^^H A P PY READING^^
🌹🌹🌹🌹
Bulan berganti bulan tak terasa kini sudah dua bulan Ririn menjadi budak dari kekejaman Rafa, bahkan Ririn tak melanjutkan study nya di kampus karna Rafa mengurungnya di mansion.
Mansion yang ada di tengah-tengah hutan dan sangat susah untuk mencari jalan keluar dari rumah neraka itu, hampir setiap harinya Ririn hanya bisa menangis meskipun sekarang gadis bertubuh kurus itu tidak melakukan pekerjaan apapun karna entah kenapa Rafa tiba-tiba tidak memperbolehkan nya untuk kembali kerutinitasnya membersihkan rumah lagi.
Hal yang selalu di lakukan Ririn setiap harinya adalah membuat Novel kisah tentang dirinya dan sesekali iya juga melukis wajah-wajah orang yang iya sayangi.
" Bun.. kak.. apa kalian tau disini Ririn tersiksa Bun, dia menyeramkan dia jahat." Ucap Ririn lirih di sela-sela tangis nya.
Tragedi saat di rumah mewah Rafa beberapa bulan lalu membuatnya ketakutan setiap melihat Rafa bahkan Ririn selalu menjerit seperti orang gila setiap Rafa ada di hadapan nya.
Dan karna hal itu Rafa memindahkan Ririn ke mansion nya karna iya tidak mau mendengar ucapan orang sekitarnya bahwa istrinya menjadi gila karenanya.
Jam menunjukan pukul 8 malam dan itu adalah waktunya makan malam, Ririn keluar dari kamar dengan wajah nya yang cantik natural, seperti biasanya meski tatapan matanya kosong setiap hari nya Ririn tak pernah mengeluarkan satu patah kata pun pada pelayan maupun pada bodyguart yang iya temui, Ririn selalu datar dengan tatapan matanya yang kosong dan itu malah terlihat seperti mayat hidup.
Rafa yang kebetulan akan melakukan transaksi di tengah hutan langsung pulang ke mansion untuk bersiap-siap karna segala barang yang iya perlukan untuk transaksi itu semuanya ada di mansion nya.
Mobil mewah Rafa sampai di depan Mansion. Rafa masuk dengan seperti biasanya wajahnya yang dingin.
Para pelayan dan bodyguart yang menjaga mansion itu nampak membungkuk hormat melihat kedatangan majikan nya.
" Apa dia sudah makan? " Tanya Rafa yang akhir-akhir ini selalu menanyakan aktivitas yang di lakukan Ririn setiap harinya.
" Nyonya sedang ada di meja makan tuan, tapi seperti biasanya mata nya selalu memperlihatkan tatapan kosong." Ucap Kepala pelayan.
Rafa memberi intruksi untuk kepala pelayan itu agar meningalkan nya sendiri, dari kejauhan iya menatap Ririn yang semakin hari tubuhnya semakin kurus, bahkan Rafa yang melihatnya sedikit ngeri karna Ririn sekarang jauh lebih berbeda dari dulu.
" Apa perlakuan ku dulu sangat keterlaluan? sehingga dia seperti itu, "Batin Rafa bertanya-tanya karna dokter bilang kalau Ririn mengalami depresi dan trauma yang sangat berat.
" Sebenar nya apa yang membuat gadis itu seperti itu? apakah benar semuanya adalah salahku? tapi aku merasa itu semua adalah kesalahan nya bukan salah ku." Rafa terus beragumentasi sendiri sambil berjalan.
Ririn yang melihat Rafa dari kejauhan langsung bergetar hebat tubuh nya wajahnya nampak ketakutan. " Pergi kamu !! jangan mendekatiku kamu kejam.. kamu jahat." Teriak Ririn seperti orang gila dengan nafas yang menderu karna Asma nya kambuh.
" Tenang.. Ririn tenang lah aku tidak akan mencelakai mu.. sungguh, tenanglah. " Rafa mencoba menenangkan Ririn namun Ririn malah berteriak dan mengacak-ngacak semua makanan yang ada di atas meja.
