Setelah membantai habis kelompok Hantu bayangan. Tuan Hue langsung berlari mendekati Zhang Xian En."Anak muda. apa kau baik-baik saja?" tanya pria itu.
"Aku baik-baik saja paman. Mari kita pergi mencari dan membebaskan Adik Xiao Hue"balas Zhang Xian En sambil terbang mencari tempat tahanan Xiao Hue ditahan dan Tuan Hue mengikutinya dari belakang.
Zhang Xian En terbang mengelilingi Markas kelompok hantu bayangan dan masuk kedalam. Sesampainya didalam dia menyusuri ruangan dan meendengar suara tangisan seseorang.
Dia sendiri langsung mendekati dan mencari asal suara tangisan itu. Ternyata dia menemukan jalan terowongan yang menunjukkan kemungkinan jalan itu menunjukan dibawah markas itu memiliki ruangan bawah tanah.
Setelah melewati dan memasuki terowongan bawah tanah, Zhang Xian En ternyata melihat ruangan bawah tanah itu adalah penjara. Dia melihat ada beberapa puluhan tahanan berada didalam ruangan.
Hatinya sangat miris melihat beberapa wanita muda belia yang ditahan didalam dan kelihatan mereka semua sangat menderita. wajah mereka kalau dilihat megalami luka memar, badan kurus dan sebagian ada juga yang tidak mengenakan pakaian ditubuhnya.
Melihat itu semua hati Zhang Xian En sangat sedih dan langsung menghancurkan besi penahan ruangan tahanan. mendengar suara ledakan dari pintu, Wanita yang ada didalam terkejut ketakutan. saat mereka melihat arah pintu ruangan yang telah hancur, mereka semua melihat seorang pemuda yang tubuhnya dipenuhi darah ditubuhnya.
Melihat ketakutan diwajah mereka, Zhang Xian En membuka suara"kalian sekarang bisa pergi dan pulang kerumah kalian masing-masing"
Wanita itu langsung berteriak dan berlari keluar. Zhang Xian En kemudian langsung pergi dan menuju ruangan lain dan menghancurkan pintu besi tahanan yang lain sekalian mencari xiao hue.
Setelah beberapa lama kemudian, Zhang Xian En akhirnya sampai diruangan yang ada diujung ruang tahanan dan melihat ada seseorang anak laki-laki yang sedang menangis didalamnya.
Tanpa banyak bicara Dia langsung menghancurkannya dan masuk kedalam diikuti Pria paruh baya dibelakangnya. Saat melihat anak nya....Tuan Hue langsung mendekati anak nya dan memuluknya erat "Xiao Hue, Xiao Hue.. Ayah sudah disini nak" melihat ayahnya dan seorang pemuda itu xiao Hue langsung membalas pelukan ayahnya dan menangis bahagia. Selama beberapa hari belakangan, dia merasa ketakutan tanpa melihat ayah dan ibunya.
Zhang Xian En menghela nafas panjang dan berjalan keluar dan mengelilingi setiap ruangan Markas kelompok hantu bayangan.
Setelah melewati dan memeriksa setiap ruangan, Zhang Xian En menemukan tempat barang-barang hasil rampasan yang selama ini dikumpulkan oleh kelompok hantu bayangan. Dia menemukan beberapa ramuan obat dan beberapa peti koin emas dan juga tidak lupa memasukkan koin emas dan ramuan obat itu kedalam cincin penyimpanan dan langsung keluar markas kelompok hantu bayangan.
"Nak..dari tadi saya mencarimu dan menunggumu disini beserta tahanan lain" ucap Tuan Hue setelah melihat kedatangan Zhang Xian En.
Didepan markas Kelompok hantu bayangan, pemuda itu melihat puluhan tahanan wanita maupun pria yang sudah menunggunya diluar.
"Tappp.."
Entah dari mana...Tiba-tiba didepan mereka sudah ada beberapa peti koin emas. Mereka yang melihatnya sedikit terkejut melihat Zhang Xian En bisa mengeluarkan peti-peti itu padahal mereka melihat pemuda itu tidak membawa apa-apa maupun membawa sesuatu dari dalam. Mereka hanya diam saja dan tidak berani membuka suara untuk bertanya. Mereka takut menyinggung pemuda yang ada didepan mereka sekarang dan masih belum tau siapa sebenarnya dirinya.
"Ini adalah harta rampasan yang sudah aku dapat dan kumpulkan dari tempat penyimpanan markas mereka, tolong kalian mengambilnya dan membagi kepada yang lain" ucap Zhang Xian En sambil tersenyum.
"Semoga koin emas ini bisa memenuhi kebutuhan kalian" lanjutnya.
Melihat hal itu, beberapa wanita tadi yang sedang berkumpul tidak lagi merasakan ketakutan dan malah terpana melihat senyuman serta ketampanan Zhang Xian En. mereka melihat pemuda didepan mereka dan menganggapnya pahlawan yang telah menolong mereka.
