JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE !!
Selamat membaca😉
🌹🌹🌹🌹🌹
Selepas kepergian Rafa gadis bertubuh kurus itu masih terduduk di lantai dengan wajah yang seperti menahan tangis, Ririn membersihkan bekas makanan dan pecahan piring itu, lalu dia masukan kedalam kantung kresek.
Perlahan air matanya jatuh mengenai pipinya, sungguh kejadian yang sering di lakukan ibu tirinya terulang kembali di rumah suaminya, dimana kini suaminya jauh lebuh kejam dari pada ibu tirinya.
Ririn menyeka air matanya tak mau terlihat lemah di hadapan para pelayan yang menatap nya sendu. "Sebaiknya kami saja yang membereskan nya nyonya," ucap pelayan paruh baya merasa tak tega melihat Ririn yang nampak lelah apalagi setelah perlakuan majikan nya pada gadis yang belum genap sehari menjadi nyonya muda nya itu.
Ririn mengeleng. "Tidak usah bu, biar saya bereskan sendiri, maaf atas keributan pagi ini, kalian jadi terkena omel suami saya." ucap Ririn merasa tak enak hati karna ia memaksa memasak jadi para pelayan di depan nya terkena imbasnya di marahi suaminya.
Setelah membereskan bekas pecahan itu Ririn langsung pergi ke kamar nya, lalu pergi berjalan ke arah kamar mandi.
ia mengisi bathub dengan air hangat lalu meneteskan beberapa tetes sabun aroma terapi untuk menenangkan jiwa nya yang di penuhi dengan memory siksaan itu.
Ririn membuka baju nya dan menyisakan ****** ***** nya saja, lalu membaringkan tubuhnya di bathub berisi air hangat itu untuk seketika Ririn memejamkan matanya sambil sambil menghirup aroma terapi itu.
sampai beberapa saat kemudian terbayang di kepalanya saat detik-detik kakak nya terbunuh tepat di depan matanya dengan cara mengenaskan, bahkan ia masih teringat jelas wajah kakak nya yang menahan sakit itu.
" Kakak, hiks..entah sampai kapan aku tersiksa begini aku ingin pergi bersama kalian Kak Bun, kenapa? kenapa harus aku !! aku cape.. cape. " Lirih Ririn sambil menangis lalu berjalan ke arah shower menyalakan airnya dan ia pun berdiri di bawah guyuran shower itu dengan air mata yang ikut mengalir bersama air yang mengalir dari tubuhnya.
________
Rafa yang ada di ruangan kerjanya tepatnya di perusahan yang bergerak di bidang perhotelan dan proverty itu mengulas senyumnya tak henti-henti nya karna hari ini berhasil menyiksa adik dari gadis yang membunuh kekasihnya.
" Ini masih awal permainan, Cyrilla kau sangat bodoh karna sudah memperkenalkan adikmu yang bodoh itu padaku." Batin Rafa sambil tersenyum menyerigai.
Tok.. tok..
suara ketukan pintu.
" Masuk, " Ucap Rafa tanpa menoleh.
" Tuan hari ini anda memiliki jadwal meeting dengan perusahan N.V Grups." Ucap Zex yang sudah berdiri tegap di depan meja bosnya.
"Baiklah siapkan berkas-berkas nya, dan hari ini aku mau pulang lebih awal jadi batalkan semua jadwal hari ini." Ucap Rafa tegas.
Zex mengangguk lalu berjalan ke arah pintu keluar dengan wajah yang sedikit kesal.
"lembur lagi." Batin nya kesal karna ini bukan pertama kalinya Rafa meminta pulang cepat jelas ia tahu pekerjaan Rafa di luar jam kantor yang sangat menantang Adrenalin itu.
"Kenapa anda masih suka bermain gelap tuan, apakah anda tidak tahu bahwa pekerjaan yang anda geluti itu sangat lah berbahaya." Batin Zex sedikit kesal karna bagaimana pun dia sudah menagnggap Rafa seperti adiknya, jadi ia mencemaskan keselamatan majikan nya itu.
________
Jam menunjukan pukul 18 : 30
Rafa yang baru sampai di rumah mewah nya di buat kaget dengan Ririn yang nampak sedang tertidur di ranjang milik nya, di lihatnya wajah Ririn yang nampak seperti sedang bermimpi buruk karna wajah Ririn nampak gelisah, dan itu menambah kepuasan di hati Rafa yang sangat senang jika melihat musuhnya menderita.
