JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE !!
Selamat membaca😉
🌹🌹🌹🌹
Sejak kecil sudah di tingalkan sang ibu yang sudah wafat sehingga membuat Ririn kecil kurang kasih sayang dari orang tua berlebih lagi pak Danu yang sibuk mengurus perusahaannya meski begitu Ririn tak pernah sedih karna dia mempunyai seorang kakak yang baik hati dan selalu menyayanginya sepenuh hatinya.
Cyrilla amelia kakak kandung Ririn gadis yang ceria dan sangat menyayangi adik kecilnya yang umur nya jauh di bawah nya iya Ririn dan Cyirilla atau biasa di pangil Cia terpaut umur 9 tahun. saat ibunya meningal Cia berumur 10 tahun sementara Ririn baru berumur 1 tahun jadi Cia kecil sudah terbiasa mengasuh sang adik.
Kehidupan kedua gadis itu semulanya nampak bahagia meski ayah nya selalu sibuk tapi baik Cia maupun Ririn tak pernah mempermasalahkan hal itu meski umur mereka masih kecil Cia dan Ririn sepertinya sudah dewasa sebelum waktunya jadi mereka tak pernah merasa Ayah nya terlalu sibuk dengan dunia luar atau pun merengek meminta ayah nya untuk bersama mereka menghabiskan waktu untuk bermain seperti layak nya seorang ayah dan anak.
Hingga pada akhirnya ketika Ririn berumur 6 tahun dia sering sakit-sakit an dan menyebabkan nya harus pulang pergi rumah sakit dan hal itu membuat pak Danu berpikir untuk segera mencari ibu untuk kedua putrinya iya merasa putri-putri nya membutuhkan sosok ibu agar ada yang mengurus mereka di rumah jika dirinya sedang berada di luar kota.
Dan beberapa bulan kemudian pak Danu mengenalkan seorang wanita yang umurnya mungkin masih 35 tahun an. wanita itu membawa seorang gadis yang umurnya dengan Cia dan hal itu membuat Cia senang karna mempunyai teman baru tapi berbeda dengan Ririn yang nampak tak suka.
apalagi setelah pak Danu berkata kalau Wanita yang dibawa kerumahnya itu adalah calon ibu tiri mereka.
Ririn tak menyukai tatapan tajam dari wanita itu iya berpikir kalau wanita yang akan menjadi ibu tirinya itu akan galak dan kejam seperti di flm-flm, dan semuanya terbukti setelah pak Danu menikah dengan bu Arini sikap ibu tiri itu mulai terlihat sejak kesibukan pak Danu di kantor semakin padat.
Seperti flm-flm yang sering Ririn lihat di Tv bersama sang pelayan yang mengasuh nya ibu tirinya itu hanya baik saat ada ayah nya saja. Cia yang saat itu di sibukan dengan sekolahnya yang mulai meninjak kelas 3 SMU pun tak mengetahui perlakuan asli ibu tirinya yang iya tahu hanya adik nya sekarang menjadi giat dan rajin membantu sang pelayan beres-beres rumah.
meski begitu iya sedikit curiga dengan perubahan mendadak sang adik namun Desy sang kakak tiri selalu bilang padanya bahwa Ririn itu bukan hal yang aneh karna dirinya dulu juga pernah di ajarkan cara beres-beres rumah oleh sang ibu yang tak lain adalah ibu Arini bohong nya pada Cia dan bodohnya Cia percaya kata-kata saudara tirinya itu karna menurutnya Desy adalah gadis yang baik bahkan Desy juga adalah teman satu geng nya di sekolah jadi iya tak menaruh curiga pada Desy maupun bu Arini.
" Kakak aku rindu, " Batin Ririn sambil mengiris bawang mewah air matanya tak terbendung lagi gadis itu menumpahkan air matanya bukan karna bawang merah tapi karna merasa perih sakit dan sesak mengingat perlakuan ibu tirinya yang tak pernah membuatnya merasa nyaman tingal di rumah.
" Kenapa kakak tingalin aku.. hiks kenapa kak? Ibu aku cape.. aku cape." batin Ririn lagi masih teringat kenangan bersama sang kakak nya sampai sekarang gadis itu masih belum tau apa penyebab kematian kakak nya yang mendadak itu dan ketika mengingat itu rasa sesak menjelujur di tubuhnya membuatnya susah bernafas.
bu Ina yang tak lain adalah pelayan yang mengasuh Ririn sejak kecil langsung sigap memberikan obat asma Ririn dan tanpa berlama-lama Ririn langsung menyemprotkan obat itu ke mulutnya.
" Non.. ngak papa? sebaiknya non istirahat aja.. biar saya aja yang masak nya, " Ucap Bu Ina yang merasa kasihan dengan anak majikan nya yang sudah iya anggap seperti putrinya sendiri itu.
" Makasih banyak bu, tapi Ririn harus cepet masak bu.. kalo ketahuan Ibu nanti Ririn kena hukuman lagi, " Ucap Ririn menolak karna takut akan di marahi sang ibu tiri.
