Mereka pun akhirnya sampai dipaviliun Leon, dan turun dari mobil, Mikel yang mencium aroma orang yang tidak disukainya langsung menggonnggong dan berlari masuk lompat jendela.
"astaga Mikel, jangan itu ibuku !" ujar Leon bergegas berlari masuk , Tania pun juga mengikuti .
"tidaaaaaaaak jangan sakiti aku!"teriak Maya yang melihat Mikel melompat untuk menyerangnya.
Tania yang melihat Mikel akan menyerang Maya segera menghalang di depan Maya, sehingga Tania yang tergigit oleh Mikel dalam dibagian pundaknya.
"Tania!"teriak Leon panik
"aaaaahhhhhh" Tania menahan sakit dibahunya, mikel yang menyadari bahwa dia salah sasaran langsung melepaskan gigitanya, dan menggonggong kesana kemari kebingungan.
"tidak, tidak, darah!" ujar Maya yang syok dan pingsan melihat darah di depannya.
"nyonya, nyonya!"anak buah Maya juga kebingungan
Leon kebingungan, antara ibunya yang pingsan dan Tania yang terluka.
"bawa nyonya ke kamar atas!" ujar Leon memerintah.
"telphone Ria untuk mengobati Tania kesini!" ujar Leon lagi
"Tuan saya tidak papa, Mikel kemarilah!, lain kali jangan sembarangan menyerang orang ya!" pinta Tania lembut pada Mikel.
"ooooouugggggg" jawab Mikel melemah seakan menyesali perbuatanya.
"Mikel kau harus dihukum!"ujar Leon dengan muka galaknya.
"tidak, dia tidak sengaja!" ujar Tania membela Mikel.
"nona, aku akan melihat lukamu dulu!" ujar Leon merasa khawatir.
Tania terkejut, karna itu pasti harus membuka bajunya,
"ini darurat, aku tidak akan macam-macam, itu harus segera diberikan pertolongan pertama!,jika tidak akan infeksi!" ujar Leon
Tania melepas baju luarnya, kini dia hanya memakai tenktop crop saja, yang memperlihatkan bagian perutnya.
Leon yang melihat perawakan Tania sampai menelan ludah.
Astaga, perutnya ramping sekali pundaknya Cantik!
Dalam hati Leon yang tidak pernah melihat lekuk tubuh wanita kecuali tubuh Tania.
"Tuan, berhenti berpikiran kotor!"ujar Tania menegur.
Leon segera tersadar,
"ahahhahah, aku tidak berpikiran kotor nona!" ujar Leon segera mengambil kotak p3k nya.
"tahanlah aku akan membersihkanya dengan air hangat!"ujar Leon memberitahu
"hmmmm" jawab Tania mulai menggigit bibir bawahnya, bersiap untuk menahan sakit.
"ini terlalu dalam nona, maafkan Mikel ya!, ini pasti akan meninggalkan bekas luka!" ujar Leon berbicara lembut pada Tania.
"Tuan anda bisa bertutur lembut rupanya!"ujar Tania merasa Leon tenyata tidak sememnyebalkan yang dipikirkannya.
"ah, aku hanya bertutur lembut padamu saja nona!" ujar Leon menggoda.
"aaaah!" Tania merintih
"tahan dulu, sebentar lagi Ria akan datang aku hanya membersihkan saja!"ujar Leon.
Tak lama pun Ria datang,...
"kakak ipar bagaimana kakak ipar ?" tanya Ria panik.
"aku tidak papa, panglima sudah membantuku membersihkan lukanya!" ujar Tania tersenyum.
"aduh, kalian romantis sekali!" ujar Ria menggoda
"Ria, jangan buang waktu !, cepat obati kakakmu!" perintah Leon tegas.
"siap ndan!"ucap Ria segera melihat luka Tania.
"wah, ini cukup dalam, apa keluar darah tadi? " tanya Ria serius.
"iya, keluar!"
"kita harus mengeluarkan sisanya!" ujar Ria.
"kakak tahanlah, ini akan sakit!" ujar Ria menekan pundak Tania untuk mengeluarkan darahnya.
"assssssshhhhhhhhh" keluh Tania menahan sakit.
"sedikit lagi tahan kakak!" ujar Ria menekan kembali
"sssssssssshhhhhh" tania merintih sampai menetes kan air mata.
"hei, kau menyakitinya!" bentak Leon pada Ria.
" ah, aku menbobatinya!, memang sakit"
"Panglima tenanglah! Aku baik-baik saja!"ujar Tania menenangkan.
"kakak minum obat pereda nyeri saja ya! Kak Eon ambilkan minum untuk kakak ipar!"ujar Ria memerintah.
"Yah, tunggu!"jawab Leon bergegas ke dapur.
"huhihihihi, dia mau di suruh-suruh, wkwkwkw!"ujar Ria puas.
"kakak aku akan memgoleskan salep antibiotik ,setelah itu aku akan membalutnya dengan kasa!"ujar Ria mengobati Tania dengan lembut.
"kau seorang dokter?"tanya Ria.
" Ya, aku seorang dokter tentara!" jawab Ria tersenyum.
"wah keren sekali, aku juga ingin menjadi tentara!, tapi ayahku melarangku!" ujar Tania bercerita.
