"Jihan, Hei bangun Lo. Udah siang juga! Lo nggak liat itu jam udah jam berapa?" Jenggala menepuk pipi ranum Jihan yang asik mengarungi mimpinya
Jihan
"Issh apa sih bang. bikin orang nggak mood aja."
Jihan yang merasa terganggu dengan keberadaan abangnya. Segera duduk sembari menatap Jenggala dengan cemberut
Jenggala
"Apa? Mau marah sama Abang?"
Jihan
"Issh nyebelin....," Pekik Jihan mencak-mencak lalu berlalu kedalam kamar mandi
Jenggala
"Hhahaha, gemes banget deh adek aku." Jenggala tertawa puas begitu melihat wajah Jihan yang lucu dan manis ketika dia cemberut
Javier
"Gala, Jihan...!Loh Jihan nya mana?" Javier celingak-celinguk Melihat sekitar kamar itu
Jenggala mengalihkan atensinya pada Javier yang baru masuk ke kamar jihan
Jenggala
"Tuh lagi mandi." Kata Jenggala
Javier hanya mengangguk lalu duduk disalah satu sofa kamar Jihan
Selang 15 menit Jihan keluar dengan pakaian lengkap nya. Tinggal memakai jilbab nantinya
Jihan
"Apa lihat-lihat! Jangan kira kita udah baikan ya, Ji masih marah sama Abang.." Jihan menatap Jenggala dengan tajam lalu melanjutkan langkahnya menuju meja riasnya
Jenggala
" Siapa juga yang lihat-lihat."
Javier
"Kenapa sih Ji marah-marah Mulu." Javier mendekati adiknya lalu membantu Jihan yang kesulitan mengikat rambutnya
Jihan
"Bang gala tu nyebelin bang." Adu Jihan dengan kesal
Nah Jenggala itu memang nyeselin. Berbeda dengan Javier yang lembut dan kalem Jika bersama keluarganya. Kalau Jenggala itu banyak usilnya, Walaupun ngangenin sih.
Jenggala
"Jadi ceritanya marah nih, sama Abang!" Jenggala mencolek dagu adiknya dengan jail
Jihan diam saja sembari memakai sunscreen Nya. Sedangkan Javier asik mengikat rambut adiknya
Segera Jenggala mengambil hijab pashmina berwarna Coksu yang telah disiapkan Jihan tadinya. Dia tak suka diabaikan, jika Jihan sudah diam maka dia sendiri yang akan membujuknya.
Jenggala
"Abang pakein ya?" Jenggala memasangkan Ciput lalu dilanjut dengan hijab Coksu itu dikepala Jihan. Walau tak ada jawaban dia terus melanjutkan kegiatannya
Javier
Menahan tawa melihat wajah Jenggala yang dengan telaten memasangkan hijab untuk Jihan
Selang 5 menit Jenggala yang memasangkan hijab pada Jihan selesai juga, tentu dengan bantuan Javier tentunya
Jenggala
"Nah, selesai juga kan! Adek Abang cantik banget deh." Puji Jenggala
Javier
"Iya Jihan nya kita cantik banget."
Jihan
"Makasih Abang." Jihan memeluk kedua pria itu dengan hangat
"Sama-sama adek cantik." Javier dan Jenggala menyambut pelukan itu dengan antusias
Setelah drama dipagi hari itu. Javier, Jenggala dan Jihan sudah berada dimeja makan
Mommy J
"Pagi anak-anak mommy."
Daddy J
"Pagi sayang nya Daddy."
"Pagi juga Mommy & Daddy." jawab ketiganya serempak
Setelah membaca doa dipimpin oleh Javier, mereka makan dengan tertib.
Javier
"Ohya Dad, nanti sehabis dari les ketiga bertiga mau pamit nonton pertandingan Basket! Boleh kan Dad, mom?"
Daddy J dan Mommy saling pandang lalu tersenyum melihat anaknya
Mommy J
"Nggak apa-apa nak! Kalian boleh pergi kok, nonton pertandingan Nya."
Daddy J
"Iya, seperti yang mommy kalian katakan, kalian bertiga boleh pergi menonton pertandingan Nya! Tapi ingat adik kalian dijaga dengan benar."
"Siap Daddy, Mommy." Kedua pria itu memberi hormat pada kedua orangtuanya tanda siap melindungi Jihan
Comments