Bu ina menatap sendu gadis berumur 19 tahun yang sudah iya asuh sejak bayi itu, merasa prihatin dengan kehidupan anak majikan nya itu punya harta berlimpah rumah besar tak menjamin bahagia karna Ririn memiliki ibu tiri yang sangat kejam dan pandai bersandiwara.
" Sabar ya non.. semogha saja nyonya cepat dapet hidayah agar bisa segera berubah, " Ucap Bu Ina jujur hampir setiap hari ibu paruh baya itu selalu mendoakan kebahagian Ririn tapi mungkin sang pencifta belum bisa mengabulkan doanya maka dari itu iya hanya berharap suatu saat majikan nya itu bisa mengetahui sikaf asli sang istri agar kehidupan Ririn bisa kembali ceria seperti sepuluh tahun lalu.
Ririn tersenyum sambil menaruh kembali obat Asma nya di tempat obat lalu gadis itu menghampiri Bu Ina pelayan yang sudah iya anggap seperti ibu sendiri itu.
" Makasih ya bu, udah sayang sama Ririn.. Ririn ngak tau kalau ngak ada ibu mungkin Ririn ngak bakalan kuat hidup kaya gini, " Ucap Ririn sambil memeluk Bu Ina yang di balas dengan pelukan lagi oleh Bu ina sambil mengusap kepala Ririn lembut penuh kasih sayang.
Prokk... prokk...
Seorang ibu paruh baya tersenyum menyerigai melihat adegan sedih sang anak tiri dan pelayan nya.
" Bagus ya.. pantesan dari tadi masak nya ngak beres-beres ternyata begini ya kerjaan kalian di dapur hah." Teriak Bu Arini keras.
Ririn dan Bu Ina menunduk " Maaf bu.. ini salah Ririn, Bentar ya bu masakan nya sebentar lagi jadi ko, " Ucap Ririn sambil buru mengambil mangkuk lalu iya menuangkan sup ayam kedalam mangkuk bening.
Prenkk...
Sayur sup itu di tumpahkan ke tangan Ririn dan mangkuk nya pun pecah tapi untungnya tak mengenai kaki Ririn.
" Auu.. panas bu. " Ririn meringis sambil meniup2 tangan nya yang terkena sup panas tadi.
" Rasakan itu.. dasar anak penyakitan !! Saya tau kamu pasti mau racunin saya kan. " Ucap Bu Arini sambil menjambak rambut Ririn.
" Ampun bu.. Sakit.. maafin Ririn bu, sakit." Ringis Ririn sambil menangis.
hal itu membuat Bu Ina kaget lalu replek membantu Ririn.
" Nyonya.. tolong maafkan non Ririn jangan sakiti non Ririn terus nyonya saya mohon. " Pinta bu Ina sambil membantu melepaskan tangan Bu Arini yang ada di rambut Ririn.
" Dasar babu sama anak tiri sama saja.. tidak berguna, Bereskan kekacau an ini dan kamu jangan harap hari ini kamu masuk kampus, " Ucap bu Arini sambil berjalan menaiki tangga.
Setelah melihat bu Arini pergi Bu Ina langsung mengobati tangan Ririn yang memerah iya mengolesi salep agar tangan Ririn cepat membaik lalu iya mengusap rambut gadis yang maaih terisak itu merasa ikut sedih tanpa terasa air mata bu Ina mengalir sama seperti Ririn.
" Ibu ko nangis, Ririn ngak papa ko. " Ucap Ririn sambil mengelap air mata ibu paruh baya di depan nya.
Bu Ina tak mampu berkata-kata karna kata-kata yang akan iya lontarkan dari mulutnya sama seperti tadi mungkin hanya menyuruh anak majikan nya itu untuk terus bersabar.
" Non sebaiknya mandi aja ya, bentar lagi kan Non masuk kuliah.. biar semua ini saya aja yang beresin.. Non ngak boleh bolos kasian Ayah Non yang sudah berharap banyak sama non." Ucap Bu Ina langsung diangguki oleh Ririn.
" Ya udah bu Ririn mandi dulu ya, maaf ya selalu merepotkan ibu, " Ucap Ririn sambil bernjak pergi ke kamar nya.
🌹🌹🌹🌹
apa cuman aku ya yang greget sama ibu tiri yang kejam itu?
aku heran napa haluan ku jahat banget ya, padahal aku sendiri ngak punya ibu tiri cuman mungkin bakalan punya bapak tiri tapi no no aku ngak mau bapa tiri udah bahagia juga meski ngak punya bapa.
Alfatihah buat bapa aku yang udah 10 tahun ningalin aku sama adek2 ku☺😭
# Outhor imut manja😗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 285 Episodes
Comments
Dia Amalia
rasanya mau tak rebus aja nenek peyot ini😡😡😡
2024-08-02
0
Puji Ngramut
" ibu tiri hanya cinta kepada ayah ku saja "
bikin nyesek 🤣🤣🤣🤣
2022-12-11
0
Nadine Anaqisyah
waww
2022-11-22
0