JANGAN LUPA LIKE COMENT AMD VOTE !!
Selamat membaca😉
🌹🌹🌹🌹
Di rumah mewah nan megah nampak lah Pak Danu yang sedang duduk di sopa dengan pandangan menerawang nya tiga bulan sudah sang putri meningalkan nya untuk menikah dengan pria yang iya pilih lenih tepat nya mungkin anaknya sebagai jaminan uang yang di pinjamkan Rafa padaya.
Setiap hari setelah pulang kerja pak Danu hanya bisa terdiam di sopa tempat dimana biasanya dirinya dan putri semata wayang nya selalu bercanda gurau, hatinya merasakan sakit yang amat dalam karna telah menjerumuskan putri semata wayang nya ke dalam lubang neraka mengingat Rafa bukan lah pria yang terkenal kaya raya namun dia juga pria yang terkenal dengan kekejaman nya.
semenjak Ririn menikah iya sudah menandatangani surat perjanjian yang di berikan Asisten Rafa dimana dia tidak boleh menemui Ririn terkecuali Ririn yang mau menemuinya. tiga bulan sudah iya tidak berpisah dengan Ririn nampak raut wajah penyesalan di setiap harinya bahkan akhir2 ini iya sering sakit2 an karna selalu memikirkan putri semata wayang nya yang tidak pernah memberikan kabar atau hanya dengan menelpon saja.
Pintu rumah terbuka menampakan bu Arini dan sang anak tirinya yang tak lain adalah Dessy yang membawa banyak tentengan tas belanjaan nya dengan wajah yang berseri2 seolah tak memikirkan siapa yang telah berkorban untuk mereka.
" Ngapain liat2.. kenpa ngak seneng? marah? " Ucap Bu Arini dengan nada mengejek lalu mengaleng Dessy.
" Ayo sayang biarkan situa bangka yang sudah tidak bisa apa2 ini disini.. mending kita cepet cobain baju2 nya takut nya ada yang kekecilan. " Ucap Bu Arini di angguki Dessy.
" Dadah kekek tua, " Ucap Dessy sambil tertawa begitupun dengan Bu Arini yang tetus tertawa menertawakan pak Danu yang hari demi hari tubuhnya semakin lemas.
" maaf kan ayah Ririn.. gara2 ayah kamu harus menderita menikah dengan pria kejam itu, ayah Rindu nak.. kamu dimana ayah butuh kamu. "Ucap Pak Danu sambil menyeka air matanya lalu berjalan tertatih2 di bantu tongkat karna sekarang kakinya mulai susah untuk berjalan tegak.
_________
Entah dia berada di dimensi apa tapi Ririn sedikit aneh melihat tempat yang penuh dengan bunga2 dan tempat nya itu sangat indah di depan nya ada Air terjun yang sangat indah air nya sangat jernih membuat nya tersenyum ketika melihat bayangan wajah cantik nya di air jernih itu.
Ririn nampak gembira berada di tempat itu hingga akhirnya datang lah dia bidadari yang entah datang dari mana lansung memeluknya.
" Bu..nda.. ka..kak " Ririn terbata2 melihat bidadari berbaju putih itu ternyata adalah kakak dan ibunya.
" Sayang.. perjalanan kamu masih panjang nak, kenapa kamu disini pulang lah nak ayah ku membutuhkan mu, maaf kan lah dia.. jangan membencinya " Ucap Bunda Ririn sambil membelai kepala Ririn penuh kasih sayang.
" Ririn ngak mau pulang.. Ririn mau disini sama Bunda sama kakak.. disini Ririn tenang dan damai. " Ucap Ririn sambil melihat sekelilingnya yang memang sangat indah dan damai.
" Ririn ini bukan tempat mu dek, pulang lah banyak kesalah pahaman yang harus kamu pecahkan di dunia mu, jangan biarkan suami mu terus membuat kesalahan.. bantu dia, " Ucap Cyrilla sambil menghapus air mata adik tercintanya.
" Tapi Ririn masih betah disini.. dan Ririn takut mereka jahat. " Ucap Ririn sembari menangis di pelukan kakak nya.
" Waktu kita ngak banyak Dek.. belajarlah ikhlas dan menerima semua takdir dari tuhan, karna tak lama lagi kebahagian akan menantimu dek, " Ucap Cyrilla meyakin kan Ririn lalu melepaskan pelukanya.
" Kami akan selalu melihatmu disini," Ucap Cyrilla lalu tersenyum dan dalam.hitumgan detik kedua wanita yang sangat berarti di kehidupan Ririn pun hilang bersamaan dengan cahaya yang sangat terang.
" Ha..us " Ucap Ririn dengan mata terpejam.
Rafa yang mendengarnya langsung mendongkakakan matanya lalu tersenyum melihat Ririn yang mengerakan tangan nya lalu tak lama kemudian gadis bertubuh kurus itu membuka matanya.
" Syukurlah kau sudah siuman, " Ucap Rafa bersyukur karna Ririn tertidur sangat lama.
" Berapa lama aku tidur? " Pertanyaan Ririn pertama kali. Rafa tersenyum melihat Ririn yang sepertinya sudah tidak ketakutan lagi melihatnya. " Sebulan dan aku pikir kau.. " Ucap Rafa menggantung.
" Aku haus.. bisa minta tolong ambilkan minum. " Pinta Ririn entah kenapa iya mempunyai keberanian untuk menyuruh Rafa tapi sepertinya Rafa pun tak keberatan dan malah menawarinya makan.
" Apa kau ingin makan sekarang? " Tanya Rafa. " hem.. sayur sup ayam. " Pinta Ririn yang memang sangat lapar.
" Baiklah akn ku suruh pelayan membuatkan sup untuk mu. " Ucap Rafa sambil berjalan ke arah pintu keluar.
Ririn mengelengkan kepala melihat Rafa yang banyak perubahan. " Apa dia mempunyai rencana lain untuk membunuhku lagi? " Batin Ririn bertanya-tanya karna perubahan Rafa sangat lah tiba2 dan itu membuatnya sedikit curiga.
_________
🌹🌹🌹🌹
TBC😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 285 Episodes
Comments
Abdul Mugit
salam kenal author,,, aku sudah dua kali baca novel ini sama part 2,, tapi baru kali ini aku komen😁 semangat yah thor
2025-01-06
1
ira
tuh kan Rafa itu salah paham terhadap CIA dan Ririn ,semoga Rafa bisa segera bucin akut🤭
2023-07-25
3
Ria Nurma
😭😭😭😭😭
2022-06-30
0