"kenapa kau dengan mudah memberi dukungan pada gadis itu?, bahkan kau belum bertemu dengannya!" ujar Maya heran.
"Bibi, apa bibi tidak tahu, jika gadis yang diselamatkan kak Leon 5tahun lalu adalah anak paman Hatta, dan paman Hatta yang mati-matian mempromosikan kakak menjadi Panglima perang seperti sekarang!"ujar Ria memberitahu.
"apa?, bagaimana kau tahu semua itu?" tanya Maya yang tak percaya.
"Ayahku yang memberitahuku, dan baru-baru ini gadis ini pulang dari luar negeri, bersama kakeknya,karna kakeknya sakit,dan kemarin adalah hari pemakaman kakek gadis itu, saat ini dia pasti sangat terpukul,...!" ujar Ria memberi tahu apa yang diketahuinya.
"jika kak Leon tidak menjadi panglima perang, mungkin keluarga kita tidak akan seberpengaruh ini saat ini!" ujar Ria.
"kenapa semua serba kebetulan seperti ini?" ujar Maya terkejut dan berpikir.
"Nyonya, nona Xian-xian datang menjenguk anda!" ujar Salah seorang pelayannya.
"astaga, kenapa dia datang?,pasti suamiku yang memberitahunya!" ujar Maya kesal.
"Bibi kalau begitu aku pulang, aku akan menemui kak Leon, untuk mencari tahu, aku akan memberitahu bibi!, Bibi make up mu kurang pucat!" ujar Ria mengingatkan dan bergegas pergi.
"astaga, Tina cepat buat aku sepucat mungkin!" ujar Maya memerintah.
"baik nyonya!" Tina segera melakukan tugasnya,
Tok tok tok
"Dia datang!" ujar Maya segera berbaring dan memaksimalkan aktingnya.
Tina segera membuka pintu,
"nona xian-xian, nyonya sedang istirahat, masuklah!" ujar Tina mempersilahkan masuk.
Xian-xian segera masuk dan menghampiri Maya yang terbaring lemah.
"tante,tante apa sudah minum obat?" ujar xian-xian bertanya.
"oh, Xian- xian, maaf tante tidak bisa menyelesaikan desaign gaun untukmu!"ujar Maya dengan suara lemahnya.
Astaga, akting nyonya sangat bagus kenapa nyonya tidak jadi artis saja.
Dalam hati Tina.
"tidak papa tante, kita bisa memakai designer lain untuk gaun pertunanganku dengan kakak Leon!" ujar Xian-xian tanpa bersalah.
"uhhhuuuuk, uhhhhuuk,uuuuuhuuuk!" Maya langsung terbatuk mendengar ucapan Xian-xian.
"tente, ayo minum dulu!" ujar Xian -Xian mengambil minuman untuk Maya.
Sial, jika aku tidak berakting sakit, maka aku tidak akan tahu sifat aslinya ini,
Dia mendengar aku sakit, kenapa masih bisa berpikir mencari desaigner lain,
Jika, aku mati pasti dia akan mengadakan upacara pernikahan diatas makamku, untung saja Leon tidak mau dengannya.
Selama ini aku sudah buta, mau menerimanya!,Dalam hati Maya menyesal.
"aku tidak akan membiarkan menantuku memakai desaign orang lain!" ujar Maya ketus.
"oh, tante!, mau bagaimana lagi tanggalnya sudah ditentukan!" ujar Xian-xian bersikeras.
"kau boleh, memakai desaign orang lain!, tapi aku tidak akan menganggapmu calon menantuku!"ujar Maya tegas.
"tante, tante kenapa bicara seperti itu?" ujar xian -xian terkejut dengan sikap Maya yang berubah,
"jika, ingin masuk keluarga Zang, harus mengikuti aturan di sini!" ujar Maya
"tante, maafkan Xian-xian , bukan maksud Xian-xian menyinggung tante!" ujar Xian-xian meminta maaf.
"Ya, kau pulanglah!, aku butuh istirahat!" ujar Maya mengusir halus Xian-xian.
"ah, aku akan menemani tante di sini, aku membawa buah, apa tante mau xian kupasakan?"ujar Xian-xian merayu.
"tidak, aku ingin sendiri, aku juga tidak selera makan apapun!"ujar Maya menolak.
"Nona, pulanglah!, biar nyonya istirahat, biar lekas baikan!" ujar Tina menasehati xian-xian.
