JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE !!
Selamat membaca😉
🌹🌹🌹🌹🌹
Seperti hari-hari kemarin Ririn selalu bangun pagi, bukan karna takut di marahi ibunya tapi karna iya memang sudah terbiasa.
pagi hari gadis berkulit putih itu sudah duduk di dapur dengan secangkir teh hangat yang ada di tangan nya.
Merasa lelah karna baru selesai beres-beres gadis itu ingin membuang rasa lelah nya dengan meminum teh hangat namun sayang sebelum cairan manis itu mengalir ke rongga mulutnya teriakan keras mengelengar dari lantai atas memanggil-memangil nama nya membuat gadis itu repleks berlari menaiki tangga.
Hos.. hos...
Ririn berlari sekuat tenaganya dengan tangan yang memegang perut karna jujur saja gadis itu sedang kelaparan.
ceklek...
kamar terbuka memperlihatkan seorang gadis yang memasang wajah galak dan julid,
" Kemana aja si lo, Dasar babu, " Ucap Dessy sang kakak tiri.
" Maaf kak, tadi aku dari dapur. "jawab Ririn jujur.
" Alesan kamu.. nih cuciin baju gue, awas ya kalo sampe luntur gue aduin ke nyokap " Ancam Dessy sambil melemparkan baju-baju kotornya ke wajah Ririn.
Tanpa berniat membalas hinaan dari kakak tirinya Ririn langsung menuruni tangga lalu iya berjalan ke arah tempat pencucian.
Dengan telaten gadis itu mencuci baju-baju sang kakak tiri dengan tangan mungils nya meski memiliki mesin cuci tapi entah kenapa ibu dan kakak tirinya selalu menyuruhnya mencuci menggunakan tangan dengan alasan irit listrik padahal Ririn sendiri tahu jika itu alasan saja sesungguhnya itu karna ibu dan kakak nya ingin menjadikan nya pembantu.
Selesai mencuci Ririn langsung membersihkan bekas sarapan ibu dan kakak tirinya. sedangkan bu Arini dan Dessy hanya tertawa melihat Ririn yang kurus kering di tambah dengan badan nya yang pendek membuatnya bertambah terlihat seperti gadis yang sangat menyedihkan.
" Hahah liatlah sayang, anak itu sudah seperti babu ya kan " Ucap Bu Arini pada Dessy.
" Hahah ibu benar, Gadis itu beranjak dewasa bukan nya tambah cantik malah tambah kumel, dekil dan bau, I like hha" sahut Dessy sambil tertawa renyah.
" Heh babu.. sini, " Pangil Dessy pada Ririn.
" ada apa kak, " Jawab Ririn yang sudah berdiri di depan sang kakak tiri.
" Hey siapa yang menyuruhmu berdiri disitu babu, duduk di situ, " Tunjuknya ke arah lantai tepat di pingir kursi.
Ririn mengangguk lalu duduk di atas lantai yang dingin tangan kecilnya di taruh di pangkuan nya layak nya seorang pembantu pada majikan nya.
" An**** pintar, " Ucap Dessy sambil tertawa.
" gue sama ibu mau ke luar dulu, dan lo diem di rumah awas aja kalo gue liat lo ke kampus kaya kemarin lagi, " ancam Dessy pada Ririn.
lagi-lagi Ririn hanya mengangguk tanpa berniat mengeluarkan suara.
" Ya sudah sana lo pergi,ngapain liat-liat gue..sana lo, dasar babu !!." Usir Dessy dengan nada keras.
" Ayo Bu kota habisin uang si tua bangka, " Ajak Dessy pada ibunya.
" Ayo sayang.. ibu sudah tidak sabar membeli tas keluaran terbaru yang lagi diskon hari ini, " sahut Bu Arini bersemangat.
🌹🌹🌹🌹🌹
Setiap harinya seperti biasnya Ririn mengendap-ngendap jalan belakang iya melihat bu Ina yang sedang di taman bersama para pelayan yang lainya gadis itu berjalan perlahan waspada agar tidak ada yang melihatnya.
Setelah terlihat aman gadis itu langsung masuk ke pintu belakang. melewati dapur yang nampak sepi tapi langkahnya terhenti saat mendengar suara yang tak asing di telinganya.
Suara itu adalah suara pria yang iya rindukan, dengan langkah sedkit berlari gadis kecil itu menghampiri suara yang iya kenali itu, dan wajah nya tersenyum saat melihat sang ayah yang sedang duduk di ruang tamu di temani teh hijau minuman faovorite ayah nya.
" Ayah.. " Teriak Ririn sambil memeluk manja sang ayah jujur iya sangat merindukan sang ayah yang selalu sibuk di dengan pekerjaan kantornya.
" Putri ayah, manja nya kumat ya, " goda pak Danu sambil mencium dahi sang putri semata wayang nya.
" Ayah ko udah pulang, bukan nya ayah ke luar kota ya?." Tanya Ririn penasaran.
" Emm iya tapi hanya sehari sayang.. oh iya kemana ibu mu dan kakak mu sedari tadi ayah tidak melihat mereka, " Tanya pak Danu yang tak melihat sang istri dan anak tirinya yang tak lain adalah Dessy.
Ririn nampak bingung untuk menjawab pertanyaan dari sang ayah.
" Ibu lagi ada keperluan di luar mungkin ayah, " Ucap Ririn berbohong karna iya tak mungkin memberitahukan yang sebenarnya bahwa ibu tiri dan kakak tirinya itu sedang berbelanja di mall.
" Ya sudah kamu sebaiknya mandi sayang, Ayah liat kulit mu sekarang mejadi kusam seperti sering berjemur di terik matahari, " Ucap pak Danu yang melihat sang putri menjadi lehih kusam berbeda dari taun lalu saat dirinya masih sering pulang ke rumah.
"Oh ini.. karna Ririn sering lari pagi, ah iya lari pagi, makanya sekarang kulit Ririn menjadi lebih kusam." Bohong Ririn lagi jika boleh jujur jelas ini semua karna ulah ibu tiri yang selalu menghukumnya di bawah terik matahari bahkan tak jarang iya di suruh mencukur rumput di taman saat tengah terik matahari dan parah nya lagi bukan dengan gunting rumput melainkan dengan gunting rambut yang sudah tak terpakai.
" Ya sudah kalo gitu Ririn mandi dulu ya yah, Nanti Ririn temenin ayah di sini. " Ucap Ririn sambil beranjak pergi meningalkan sang ayah yang sedang termenung memilirkan nya.
" Maafkan ayah nak, ayah terpaksa " Ucap Pak Danu yang tak sadar mengucapkan kata itu berulang kali.
bahkan iya tak berani jika harus memberitahukan berita ini pada anak gadisnya itu karna iya takut putrinya sedih dan akan menolak perjodohan ini.
🌹🌹🌹🌹
jangan lupa like coment and vote dan mampir ke karya outhor yang lainya 😉 ok
Ada yang nangis ngak?
#Salam outhor imut manja😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 285 Episodes
Comments
ira
ayahnya jg egois
2023-07-25
0
Yuli Sachiko Cundoro
ayh yg bodoh
2023-06-05
0
timin
bodoh
2023-05-23
0