Dengan sengaja Rafa mengambil gelas berisi air yang ada di nakas nya, lalu menyemburkan segelas air itu tepat di wajah Ririn.
Byurrrrr..
Ririn kaget replek berdiri sambil mengusap wajahnya yang basah, bahkan bajunya pun sedikit basah dan ia di kaget lagi ketika melihat wajah dingin yang di perlihatkan Rafa. " Bagus!! jadi begini kelakuan kamu di rumah hah!! dasar pemalas," Ucap Rafa lantang sambil menjambak rambut Ririn.
Ririn meringis kesakitan. " Sa..kit.. tolong lepaskan Mas, aku mohon." Pinta Ririn memelas meminta di lepaskan karna rambutnya benar-benar sangat sakit sekali, namun bukan nya melepaskan Rafa malah terus menjambak rambut gadis bertubuh kurus itu tanpa mengenal ampun, hingga ada beberapa rambut Ririn yang menyangkut di tangan nya setelah ia melepaskan rambut Ririn dari tangan nya itu.
Ririn mengelus rambut nya yang terasa sakit dan berdenyut-denyut itu namun lagi-lagi ia merasakan sakit saat tangan Rafa menyeret nya tangan nya ke arah kamar mandi.
"Jangan sakiti aku tuan, aku mohon." Ririn terus memelas sedangkan Rafa yang seperti sedang kesetanan itu tak memperdulikan isakan Ririn yang nampak ketakutan ketika tangan Rafa mengisi bathub dengan air panas.
Brugkkkk..
Tubuh kurus Ririn di lempar dengan keras kedalam bathub berisi air panas yang tidak terlalu banyak itu, lagi-lagi Ririn meringis merasakan sakit di bagian pungung nya yang terkena benturan bathub sedangkan kaki dan perutnya terendam air panas.
"Pa..nas.. sakit. " Ririn terbata-bata meminta di lepaskan namun tangan Rafa tak membiarkan nya untuk beranjak berdiri.
Rafa tersenyum menyerigai, lalu setelah lima menit merasa puas telah menyiksa Ririn pria kejam itu keluar dengan senyuman yang terus mengembang di wajah yang penuh kebencian itu.
Ririn yang sudah tidak kuat menahan panas langsung berdiri keluar dari air panas itu, menatap pantulan wajahnya di cermin, wajah nya memang cantik tapi tidak secantik nasibnya yang terus menderita air matanya terus mengalir tak henti-henti nya, mata nya tetap fokus pada bayangan di cermin yang memperlihatkan bagian perut dan kaki nya yamg nampak memerah karna sudah di rebus seperti sayur oleh suami kejam nya.
Dadanya sesak merasakan sakit yang amat teramat, dan tak lama kemudian Ririn jatuh pigsan ke lantai kepalanya membentur keras lantai hingga kepalanya mengeluarkan banyak darah.
Rafa yang kebetulan penasaran apa yang akan di lakukan Ririn setelah di siksa habis-habisan langsung masuk ke kamar mandi, dan betapa kaget nya Rafa melihat banyak darah yang mengalir di lantai terbawa air di dalam bak yang ternyata belum di matikan, ia juga melihat banyak bagian-bagian tubuh Ririn yang merah karna perlakuan nya tadi yang merebus Ririn di air panas.
Dengan sigap pria tampan yang kejam itu memangku Ririn dan segera berjalan kearah kamarnya karna takut akan menimbulkan kecurigaan jika ia membawa Ririn ke RS jadi Rafa pun menelpon dokter pribadinya untuk mengurus Istrinya itu.
Di tataplah gadis bertubuh kurus yang masih mengeluarkan darah di kepalanya itu, tangan nya penuh dengan darah Ririn bahkan baju nya tak kalah kotor dari tangan nya. "Merepotkan." Ucap Rafa lalu mengambil baju gantinya dan berjalan ke arah kamar mandi.
________
🌹🌹🌹🌹
TBC😚
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 285 Episodes
Comments
Julia Juliawati
iblis berupa manusia. g pny otak
2025-03-01
0
ira
sadis banget 😭😭😭😭😭Rafa brengsekkkkk
2023-07-25
1
Soerya Abdul Soerya
Dasar iblis
2023-01-11
1