JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE !!
Selamat membaca😉
🌹🌹🌹🌹
Setelah menghabiskan waktu kurang lebih 30 menit mobil BMW edisi terbatas itu berhenti di parkiran Restoran bintang lima, Ririn masih menarik nafas nya dalam-dalam berusaha menetralisirkan perasaan nya yang sekarang di campur aduk antara kesedihan dan ketegangan iya harus kuat ini semua demi perusahaan milik keluarga nya meski disini mungkin dirinya lah yang di rugikan.
" Mari nona Tuan muda sudah menunggu di dalam, " Ucap Zex yang sudah membukakan pintu untuk calon istri majikan nya.
" Eh.. udah sampai ya? , " Ririn gugup karna memang belum sepenuh nya sadar dari lamunan nya.
" Iya nona kita sudah sampai, Mari saya antar anda untuk bertemu dengan tuan muda, " Ucap Zex lagi sopan.
" Baiklah, " Ririn berjalan mengekori Zex gadis itu nampak gugup sangat gugup apalagi setelah melihat tatapan horor dari para pengunjung yang di lewatinya seperti merasa jijik padanya lebih tepatnya penampilan nya.
Zex berhenti tepat di ruangan VIP yang ada di lestiran bintang 5 itu, Ririn tertegun melihat kemewahan tempat itu meski Ririn adalah anak dari orang terpandang tapi gadis itu belum pernah ke tempat seperti ini karna ibu tirinya tidak pernah memberikan nya ijin untuk pergi main atau pun ke tempat mewah seperti ini pernah sekali gadis itu memberanikan diri masuk ke Cafe biasa tapi sepulang nya iya malah disiksa habis2 an oleh bu Arini sang ibu tiri dan saat itu juga Ririn tak pernah lagi keluar rumah selain ke pasar dan ke kampus.
Ririn yang sedang asyik melihat kemewahan lestoran itu di kagetkan dengan suara sendok jatuh.
" Apa kau mau membuat ku marah, cepat duduk, " Ucap Pria yang duduk membelakangi Ririn sedikit berteriak.
Dengan gugup Ririn berjalan dengan wajah yang nampak ketakutan. " Maaf membuat anda menunggu tuan, " Ririn duduk di kursi yang saling berhadapan dengan pria yang berteriak padanya tadi.
Dilihatnya menu makanan yang ada di atas meja yang nampak mengiurkan namun iya tak berani menatap pria yang duduk di depan nya itu karna masih takut, dan tak jauh dari tempat Ririn duduk Zex Asisten Rafa yang tadi mengantar Ririn masih setia berdiri di ambang pintu seperti seorang bodyguart.
Rafa melihat gadis yang menunduk itu jika dilihat penampilan Ririn sangat jauh dengan bayangan nya Ririn yang iya lihat di hadapan nya itu nampak seperti gadis kampung yang baru menginjakan kaki ke tempat mewah tidak seperti anak dari seorang seorang pengusaha kaya bahkan dari bajunya saja iya sudah mengenal bahan nya terbuat dari kain biasa yang suka di jajakan penjual di pingir pasar.
" Apakah penampilan seperti ini yang Danu suruh pada putri nya untuk menemui ku?, " Batin Rafa merasa heran namun tak iya pungkiri gadis bertubuh kurus dengan rambut yang di kepang dua rapih itu memang cantik di tambah kacamata bulat yang menambah kesan imut pada gadis itu. bahkan Ririn jauh lebih cantik dari kakak nya yang tak lain adalah Cyrrila dan tak iya pungkiri juga Ririn lebih cantik dari mantan kekasih nya yang sudah wafat itu.
" Apakah wajah ku sejelek itu sehingga kau tak berani menatap ku, " Rafa memulai pembicaraan karna meras risih jika gadis di depan nya terus menunduk seperti itu.
" iya.. eh tidak.. maaf tuan , " Ririn berusaha mengangkat wajah nya mencoba setenang mungkin meski pada akhirnya kegugupan lah melanda dirinya.
untuk sementara pandangan mereka saling bertatap keduanya nampak terdiam dalam pikiran masing2 namun Rafa yang menyadari hal itu langsung memalingkan pandangan nya begitupun dengan Ririn yang kembali menunduk.