Dengan terpaksa, Xian-xian keluar meninggalkan Maya.
"apa dia sudah pergi?"tanya Maya pada Tina
"sudah nyonya, dia sepertinya kesal sekali!, dia sedang menendang pintu mobilnya!" ujar Nono yang melihat dari jendela.
"astaga, rupanya dia rubah betina, hampir saja aku menerimanya sebagai menantu!"ujar Maya memegangi kepalanya.
"nyonya, apa nyonya tidak papa?"tanya Mimo khawatir.
"tidak, tidak, ambilkan buku dan pencil aku akan mendesaign baju untuk Tania!"ujar Maya semangat.
Tina segera memberikan semua yang diminta Maya,
"Baiklah, aku akan menerima pilihan anakku sepenuh hati, mulai sekarang!" ujar Maya memulai mendesaign baju untuk Tania.
"Nyonya, nyonya Tuan Huan datang!" ujar Nono memberitahu Maya.
"Astaga, rapikan ini make up i aku!" ujar Maya memerintah.
Nono dan mimo segera merapikan alat tulis dan kertas-kertas yang berserakan Tina segera memoles wajqh maya agar terlihat pucat.
Huan Zang segera masuk ke kamar
"aduh nyonya, nyonya harus makan! bagaimana ini tuan nyonya dari tadi tidak makan dan tidak mau minum obat!" ujar Tina melapor pada huan.
"kenapa kau mengusir Xian-xianm bukankah dia sudah sangat perhatian menjengukmu?"tanya Huan kesal.
Dia memang laki-laki tidak berguna, bagaimana dia bisa memikirkan orang lain saat istrinya terbaring sakit begini, mungkin dulu aku sudah gila mau di nikahinya.
Dalam hati Maya menggerutu kesal.
" apa kau ini tuli? Atau bisu?"ujar Huan marah karna Maya tidak menjawab pertanyaanya.
"apa kau buta??, aku sedang terbaring sakit dan kau malah menghawatirkan orang lain!, apa kau ini bisa di sebut suami?"ujar Maya berbalik marah pada Huan.
"keluar, aku mau pindah ke rumah putraku!, aku akan memihak putraku sekarang!, mulai sekarang jangan mengganggu aku dan putraku lagi!" ujar Maya mengancam.
"sayang kenapa kau ikut marah?, ya ya ya baiklah aku minta maaf aku salah!"ujar Huan meminta maaf.
"Cukup!, simpan kata maafmu itu!, Tina,Nono,Mimo, bantu mengemasi barang-barangku , kita pergi dari sini sekarang!"ujar Maya memerintah.
"berhenti, minggu depan adalah hari pertunangan anakmu!, kau harus tetap di sini!" ujar Huan.
"Diam, aku tidak mau tahu dengan pertunangan itu, aku berubah pikiran aku tidak menyukai Xian-xian!, aku akan di pihak putraku sekarang!" ujar Maya melawan.
"nyonya, semua sudah siap!" ujar mimo melapor.
"ayo kita pergi dari sini!" ujar Maya menarik kopernya..
"Penjaga jangan biarkan nyonya pergi dari sini!" teriak huan pada para penjaga.
Ketiga orang Maya berdiri melingkar melindungi melindungi maya.
"ah, aku mengandalkan kalian!"ujar Maya pada ketiga orang kepercayaannya.
Para penjaga menyerang Tina, Nono, dan Mimo.
Dalam hitungan menit puluhan penjaga jatuh ditangan mereka bertiga,
"sayang kau meremehkan orang-orangku hahhahaha!" ujar Maya tertawa puas
"ayo pergi!" ujar Maya tegas.
"Tunggu sayang, bukankah kau sedang sakit?" tanya Huan Zang, menghentikan langkah Maya.
Matiiii, aku lupa jika sedang berakting sakit!,
Dia sengaja membuatku marah, untuk mengetesku,...
Tidak bisa aku harus tetap berpura-pura sakit.
Dalam hati Maya.
"awh tubuhku sangat lemah,Nono angkat aku masuk ke mobil kita pergi ke rumah panglima!" ujar Maya yang pura-pura terjatuh dan lemas.
"sayang sudah, jangan berpura-pura lagi, aku tetap tidak akan mengubah keputusanku!" ujar Huan Zang keras kepala.
"kau memang ayah yang kolot, aku membencimu!" ujar Maya bergegas pergi.
