Tak rela ditinggal
Seminggu kemudian Daddy Gaffi dan Mommy Jasmine ada undangan dari luar kota. Terpaksa mereka meninggalkan ketiga triplet yang masih sibuk dengan kuliahnya. Karena biasanya juga mereka akan ikut jika orang tuanya pergi ke Luar negeri
Jihan
"Mom Jihan ikut ya, plis. Kali ini saja." Jihan menggelayut manja ditubuh ibunya
Mommy J
"Sayang, nggak boleh gitu. Mommy sama Daddy cuma pergi sebentar kok, Nggak lama sayang."
Jihan
"Tapi Mom, Jihan bakalan rindu berat. Satu minggu itu lama mommy."
Jihan
"Daddy, bilangin sama mommy. Jihan harus ikut ya." Jihan menatap Daddy Gaffi dengan penuh harap
Daddy J
"Jihan dengar apa kata mommy nak, Kita cuma pergi seminggu aja sayang."
Jihan
"Nggak mau, Jihan harus ikut." Jihan menghentakkan kakinya dengan kesal
Beginilah jika sifat manja dan cengeng Jihan keluar, semua akan berubah
Daddy J
"Jihan, dengarkan Daddy sayang." Gaffi mendekati putrinya lalu memeluknya dengan sayang
Daddy J
"Daddy sama mommy cuma pergi sebentar nak, Nanti kalau urusannya sudah selesai. Kita bakalan pulang! Daddy janji deh, sama Jihan."
Jihan
"Beneran Dad, Nggak bohong kan?"
Daddy J
"Nggak sayang, Daddy janji."
Jihan
"Oke deh, Jihan nggak papa tinggal sama Abang! Tapi Daddy sama mommy cepat pulang ya, Nanti Jihan Nya kangen berat." rengeknya dengan manja
Jenggala
"Ih amit-amit deh Lo Ji, Geli gue lihat Lo! Pake acara janji-janjian."
Jihan
"Issh kenapa, sirik aja Abang."
Jenggala
"Nggak lah ya, kita nggak selevel Jihan! Selera kita berbeda."
Javier
"Sudah-sudah, kalian ini. Ribut aja! Mending kita main bola yuk." Ajak Javier kepada kedua adiknya
Jenggala
"Gass kan, siapa takut."
Jihan
"Gue lagi nggak mood, pengen manja-manjaan dulu sama Daddy dan Mommy."
Jenggala
"Issh sipaling manja."
Jihan
"Biarin...," Jihan menyandarkan kepalanya dilengan Gaffi
Hingga keesokan harinya, waktu keberangkatan nyonya Jasmine dan tuan Gaffi tiba. Mereka semua sudah standby di bandara, dengan Jihan yang seakan tak rela ditinggal oleh keduanya.
Jihan
"Mommy, Jihan nggak rela tau, Rasanya nggak enak mom! Hati Jihan sakit."
Mommy J
Jasmine Dengan sabar mengelus punggung Jihan dengan lembut
Jihan
"Mom, Dad.. Jihan ikut saja ya! Pengen ikut aja."
Gaffi dan Jasmine saling pandang. Bukannya tak mau, tapi anaknya akan melakukan ujian akhir semester sebentar lagi. Dia nggak mau anak-anaknya ketinggalan pelajaran di kampus
Javier dan Jenggala juga merasakan hal yang sama. Keduanya seakan tak rela jika Gaffi dan Jasmine pergi keluar negeri. Ntah kenapa perasaan mereka tak enak
Javier
"Dad, mom. Apa penerbangannya ditunda saja dulu, besoknya kita berangkat bersama."
Jenggala
"Iya Dad, mom. Atau kita ikut saja ya! Nggak enak mom kalau tinggal bertiga tanpa Mommy dan Daddy."
Gaffi dan Jasmine semakin bingung melihat tingkah ketiga anaknya. Dari semalam hanya Jihan yang seperti itu, Lah ini. Keduanya ikut-ikutan dengan Jihan.
Daddy J
"Daddy sama mommy cuma pergi satu Minggu doang, anak-anak! Nggak lama kok. Nanti pulang dari sana, kita bawain oleh-oleh yang banyak buat kalian."
Daddy J
"Daddy janji sayang, Kita bakalan pulang kok."
Jihan
"Hikss....hiksss. Tapi Jihan sama Abang rindu Daddy."
Daddy J
"Iya, Daddy tau rindu. Tapi semua ini demi kebaikan kalian juga kan, nanti kalau kuliahnya ketinggalan gimana? Kan jadi berantakan sayang."
Daddy J
"Sudah ya sayang, Daddy dan Mommy pergi dulu ya. Jaga diri baik-baik, Nanti kalau ada apa-apa kabarin Daddy Ok." Gaffi mengusap air mata di pipi putrinya lalu kemudian mencium kening nya dengan lembut
Jihan
"Iya Daddy, hati-hati dijalan." Jihan menyalami Gaffi tak lupa mencium pipi Daddy Nya
Daddy J
"Jaga diri baik-baik ya nak, Nanti kalau ada apa-apa, segera kabarin Daddy dan Mommy! Daddy Titip adik kalian Jihan, Jaga dia baik-baik." Gaffi berkata kepada kedua putranya sembari memeluk Javier dan Jenggala
Javier dan Jenggala mengangguk pasti lalu menyalami dan memeluk Daddy Gaffi
Mommy J
"Jaga diri baik-baik ya sayang, Nanti kalau ada apa-apa, kabari Mommy dan Daddy. Sholatnya jangan sampe ketinggalan."
Mommy J
"Vier, gala. Jaga diri kalian baik-baik ya nak! Nanti kalau ada apa-apa, jangan lupa kabarin Mommy dan Daddy."
"Iya Mommy...," Kedua pria memeluk Jasmine bersamaan, mereka seakan tak rela jika keduanya pergi keluar negeri
Setelah berpamitan kepada ketiga anak kembarnya, akhirnya Jasmine dan Gaffi berjalan menjauh menuju pesawat yang sebentar lagi akan lepas landas.
"Sholatnya jangan sampe ketinggalan ya nak." Begitu teriakan Jasmine disusul oleh Gaffi yang perlahan menjauh.
Ketiganya hanya mengangguk sembari melambaikan tangannya
Comments