Beberapa bulan kemudian, Zhang Xian En akhirnya menguasai teknik yang ada didalam kitab itu dan dia akhirnya sangat senang.
"Akhirnyaaa.. aku mencapai tahap akhir.." gumam Zhang Xian En.
Zhang Xian En memutuskan untuk mencoba teknik pedang dan ilmu meringankan tubuh yang sudah dia kuasai.
" Caaattttt.. dessssshhhhh.. " jurus demi jurus Zhang Xian En praktekkan dan dia terbang sambil memainkan jurus pedangnya.
Saat itu, sang guru yang berada tidak jauh dari tempat Zhang Xian En berlatih, hanya memperrhatikan perkembangan muridnya. Tetua Chao Pao sangat senang dengan keteguhan dan kegigihan Zhang Xian En.
Tidak lama kemudian, Zhang Xian En mengambil nafasnya dan tersenyum. Akhirnya dia yakin bahwa dia sudah bisa menggunakan jurus pedang dengan baik.
" Bagus Zhang Xian En " seru Tetua Chao Pao.
Sambil memberi hormat kepada gurunya, lalu bergegas menemui gurunya.
Tetua Chao Pao mengajak Zhang Xian En untuk istrahat dan pulang kegubuk tempat tinggal mereka.
Setelah itu, pada malam hari chao pao dan Zhang Xian En menyantap makanan yang sudah mereka persiapkan.
Setelah mereka selesai makan, Tetua Chao Pao memulai pembicaraan kepad muridnya.
"Zhang Xian En. Akhirnya kau sudah mencapai Pendekar tahap akhir dan kau melakukannya sunguh-sungguh. Sebelum kau menuju tahapan selanjutnya, kau harus sudah mencapai Tahap Langit. Guru mau kau untuk bersedia melakukan sesuatu.Guru mendapat kabar baru-baru ini"
"Kabar apa itu Guru ?" Tanya Zhang Xian En.
Tetua Chao Pao menceritakan bahwa baru-baru ini, dia mendengar kabar bahwa Kaisar Ming telah mengumumkan kompetisi pertandingan pendekar-pendekar muda berbakat untuk ikut serta dalam kompetisi itu.
Tetua Chao pao merasa ini kesempatan untuk menyuruh muridnya mengasah kemampuan dan mencari pengalaman.
Kompetisi ini diadakan 1 kali setiap 3 tahun. Tetua Chao Pao menginginkan supaya muridnya itu segera memulai perjalanannya segera ke kekaisaran Ming.
Zhang Xian En sangat senang mendengar kabar dari gurunya karena akhirnya dia bisa memulai pengembaraanya untuk pertama kali sebagai seorang pendekar pedang.
" Baiklah Guru. Akan segera mempersiakan diri untuk ikut kompetisi itu. Kapan dimulainya kompetisi itu guru? " Tanya Zhang Xian En dengan wajah serius.
Tetua Chao Pao melihat keseriusan dari wajah yang ditunjukkan oleh muridnya satu-satunya itu.
"Kalau dihitung-hitung, 1 Tahun lagi dari sekarang. "
Zhang Xian En menarik napas dalam-dalam dan dia akhirnya bisa mempersiapkan diri dan akan segera mencapai pemdekar tingkat langit dalam setahun ini.
"Baiklah guru, aku akan berlatihan sunguh-sungguh dan tidak akan mengecewakan guru" jawab Zhang Xian En.
Terua Chao Pao senang melihat keputusan murid satu satunya dan menyuruh Zhang Xian En untuk beristirahat.
************************************************
Pagi Hari...
Zhang Xian En bangun dari tidurnya dan merasa sangat segar bugar karena selama ini dia hanya berlatih terus menerus dan jam tidurnya sangat kurang. dia kembali memulai latihannya lagi.
Seperti biasa Zhang Xian En memulai membaca kitab pedang dan dan membaca lembaran kitab itu dengan hati-hati tanpa terlewatkan. Setelah memahami kalimat-kalimat didalam kitab itu, Zhang Xian En sedikit merasa bahwa latihannya kali ini sangat berat karena untuk membuka Gerbang pendekar pedang tahap langit.
Umtuk mencapai pendekar tahap langit, dirinya harus bisa mengendalikan diri dan melatih kekuatan tenaga dalam Yin dan yang dan melanjutkan jurus pedang tahap berikutnya.
Beberapa saat setelah memgeluarkan dan selesai membaca kitab pedang pemberian gurunya,Zhang Xian En memutuskan untuk melakukan latihannya dan meminta izin kepada gurunya untuk berlatih kehutan dan mencari tempat yang nyaman untuk bermeditasi.
Zhang Xian En segera menyiapkan semua bekalnya untuk dibawa dalam melakukan latihan selama setahun kedepan. Dia masih belum menggunakan pedang dari gurunya itu dan tidak membawanya karena dia masih sendiri masih dalam pelatihan. Zhang Xian En masih menggunakan pedang kayu buatannya sendiri untuk melakukan latihannya.
