Triplet J
Triplet J
Jenggala
"Jihan, Hei bangun Lo. Udah siang juga! Lo nggak liat itu jam udah jam berapa?" Jenggala menepuk pipi ranum Jihan yang asik mengarungi mimpinya
Jihan
"Issh apa sih bang. bikin orang nggak mood aja."
Jihan yang merasa terganggu dengan keberadaan abangnya. Segera duduk sembari menatap Jenggala dengan cemberut
Jenggala
"Apa? Mau marah sama Abang?"
Jihan
"Issh nyebelin....," Pekik Jihan mencak-mencak lalu berlalu kedalam kamar mandi
Jenggala
"Hhahaha, gemes banget deh adek aku." Jenggala tertawa puas begitu melihat wajah Jihan yang lucu dan manis ketika dia cemberut
Javier
"Gala, Jihan...!Loh Jihan nya mana?" Javier celingak-celinguk Melihat sekitar kamar itu
Jenggala mengalihkan atensinya pada Javier yang baru masuk ke kamar jihan
Jenggala
"Tuh lagi mandi." Kata Jenggala
Javier hanya mengangguk lalu duduk disalah satu sofa kamar Jihan
Selang 15 menit Jihan keluar dengan pakaian lengkap nya. Tinggal memakai jilbab nantinya
Jihan
"Apa lihat-lihat! Jangan kira kita udah baikan ya, Ji masih marah sama Abang.." Jihan menatap Jenggala dengan tajam lalu melanjutkan langkahnya menuju meja riasnya
Jenggala
" Siapa juga yang lihat-lihat."
Javier
"Kenapa sih Ji marah-marah Mulu." Javier mendekati adiknya lalu membantu Jihan yang kesulitan mengikat rambutnya
Jihan
"Bang gala tu nyebelin bang." Adu Jihan dengan kesal
Nah Jenggala itu memang nyeselin. Berbeda dengan Javier yang lembut dan kalem Jika bersama keluarganya. Kalau Jenggala itu banyak usilnya, Walaupun ngangenin sih.
Jenggala
"Jadi ceritanya marah nih, sama Abang!" Jenggala mencolek dagu adiknya dengan jail
Jihan diam saja sembari memakai sunscreen Nya. Sedangkan Javier asik mengikat rambut adiknya
Segera Jenggala mengambil hijab pashmina berwarna Coksu yang telah disiapkan Jihan tadinya. Dia tak suka diabaikan, jika Jihan sudah diam maka dia sendiri yang akan membujuknya.
Jenggala
"Abang pakein ya?" Jenggala memasangkan Ciput lalu dilanjut dengan hijab Coksu itu dikepala Jihan. Walau tak ada jawaban dia terus melanjutkan kegiatannya
Javier
Menahan tawa melihat wajah Jenggala yang dengan telaten memasangkan hijab untuk Jihan
Selang 5 menit Jenggala yang memasangkan hijab pada Jihan selesai juga, tentu dengan bantuan Javier tentunya
Jenggala
"Nah, selesai juga kan! Adek Abang cantik banget deh." Puji Jenggala
Javier
"Iya Jihan nya kita cantik banget."
Jihan
"Makasih Abang." Jihan memeluk kedua pria itu dengan hangat
"Sama-sama adek cantik." Javier dan Jenggala menyambut pelukan itu dengan antusias
Setelah drama dipagi hari itu. Javier, Jenggala dan Jihan sudah berada dimeja makan
Mommy J
"Pagi anak-anak mommy."
Daddy J
"Pagi sayang nya Daddy."
"Pagi juga Mommy & Daddy." jawab ketiganya serempak
Setelah membaca doa dipimpin oleh Javier, mereka makan dengan tertib.
Javier
"Ohya Dad, nanti sehabis dari les ketiga bertiga mau pamit nonton pertandingan Basket! Boleh kan Dad, mom?"
Daddy J dan Mommy saling pandang lalu tersenyum melihat anaknya
Mommy J
"Nggak apa-apa nak! Kalian boleh pergi kok, nonton pertandingan Nya."
Daddy J
"Iya, seperti yang mommy kalian katakan, kalian bertiga boleh pergi menonton pertandingan Nya! Tapi ingat adik kalian dijaga dengan benar."
