Tak berselang lama jam istirahat tiba. Jihan dengan patuh mengikuti langkah dosennya menuju ruangan Nya
Dosen Galak
"Tolong bawakan ini." Abidzar menaruh tasnya ditangan mahasiswi nya. Biar saja, biar tau rasa dia sudah berani membuat seorang abidzar Menahan kesal sedari tadi
Jihan
Jihan lagi-lagi mengangguk pasrah, walaupun dalam hatinya selalu menggerutu kesal pada pria galak nan dingin itu
Clekkk
Abidzar membuka pintu perlahan lalu masuk diikuti Jihan dibelakang Nya.
Ternyata didalam sudah ada wanita yang dengan lancangnya masuk keruangan abidzar. pria itu tidak suka jika tempat pribadinya harus diisi dengan Perempuan tak bermoral itu
Dosen Galak
"Ngapain kamu kesini! Dan siapa yang memberimu izin untuk masuk kedalam ruangan saya." Abidzar menatap dingin pada wanita yang dengan lancangnya Duduk dikursi kerjanya
Jihan
Jihan diam saja sembari menatap intens pada wanita dengan baju kurang bahannya
Ciara
Ciara tersenyum manis lalu bangkit dari kursinya. perlahan dia mendekati abidzar yang menatapnya dengan tajam
Ciara
"Kenapa, kamu mau marah sama aku? Gara-gara aku masuk kedalam ruangan kamu."
Dosen Galak
Diam saja sembari membuang pandangannya
Ciara
"Nggak apa-apa Lo sayang, kita ini kan sebentar lagi mau menikah! Bukan begitu Mas Abi." Ciara ingin mencolek dagu abidzar namun tertahan karena abidzar Mundur tak Sudi jika harus bersentuhan dengan wanita itu
Dosen Galak
"Keluar dari ruanganku sekarang juga."
Ciara
"Oh santai Dong mas Abi. Aku bakalan keluar kok, Tenang saja."
Ciara
"Yaudah deh, aku pulang dulu ya mas."
Dosen Galak
Abidzar dan Jihan diam saja. Setelah kepergian Ciara abidzar mengganti kursinya dengan kursi plastik. Tak Sudi jika harus bersentuhan dengan wanita seperti Ciara. Jihan saja sampai melongo melihat Nya
Dosen Galak
"Duduk, sekarang kamu catat semua artikel yang dihalaman 515 ini." Abidzar menyuruh Jihan untuk mencatat tugas yang dia berikan, sebagai bentuk tanggung jawab dari kesalahannya.
Jihan
"Baik pak, Akan saya kerjakan."
Akhirnya kedua manusia itu asik dengan tugasnya masing-masing. Abidzar sesekali melirik Jihan yang menahan kantuk ketika mencatat tugas yang dia berikan.
Dosen Galak
"Apa dia tidak tidur semalaman, Sampai mencatat aja harus Menahan kantuk berat." Abidzar bergumam sembari tangannya yang asik dengan menekan keyboard laptop Nya
Hingga beberapa saat kemudian Jihan menyelesaikan tugasnya dengan benar. Dia dengan santai meregangkan otot tubuhnya.
Jihan
"Sudah selesai pak, Tugas yang anda berikan Telah selesai."
Dosen Galak
"Baik besok kamu ada kelas pagi?"
Jihan
"Emm ada pak! Emang ada apa ya pak?"
Dosen Galak
"Besok setelah tugas kelas kamu selesai, temui saya diruangan ini."
Jihan
"Hah, ngapain pak? Bapak mau macam-macam ya. Issh nggak boleh loh pak, Dosa."
Astaga abidzar hanya bisa menghela nafas panjang
Dosen Galak
"Yang bilang mau macam-macam Emang siapa? Kamu aja tu, overthinking Mulu."
"Hukuman kamu belum berakhir, Besok datanglah tepat waktu."
Jihan
"Baik pak, permisi saya pergi dulu. Assalamualaikum."
Dosen Galak
"Waalaikumsalam."
Setelah kepergian Jihan, abidzar melanjutkan pekerjaannya yang baru selesai setengah. Dia memijit pelipisnya memikirkan Ciara yang semakin berani menunjukkan taringnya.
Namun dia tak ingin memperpanjang masalah, Apalagi masalah sepele Seperti ini. Dia akan memikirkan caranya nanti, Sekarang biarlah Dulu wanita itu sesuka hatinya untuk berbuat semena-mena.
Comments