JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE !!
Selamat membaca😉
🌹🌹🌹🌹
Siang berganti malam di ruang tamu itu nampak lah Pak Danu yang sedang duduk di temani sang putri yaitu Ririn. setelah makan malam yang hanya di hadiri dua orang yaitu pak Danu dan Ririn saja Pak Danu pun mengajak sang putri untuk mengobrol karna ada yang mau iya bicarakan dengan sang putri dari hati kehati.
" Ririn.. ayah mau ngomong serius sama kamu nak, tapi ayah harap kamu tidak marah dengan permintaan ayah ini." Ucap pak Danu dengan nada yang selembut mungkin.
Ririn mendongkap melihat ke arah sang Ayah yang nampak seperti gugup " Iya ayah.. bilang aja, Ririn janji ngak akan nolak permintaan ayah. " Ririn sambil tersenyum meski hatinya merasa ada yang tidak beres dengan ayah nya yang tiba-tiba gugup saat berbicara padanya tadi.
Pak Danu menghela napasnya berat lalu iya menghampaskan nya pelan sungguh sangat sulit untuk memberitahukan kabar baik ini.
baik? bahkan iya belum tau apakah ini kabar baik atau buruk mengingat kekejaman Rafa di dunia bisnis itu tak bisa di jelaskan hanya dengan satu kalimat saja.
" Keadaan perusahaan kita sedang bermasalah nak, bahkan sedang berada di ujung tanduk kehancuran, ayah sudah berusaha untuk memijam ke kolega dan teman-teman bisnis ayah namun naas semuanya menolak untuk memberikan pinjaman pada ayah nak, " Ucap Pak Danu sambil menatap sang putri.
" Tapi untung nya ada pria baik yang mau membantu meminjamkan uang untuk mengganti semua kerugian dan membuat modal baru untuk perusahaan tapi.. " Ucap Pak Danu mengntung.
Deg.. entah mengapa Ririn merasa sesikit resah dan takut .
" Tapi apa ayah?. " tanya Ririn penasaran karna sang ayah langsung diam.
" Dia menginginkan pernikahan sebagai syarat agar dia mau meminjamkan uang untuk perusahaan, dan yang mau di nikahinya itu adalah kamu nak." ucap Pak Danu sambil menunduk karna tak mampu melihat kesedihan putri semata wayang nya itu.
Deg.. menikah? aku? Ririn kaget bukan main namun melihat sang ayah.. yang menunduk iya menjadi tak tega melihat ayah nya seperti merasa bersalah iya tau bahwa perusahaan itu adalah perusahaan yang di bangun oleh ayah dan ibunya dulu meski itu sebelumnya adalah warisan untuk ayah dari kakek nya Ririn.
Ririn menarik napasnya dalam-dalam berusaha menetralkan semua rasa yang mengantung di tenggorokan nya yang meminta untuk di lepaskan.
" Aku bersedia ayah." Ririn menjawab.
Sontak pak Danu yang sedang tertunduk pun langsung menatap sang putri dengan mata yang berkaca-kaca. " maafkan ayah nak.. ayah tidak bisa menjadi ayah yang baik untuk mu, " Ucap Pak Danu sambil menatap sendu sang putri yang masih duduk dengan senyuman manisnya itu.
Ririn berjalan menghampiri sang ayah lalu iya memeluk tubuh yang sudah tua itu. " Ayah ngak perlu minta maaf, Ririn ikhlas ko ngelakuin ini Ririn ngak mau perusahaan yang penuh dengan kenangan bunda dan ayah jadi hancur karna keegoisan Ririn lagi pula mungkin ini sudah takdir Ririn mungkin. " Ucap Ririn bijak meski sebenarnya gadis itu ingin menangis sekencang-kencang nya karna merasakan sakit yang teramat hingga menyentuh kedalam jantung nya.
Ceklek.. pintu terbuka menampilkan dua orang wanita berbeda usia yang kedua tangan nya sama-sama di penuhi dengan tas belanjaan.
Pak Danu melirik tajam ke arah kedua wanita itu, dia mengeraskan rahang nya melihat betapa royal nya istri dan anak tirinya itu.
" Dari mana saja kalian !! sudah jam berapa ini kenapa kalian berdua baru pulang hah!!. " Pak Danu sedkit berteriak.
membuat Bu Aini dan Dessy tersadar bahwa pria tua bangka yang uang nya selalu mereka pakai itu ternyata sedang duduk di ruang tamu di temani Ririn si gadis yang selalu mereka perbudak.