"Siap Daddy, Mommy." Kedua pria itu memberi hormat pada kedua orangtuanya tanda siap melindungi Jihan
Menonton pertandingan basket
Sepulangnya dari tempat les belajarnya Ketiga kakak beradik itu langsung pergi menonton pertandingan basket.
Ketiganya sontak menjadi pusat perhatian, karena Ketiganya punya pesonanya masing-masing. Ganteng-ganteng dan cantik
Jihan berjalan ditengah dengan dirangkul oleh Abang-abangnya berada di samping kanan dan kiri Nya.
Jihan
"Bang nanti beliin Ji cemilan ya, Takutnya nanti laper pas kita lagi nonton." Jihan menatap kedua abangnya
Javier
"Iya nanti dibeliin sama Abang."
Sedangkan Jenggala sibuk dengan pikirannya
Zain
"Akhirnya kalian datang juga bro! Gimana kabarnya, Sehat?" Sapa Zain ketika melihat triplet datang
Javier
"Iya bro! Sehat dong. Kabar Lo gimana?" Javier menepuk pundak sahabat lalu berakhir dengan Tos
Zain
"Baik dong, Ohya ini adek Lo kan! Udah gede aja dia. Kayaknya kemarin-kemarin badannya masih kecil aja."
Memang pada dasarnya Jihan itu mengikuti gen dari mommy Nya sih, soalnya abang-abang nya tinggi semua
Javier
"Iya nggak terasa ya."
Jihan
"Halo bang, saya Jihan. adiknya bang vier dan gala." Jihan Menyatukan kedua tangannya didepan dada dengan sopan
Zain
"Halo juga adik manis." Kata Zain dengan sengaja lalu berakhir mendapat pelototan dari vier dan gala
Jenggala
"Berani Lo macam-macam sama adik kita, Awas Lo! Ohya Ngomong-ngomong Zian mana, gue nggak nampak daritadi batang hidungnya."
Zain
"Hehehe, sorry bro! Lo nyariin Zian kan, tu Dia." tunjuk Zain pada saudara kembarnya yang baru keluar dari ruang ganti
Sontak ketiganya mengikuti arah pandang Zain kepada sosok pemuda yang terlihat keren keluar dari ruang ganti
Zian
"Hai semuanya, nungguin saya ya." Zian tersenyum lebar lalu menyapa ketiga triplet dengan ramah
Setelah drama saling menyapa itu, ketiga triplet memilih duduk di kursi paling pinggir. Bukannya apa takut aja jika adik bungsu mereka harus jauh-jauh untuk bolak-balik kekamar mandi.
Jihan
"Yeyyy, bang zian menang banyak." Jihan bersorak dengan kencang menyuarakan semangat pada Zian yang sedang tanding main basket
Jenggala
"Ya Zian menang Ji, akhirnya suhu kita turun juga." Jenggala ikut-ikutan dengan adiknya
Javier
"Kita lihat saja, siapa yang menang."
Akhirnya setelah suasana yang menegangkan itu pertandingan dimenangkan oleh kelompok Zian bersama teman-temannya
Ketiga triplet memilih pulang setelah menonton pertandingan basket, Awalnya Zain dan Zian menawarkan ingin makan bersama namun mereka menolaknya karena kedua orangtuanya sudah menunggu dirumah
Javier
"Assalamualaikum Dad, mom." Javier menyalami keduanya lalu diikuti oleh kedua saudaranya
"Waalaikumsalam." Jawab keduanya serempak
Jihan
"Mom Jihan naik Duluan ya, mau mandi dulu."
