu!" ujar Tania menelephone pengasuhnya.
"Nona, nona kemana saja!, bibi kebingungan mencari nona!" ujar Bibi Chu khawatir.
"Bibi, aku sementara tinggal ditempat temanku, katakan pada ayah jika dia mencariku, aku tinggal di rumah sahabat lamaku 3 bulan untuk menenangkan diri!" ujar Tania berbohong.
"maksud nona, nona sedang dirumah nona Suzy?" tanya Bibi Chu.
"ah, Ya benar!" jawab Tania terbata.
"oh, baiklah nona, telphone bibi jika perlu sesuatu!" ujar Bibi Chu.
" terimakasih Bi,bibi harus jaga kesehatan ya?!" ujar Tania berpesan.
"baik, nona!, nona juga harus menjaga kesehatan!" ujar bibi Cu yang merasa lega mendapat kabar dari nonanya.
"astaga, aku harus mencari Suzy hari ini!" ujar Tania harus mencari sahabat kecilnya untuk membantunya bekerjasama jika sewaktu-waktu ayahnya mencarinya.
"apa ada yang bisa dibantu nona?" tanya Leon.
"ah, anu, anu, tuan pinjam mesin cucinya untuk mencuci dan mengeringkan baju!" ujar Tania.
"ah, apa kau butuh pakaian?" tanya Leon.
"Ya, tentu aku tidak bisa keluar dengan kemeja anda ini!" ujar Tania.
"tunggu, saja di sini!, akan ada orang yang akan membuatkan baju untukmu!" ujar Leon segera menelphone seseorang entah itu siapa.
"cepat, kemari!, mikel sudah ku kurung!" pinta Leon tegas.
Beberapa menit kemudian datang 3 orang satu wanita dan dua pria sedikit melambai,lengkap dengan meteran, penggaris, beberapa gulung kain, dan tak lupa mesin jahit.
"what?" ujar Tania terkejut.
"kau buatkan pakaian, yang sesuai dengannya!, buatkan satu dulu untuk pergi santai, sisanya kau bisa membuat beberapa model baju di rumahmu, secepatnya!, kau bisa kirim kemari jika sudah jadi!" ujar Leon memerintah.
Tania terkejut dengan Leon,
"kau membuat baju untukku langsung?!" ujar Tania terkejut.
"mereka adalah, penjahit andalan ibukku, dari kecil ibukku slalu membuatku menjadi model, desaign bajunya!, jadi dari kecil bajuku tidak pernah sama dengan orang lain!" ujar Leon bercerita.
"astaga, mereka benar-benar keluarga yang tidak biasa ,ini sangat megerikan!" dalam hati Tania menggerutu.
" ukur dia, dan buatkan baju secepat mungkin, sisanya minta ibukku untuk mendesaignkan baju untuknya!" ujar Leon memerintah.
Seseorang yang membawa meteran segera menghampiri Tania.
"tunggu, hanya wanita yang boleh menyentuhnya!" ujar Leon tegas.
mereka segera menuruti permintaan Leon, mengukur dan membuatkan baju yang cocok untuk Tania.
2 jam kemudian.
"silahkan di coba nona!" ujar salah seorang dari mereka.
"hmmmm, baiklah!" Tania menurut segera mengganti pakaiannya.
"Bahannya cukup nyaman aku suka, terimakasih!" ujar Tania yang girang menggunakan baju yang Simple, Tania menyukai baju-baju anggak lonnggar seperti track pants, baju sporty karna Tania ini agak tomboy, terlebih body Tania sangat ideal, menggunakan apapun oke.
"kerja bagus, kalian bisa mengerjakan sisanya di rumah!" ujar Leon memerintah.
"tuan panglima!, bolehkah saya memotret Nona?, akan saya tunjukan pada nyonya Maya!" ujar salah seorang ..
"satu kali, 1 menit dari sekarang!" ujar Leon.
Salah satu dari mereka langsung memotret Tania tanpa membuang waktu.
"sudah Tuan, kami permisi!" mereka bertiga pun berpamitan dan segera pergi.
"kenapa kau ini galak sekali?" tanya Tania heran.
"itu tadi adalah perlakuan yang paling baik,nona!" jawab Leon tersenyum.
"Wooooug woooog wooooog" mikel menggonggong
"ah, aku lupa melepaskan mikel!" Leon segera membuka perangkap .
Mikel langsung berlari ke arah Tania,
"oiiiii, si imuut ini kasihan sekali di kurung!" ujar Tania membelai lembut mikel, mikel pun langsung bermanja pada Tania.
"imuut, immutt dari mana lagi! Mikel,kau mulai berpaling dariku sekarang!" ujar Leon
"oooowg oooooghhh!"
"apa kita bisa mengajak mikel keluar?" tanya Tania.
"Tidak, dia akan menyakiti orang!, dia terlalu protektif dengan orang yang di sukainya!" ujar Leon memberitahu.
"Mikel, apa yang dikatakan tuanmu itu benar?" ujar Tania yang masih membelai Mikel
"oooog ooooggg"
"oh tidak benar?" ujar Tania yang seakan mengerti bahasa Mikel.
"nona, apa kau jadi keluar?" tanya Leon.
"ya, aku akan ke rumah temanku!" jawab Tania yang masih asyik dengan mikel.
"aku juga mau keluar!, sekalian aku antar!" ujar Leon menawarkan tumpangan.
"Baik!" jawab Tania..
"ayoook!" ajak Leon berjalan keluar
Tania segera mengikuti Leon dari belakang, mikel juga mengikuti Tania dari belakang
"Mikel, berhenti!, kau dirumah saja!" ujar Leon memerintah.
Tapi justru mikel masuk ke dalam mobil lebih dulu.
"ada apa dengannya?, baru kali ini dia tidak patuh!" ujar Leon heran.
"biarkan dia ikut tuan!" ujar Tania memohon.
"kau harus bertanggung jawab jika dia menyakiti orang lain!" ujar Leon tegas dan segera masuk mobil.
"tentu!" jawab Tania girang dan langsung menyusul masuk ke dalam mobil.
"Mikel, berjanjilah padaku!, kau tidak boleh menyakiti orang lain nanti!" ujar Tania pada Mikel.
"oooough wooooug"
"wah, pintarnya!" ujar Tania lembut.
"astaga, kau ini sebenarnya anjing siapa?"ujar Leon kesal karna mikel yang di rawatnya sejak kecil lebih menurut dengan Tania.
Tapi, itu justru bagus!, sepertinya Mikel cukup peka!
Dia bisa melindungi Tania setiap waktu,karna ayah pasti tidak akan tinggal diam jika dia tahu ada wanita yang bukan pilihanya di dekatku, ibu juga tidak bisa membantu meyakinkan ayah,Dalam hati Leon.
"tuan, bisakah kita mampir ke rumah makan terdekat?, Tania harus sarapan dulu!" ujar Tania.
"kau bisa berkata lembut saat kau sedang lapar ya!"ujar Leon tersenyum.
"hehhehehe, maaf atas sikap kasarku sebelumnya!,ternyata tuan orang yang sangat baik!" ujar Tania memuji
"ya, sudah kita cari sarapan!"ujar Leon segera melajukan mobilnya menuju rumah makan terdekat.
author
Like komen dulu, baru lanjut😇
Votenya jangan lupa ya😆
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 291 Episodes
Comments
thomas matulesi
nyong bisa melu melu nggonggong, teles nemen lah🤣
2022-07-23
2
Andika Pratama Putra
bodoh cerita nya
2022-04-12
0
Anggiiewii
pdkt nih
2021-08-23
0