Malam harinya Setelah sholat isya, ketiganya langsung disidang oleh Daddy nya untuk setoran hafalan Al Qur'an. Ketiganya dengan lancar membaca Walau ada satu-satu bacaan yang kurang pas
Daddy J
"Untuk Jihan, bacaannya kurang pas ya nak! Yang dhol nya agak panjang sedikit dia. Coba praktekkan." Daddy Gaffi dengan sabar mengajari anaknya
Jihan
Jihan mengangguk lalu mempraktikkan apa yang kurang dalam bacaannya. Dan semua orang menyimak dengan baik
Setelah Selesai dengan setoran hafalannya, mereka semua memutuskan makab malam dengan diselingi usilan triplet yang meramaikan suasana makan malam itu
Selesai makan malam triplet lanjut mengerjakan tugas kuliahnya, sebelum mereka besok dikumpulkan kepada dosen
Jihan
"Bang, bantuin gue dong! Catatan nya banyak banget tau. Ahh pusing gue lihat Nya." Jihan menggerutu kesal saat guru dosennya memberi catatan yang melimpah hingga tangannya pegal-pegal
Jenggala
"Issh tinggal kerjain juga, emangnya kamu doang apa, yang punya tugas banyak."
Javier
"Udah nyatetnya pelan-pelan aja, Nanti Kalau tugas Abang sudah siap, Abang bantuin deh. Suer."
Jihan
"Yeyy makasih banyak Abangku Sayang." Jihan mencium pipi Javier dengan senang hati
Jenggala
"Giliran ada maunya aja, Dia mau nyium! Coba kalau dia nggak butuh, Amit-amit deh kamu Ji.'
Jihan
"Biarin Emang Abang aja tu pelit, nggak mau bantuin Ji."
Jenggala
"Ohya, Abang nggak merasa tu."
Javier
Javier diam saja sembari melanjutkan tugasnya. Matanya dengan teliti menelaah semua yang ada pada kertas Putih itu
Jihan
Setengah jam kemudian Jihan sudah tertidur dimeja Nya. Javier dan Jenggala sontak tertawa melihat tingkah lucu adiknya
Jenggala
"Hahaaha, lucu banget. Gue foto aja deh, biar ada kenang-kenangan." Jenggala dengan usilnya mengambil gambar Jihan yang tertidur dengan lucu dengan kamera henphone nya
Javier
"Jihan, Lucu banget... ada-ada saja kamu Ji." Javier melanjutkan tugasnya yang tinggal sedikit
Jenggala
Setelah selesai mem foto Jihan. Jenggala jadi kasihan melihat cara tidur adiknya yang kurang nyaman
Jenggala
"Bang, Jihan kayaknya kurang nyaman deh, sama cara tidurnya! Gue pindahin aja ya, nanti badannya pegal."
Jenggala bangkit dari duduknya lalu menggendong Jihan dengan hati-hati, takut membangunkan sang empu
Jenggala
Setelah menyelimuti adiknya Jenggala mencium kening Jihan dengan sayang lalu lanjut mengerjakan tugasnya.
Walaupun terkesan jahil Jenggala itu tipe pria penyayang, apalagi dengan adiknya. Siapapun tak akan dibiarkan Nya untuk menyakiti Jihan Begitu pula Javier
Javier
Setelah menyelesaikan tugasnya, Javier beralih mengerjakan tugas adiknya yang tinggal seperempat.
Javier
"Ohya soal masalah kemarin gimana gal, Udah kamu beresin?" Javier bertanya sembari mencatat tugas Jihan
Jenggala
"Udah bang, Lagian dia sendiri kok, yang pertama memulai."
Javier
"Terus Daddy dan Mommy nggak tahu kan! Jangan sampe Lo."
Jenggala
"Tenang bang, nggak bakalan tau kok! Semuanya beres."
Javier
"Oke deh, kalau kamu bisa menyelesaikan Nya."
Jenggala
Jenggala berdehem sembari melanjutkan tugasnya
Javier
"Ayra itu pacar kamu katanya gal, betul begitu gal?"
"Lah terus gosip itu gimana, katanya ayra pacar kamu! Sebenarnya Abang nggak kurang percaya sih, kamu kan anti perempuan selain Mommy dan Jihan."
Jenggala
"Nah itu Abang tau kan, Gue nggak mungkin punya pacar."
Javier
"Iya deh, Abang percaya sama kamu! Tapi ingat ya gal, kalau kamu punya seseorang gitu yang dicintai/ Kagumi. Minimal segera kenalin deh sama Daddy dan Mommy."
Jenggala
"Siap bang."
Setelah selesai mengerjakan tugas mereka, Javier dan Jenggala mencium kening Jihan sebelum mereka kembali ke kamar Nya masing-masing.
Comments