Ketika Menghadapi serangan dari ke dua orang lawannya, Zhang En sedikit kewalahan menghadang serangan mereka. Dengan gerakan serta menggunakan jurus-jurus tingkat tinggi yang mereka kuasai. Ke dua pria itu secara bergantian datang dari arah berlawanan menyerangnya.
Zhang En sesekali melompat kesamping serta melakukan tangkisan bahkan salto kebelakang untuk mengelak.
Kombinasi dari serangan mereka sangat kompak dan teratur. Dari arah belakang, salah satu dari pria itu menebas kearah kaki dan dilanjutkan dengan memberi tendangan keatas mengarah kepala, Sedangkan pria yang satunya lagi menyerang sambil menusuk dari arah samping.
SREEET !
Salah seorang dari mereka berhasil mengenai bahu serta merobek jubah Zhang En. Disana terlihat sedikit luka dan mengeluarkan darah akibat tebasan pedang yang berhasil memgenai bahunya.
Namun, kedua pria itu tidak memberi kesempatan kepada lawan untuk memulihkan luka yang ada dibahu dan melakukan serangan selanjutnya.
Serangan-serangan semakin cepat membuat Zhang En hanya bisa bertahan. Diantara orang-orang yang dari tadi sedang menonton, sebagian merasa bahwa Zhang En pasti akan kalah sedangkan sebagian lagi masih meragukan pemuda yang sedang dikeroyok itu masih terlihat bertenaga dan tidak adanya tanda-tanda kelelahan.
Melihat dua serangan beruntun sekaligus, satu serangan mengarah kebawah leher dan satu serangan ke arah perut, Zhang En menundukkan kepalanya untuk menghindari serangan yang mengarah lehernya sedangkan tusukan yang mengarah perut bagian bawah, sambil mengerahkan tenaga dan mengalirkan Qi nya kedalam pedang, Zhang En mengarahkan pedangnya kebawah untuk menangkis.
TRANG !
Benturan 2 pedang yang beradu akibat menangkis dan posisi yang kurang tepat membuat Dirinya mundur beberapa langkah.
Saat ini, karena berhasil membuat lawannya mundur dan kelihatan tidak berkutik, Kedua pria lawan dari Zhang En merasa diatas angin dan merasa hebat dihadapan orang yang sedang menyaksikan.
Dengan arogannya, salah satu dari mereka mengejeknya sambil membusungkan dada kedepan. "Aishh, Kami pikir bisa mengalahkan kami, ternyata melawan dan menghindari kami saja kamu tidak sanggup"
"Menyerahlah dan kami akan hanya menyiksamu dan berlutut juga memotong sebelah kakimu untuk meminta maaf kepada Sekte Lembah Tengkorak" ucap pria itu sambil memberikan tatapan dan mengeluarkan aura pendekar tingkat langit awal untuk mengintimidasi supaya lawannya ketakutan.
Mendengar ucapan dan mendapat aura intimidasi dari pria itu, Zhang En hanya memasang ekspresi tak peduli dan tidak sedikitpun terpengaruh dengan aura yang dikeluarkan pria itu.
"Pemuda ini bukan pendekar sembarangan, melihat dia tidak terpengaruh dengan aura itu, sepertinya tingkatannya berada diatas kami berdua" Salah satu dari pria itu berkata didalam hatinya.
"Ha? Apa yang kamu katakan barusan? tidak usah banyak bicara karena sebentar lagi, Aku akan mengalahkan kalian berdua" balas Zhang meremehkan lawannya.
"Ha. Ha. Haa. Kami akan membuatmu menyesal" ucap pria itu lagi karena kesal meras diremehkan oleh Zhang En.
"Baiklah, aku akan tunjukkan kepada kalian serangan yang sebenarnya"
Dengan memasang kuda-kuda dan mengarahkan pedangnya keatas, Zhang En membalas ucapan salah satu pria tadi.
Zhang En mulai mengalirkan Qi nya kepedang yang ada disebelah kiri tangannya. Tanpa menunggu lama, Zhang En lebih dulu melakukan serangan kepada lawan.
"Jurus Pedang Bayangan"
Kali ini dirinya mengeluarkan jurus tingkat atas miliknya Sambil menigkatkan kecepatan dan memainkan pedangnya, Zhang En menebas lawannya dengan permainan pedang yang sulit dilihat oleh lawan.
Zhang En menyerang mereka tanpa ampun serta mengeluarkan Aura Pendekar Langit Tahap Menengah. Serangan demi serangan dilancarkan olehnya sehingga kedua pria itu berusaha menghindar dan menangkis tebasan yang mengarah titik fatal yang ada ditubuh mereka.
