Tak lama kemudian ayah Tania datang
"Ayah, kakek ayah!" ujar Tania mengadu pada ayahnya.
"sudah, sayang kakek pasti baik-baik saja" ujar Hatta Latif menenangkan putrinya.
Setelah lama menunggu, Donie akhirnya keluar dari ruangan.
Tania berlari menghampiri Donie dengan wajah datarnya.
"Dokter, bagaimana kakek?" tania Bertanya pada Donie penuh harap.
"Tania, maafkan saya, saya sudah berusaha sebaik mungkin, namun Tuhan lebih menyayangi kakekmu!" ujar Donie yang sudah berusaha keras.
"Tidak , dokter kakekku pasti baik-baik saja!" ujar Tania tak percaya berlari masuk melihat kakeknya.
"kakek, kakek, kakek jangan tinggalkan Tania kek, kakek huhuhuhhhuhu, kakek, kakek bangun, jika kakek pergi siapa yang akan menyayangi Tania huhuhhhuhuhu, kakek huhhhu" tania sangat terpukul dengan kematian kakeknya.
"sudah, nak ikhlaskan, kakek lebih bahagia di sana!, kakek sudah tidak merasa sakit lagi!" ujar Hatta.
****
Pemakaman...
Upacara pemakaman kakek Tania yang di hadiri oleh banyak orang-orang penting.
"Tania,!" panggil seseorang
Tania menengok kebelakang,
"Kak Julio!" Tania segera menghampiri Julio dan menangis dipeluknya.
"Hiks, hiks hiks,hiks" Tania menangis tak henti-henti.
"sudah Tania, biarkan kakek tenang!" ujar Julio.
"kakak, Itu sangat sulit untuk Tania hiks hiks hiks!" ujar Tania merengek.
Leon Zang juga hadir di upacara pemakaman kakek Tania.
Leon terkejut melihat Tania menangis dipelukan pria lain.
Siapa tentara bule itu?
Dalam hati Leon penuh tanda tanya.
Ya sudahlah dia sedang berkabung...
Leon berjalan melewati Tania dan bergabung dengan para tamu yang lain,
Upacara pemakaman pun selesai para tamu membubarkan diri, namun Tania masih setia duduk menangis di samping makam kakeknya.
Dan Julio masih setia berdiri dibelakang tania.
Tak lama kemudian ajudan Julio mendekati Julio dan membisikan sesuatu pada Julio.
"Tania,Kakak harus segera kembali, karna ada masalah darurat yang harus segera ditangani!" Ujar Julio berpamitan, meskipun sangat berat meninggalkan Tania dalam keadaan seperti ini, namun tugas adalah nomer satu untuk prajurit, dengan berat hati Julio harus pergi meninggalkan Tania.
"Maafkan kakak, Tania!" ujar Julio yang memeluk Tania dari belakang dan mencium kepala belakang Tania, kemudian bergegas pergi meninggalkan Tania.
Dari ke jauhan Leon mengawasi Tania yang masih duduk di samping makam kakeknya.
"Cari tahu siapa dia!" perintah Leon pada anak buahnya.
Leon mendekati Tania yang masih menangisi makam kakeknya...
"sampai air matamu kering, kakekmu tetap tidak akan kembali!" ujar Leon yang berjongkok di samping Tania.
"hiks hiks hiks, lalu siapa yang akan menyayangiku lagi jika kakek pergi hiks hiks!" ujar Tania menangis.
"heee kau tidak sendiri, kenapa bicara seakan tidak ada orang lain lagi di sekitarmu!" ujar Leon Zang.
"tapi kakek satu-satunya orang yang tidak pernah memarahiku!" ujar Tania.
"ayo, ku antar pulang, biarkan kakekmu beristirahat dengan tenang!" Ujar Leon membujuk Tania
"tapi siapa kau , mau memperdulikanku?" tanya Tania menoleh ke samping.
"kaaaaa kau! Tukang intip kenapa kau di sini?" ujar Tania yang terkejut.
"apah? Kau tidak bisa menuduhku dihadapan makam kakekmu!" ujar Leon kesal.
"tapi kau benar-benar sudah mengintipku!" ujar Tania yang masih tidak terima.
"kau yang ceroboh, tidak mengunci pintu bagaimana itu kesalahanku?"ujar Leon yang menyangkal.
"kau yang tidak sopan karna tidak mengetuk pintu!"ujar Tania yang juga tidak mau disalahkan.
"sudahlah, aku tidak ingin berdebat dengan mu!"ujar Leon yang langsung menggendong Tania
"Kakek, mulai sekarang biar aku yang menjaga cucumu!" ujar Leon kemudian membawa Tania pergi meninggalkan makam kakeknya.
"lepaskan , lepaskan kau ini sangat mesum sekali!, siapa kau berbicara seperti itu di makam kakekku!" ujar Tania meronta-ronta.
Dasar gadis bodoh, bahkan kau tak mengenali wajah pria yang kau janjikan untuk kau nikahi...
Dalam hati Leon.
"Tania, berhenti meronta, jika kau tanya siapa aku maka carilah tahu siapa aku!" ujar Leon kesal.
"tidak, tidak mau, orang mesum sepertimu kenapa aku harus mencari tahu!" ujar Tania yang masih meronta.
Leon segera memasukan Tania kedalam mobil dan membawanya pulang ke kediamanya.
Author
Tania daya ingatmu ini sangat payah!
Bersambung dulu....
Kita akan update lagi minggu depan
Sambil menunggu seberapa banyak peminat
DIA,Sang panglima perang ...
Yuk like dan komen untuk penyemangat author😇
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 291 Episodes
Comments
anna ar4
lanjut dong...
2021-11-21
0
Anggiiewii
cute banget sih
2021-08-23
0
࿅xena_wild ˡⁱᵒⁿあᬊ𝄞༗
iish daya ingatmu payah makanya belajar mengingat y sm kang kredit panci
2021-07-20
0