Mommy J
"Iya nak, mandi aja dulu. Biar badannya segar." Mommy Jasmine mengusap kepala putrinya dengan lembut
Jihan mengangguk lalu menyempatkan diri mencium Daddy dan Mommy Nya
Javier dan Jenggala asik duduk disamping Mommy Jasmine, memilih menyandarkan kepalanya disandaran sofa
Ke pantai
Karena waktu libur kuliah sudah mau habis, Jihan dengan kedua abangnya memilih berjalan-jalan ke pantai
Sesampainya dilokasi Jihan dan Jenggala memilih duduk dipinggiran pantai, sedangkan Javier pergi membeli makanan untuk mereka bertiga
Jihan
"Wow, Maa syaa Allah. Indah banget ya bang! Foto yok bang." Jihan berdecak kagum melihat keindahan yang ada didepannya
Jenggala
"Boleh juga tu...," Jenggala merangkul bahu adiknya dengan antusias
Jihan mengambil beberapa foto dengan Abang nya
Jihan
"Cantik kan bang, tengokin sini deh." Jihan dengan senang hati menunjukkan foto itu pada Jenggala
Jenggala
"Gantengan juga gue Ji." Jenggala menyugar rambutnya kebelakang
Jihan
"Issh Emang ada ya, cowok cantik! Abang tu, ngarang aja ceritanya."
Javier
"Heh kalian itu ngapain aja sih! Tiap barengan pasti berdebat terus, Nggak ada kalem- kalemnya deh."
Jihan
"Bang gala ini rese banget! Abang lama banget sih, kita udah nungguin daritadi Lo." Jihan menggerutu begitu Javier datang
Javier
"Ngantri Ji, Kamu pikir yang beli cuma Abang doang apa."
Jihan
"Iya deh, iya." Jihan mengambil makanan Nya begitu Javier selesai membaginya rata
Javier
"Ini gal, dimakan nanti dihabisin Jihan tau rasa Lo."
Jenggala
"Iya pasti gue makan kok."
Jihan
"Foto yok bang, bertiga."
Javier
"Ya harus dong, Kalau gue selalu siap siaga."
Jenggala tak mau ketinggalan, dia ikut merangkul bahu Jihan dari sebelah kanan, sedangkan sebelah kiri sudah ada Javier
Selesai pengambilan foto, mereka lanjut berkeliling pantai
Javier
"Ji Kalau capek bilang sama Abang ya, biar Abang gendong."
Jenggala
"Iya Ji, kalau lapar bilang sama Abang juga. Biar Abang beliin tuh, yang enak-enak."
Jihan
"Siap boss." Jihan tersenyum manis pada keduanya
Begitulah mereka jika yang satu sakit, maka yang duanya harus jadi obatnya. Begitupun sebaliknya
Apalagi karena Jihan anak perempuan satu-satunya. Kedua orangtuanya selalu berpesan agar mereka selalu menjadi pelindung bagi adiknya.
Jenggala tak bosan-bosannya mengambil foto mereka bertiga yang berjalan dipinggir pantai itu, dengan Jihan yang berada ditengah-tengah tentunya.
Banyak pengunjung yang merasa iri dengan Jihan, karena dia punya dua bodyguard yang ganteng-ganteng.
Merasa capek ketiganya memilih pulang, lagian jam sudah mulai sore Takut orang rumah nyariin. Ya walaupun mereka sudah izin sih
Javier
"Gimana nih, kita gass pulang sekarang atau nanti?" tanya Javier pada kedua adiknya
Jenggala
"Gass pulang aja lah, bosan aku."
Jihan
Jihan memilih mengangguk sembari memejamkan matanya yang terlihat sayu
Setelah mendapat persetujuan dari keduanya, Javier lalu mengemudikan mobilnya kearah jalan pulang
Sepanjang perjalanan Jihan memilih tidur, sedangkan Javier dan Jenggala bercerita sepanjang jalan tentang organisasi yang mereka ikuti
Sesampainya dirumah ternyata Daddy dan Mommy Nya Belum pulang, karena digaransi pun belum ada mobil mereka. Segera Javier menggendong Jihan yang ketiduran dimobil, dan Jenggala membawa oleh-oleh yang mereka beli tadi
Javier
Javier meletakkan adiknya perlahan ditempat tidur lanjut membuka sepatu adiknya, setelahnya menyelimuti adiknya dengan pelan. Setelah memastikan adiknya tidur dengan aman, Javier berlalu keluar setelah mencium kening Jihan sebagai bentuk rasa sayangnya
Kamar mereka bersebelahan karena itu keinginan ketiganya saat kecil tidak mau dipisah
Hingga pada saat ketiganya beranjak remaja mereka memilih pisah kamar, karena ingin mandiri Dan takut diejek teman sekelasnya.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!