" Ehh Ayah..kapan pulang nya, ko ngak ngasih kabar ibu dulu." Bu Arini berlaga terkejut dengan suara selembut mungkin lalu iyapun ikut duduk di samping pak Danu sedangkan Dessy langsung duduk tepat di sofa yang ada di dekat Ririn.
" Dari mana kalian !! kenapa kalian hanya berdua? kenapa Ririn tidak pernah kalian ajak. " Ucap Pak Danu sedikit tinggi.
" Oh itu ayah ibu abis arisan biasa lah yah sama ibu-ibu komplek.. hhe " Ucap bu Arini beralasan.
" Tadi ibu udah ajak Ririn, tapi Ririn bilang dia ngak mau ikut katanya bosen terus dia juga lagi ada kelas kuliah.. iya kan nak, " Ucap Bu Arini sambil manatap tajam Ririn beruntung tatapan itu tak di lihat oleh pak Danu.
" iiya ayah.. ibu benar Ririn tadi nolak.. soalnya banyak tugas di kampus." Ucap Ririn sambil menunduk karna takut dengan tatapan tajam sang ibu tiri.
" ya tuhan entah drama apa lagi yang akan mereka lakukan , Ririn kamu kuat. " Batin Ririn.
" Oh iya Des mana baju yang tadi ibu pilihan buat adik kamu?." Tanya Bu Arini sambil mengedipkan bahunya pada Dessy yang membuat Dessy sedikit kesal karna malas untuk bersandiwara.
" Oh iya ini Rin buat kamu, ini spesial loh aku pilihan buat kamu." Ucap dessy sambil memberikan tas belanjaan yang berisi baju.
Dengan ragu Ririn mengambil itu dan lalu tersenyum terpaksa. " Makasih kak.. makasih bu." Ucap Ririn dan sandiwara itupun berakhir karna melihat pak Danu yang sudah mulai mengantuk dan langsung di susul oleh bu Arini. jujur saja wanita paruh baya itu merasa kesal karna harus melayani pria tua bangka seperti pak Danu namun karna demi harta pak Danu yang banyak itu iya pun mau menjadi istri dari pria tua itu.
Sedangkan disisi lain Ririn yang mulai mengantuk langsung berjalan menaiki tangga namun saat iya sampai di depan kamar nya dan hendak masuk langkahnya di hentikan oleh Dessy.
"Heh babu.. kembalikan bajuku, " Dessy langsung merebut baju yang tadi di berikan nya pada Ririn, membuat Ririn tersenyum kecut lalu menutup pintu tak lupa iya mengunci pintunya karna malas harus berdebat dengan Dessy.
Sedangkan Dessy yang masih di depan pintu langsung mengupat tak jelas.
" Dasar babu.. lo pikir gue mau apa punya saudara kaya lo, jangan ngimpi sekali babu ya babu.. dan jangan harap lo jadi tuan putri di rumah ini karna hanya gue yang pantas buat dapetin seluruh kekayaan bokap lo." Ucap Dessy lalu iya pun berjalan pergi meninggakan kamar Ririn.
Ririn yang sebenarnya masih berdiri di ambang pintu hanya tersenyum getir mendengar ucapan kakak tirinya tadi.
Perlahan air matanya menetes melewati pipinya merasakan sakit yang teramat dalam.
🌹🌹🌹🌹
Terimakasih untuk yang masih setia menunggu Up terbaru dari ICTMK😉
jujur cerita ini hanya haluan aja dan mohon bijak dalam berkomentar ketahuilah jika menulis itu tak semudah apa yang kalian bayangkan.
TBC😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 285 Episodes
Comments
ira
dasar Mak lampir dan anknya g tau diri😤😤
2023-07-25
0
LENY
KOK ADA YA IBLIS KAYAK DESI DAN IBUNYA. SMG NNT DPT BALASAN DARI YG DIATAS. ANAK DAN IBU SAMA JAHATNYA IBLIS SEMUA.
2022-07-15
0
Liana Rismawati
ihhhh guemeess pingin tak getok kepala ririn biar jd pemberani, tegas gak gampang ditindas, cmn keluarga tiri aja kok ya ditakutin
2022-07-04
0