Diikuti ketiga orang kepercayaannya,
"mereka benar-benar ibu dan anak!, mau tidak mau aku harus mengundurkan pertunangan ini!,sambil mencari cara untuk membuat Leon patuh" gumam Huan Zang kesal.
****
"ya, di situ rumahnya!" ujar Tania menunjuk rumah sahabatnya.
"oke, sudah sampai!"ujar Leon menghentikan mobilnya.
Tania segera turun berjalan menuju pintu rumah sahabatnya,mikel mengikuti dari belakang.
"Mikel, ingat jangan membuat orang takut dan terluka!" ujar Tania mengingatkan Mikel.
Leon menunggu di dalam mobil.
Ting tong ting tong.
Tak lama pintu pun terbuka,
"ya, cari siapa nona?"tanya seoarang pelayan rumah.
Wooooog woooog woooog,Mikel menggonggong,Tania langsung membelai mikel lembut.
"maaf bibi, anjingku mengagetkanmu!" ujar Tania meminta maaf.
"aa a ya nona,!" jawab bibi
"apa Suzy ada?" tanya Tania.
"oh ya nona ada, saya panggilkan dulu!"ujar bibi segera masuk untuk memanggil suzy.
Tak lama suzy pun keluar,
"Suzy, kau semakin cantik!" ujar Tania terkejut.
"maaf siapa ya?"tanya Suzy yang tak mengenali perubahan sahabatnya, setelah 5tahun tak bertemu.
"aku Tan-tan, Tania Latif!"ujar Tania menjelaskan.
"Tan - Tan kau kembali!, sejak saat aku mendengarmu di sandra sampai sekarang aku baru melihatmu!" ujar Suzy terkejut melihat sahabatnya.
Mereka langsung berpelukan mengobati rindu. Mikel hanya diam tak bereaksi, sepertinya mikel cukup peka dengan perasaan Tania.
Leon yang melihatnya hanya tersenyum.
"ayoo masuk!" ajak Suzy
"tidak-tidak,anjingku sangat sensitif dengan orang lain!, aku di luar saja!"ujar Tania menolak
"tidak papa dirumah hanya ada bibi, ayah ibuku ke paris selama 5 bulan!" ujar Suzy
"lain kali saja, aku mengajak seseorang, aku hanya ingin meminta bantuanmu, jika ayahku bertanya padamu katakan aku bersamamu!, aku akan mengikuti latihan militer selama 3 bulan!" ujar Tania.
"apa? Jika ayahmu tahu dia pasti akan marah!"ujar Suzy khawatir.
"aku akan menemanimu, biar bibi yang mengatakan bahwa kita sedang liburan bersama!, aku juga sangat boring tidak ad kegiatan di rumah!, aku akan ikut mendadtar!"ujar Suzy semangat,
"tidak suzy, aku hanya sekedar latihan saja untuk mecari seseorang tidak benar-benar untuk menjadi prajurit!"ujar Tania menjelaskan.
"apa? Bagaimana bisa?"tanya Suzy heran.
"ada seseorang yang membantuku masuk!"ujar Tania jujur.
"katakan padanya aku juga ingin masuk!, aku akan membayar berapa pun!" ujar Suzy bersemangat.
"sssstttt kecilkan suaramu!, dia bukan orang yang kekurangan uang!, tapi aku akan coba bicara padanya nanti!, kau tulis kontakmu!, aku akan menghubungimu lagi nanti!" ujar Tania menyerahkan ponselnya.
Suzy segera ,menuliskan nomornya.
"ini sudah!" ujar suzy mengembalikan ponsel Tania.
"oke trimakasih, aku tidak bisa lama-lama!"ujar Tania segera berpamitan,
"baiklah kau harus menelphoneku!"ujar Suzy mengingatkan.
"oke, ayo mikel kita pulang!"ujar Tania bergegas naik ke mobil.
Author
Sampai disini dulu ya😆
Kalau luang akan update lagi,
Kalau enggak kita ketemu hari rabu kembali😇
Maaf karna belum bisa memberi jam update setiap hari.
Author juga baru longgar😇
Like dan komen jangan lupa
Begitu juga Votenya😆😆😆😇
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 291 Episodes
Comments
Anggiiewii
yuhuuu
2021-08-23
0
Lasmi Kasman
bagus ceritanya engak berbelit2
2021-06-05
0
Kᵝ⃟ᴸωα⏤͟͟͞R∂αн🦐
bolehin donk biar Tantan ada temennya😀
2021-03-12
0