Sesampainya dihutan, Zhang Xian En menemukan sebuah lembah dan tempatnya sangat sejuk. disana ada sebuah air yang mengalir dari ketinggian sebut saja Lembah yang ada air terjun.
Zhang Xian En akhirnya melompat dan terbang keatas melewati bebatuan dan akhirnya sampai diatas tebing air terjun sambil mencari tempat yang cocok dan bermeditasi.
Setelah mencari tempat yang nyaman, Ia segera melakukan kultivasi samb menarik nafasnya dan mencoba memejamkan matanya.
Tak terasa, sudah 3 hari dirinya masih bermeditasi dan tenggelam masuk ke alam sadarnya. Dibawah alam sadarnya, Zhang Xian En melihat semua kejadian-kejadian sebelumnya pada saat seluruh desa dan keluarganya dibantai. Perasaanya bergejolak dan tanpa dia sadari air matanya keluar walaupun matanya masih tertutup.
Seketika itu, perasaan dan amarahnya memuncak kembali dengan melihat kejadian itu. Tbuhnya gemetar dan badannya mengeluarkan asap. Zhang Xian En tidak bisa mengendalikan tubuhnya yang masih duduk sambil meditasi. Tetapi dia melawan perasaan amarah itu dan berusaha untuk tetap kuat.
Sedikit demi sedikit perasaanya amarahnya pun kembali mereda sambil mengatur alur pernafasan dan mengontrol dirinya. Zhang Xian En mencoba melawan perasaan amarah nya dan menekannya untuk tetap tenang.
Lama kelalamaandirinya merasakan ada sesuatu kekuatan yang memasuki Tubuhnya dan tiba-tiba perasaanya begitu tenang dan sangat nyaman.
6 bulan berlalu, Zhang Xian En akhirnya menyelesaikan Latihan Meditasinya.
Tubuhnya seperti bersemangat, pada setiap tarikan nafasnya dirinya merasakan kekuatan tenaga yin dan yang dalam tubuhnya semakin kuat dan meningkat pesat.
"Akhirnya aku menyelesaikan setengah dari tahap ini " gumam zhang xian en dengan senyum.
Setelah beberapa saat Zhang Xian En, Zhang Xian En pergi membersihkan diri dan membersihkan bajunya dibawa tebing.
Hari demi hari dilalui dan terus melakukan latihannya dan mengontrol dirinya sendiri untuk menyempurnakan Qi murni Yin dan yang didalam tubuhnya.
Setiap kali selesai berkultivasi, Zhang Xian En tidak lupa melanjutkan membaca kitab lembaran berikutnya untuk meneruskan latihan tahap berikutnya.
Untuk melanjutkan latihan tahap berikutnya, Zhang Xian En melatih jurus pedang tahap langit yaitu jurus pedang membelah bumi dan jurus pedang membelah awan.
************************************************
Sebulan sebelum kompetisi diadakan, Zhang Xian En akhirnya menyelesaikan latihannya.
Tetua Chao Pao ternyata masih setia menunggu kepulangan murid satu-satunya itu.
"Tidak lama lagi kompetisi akan segera dimulai. Tappi kenapa dirinya masih belum pulang juga?! " Tetua Chao Pao berbicara sendiri duduk sambil melihat-lihat dari kejauhan.
3 hari berlalu, Zhang Xian En akhirnya sampai digubuk dan segera menjumpai gurunya itu.
" Guru, aku pulang dan sudah menyelesaikan latihan tahap tingkat langit " Zhang Xian En menghadap gurunya sambil memberi hormat.
Melihat kepulangan muridnya,Tetua Chao pao merasakan aura yang dipancarkan muridnya itu sangat kuat. dirinya juga melihat muridnya itu terlihat sangat tenang dan wajahnya semakin cerah.
"Akhirnya kau sudah mencapai pendekar tingkat tahap langit Akhir muridku. hanya dalam beberapa tahun saja kau sudah tumbuh kuat dan kau murid yang berbakat" sambil memuji muridnya dengan bangga.
Tiba-tiba Tetua Chao Pao menghilang kembali muncul lagi dihadapan Zhang Xian En. Menyaksikan hal itu, pemuda itu menyadari betapa tingginya ilmu gurunya.
" Zhang Xian En. ini adalah pedang sakti yang sudah membesarkan Nama guru dan dikenal dalam Rimba Persilatan.
Guru mau memberikan pedang ini dan mewarisinya untukmu. Pedang ini ditakdirkan untukmu. Semoga kau menjadi Pendekar Pedang terhebat melampui guru. dan ingat satu hal, berbuatlah baik kepada semua orang dan bantulah mereka yang membutuhkanmu dalam kesulitan yang mereka hadapi. Jadilah murid yang baik dan selalu rendah hati." sambil memberi nasehat kepada muridnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 750 Episodes
Comments
Indah Hidayat
sampai tahap ini ceritra masih bagus. semoga tdk poligami si mc pasti sy berhenti like dan left
2024-06-16
0
Eben Haezer
d
2024-01-28
0
zhao zhein
ini novel kultivator bukan sih thor.bingung gua....🤣🤣🤣🤣
2023-06-25
0