" hmmmmm, mungkin Ayah kakak ipar memiliki alasan tersendiri!, kakak ini sibuk apa sekarang?" tanya Ria ramah.
"aku baru lulus SMA, sementara masih belum tahu ingin lanjut kemana, tapi aku sedang mencari seseorang saat ini!" bisik Tania.
"kalian membicarakanku?" tanya Leon yang datang membawa segelas minuman.
"Ya benar kakak sangat jelek!" sahut Ria
"dasar!, ayo sayang segera minum dan istirahat!, Ria jika kau sudah selesai mengobati kau boleh pergi!,jangan ganggu kakak iparmu!" ujar Leon mengusir.
"hiks hiks, kakak ipar ini namanya habis manis sepah dibuang hiks hiks!" ujar Ria merengek.
"panglima, kau ini keterlaluan biarkan dia disini menemaniku, dia sudah mengobatiku!"ujar Tania membela Ria.
"huum huum. ..!" ujar Ria setuju.
"Baiklah, lihatlah bibimu dulu dia pingsan!" ujar Leon teringat akan ibunya.
"Ah, benarkah?"tanya Ria terkejut.
"Ya, kau urus bibimu dulu , aku akan membawa kakak iparmu istirahat di kamar!"ujar Leon .
"ya baik!"Ria bergegas ke kamar dimana Maya berada di lantai atas .
Leon hendak menggendong Tania masuk ke kamar, untuk beristirahat.
"tidak, aku bisa berjalan sendiri!"ujar Tania menolak.
Namun Leon tetap bersikeras menggendong Tania ke kamarnya.
"jangan banyak bergerak dulu, terimakasih sudah menghalang untuk melindungi ibukku!, aku berhutang budi padamu!"ujar Leon lembut.
"tidak usah dipikirkan!"ujar Tania santai.
"hmmmm, lihat Mikel dia merasa sangat bersalah padamu, sampai mengikuti kita ke sini, lihat raut wajahnya sedih!, dia sudah jatuh hati padamu!"ujar Leon menegok ke arah Mikel yang terlihat murung.
"Mikel, aku tidak papa, aku ini wanita kuat!" ujar Tania pada Mikel.
Mikel pun bermanja padanya.
"mulai sekaramg dia milikmu!" ujar Leon memberikan anjing kesayanganya.
"apa?, panglima tidak sedang bergurau?" tanya Tania tak percaya.
"tidak, dia akan mengikutimu kemana pun kau pergi!, dia lebih patuh dengan ucapanmu!" ujar Leon .
"terimakasih panglima, aku menyadari bahwa anda orang yang baik!" ujar Tania girang.
"ah, sebaiknya itu yang kau pikirkan tentangku!, istirahatlah, aku akan melihat ibukku dulu!" ujar Leon bergegas untul melihat ibunya.
"Ibu, apa yang sebenarnya terjadi?"tanya Leon pada ibunya yang sudah sadar.
"putraku, bagaimana keadaan menantuku?"tanya Maya khawatir.
"Dia sudah tidak apa-apa, biarkan dia istirahat!" ujar Leon.
"bibi, apa bibi bertengkar dengan paman?" tanya Ria pada Maya.
"iya, kau tahu xian-xian, melihatku sakit dia masih lebih mementingkan gaunnya, dia mau memakai designer lain untuk pertunanganya dengan putraku!" ujar Maya bercerita.
Leon menahan tawanya.
"wah, bibi kakak iparku jauh sangat lebih baik dari model terkenal itu!, bahkan kakak ipar memghalang mikel, agar tidak melukaimu!"ujar Ria.
"iya Ria kau benar sayang, aku Maya mulai sekarang akan menerima dan menyayanginya sepenuh hati!" ujar Maya sungguh-sungguh.
" Ibu tolong baik-baik pada Tania, dia satu-satunya wanita yang ingin aku nikahi!, jika bukan dia aku tidak akan menikah!" ujar Leon menegaskan.
"putraku, kau ini sama keras kepalanya dengan ayahmu!, Ya ibu tentu akan menyayanginya!" ujar Maya
"Bibi, kakak ipar juga sangat cantik, muda, dia memiliki perawakan yang bagus!, dia bisa menjadi model untuk designmu!"ujar Ria menyarankan.
"kau benar, Ria!" ujar Maya melirik ke arah Leon
"No!, aku tidak suka banyak orang memandangi wanitaku!, jika ibu mau mendesign baju untuknya, design saja!,tapi tidak usah di publikasikan!, dia hanya milikku, mana boleh orang lain menikmati keindahan tubuhnya!" ujar Leon menolak keras.
"putraku,kau kira ibumu ini menyuruhnya telanjang?, dia akan mengenakan pakaian lengkap!"
"tidak bu, aku tidak mau banyak mata melihat dan mengangguminya!, minggu depan aku akan membawanya ke asrama militer!"ujar Leon tidak setuju. Maya dan Ria hanya saling memandang saja,
Like dan komen dulu
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 291 Episodes
Comments
Ismi Terysa
lanjooot
2021-09-08
0
Anggiiewii
posesif
2021-08-23
0
Lasmi Kasman
Tan Tan baik2 sama mertua
2021-06-05
0