Beberapa saat kemudian setelah itu, Zhang Xian En menyuruh gadis pelayan itu untuk menenangkan sang ibu terlebih dahulu.
sementara itu... Gadis pelayan itu membiarkan Zhang Xian En untuk duduk didepan ruang tamu sedangkan dia membawa ibunya kedalam kamar.
"Ibu.. ibu jangan menangis lagi. Semoga tuan muda bisa membantu kita" sambil memeluk ibunya.
Beberapa saat kemudian, gadis pelayan itu mendatangi Zhang Xian En " tuan muda..maaf sudah merepotkan tuan muda. Perkenalkan nama saya Lie Hue".
Sambil tersenyum Zhang Xiang En membalas gadis pelayan "Panggil saya Zhang Xian En" menatap gadis pelayan wanita itu. Lie Hue pun merasakan hatinya berdetak tidak karuan dan wajahnya memerah sambil menunduk malu.
"Ada apa denganku ? batin Lie Hue. Sebaliknya Zhang Xian En malah bingung dengan sikap lie hue. dia menggaruk kepalanya sambil tersenyum canggung.
"Tidak apa-apa. jangan terlalu dipikirkan. bagaimana dengan rencana selanjutnya?"
Dengan terpaksa Lie Hue membalas ucapan zhang xian en "Mmm...Sepertinya kita harus menunggu ayah saya pulang terlebih dahulu tuan muda" Sambil membuang wajahnya lie hue menjawab seadanya.
"Baiklah" Zhang Xian En menjawabnya dengan singkat sambil berpikir untuk menyusun rencana dalam menghadapi Kelompok Hantu bayangan.
Sebenarnya, Zhang Xian En masih belum tau kemampuan sang ketua dari kelompok hantu bayangan itu dan dirinya sangat berhati-hati dengan apa yang dia hadapi nanti.
*******
Tak terasa malam pun tiba dan Zhang Xian En masih terduduk sambil bermeditasi untuk menyiapkan dirinya dalam pertarungan. sementara ditempat lain, lie hue sendiri sudah pulang membeli beberapa bahan makanan untuk dimasak.
Tiba-tiba Zhang Xian En menyadari ada seseorang yang akan segera datang. dia merasakan seseorang itu pasti ayah dari Lie Hue.
Tak lama kemudian ayah Lie Hue sampai didepan rumahnya. disaat dia masuk, dia melihat seorang pria yang lagi duduk didalam rumahnya dan tanpa banyak bicara pria paruh baya itu memanggil anaknya.
"Lie Hue, ayah sudah pulang nak" lekas kemari dan buatkan ayah minum. mendengar suara itu, Lie Hue segera menjawab "baik ayah" terdengar suara dari dalam menyahut pria paruh baya itu.
Pria paruh baya itu duduk dan memandangi pemuda itu dengan sedikit menyipitkan matanya "Maaf, kalau boleh saya bertanya siapakah pemuda yang ada didepan saya ini" dengan sopan ayah Lie Hue memulai percakapan dengan pemuda yang ada dihadapannya.
Zhang Xian En sendiri langsung tersenyum dan berdiri sambil membungkuk dan memperkenalkan namanya.
Sambil berjalan dan membawa segelas air Lie Hue menemui ayahnya "Ayah..ini airnya dan silahkan diminum".
"Mmm..." sambil meminum air, ayah Lie Hue masih berpikir siapakah pria yang ada dihadapannya ini dan ada apa dia datang kemari. dia berpikir Zhang En adalah pemuda yang sengaja datang kerumahnya seperti yang terjadi sebelum-sebelumnya.
Sebenarnya.. Laki-laki yang datang dirumahnya dalah pria-pria yang mau dekat anak perempuannya itu dan berusaha untuk mendekatkan diri mereka dengan cara menjumpai dirinya.
Tetapi perasaannya merasakan ada hal yang berbeda dengan pemuda itu. Dia melihat Zhang Xian En sangat berbeda dengan orang yang dia temui dan sedikit tertutup serta bawaan pemuda didepannya ini terlihat tenang.
Melihat ayahnya, Lie Hue tiba-tiba bersuara "Ayah.. sebenarnya Tuan muda ini adalah pria yang saya ajak kemari" Sambil melirik kearah zhang xian endan menundukkan wajahnya.
Pria paruh baya itu memijit keningnya sendiri karena tidak biasanya putrinya itu membawa seorang pria mengajak kerumahnya secara langsung. Melihat hal itu, Zhang Xian En langsung bebicara kepada Lie Hue untuk menjelaskan hal yang sebenarnya.
Dengan terbata-bata.. Lie Hue menjelaskan kepada ayahnya kejadian yang terjadi dengan ibu dan adik laki - lakinya sambil menjelaskan bahwa siang tadi, saat dia lagi bekerja dipenginapan, dia mendengar kejadian yang terjadi kepada ibu dan adik laki-lakinya dipasar. karena hal itulah dia mengajak pemuda itu datang kerumah menemaninya dan meminta bantuan.
mendengar hal itu, seakan-akan kesedihan terlihat dari raut wajah ayah Lie Hue...Pria paruh baya itu berdiri sambil pergi kekamar menemui istrinya.