" Baiklah aku tidak suka membuang waktuku yang berharga ini, kau sudah tau kan kenapa aku menikahimu? " Rafa bertanya pada Ririn.
yang di balas angukan oleh gadis bertubuh kurus itu. " Iya, ayah saya sudah memberitahu semua itu kemarin , " Ririn berkata apa adanya dengan di iringi senyuman.
" Oke, dengan kau datang ketempat ini berarti kau sudah menyetujuinya bukan? jadi untuk itu tanda tangan lah disini, " Rafa melempar map berwarna kuning tepat di depan Ririn yang membuat Ririn kaget melihat prilaku calon suaminya yang menurutnya tidak baik.
" Baiklah, pulpen nya? " Ririn mencoba membaca semua isi yang ada di surat perjanjian itu iya sedikit terkejut melihat pernikahan ini ternyata bukan selamanya melainkan ada poin2 yang tertulis bahwa pernikahan nya hanya pernikahan kontrak yang bisa di putuskan kapan saja pihak pertama bosan.
Deg.. jantung nya terasa sakit bagaimana bisa iya harus menjalani pernikahan seperti itu, pernikahan adalah sebuah janji suci pada sang maha kuasa tapi yang iya baca di dalam isi map itu pernikahan yang akan di jalani nya itu ternyata hanya kontrak karna perusahaan ayah nya berhutang banyak pada Rafa yang notabe nya rekan bisnis ayah nya.
" Apakah semua poin yang ada di sini asli? " tanya Ririn ragu2 gadis itu bertanya sebelum iya menandatangani surat perjanjian itu jujur saja iya ragu melakukan itu karna iya tak mau menjalani pernikahan yang hanya berlaku sementara.
" Apa uacapan ku kurang jelas? Cepat tanda tangani sekarang atau perusahaan ayah tercinta mu akan musnah seketika dalam hitungan detik, " Ucap Rafa tegas dan penuh penekanan di setiap kata2 yang keluar dari mulut nya.
Ririn menganguk dengan berat hati gadis itu menandatangani surat perjanjian itu, yang di mana dirinya tertulis sebagai pihak kedua yaitu orang yang tidak bisa menolak setiap ucapan pihak pertama.
Setelah Ririn menandatangani surat perjanjian itu Rafa langsung pergi tanpa berpamitan dulu pada gadis yang melongo menatapnya penuh keheranan itu.
Zex yang di suruh mengantarkan Ririn pulang oleh sang Tuan langsung menghampiri gadis yang masih melongo itu, " Makan lah nona, saya tau hari ini anda belum makan apapun.. saya akan menunggu anda di parkiran, " Ucap Zex lalu berbalik hendak keluar ruangan VIP itu.
" Bisa kah kau menemani aku makan kak? Aku tidak mungkin memakan makanan sebanyak ini, " Pinta Ririn dengan mata yang penuh harap. membuat pria tampan berwajah dingin itu berhenti seketika lalu membalikan badan nya menjadi melihat ke arah Ririn.
Jujur saja iya merasa tidak enak hati untuk menolak gadis yang sorot mata nya itu penuh dengan harapan tapi iya juga tidak mungkin untuk mengikuti keinginan calon nona mudanya itu karna sudah pasti besok nya iya bisa2 di lempar ke perut Alena si Hiu cantik.
Zex tidak takut dengan apapun yang akan di lakukan Rafa padanya namun iya mempunyai berjuta hutang budi pada tuan mudanya itu karna berkat Rafa Zex bisa sekolah tinggi dan menjadi seseorang yang lebih baik dari kondisinya dulu.
" Maaf nona saya ada sedikit pekerjaan, sebaiknya nona makan sekarang juga.. Saya akan menunggu anda di mobil, " Zex beralasan sambil berjalan lebih cepat sebelum gadis kecil itu memanggilnya kembali.
" Ya udah makan nya sendiri aja lah, Coba kalo ada pelayan yang lainya mungkin makanan ini ngak bakalan mubajir, " Ucap Ririn yang merasa tidak sanggup memakan semua makanan itu lalu terbesit di kepalanya untuk membungkus semua makanan itu untuk pelayan yang ada di rumah nya.
_________
🌹🌹🌹🌹
TBC😚
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 285 Episodes
Comments
ira
d bungkus aja mknnya🤭
2023-07-25
0
Elisa Nursanti Nursanti
ririn walau tertekan masih ingat berbagi....👍👍👍👍😍😍😍
2022-01-29
1
cinya
.
2021-11-11
1