"Tuan pendekar, Terimakasih sudah menyelamatkan kami semua. kami tidak tau bagaimana membalas ini semua karena Tuan telah menolong kami" ucap salah seorang tahanan itu sambil mengeluarkan sedikit air mata.
"Tidak apa-apa..Kita semua hidup untuk saling tolong menolong, ini juga salah satu tugas ku untuk menolong orang yang membutuhkan" balas Zhang Xian En sambil melihat mereka semua.
Mereka akhirnya pun tersenyum gembira dan segera mengambil koin emas itu dan berbagi sama rata.
Tuan Hue hanya melihat dari kejauhan dan tersenyum melihat sikap dan kebaikan pemuda itu.
Tiba-tiba dia berpikir "Seandainya diaa ...??Ah.. Tidak mungkin" ucapannya langsung berhenti dan tak melanjutkan ucapannya sendiri.
Sambil berpikir, pria paruh baya itu berkata dlaam hati " Bagaimana kalau seandainya Zhang Xian mau menjadi menantunya?" Tapi dia menepis semua pikirannya karena dia merasa Pemuda itu tidak menyukai putrinya.
"Ayah.. Siapa pemuda itu...Apa ayah mengenalnya?" tanya Xiao Hue menatap ayahnya yang sedang melihat kearah Zhang Xian En.
Sebelum pria paruh baya itu membalas pertanyaan anaknya, Zhang Xian En sudah langsung mendekati kedua orang yang sudah lama berdiri dan menunggunya.
" Apakah kau sudah merasa baikkan adik kecil?" tanya Zhang Xian En.
Sambil melihat wajah orang yang berbicara kepadanya, anak kecil itu hanya mengangguk saja membalas ucapan Zhang Xian En.
"Kakak ini adalah orang yang bersama ayah dari desa Xiao Hue dan kakak ini juga orang yang telah membebaskan semua orang" sambil mengelus kepala anaknya
"Kamu lihat orang yang tanpa kepala itu? ambil menunjukkan kearah anggota yang telah dibantai Zhang Xian En.
"iya" jawabnya polos.
"Kakak penyelamat ini juga yang telah membunuh mereka semua" sambung ayahnya.
Sambil terkejut mendengar perkataan ayahnya, Xiao Hue menggenggam erat tangan ayahnya dan bersembunyi sambil memeluk ayahnya dari belakang.
Melihat hal itu, Zhang Xian En hanya tersenyum dan langsung mendekati xiao hue dan menatapnya "jangan takut.. Kakak tidak akan menyakiti ayahmu dan juga dirimu"
Setelah berbicara dengan ayah dan anak kecil itu, mereka langsung bersiap-siap untuk pulang kedesa daun semanggi. Zhang Xian En menyuruh tahanan yang sudah bebas untuk mengguburkan jasad anggota kelompok hantu bayangan sebelum mereka pergi.
Zhang Xian En sendiri tidak lupa membersihkan dirinya terlebih dahulu dan mengganti pakainnya yang sudah dia simpan dicincin penyimpanannya.
•••
Kehancuran dari kelompok hantu bayangan tersiar begitu cepat didesa-desa sekitarnya.
orang-orang yang kebetulan melihat pertarungan saat Zhang Xian En membantai Kelompok hantu bayangan sampai tak tersisa menyebarkan berita itu.
Sekarang orang-orang banyak menceritakan kisah Zhang Xian En. Kebanyakan dari mereka yang mendengar kehancuran kelompok yang selama ini membuat mereka ketakutan merasa senang mendengar berita itu dan para tahanan juga sudah pulang menemui keluarga mereka masing-masing. Akhirnya mereka bertiga pulang kembali menuju Desa Daun Semanggi.
"Xiao Hue..Xiao Hue..." teriak Lie Hue dari kejauhan setelah melihat adik dan kedua pria yang bersama adiknya telah kembali.
"Kakak Lie Hue" balas Xiao'er sambil memeluk kakaknya bahagia.
Sambil melihat kearah Zhang Xian En, perempuan yang memeluk adik kecilnya itupun mengeluarkan suara lembut.
"Terimakasih Tuan Muda sudah menyelamatkan keluarga serta adik kecil saya" ucap Lie Hue sambil memasang senyum yang menawan.
Melihat wajah dan senyuman dari Lie Hue, Zhang Xian En jadi salah tingkah dan kikuk. Baru kali ini dia melihat senyuman secantik itu dan entah mengapa hatinya langsung tidak karuan saat itu juga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 750 Episodes
Comments
Eneng Eneng
Sayang novelnya belum dipoles humor ringan tengil usil jahil genit sok polos konyol itulah bro???
2024-12-16
1
Muh. Najamuddin
lanjut thor
2022-12-12
0
Nurmala
paling males baca novel blm pria blm apa apa udah masalah percintaan...
knp TDK di jadikan novel perempuan saja sih
2022-12-05
0