Begitu Waktu pulang tiba Jihan dengan cepat menuju kelas abangNya
Namun begitu dipertengahan tangga, Jihan dihadang oleh anak berandalan yang terkenal dikampus itu.
Jihan
"Minggir, saya mau lewat. Ohya diantara kalian ada yang ngelihat Abang gue nggak?"
Dikarenakan dia sedang memakai masker, orang-orang pada nggak kenal kalau dia itu adiknya Jenggala dan Javier.
Mereka tak menjawab pertanyaan Jihan. Namun sebaliknya mereka menatap Jihan dengan intens
Berandalan kampus
"Boleh juga ni boss, kita coba."
Berandalan kampus
"Iya dong, Kayaknya ini moment yang pas deh." Mereka menatap Jihan dengan seringai di bibirnya, membuat Jihan tak nyaman
Jihan
Menyadari jika orang dihadapannya berandalan. Segera Jihan berbalik ingin mencari jalan lain menuju Kelas abangNya. Namun lagi-lagi tangannya dipegang dengan lancang oleh berandalan itu
Jihan
"Lepas sialan, berani sekali anda memegang tangan saya! Sudah bosan hidup." Jihan menatap mereka dengan tajam
Berandalan kampus
"Wow, mengagumkan sekali anda nona."
Berandalan kampus
"Ikut denganku Jika ingin nyawa selamat."!!
Jihan
"Apa hak anda menyuruh saya, Dengan beralibi nyawa saya taruhannya."
Berandalan kampus
"Menantang." gumamnya Dengan seringai dibibir nya
Berandalan kampus
"Tidak ada bantahan sayang, kamu akan jadi milik aku." Pria berandalan itu menarik paksa pergelangan tangan Jihan hingga memerah
Jihan
"Lepas sialan." Jihan memberontak sembari berteriak dilorong yang sepi itu
Bugg
Bug
Krak
Suara tinjuan dan tarikan yang keras menggema ditempat sepi itu. Seorang pria dengan jas Nya tiba-tiba muncul menyelamatkan Jihan. Segera Jihan menjauh begitu melihat perkelahian mereka tak terelakkan
Jihan
"Tunggu, bukannya itu pak abidzar ya?" Jihan bermonolog dengan pikirannya hingga dia dikejutkan oleh suara pria itu
Dosen Galak
"Kamu tidak apa-apa?" Abidzar mendekat begitu selesai menyerang berandalan itu hingga mereka lari terbirit-birit
Jihan
"Hah, pak Abi." Jihan tersenyum kaku
Jihan
"Terimakasih banyak pak, sudah mau menolong Saya."
Dosen Galak
"Hemm, lain kali hati-hati jika berjalan ditempat sepi sendirian! Saya duluan, Assalamualaikum." Abidzar melangkahkan kakinya menuju lift
Jihan
"Iya pak, waalaikumsalam." Jihan memandangi punggung dosennya hingga hilang dari pandangan
Jihan
"Demi apa ya, pak Abi tiba-tiba nolongin aku! Aaa...malu banget deh."
Jenggala
Dari arah jauh Jenggala sudah melihat kembaran nya menunggu. Segera dia mempercepat langkahnya
Jenggala
"Ji udah lama nunggu Abang, kenapa Nunggu disini sih. Disini kan sepi Ji." Jenggala menggerutu begitu melihat adiknya menuggu ditempat sepi
Jihan
"Maaf bang, bukannya apa. Tadi aku mau nyamperin kekelas Abang, Tapi
Jihan
Ragu memberi tahu yang sebenarnya pada Jenggala, tidak ingin memperpanjang masalah
Jenggala
"Tapi apa?"
Jihan
"Nggak ada bang, udah yuk. Kita kekelas bang Vier." Jihan menarik tangan Jenggala menuju kelas Javier. Tentu melihat gelagat aneh adiknya Jenggala merasa curiga, tapi tenang saja dia akan mencarinya nanti
Sesampainya didepan ruangan Javier. mereka berdua memilih duduk disalah satu kursi untuk menunggu Javier yang teryata belum keluar dari ruang kelasnya.
Jenggala
"Minum dulu Ji, pasti haus kan?"
Jihan
"Makasih bang, tau aja Jihan lagi haus." Jihan mengambil botol minum yang disodorkan oleh Jenggala
Jenggala
Jenggala hanya berdehem sembari memainkan henphone Nya
Selang sepuluh menit. Akhirnya Javier keluar dari ruangan kelasnya, ketiganya segera berjalan menuju parkir
Setelah masuk kemobil Jihan memakan cemilan Nya dengan Santai sembari bercerita riang dengan Javier yang menyetir
Jenggala sibuk dengan game Nya
Setelah berkendara selama 15 menit mereka akhirnya sampai dirumah besar itu
Jihan
"Assalamualaikum Mommy..," Jihan berlari kecil menuju mommy Jasmine yang sedang menyiram bunga kesayangan Nya
Mommy J
"Waalaikumsalam sayang, Sudah pulang semua ternyata." Mommy Jasmine mengusap kepala Jihan lalu beralih melihat kedua putranya yang baru keluar dari dalam mobil
"Assalamualaikum My." Javier menyalami mommy nya lalu memeluk sekilas mommy Jasmine
Mommy J
"Waalaikumsalam, gimana kuliahnya nak?"
Javier
"Lancar My. tidak ada kendala. Kalau begitu Vier masuk dulu ya my."
Mommy J
"Iya Sayang."
Begitu ketiga anaknya masuk ke kamar, Mommy Jasmine melanjutkan menyiram tanaman nya. Karena setelah ini dia akan berkutat didapur menyiapkan makan siang untuk keluarga kecilnya.
Comments