Dua orang pria itu merasakan kesemutan ditangan setiap kali beradu pedang atau menangkis serangan Zhang En. Badan mereka secara tidak sadar bergetar dan mulai merasakan ketakutan.
Keringat dingin mulai mulai keluar dari setiap pori-pori dibadan kedua pria itu, Merasa Aura yang dikeluarkan oleh lawan mereka berada pada tingkat langit menengah, ingin rasanya mereka mengutuk diri mereka masing-masing, begitu juga dengan kesepuluh orang teman mereka yang tidak jauh dari tempat itu dan merasakan Aura yang dikeluarkan oleh Zhang En.
Seandainya mereka tau sebenarnya pemuda yang mereka lawan saat ini sebenarnya sudah berada ranah pendekar tahap langit akhir selangkah lagi menunju tahap Suci, Kemungkinan sudah dari awal tadi mereka berpikir dua kali untuk mencari masalah.
"Tau begini, seharusnya kita tadi tidak usah mencari masalah dengan pemuda itu" ucap salah satu murid dari Sekte Lembah Tengkorak yang sedang melihat pertarungan Zhang En melawan kedua teman mereka.
"Cihh.. mulutmu bau sekali, jangan dekatkan mulut bau busukmu itu kalau sedang berbicara" ketus pria satu lagi sambil menutup hidungnya.
Sedangkan teman mereka yang lain mendengar pertengkaran kecil itu hanya menatap mereka tidak peduli. saat ini mereka sedang fokus dengan lawan yang sedang dihadapi oleh kedua temannya.
Tetapi apa boleh buat, semua telah terjadi. Karena merasa berasal dari salah satu dari 7 sekte terkuat dan terbesar di Kekaisaran Ming, murid dari sekte lembah tengkorak biasanya suka menindas orang dari rakyat jelata dan membunuh orang bahkan murid dari sekte bawah maupun menengah yang mereka rasa bukan dari salah satu 7 sekte besar.
Memang benar Zhang En terlihat seperti pemuda biasa dan tidak terlihat berasal dari Sekte manapun jika dilihat dari pakaiannya.
" TRANG.. TRANG... TRANG"
Suara pedang mereka masih terus terdengar menyebabkan sebagian area disekitarnya mulai hancur serta pecahan batu berterbangan akibat terkena serangan yang nyasar tidak mengenai sasarannya.
Beberapa orang yang sedang ada dekat pertarungan itu terkena efek dari serangan mereka sehingga mereka mulai menjauhkan diri untuk menghindari terkena dampak dari pertarungan Zhang En dan Murid dari Sekte Lembah Tengkorak yang sedang berlangsung.
Tiba-tiba saja terdengar suara ledakan dari arah mereka.
DUARRRR!!!
Dua orang pria itu terlempar serta badan mereka menghantam ketembok dan jatuh ketanah. Mereka terlihat mendapat beberapa luka sabetan dibeberapa bagian badan masing-masing.
"Uhuk..Uhukkk"
Seteguk cairan berwarna merah keluar dari mulut mereka sambil berusaha untuk mencoba berdiri. Zhang En Akhirnya terbag menghampiri medua lawannya dan segera menyimpan pedangnya.
"Spertinya murid dari Sekte Lembah Tengkorak terlihat lemah dan hanya besar mulut saja" Ejek Zhang En.
Mendengar perkataan dari Zhang En, mereka hanya diam saja dan hati mereka dipenuhi rasa amarah akibat penghinaan yang diucapkan oleh Zhang En.
"Aku pikir, kalian segeralah pergi dari hadapanku! kedepan kalau kita bertemu lagi jangan harap aku akan mengampuni kalian"
"Kami dari Sekte Lembah Tengkorak tidak akan melupakan kejadian hari ini dan akan membalas perlakuanmu" balas pria didepan Zhang En.
"Aku akan menunggu saat itu terjadi" ucap Zhang En sambil melangkah pergi dari tempat itu.
♧♧ Jangan lupa tinggalkan like kalau suka karena like itu gratis dan juga jangan lupa votenya ♧♧
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 750 Episodes
Comments
Eneng Eneng
Belum dipoles humor ringan tengil usil jahil genit sok polos konyol itulah
2024-12-16
1
Ikram Dicky
rana kultifasix nga konsisten,
2024-06-13
0
Anonymous
kultivasi nya tinggi tapi susah banget ngalahin yang jauh di bawahnya, aneh banget ini cerita, apalagi kalau kultivasi lawannya seimbang, udah di pastikan kalah telak,
2023-07-04
1