Sambil membuka pintu kamar..dirinya melihat istrinya itu dan langsung memeluknya.
"Sayang, apa yang terjadi.. dimana anak kita Xiao Hue? istrinya langunsung memeluknya dan menceritakan bahwa Xiao hue anak laki-laki mereka ditahan oleh anggota kelompok Hantu Laut dan menyuruh mereka untuk segera menikahkan putri mereka itu sesuai permintaan ketua Hantu Bayangan.
****
Sementara itu.. Zhang Xian En meminta izin kepada Lie Hue untuk keluar rumah.
"Apa yang bisa saya bantu Tuan muda?" Lie Hue mendekati Zhang Xian En. "Tolong antar saya sebentar ketempat yang tidak ada bangunan dan memiliki lapangan yang sedikit luas".
Lie Hue berpikir sejenak dan menggelengkan kepalanya karena dia bingung dengan permintaan itu.. Diapun akhirnya lalu membawa Zhang Xian En dibelakang bangunan rumahnya yang kebetulan mempunyai area yang kosong dan hanya dikelilingi beberapa pohon dan sedikit luas.
Zhang Xian En mengajaknya kesana karena Zhang Xian En sendiri ingin melatih jurus pedangnya dan melanjutkan meditasinya.
Sesampainya disana, Zhang Xian En tersenyum lalu terbang secepat kilat menaiki pohon yang ada disekitar tempat itu dan mematahkan rantinganya untuk dijadikan sebagai pengganti pedang dalam latihannya.
Lain halnya dengan Lie Hue. Dia terkejut karena melihat pemuda yang tadinya ada disampingnya bergerak dan melayang diudara dan hanya kelihatan bayangan saja. wajar hal itu terjadi karena tidak setiap saat para penduduk dan bahkan dirinya sendiripun jarang melihat hal-hal yang seperti itu.
Wushhh....Wushhh....Wushhh... Sebuah bayangan terlihat bergerak kesana kemari memainkan beberapa gerakan yang sulit dilihat dengan jelas. bayangan itu tidak lain adalah Zhang Xian en sendiri. Pemuda itu sedang melatih jurus pedangnya dan melatihnya kembali. Gerakannya sulit diterka dan membuat hawa disekitarnya menghembuskan angin kencang.
"Jrus pembelah bumi".. Prakkk..Prakk...Prakk.
pohon2 yang disektarnya terlihat ada yang roboh dan sebagian ada juga yang hamya daunnya jatuh kebawah karena dampak dari jurusnya.
"Jurus pembelah awan" teriaknya sambil melakukan gerakan-gerakan yang semakin cepat. Akhirnya melemparkan tebasan keatas dan mengarahkan kedaerah yang jauh kedepan.
Pakkkkk....
Beberapa pohon langsung tumbang akibat tebasan dahsyat itu. bahkan Lie Hue yang berada tidak jauh dari Zhang Xian En terkena dampak dari jurus itu dan terlempar kebelakang.
Melihat hal gadis itu terlempar karena jurusnya, pemuda itu langsung terbang dan berusaha mengambil Lie Hue agar tidak terbentur dipohon yang berada disekitarnya dengan ilmu meringankan badannya..
Saat Lie Hue menutup matanya karena dirinya melihat bahwa dia akan terbentur kepohon dan berteriak "Aaaaaa.. Tidakkk." Setelah mengeluarkan teriakannya, dia merasakan tidak terjadi apa-apa dan malah merasakan tubuhnya dipeluk oleh seseorang. saat membuka matanya dan melihat Zhang Xian En sudah memeluknya dan menolongnya.
Raut wajahnya merah merona karena wajahnya dan wajah dari pemuda itu saling berhdapan dan lagi memeluknya untuk menyelamatkan.
Tapp.... Zhang Xian En mendarat dengan sempurna. "Mafkan saya nona.. Saya tidak tau karena perbuatan saya nona sampai seperti ini" sambil melepaskan pelukannya.
"Aaaa....Aku baik-baik saja Tuan muda" hatinya berdetak tidak karuan karena dia merasakan ini pertama kalinya dia merasakan perasaan ini dan dia sendiri tidak tau kenapa. memang.. Wajah Zhang Xian En terlihat tampan dan kalau dilihat wajahnya tidak seperti laki-laki lainnya yang memancarkan ketertarikan setiap wanita yang melihatnya .
Zhang Xian En merasakan hal yang sama. tapi dia sendiri menanggapi hal itu dengan datar tanpa ekspresi. Didalam hatinya dia tidak mau berpikir tentang wanita karena perjalanannya sendiri masih panjang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 750 Episodes
Comments
Shaiya_Eet
Nah kalo saya malah bingung sama nama anaknya, yang satu Lie Hue yang satu lagi Xiao Hue....Hue nya sama tapi malah di belakang.
2024-04-07
2
Azkal Alfarizi
mau menyelamatkan orang berlatih dulu emang harus begitu
2023-10-25
1
Ren
sebentar, bukan ke sebelumnya nama mereka hantu bayangan? malah bertukar jadi hantu laut?
2023-08-30
0