Rafa yang melihat banyak piring pecah dan pisau yang ada di di atas meja langsung membulatkan matanya hendak mengambil pisau itu sebelum Ririn melakukan hal-hal yang patal, dan benar saja belum Rafa mengambil pisau itu Ririn sudah lebih cepat mengenggam pisau itu.
" Pergi atau aku goreskan pisau ini ketangan ku !!." Ririn nekat mengoreskan pisau itu ke lengan nya.
Brukkk..
Ririn kembali ambruk bukan karna darah itu tapi karna sakit Asma nya yang dia derita yang membuatnya jatuh pingsan. " Hey bangun lah, jangan begini ku mohon." Rafa nampak menyesali perbuatan nya karna tudak buru-buru pergi saat Ririn melihatnya tadi.
Tangan Ririn mengalir di penuhi darah, Rafa kaget apalagi mendapatkan denyut nadi Ririn yang nampak lemah. " Pangilkan Dokter pribadiku, cepat !!." Teriak Rafa pada pelayan nya.
setelah menunggu 15 menit akhirnya dokter pun tiba, dokter itu nampak menghela nafasnya berat melihat keadaan Ririn yang semakin memburuk.
Rafa yang melihat itu penasaran lalu mendekati sang dokter hendak menanyakan kondisi istrinya.
"Bagaimana kondosinya?." Tanya Rafa nampak gelisah.
" Sabar lah tuan, kondisinya sekarang sangat lemah goresan di tangan nya itu banyak mengeluarkan darah nya, di tambah lagi dia sepertinya jarang makan dan terlalu banyak pikiran sehingga membuat darahnya turun dan itu sangat berbahaya, emm tapi sebenarnya ada kesalahan patal yang anda lewatkan saat sebelum saya datang tuan." Ucap dokter paruh baya itu.
Rafa mengerutkan dahinya tak mengerti, dokter paruh baya itu menarik nafasnya dalam-dalam sebelum iya menuntaskan kalimat nya. " Nyonya mempunyai penyakit Asma yang bisa kapan saja kambuh dan jika tidak segera meminum obat mungkin nyawanya tidak akan tertolong." Ucap Dokter itu terhenti karna Rafa tiba-tiba memukulnya.
" Beraninya kau bilang istri ku mati, siapa kau !! kenapa kau bicara seperti itu. " Rafa nampak emosi, seolah tidak terima dengan penuturan sang dokter.
" Sabar dulu tuan, saya hanya ingin bilang bahwa nyonya muda mempunyai Riwayat Asma, dan tadi anda mungkin lupa memberinya obat Asma jadi kondisi nyonya muda saat ini sangat lemah dan kita hanya bisa berdoa untuk keselamatan nya." Ucap Dokter paruh baya itu sambil memberikan catatan medis tentang semua penyakit yang di derita istrinya.
Rafa tergulai lemas duduk di lantai melihat Ririn yang nampak sangat menyedihkan dengan berbuagai alat medis yang ada di tubuh kurus istrinya, ini adalah kedua kalinya iya melihat Ririn dalam keadaan hidup dan mati setelah dulu dia membuat Ririn kepanasan karna di rendam di air panas.
" Maaf.. "Hanya itu yang keluar dari bibir tipis pria tampan itu, tak mampu mengatakan hal lain, Rafa hanya berharap keajaiban datang untuk istrinya.
________
🌹🌹🌹🌹🌹
Pasti heran kan kenapa tiba-tiba Rafa jadi baik?
jangan lupa like coment and Vote !!
TBC😚
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 285 Episodes
Comments
Siti Aniah
/Sob//Sob/
2023-12-25
0
Yulia Putri Koto
aku nangis lo thr
2023-07-27
0
ira
g kuat aku😭😭😭😭kau hrs menyeseal semenyesal nyesalnya Rafa😠😠😠😠
2023-07-25
0